
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️
•••
Cicil dan Riki pun menuruni bus kemudian berjalan kepinggir trotoar.
“Neng tadi dipegang nggak kerasa?” tanya Riki kesal.
“Kerasa, Neng sangka itu tangan Aa. Eh... pas Aa pegang Handphone pake dua tangan baru Neng sadar itu bukan tangan Aa,” jawab Cicil kesal, entah kenapa dia pun merasa kesal dengan kelakuan lelaki bermasker tadi yang dengan seenaknya memegang pant•tnya.
“Nanti kalau ditempat umun ada yang pegang jangan nyangka itu Aa, Aa mah nggak berani pegang-pegang ditempat umum,” ujar Aa sambil menggandeng Cicil untuk menjauh dari jalan raya.
“Iya sekarang aku tau sifat Aa. Aa nggak bakal pegang-pegang aku kalo banyak orang, tapi kalau berdua Aa pasti pegang-pegang,” kerling Cicil manja sambil mengedipkan matanya.
Riki langsung tersipu mendengar perkataan Cicil, kalau berdua jangan harap tangan Riki lepas dari tubuh Cicil, ada saja bagian tubuh Cicil yang dielus oleh Riki. Astaga, dirinya harus kuat iman...!
Saat sedang berjalan tiba-tiba Cicil dan Riki dikagetkan dengan kedatangan Ibu yang tadi menolong Cicil.
“Mbak...mbak...” panggil Ibu tersebut.
“Ah, ini Ibu yang tadi? Ibu makasih yah udah nolongin saya,” ujar Cicil tulus.
“Ah, Iya nggak papa, saya tadi kesel sama orang itu juga. Keasikan banget megang pant•t mbaknya,” ujar Ibu itu sambil tersenyum.
“Bu, mau makan dulu disini?” tanya Riki sambil menunjuk restoran miliknya.
“Ah, nggak ah. Ibu lagi diet, ini udah diet 4 bulan turun 4 kg,” kata Ibu tersebut.
“Ah bagus Bu, turun 4 kilo,” ujar Cicil, Cicil yang sudah khatam bagaimana cara membentuk tubuh yang baik dan benar selalu memberikan aprisiasi pada wanita-wanita yang ingin menurunkan berat badannya.
“Iya turun 4 kilogram tapi naek 10 kilogram ‘kan saya jadi pusing,” ujar Ibu tersebut sambil tersenyum.
“Lah, sama aja itu, Ibu,” ujar Cicil sambil tersenyum.
“Saya itu nggak kaya Mbak, kalau saya itu kayanya minum air putih aja berubah jadi lemak. Bahkan napas pun naik 1 kilogram kayanya, Mbak,” kelakar Ibu itu sambil tersenyum ala ibu-ibu menang arisan.
“Hmm... mungkin cara diet ibu salah kali, mau aku ajarin?” tanya Cicil pada Ibu tersebut.
“Aduh, Mbak mau ngajarin saya?”
“Iya, saya dulu sering ke dokter gizi sama yang gitu-gitu. Saya ajarin yah, gimana?” tanya Cicil.
“Harus bayar?” tanya Ibu-ibu itu lagi.
“Hmm... walau saya lagi butuh kerjaan, nggak usah bayar deh buat Ibu,” ujar Cicil.
__ADS_1
“Kamu lagi butuh kerjaan? Ya udah gini aja, kalau saya berhasil turun berat badan. Nanti, kamu saya rekomendasiin sama ibu-ibu yang lain. Jadi, nanti kamu bisa dapet uang dari sana, gimana?” tanya Ibu tersebut.
Cicil berpikir cepat, saat ini dia tidak punya pekerjaan sama sekali. Disuruh balik ke perusahaan Papih, Cicil menolak. Nggak mau dia balik kesana, bisa abis dia di paksa nikah dengan Albert atau pisah dari Riki. Kalau, dia melamar kerja ke perusahaan lain, pasti pemilik perusahaannya akan menghubungi Papih dan membuat Cicil harus balik lagi ketempat Papih.
“Ya udah gitu aja Bu, nggak papa,” ujar Cicil.
“Ah nama Mbak siapa?” tanya ibu itu.
“Nama saya Cicil Bu, Ini pacar saya Riki,” ujar Cicil memperkenalkan Riki yang dari tadi berdiri disamping Cicil dengan setia.
“Ah, halo mas Riki,” ujar Ibu itu.
“Riki,” jawab Riki santai.
“Nama ibu siapa?” tanya Cicil.
“Nama saya?”
“Iya nama Ibu,” ujar Cicil sambil tersenyum.
