Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Mau aku bantu?


__ADS_3

Dan Mereka pun Melakukannya …..


••••


“Hak aku Nyun, hak aku atas kamu.”


Nama menyapukan lidahnya di bawah bibirnya saat mendengar perkataan Rozak. “Hak apa?”


Mendengar perkataan Nama Rozak langsung mengangakt kepalanya dari gundukkan dada Nama. “Buat makan kamu.”


Nama terkesiap mendengar perkataan Rozak, “Mau?” tanya Nama sambil melepaskan kaitan-kaitan tali bustier di dadanya. Menariknya secara perlahan supaya memberikan tontonan erotis pada Rozak.


Rozak berdehem sambil menatap bagian tubuh Nama yang sedikit demi sedikit Nama buka, layaknya kado ulang tahun untuk dirinya. Nama menarik tali bustier bukaan depannya dengan sekali tarikan.


“Mau aku bantu?” tanya Rozak sambil menaikkan sebelah alis matanya dengan gaya sensual, membuat Nama menarik tangan Rozak dan mempermainkan jari jemarinya dengan bibir munyilnya.


Hasrat Rozak naik dengan tinginya saat melihat jari jemarinya dikecup dan dikulum oleh Nama. Rasanya Rozak ingin menarik jarinya dan membenamkan bagian pribadinya di mulut istrinya itu.


Fantasi erotisnya benar-benar mengambil alih akal sehat Rozak.


“Nyun,” bisik Rozak.


“Kang cium istri kamu.” Nama mendekatkan tubuhnya ke dada Rozak yang entah bagaimana caranya sudah tak tertutupi apapun lagi. Pergerakkan tubuh Nama membuat bustiernya terbuka sepenuhnya, dada Nama sama sekali tidak terlindungi apapun lagi langsung menempel dengan sempurna di dada Rozak.


Rozak menggemerutukkam giginya menahan hasratnya yang benar-benar meledak saat merasakan bagian pucuk Nama yang menekan dadanya, memberikan sensasi menggelitik yang membuat Rozak meremas seprai di tangannya.


“Nyun, kapan mau aku cium kamu?” tanya Rozak yang ingin bermain-main dengan Nama. Entah kenapa Rozak ingin Nama yang menciumnya terlebih dahulu bukan sebaliknya.


“Se ….” Nama mengusap bibir Rozak dengan lidahnya tanpa menciumnya sama sekali.


“Ka ….” Nama melepaskan ikatan rambut hingga rambutnya tergerai membuat Rozak makin berjuang menahan hasratnya. Pemandangan Nama melepaskan ikat rambutnya benar-benar membuat Rozak berfantasi liar.


“Rang,” ucap Nama sambil menggesekkan pahanya kebagian pribadi Rozak dengan sengaja, menggesek sesuatu yang sudah sangat mendamba untuk di sentuh oleh Nama.


Rozak tidak mampu lagi menahan hasratnya, dengan cepat ditangkapnya mulut Nama dan diciumnya dengan penuh nafsu.


Kuping Rozak langsung menangkap desahan sensual Nama yang benar-benar menggebrak fantasi erotis miliknya. Rozak langsung menurunkan kecupannya kebagian leher, tulang selangka dan berhenti di pucuk bagian dada Nama, mengecup dan mengigitnya.


Desahan Nama memancing hasrat Rozak, Rozak dengan cepat menarik kain bagian bawah Nama sambil terus mengecupi perut Nama tanpa ada yang terlewat sejengkal pun. Memberi bukti kepemilikkan disetiap jejak bibirnya, seperti ingin memberitahukan pada semua orang kalau Nama adalah miliknya yang sah.


“Kang,” bisik Nama saat menyadari apa yang sedang Rozak lakukan dibagian pribadinya. Gelitikkan langsung Nama rasakan saat itu juga, Nama menjerit dan menyusupkan jari-jari tangannya ke rambut Rozak yang lebat.


