Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Terkutuklah kalian semua...


__ADS_3

Abah tampah gagah dengan setelan jas dan dasi berwarna biru gelap, rambut Abah sudah tersisir sempurna.


“Ini, kenapa Abah harus pake baju kaya gini?” tanya Abah bingung dengan permintaan Cicil.


Cicil yang sedanh asik memasangkan dasi di leher Riki hanya bisa tersenyum. “Karena, Abah mau ketemu Ahyar Suhendar.”


“Emang kalau mau ketemu Ahyar Suhendar harus pake baju bentukkannya kaya gini?” tanya Abah bingung. Bukan apa-apa, Abah merasa panas bukan kepalang menggunakan baju seperti itu.


“Ikutin aja, Bah,” ucap Riki yang hanya bisa pasrah saat Cicil memasangkan dasi.


Klik....


Saat pintu dibuka masuklah Rozak dan Taca, Rozak tampak gagah dengan setelan jas tanpa dasi.


“Ini aku teh, mau langsung nikah?” tanya Rozak bingung sambil mengambil dasi dibelakang badan Cicil.


“Ngebet amat, Zak,” ucap Abah sambil menarik-narik kerah kemejanya. Sesak sodara-sodara.


Rozak dengan bingung melilitkan dasi dilehernya dan mengutak atik dasinya dengan kesal. Rozak sama sekali tidak tau cara menggunakan dasi yang baik dan benar.


Taca yang melihat kakaknya kesulitan langsung membantu Rozak untuk menggunakan dasinya dengan baik.


“Sejak kapan kamu bisa pasang dasi, Ta.” tanya Rozak pada Taca.


“Sejak nikah sama Adipati, tiap pagi aku harus masangin dia dasi. Kalau nggak dia suka ngambek,” ucap Taca sambil menarik dasi Rozak yang sudah terpasang sempurna.


“Istri idaman,” cibir Rozak dan langsung mendapatkan cubitan maut dari Taca.


“Aw... astaga sakit, Ta,” ucap Rozak sambil mengelus perutnya.


“Heh, udah jangan ribut. Itu buah udah dibawa? Jangan lupa kunci mobil avanza dibawa. Inget kita teh mau ngelamar anak orang. Kudu mawa avanza atuh,” ucap Abah sambil mengangkat jempolnya.


“Iya Abah,” jawab Taca, Rozak dan Riki berbarengan.


“Cakep, Abah nunggu diluar,” ucap Abah sambil pergi keluar ruangan tersebut.


“Cil, ini kenapa harus pake dasi segala sih? Adipati ampe ngakak pas disuruh pake baju kaya gini. Kata dia ini mau ngelamar anak siapa kata dia,” ucap Taca sambil menatap Cicil.


“Bilang sama si semprul itu, kalau masih ingin nikah sama kamu. Dia wajib harus pake baju yang aku suruh,” ancam Cicil.


“Udah ikutin aja, Ta. Kamu nggak kasian sama Akang? Udah jadi jomblo ngenes ini,” ucap Rozak sambil menatap Taca.


Taca hanya bisa menggaruk kepalanya pelan, “Iya, Adipati udah pake baju yang disuruh. Masalahnya itu baju udah nggak karu-karuan sekarang,” terang Taca sambil mengambil jas di sofa dan memberikannya pada Rozak.


“Kenapa, kalian abis transfusi darah putih?” tanya Cicil santai sambil mengambil tasnya dan menatap summer dressnya yang benar-benar melekat sempurna ditubuhnya yang bagian perutnya sudah mulai membesar.


“Iya,” jawab Taca asal.

__ADS_1


“Enak, yah?” tanya Riki sambil mengedipkan sebelah matanya.


Taca melirik Riki dan mengerti arti kedipan kakak pertamanya itu. “Ih, banget. Apalagi kalau dilakuin dipagi hari. Ah, enak banget kayanya energi lagi bagus-bagusnya. Terus diangkat sama Adipati. Ah udah.”


“Woi... woi,” ucap Rozak sambil mendorong badan Taca kesal. “Sadar woi, ini ada yang belum pernah ngerasain. Woi, masih sekitar wilayah dada ini.”


Taca dan Riki sontak tertawa mendengar perkataan Rozak. Memang paling gampang menggoda Rozak. Taca dan Riki selalu menggoda Rozak dikesempatan apapun.


“Makanya, jangan didada mulu. Gerak turun kebawah, dibuka makanya celananya tuh,” goda Cicil sambil menatap Rozak.


Rozak hanya bisa menelan salivanya dan terpaku dengan perkataan kakak iparnya ini, “Sadis bener ini orang-orang.”


Taca langsung melakukan toss dengan Riki dan Cicil, sambil tertawa karena berhasil menggoda Rozak.


“Makanya, Kang. Kalau mau mesra-mesraan, bajunya dibuka dulu. Nggak enak kalau pake baju,” goda Taca lagi.


“Terus udah gitu bisalah turun kebawah, jangan didada doang. Di bagian selangka itu enak tau,” tambah Cicil sambil mengedipkan matanya.


“Percaya sama Aa, enak banget itu,” tambah Riki sambil mengacungkan jempolnya.


“Astaga, terkutuklah kalian semua, kejam banget kalian ini. Nggak kasian ama jomblo perjaka ngenes kaya aku. Astaga, kembalilah kalian kejalan yang lurus dan tulus,” ucap Rozak sambil mengusap dahinya.