“Tutti, Tuti Frutti,” ujar Tuti sambil menjabat tangan Cicil.
“Tutti Frutti!?” ucap Riki dan Cicil berbarengan.
Astaga nama apa lagi ini, kenapa di sekitar mereka namanya aneh-aneh, mulai dari Purnama atau Nama, Edy Edros yang sukanya di endrosh sampai sekarang namanya Tuti Frutti!? Ini orang tuanya pas ngasih nama anak-anaknya terlalu kreatif kayanya.
Cicil langsung mengulum senyumnya dan mengerjapkan matanya saking tidak bisa berkata apapun lagi. Absurd semuanya..!!!
“Jadi gimana ini program dietnya, saya ingin cantik paripurna kaya artis Sophia Latjuba,” cerocos Tutti.
“Sophia Latjuba? Oke bisa, ayo sini aku kasih tau tipsnya,” ujar Cicil sambil menarik tangan Ibu tersebut masuk kedalam restoran milik Riki.
Riki hanya bisa menatap Cicil dan Tutti Frutti sambil tersenyum, sepertinya Cicil bisa mendapatkan pekerjaan untuk mengisi waktu kosongnya. Yah, walau klien pertamanya adalah seorang Ibu-ibu bernama Tutti Frutti...!?
•••
Edy sedang asik memilih sayur-sayuran mana yang akan dia olah dan mana yang akan dia simpan untuk besok.
“Nuju naon, Mang?” tanya Riki sambil menepuk bahu Edy.
(Lagi apa, Mang?)
Edy langsung melirik Riki, saat Riki melihat Edy tawanya langsung membahana diruangan itu.
“Kamu mah malah ngetawain saya, ini tuh gara-gara saya nyupir ugal-ugalan ngejar si Albert,” ujar Edy sambil menyentuh pelan bibirnya.
“Astaga eta biwir nepikeun ka jeding kitu,” kekeh Riki sambil menunjuk bibir Edy yang bibir bagian atasnya bengkak.
(Astaga itu bibir sampai bengkak bagian atasnya gitu)
__ADS_1
“Aduh tega kamu, Rik,” ujar Edy sambil menyentuh bibirnya pelan.
“Aa Riki, ini tasnya mau taro dimana?” tanya Rozak yang tiba-tiba datang sambil menyeret koper milik Riki.
“ASTAGA JURIG JEDING...!?” teriak Rozak kaget saat melihat bibir Edy yang bengkak bagian bibir atasnya.
(Astaga setan bibir bengkak)
“Aduh euy, saya Edy bukan jurig (setan),” protes Edy sambil berkacak pinggang.
“Bibir kamu kenapa, Mang?” tanya Rozak sambil menatap bibir Edy yang terlihat sexy menawan karena jadi jeding.
“Kan tadi saya sama Riki ngejar si Albert gara-gara nyulik Cicil, eh bibir saya nyium stir mobil jadi aja jeding,” ujar Edy sambil menyentuh bibirnya pelan.
Rozak dan Riki langsung tertawa terpingkal-pingkal saat mendengan penjelasan Edy. Kelakuan Edy memang selalu membuat Rozak dan Riki tertawa.
“Aduh Edy, ati-ati eta biwir bisi di amputasi...!” canda Rozak sambil menahan tawanya.
(Aduh Edy, hati-hati itu bibir takutnya di amputasi)
“Teu kabayang biwir di amputasi, Zak.” kekeh Riki sambil memegangi perutnya.
(Nggak kebayang kalau bibir di amputasi)
“Masa bibir bisa diamputasi?” Edy kaget dengan perkataan Rozak sambil meringgis ngeri membayangkan bibirnya harus masuk ke meja operasi.
“Heeuh, dioperasina make gergaji tah, di potongkeun, muahahahaaa....” canda Rozak.
(Iya, dioperasinya pake gergaji, dipatahin)
“Amit-amit Rozak, jangan atuh nanti Neng Laura nggak bisa nyium bibir saya yang indah dan menawan ini,” ujar Edy, Edy langsung merasa khawatir dengan nasib bibirnya, dia tidak ridho sungguh tidak ridho kalau bibirnya harus di operasi atau bahkan diamputasi...!?
•••
Maaf yah kalau Riki, Rozak dan Edy bersatu memang jadinya gini, banyolan sundanya keluar. Maklum orang sunda kalau ketemu orang sunda lagi auto NGABOJEG (bercanda/berkelakar)
Tapi, bagi yang nggak mengerti bahasa sunda bisa kok di baca di bagian tanda kurungnya.
Hatur nuhun, baraya....
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang,kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1