Waktu bergulir dengan cepat, Nama benar-benar dibuat semaput oleh Rozak. Seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan apa yang ia rasakan saat ini. Rozak benar-benar membuat Nama meracau dan mendesah tak karu-karuan.


Nama benar-benar dibuat melayang, jari jemari Nama langsung tertancap dengan sempurna di bahu Rozak saat merasakan pelepasan pertamanya.


“Kang,” jerit Nama dengan bagian kaki yang bergetar hebat karena merasakan deburan kenikmatan yang Rozak berikan.

__ADS_1


Saat Nama baru turun dari puncak nirwana dengan napas tersenggal-senggal, Nama berjuang untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya mengisi paru-parunya yang sempat tercekat. Tapi, itu semua tidak membuat Nama lelah, matanya menatap tanpa bekedip saat Rozak membuka seluruh pakaiannya.


Nama terduduk dan menyentuh bagian pribadi Rozak dengan tangannya, secepat kilat Nama mengecupi bagian pribadi Rozak.


“Nyun, aku ma—“


Tanpa disuruh dua kali Nama langsung membenamkan bagian pribadi milik Rozak ke mulutnya yang mungil. Rozak mengeram dan memaju mundurkan pinggulnya, membenamkan miliknya kemulut Nama. Melihat pemandangan Nama yang sedang mendamba miliknya membuat Rozak tak mampu lagi menahan keinginannya untuk memasuki tubuh istrinya itu.


“Nyun lepas,” pinta Rozak sambil menarik miliknya, Nama mengecup milik Rozak dan melepaskannya. Rozak mendorong badan Nama lembut hingga posisi Nama tertidur di kasur.


“Boleh?” tanya Rozak sambil memenjarakan tubuh Nama. Rozak sebenarnya hanya berbasa basi menanyakan pertanyaan itu. Tanpa menunggu jawaban dari Nama Rozak menelusupkan miliknya kebagian pribadi Nama yang sangat-sangat sempit.


“Aw … pelan,” pekik Nama sambil menatap manik mata Rozak.


“Tahan sebentar, Nyun.” Rozak sama sekali tidak bisa menahan hasratnya, kenikmatan dibagian bawah tubuhnya benar-benar membuat miliknya mendamba untuk memasuki Nama lebih dalam lagi.


“Kang … pelan-pe ….” Nama terkesiap saat merasakan sesuatu ada di dalam dirinya. Sesuatu yang mampu membuat hasratnya meronta dan mendamba.


Rasa perih langsung berganti menjadi kenikmatan yang membuat Nama mendesah dan meracau memanggil nama Rozak tanpa henti. Hentakkan demi hentakkan Nama rasakan saat Rozak mendorong pinggulnya berkali-kali.


Hentakkan demi hentakkan menarik gairah Nama yang paling dalam, membuat dirinya mengangkat pinggulnya naik dan turun mengikuti gerakkan Rozak memberikan sensasi yang membuat Nama mengecup bibir Rozak berkali-kali.


Rozak yang benar-benar menikmati cengkraman Nama langsung menarik pucuk dada Nama, sambil mengerang menandakan dirinya sudah melakukan pelepasannya. Tanpa melepaskan miliknya dari cengkraman bagian pribadi Nama, tubuh Rozak ambruk menimpa Nama.


“Nyun.”


“Di dalam kamu itu lembut, aku suka.”


Nama hanya bisa tersenyum sambil menaikkan sedikit pinggulnya, membuat Rozak tersentak.


“Nyun,” bisik Rozak sambil menggigit kuping Nama. “Jangan nakal.”


Nama terkekeh kemudian membisiknnya sebuah kata yang membuat Rozak tersentak.


“Sekali lagi yuk.”


Dan mereka pun melakukannya lagi.