Dari dulu Rozak memang selalu menjadi bulan-bulanan Taca dan Riki. Tapi, mendapatkan serangan tambahan dari Cicil benar-benar membuat Rozak kesal bukan main. “Kapan kalian tobat, Kakak dan adikku?”


“Hahaha,” Riki tertawa keras saat mendengar perkataan Rozak.


“Ahyar Suhendar,” ucap Cicil sambil membereskan dasi di leher Riki dan memberikan kecupan singkat dipipi suaminya.


“Akhirnya, ada yang sadar juga kalau kita harus pergi ke tempat ayah Nama,” ucap Rozak sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.


“Iya kasian, yang mau nikah. Udah ngebet ingin mendapatkan kenikmatan duniawi,” goda Riki sambil merangkul bahu Rozak.


“Terus aja godain adeknya, Aa. Goda terus,” ucap Rozak gemas pada Riki.


“Udah ih,” ucap Cicil.


“Makasih, Cil,” balas Rozak sambil melirik Cicil.


“Kasian aku sama kamu, Zak. Semua yang diomongin Aa bener masalahnya,” kekeh Cicil sambil menutup mulutnya dengan tangan kirinya.


“Sadis,” ucap Taca sambil menutup pintu dibelakang mereka.


“Asem bener dah, punya kakak ipar,” ucap Rozak.


“Siapa yang asem?” tanya Adipati yang tiba-tiba datang dari arah berlawanan.


“Noh, si Cicil. Bilang, aku ngenes karena belum pernah merasakan kenikmatan dunia,” ucap Rozak sambil menunjuk Cicil yang sedang cekikikan bersama Taca.

__ADS_1


“Astaga, Cil, Amore nggak boleh gitu. Nggak boleh kamu bilang gitu sama Rozak,” ucap Adipati.


Rozak langsung mendapatkan sekutu saat Adipati berkata begitu. “Nah, ini adik ipar yang bener.”


“Kalian tuh harusnya prihatin sama Rozak.” ucap Adipati sambil menepuk bahu Rozak. “Bro, lo selama ini kemana aja, sampai nggak pernah ngerasain yang kaya gitu?” tanya Adipati pada Rozak.


Sontak Taca, Cicil dan Riki tertawa keras saat mendengar perkataan Adipati yang ternyata sama-sama menggoda Rozak.


“Astaga, terkutuklah kalian semua,” ucap Rozak sambil berjalan meninggalkan Adipati, Taca, Cicil dan Riki yang masih tertawa.


“Sadarkanlah mereka, Tuhan,” ucap Rozak sambil menahan tawanya sendiri. Karena, sejujurnya Rozak pun ingin tertawa mendengar godaan keluarganya.


“Awas aja yah, kalau aku udah nikah. Awas aja pokoknya,” ancam Rozak sambil melambaikan tangannya sambil berjalan diikuti Riki dan Cicil yang menahan tawanya, meninggalkan Adipati dan Taca.


“Amore boleh aku jailin, Rozak?” tanga Adipati.


“Nggak, jangan ih. Kasian, kamu mau bikin dia sakit perut kaya waktu malem pertama Juan dulu. Jangan, Di. Kasian, onderdil Kang Rozak udah lumutan itu,” kekeh Taca sambil menggenggam tangan Adipati.


Adipati hanya bisa tertawa mendengar perkataan istri mungilnya itu, dengan cepat diacaknha rambut Taca pelan. “Ya udah aku jailin adiknya aja, boleh?” tanya Adipati.


Taca langsung menatap Adipati, “Mau apa? Jangan bilang kamu mau pergi ke Singapura, ninggalin aku di sini sama Kama, Kalila dan Kafta.”


“Nggaklah ngapain,” ucap Adipati.


“Terus mau apa?” tanya Taca bingung.


“Aku mau makan kamu seharian ini, boleh?” bisik Adipati ditelinga Taca.


Taca langsung tersenyum dan menatap Adipati, dengan cepat Taca meloncat untuk menggapai pipi Adipati. Perbedaan tinggi badan Taca dan Adipati benar-benar membuat Taca harus melompat bila harus mengecup pipi Adipati.


“Jatuh, Amore,” ucap Adipati sambil menahan pinggang istrinya itu.


“Maaf, kamu tinggi masalahnya,” kekeh Taca sambil menyelipkan rambut ketelinganya.


“Jadi gimana iya atau nggak ini?” tanya Adipati sambil mengedipkan matanya pada Taca.


Taca hanya tersenyum dan berkata dengan mantap.


“Sì caro (Iya, Sayang).”


•••


Awww... pasti pada bingung, itu kenapa bisa santai gitu ngobrol antara sodara. Ini beneran ada yang kaya gitu. Siapa? Gallon sama kaka aku kaya gitu, kalau ngomong nggak ada filternya 🤣🤣🤣.


Astaga ternyata aku kangen nulis bahasa italia yah, kangen juga sama pasangan ini hahahaa...


Hai kalian pembacaku yang cantik dan ganteng, ayooo likenya digoyang, votenya disebar, poinnya di berikan berupa kopi dan bunga dan jangan lupa kommennya ditunggu, sepi amat itu kolom komment 🤣🤣.

__ADS_1


XOXO GALLON


__ADS_2