•••••


Rozak menatap Nama yang tertidur pulas di dadanya, gadis manis yang sudah berpindah status dari kekasihnya menjadi istrinya itu tampak damai tertidur di dada Rozak. Semalam suntuk mereka melakukan transfusi darah putih, Rozak benar-benar di buat kaget dengan betapa liarnya Nama.


Berkali-kali Rozak bertanya kenapa Nama bisa seliar itu. Nama hanya tersenyum dan mengecupi setiap jengkal wajah Rozak tanpa ampun.


Rozak menarik selimut yang menutupi bagian dada Nama. Senyuman puas dan bahagia langsung merekah di wajah Rozak saat melihat betapa banyaknya bukti kepemilikan di bagian dada Nama dan lehernya.


Telunjuk Rozak memencet-mencet bagian dada Nama dengan gemas, mendorong-dorongnya dan memainkannya sesuka hatinya.

__ADS_1


Nama yang merasakan ada yang memainkan dadanya dengan seenaknya langsung terbangun. “Kang ….”


“Apa,” jawab Rozak sambil tetap memainkan dada Nama seenaknya.


“Itu dada Nama Kang, bukan adonan kue nggak usah dipencet-pencet. Nanti meledak berabe,” kekeh Nama sambil mengucek mata kanannya.


“Nggak papa, aku suka. Enak mencetinnya. Empuk,” ucap Rozak.


“Hilih terserah kamu ajalah,” ucap Nama sambil membalikkan badannya memunggungi Rozak bermaksud menjauhkan dadanya dari cengkraman Rozak.


“Lah malah dipunggungin,” ucap Rozak kesal karena Nama malah memunggungi dirinya.


“Biar kamu nggak pencet-pencet dada aku, itu dada Kang. Bukan roti gulung,” kekeh Nama sambil mengecup lengan Rozak yang ia jadikan bantal.


Tanpa Nama sadari dirinya menggesek bagian pribadi Rozak, membuat milik Rozak terbangun.


“Nyun,” panggil Rozak yang sadar kalau miliknya sudah bangun dan mendamba cengkraman milik Nama, langsung mengecupi bahu Nama dari belakang.


“Apa?” tanya Nama bingung, sejujurnya Nama masih sangat-sangat mengantuk. Seingatnya dia baru tidur sekitar tiga puluh menit saja.


“Aku mau la ….”


Nama terkesiap saat merasakan sesuatu sudah menerobos dirinya, walau hanya sebagian karena Rozak masih kesulitan untuk menerobos dirinya sepenuhnya. Namun, Nama sadar kalau milik Rozak sedang berusaha untuk menghentaknya kembali. Berusaha untuk membawa Nama kelangit ke tujuh untuk yang entah keberapa kalinya.


“Kang,” bisik Nama.


“Sekali lagi yah,” pinta Rozak sambil mengecup punggung Nama pelan dan mengatur posisi Nama agar siap menerima hentakkan dari dirinya.


Nama hanya bisa pasrah dan menganggukkan kepalanya, saat merasakan tubuhnya dihentak dengan lembut oleh Rozak. Nama lelah sebenarnya tapi, apa sih yang nggak untuk Rozak.


•••


Dan merekapun melakukannya.


Mereka melakukan apa yang harusnya mereka lakukan.


Meraka melakukan seperti yang semestinya pasangan suami istri lakukan.


Hahahaha ….


Eh … apa ini masih pagi? Ah … biarin, biar kesel pembaca ama gallon. Sekesel Gallon kalau nggak disiram kopi dan bunga sama kalian semuanya muahahahhahaa ….


#nowplaying Kumenangis... membayangkan, betapa kejamnya dirimu pada diriku


Wkwkwkkwk … chanda zhayang 😘


Yang suaminya sudah kerja, selamat mengigit jari dan untuk yang suaminya masih ada, bisalah di seret dikit 🤣🤣🤣🤣🤣.

__ADS_1


Xoxo Gallon yang Hobi Kellon.


__ADS_2