Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Nikah Ala Edy


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, hari ini adalah hari di mana Edy akan menikahi pujaan hatinya. Setelah berbagai macam halang rintang. Mulai dari, tidak di setujui Om Sabar, tanding dengan Sabar, kecepit burung, Laura yang asma dan masalah-masalah lainnya yang bila di sebutkan satu persatu akan membuat cerita ini seperti cerita ikan terbang.


“Aduh aku deg-deg an, ucap Edy pada Rozak dan Riki.” Edy membenarkan dasi miliknya.


Rozak dan Riki hanya bisa mengurut dada melihat pakaian yang dikenakan Edy. “Mohon maaf nih, Yah. Lo tuh mau nikah atau mau nyanyi dangdut ama Nassar?” tanya Rozak.


“Eh … menurut Ki Brondong, aku harus pake baju ini. Supaya pernikahan aku langgeng sampai kekek dan nenek bersama Neng Laura,” ucap Edy sambil menepuk-nepuk sabuk ala-ala petinju kelas bantam.



(Gambar hanya ilustrasi, iyeh ilustrasi wkwkwk)


Riki dan Rozak hanya bisa menghela napasnya pelan, mereka berdua sama sekali sudah tidak bisa berkata apapun lagi bila sudah berurusan dengan Ki Brondong, dukun sakti yang sangat dipercaya oleh Edy.


“Tapi, masa lo nikah bajunya kaya gini sih Ed. Emang Laura nggak marah? Ini Laura tau nggak?” tanya Riki sambil menunjuk badan Edy dari atas ke bawah.


“Tenang, Laura udah tau. Awalnya sih marah tapi, setalah aku kasih pengertian dan nggak pake penutup kepala yang ada bulu-bulunya itu.” Edy menunjuk penutup kepala berbulu berwana merah, kuning, hijau dan orange.


Rozak dan Riki hanya bisa saling tatap, terkadang mereka bingung kenapa mereka bisa berteman dengan mahluk absurd bernama Edy Edrosh. Rasanya, kelakuan Edy sudah terlalu absrud.


“Ed, kamu mending nggak usah pake baju itu. Pake baju biasa aja, pake jas atau apa gitu yang rada bagusan dikit. Nanti kamu disangka mau dangdutan, Ed,” ucap Riki memperingati Edy.


“Nggak … nggak bakal lah, tenang. Semua sudah di urus, pokoknya ini pernikahan bakal spektakuler.” Edy berkata sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Rozak dan Riki.


“Terserah kamu lah, Ed. Tobat aku mah, untung Laura cinta coba kalau nggak, Laura udah kabur kayanya,” ucap Riki sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


“Tenang, Neng Laura mah udah cinta mati sama aku. Udah tidak akan berpaling ke lelaki lain, karena cuman aku lelaki yang mampu membuat dirinya melayang ke langit ketujuh,” kekeh Edy sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Aduh … susah emang kalau ngobrol sama kamu mah, Ed,” ucap Riki sambil tertawa renyah.


Saat sedang mengobrol tiba-tiba masuk salah satu Wedding Organizer ke dalam ruangan tersebut. “Pak, maaf udah siap?”


Edy langsung tersenyum senang saat ditanya seperti itu oleh petuga Wedding Organizer. “Siap dong Mbak, gimana? Udah keren kan saya?” tanya Edy sambil berputar ditempat.


Petuga wedding Organizer itu hanya dapat mengulum senyumnya. Dirinya benar-benar tidak mengerti kenapa sampai ada mempelai pria seaneh Edy. “Keren Pak.”


“Bagus, sekarang kita ke tempat pelaksanaan pernikahan,” ucap Edy sambil berjalan meninggalkan Rozak dan Riki yang hanya bisa menghela napasnya saat melihat pakaian Edy yang mirip penyanyi dangdut daripada orang yang mau menikah.

__ADS_1


••••


Venue sudah sangat-sangat penuh dengan orang-orang yang memadati tempat tersebut. Bersiap untuk melihat pernikahan Laura dengan seorang youtuber terkenal se Indonesia yang extra nyentrik. Mereka semua penasaran seperti apa pakaian yang dikenakan Edy, karena menurut kabar yang beredar Edy akan mengenakan pakaian yang di desain khusus dan unik saat acara ijab kabul.


Saat Edy masuk kedalam ruangan beberapa orang di sana hanya dapat tertawa terpingkal - pingkal melihat apa yang digunakan oleh Edy. Baju yang digunakannya benar-benar lain daripada yang lain. Lebih mirip penyanyi dangdut.


Edy yang sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang hanya bisa melambaikan tangannya ke rekan-rekan kerjanya dan rekan-rekan youtubernya.


“Asiap … Pak Edy,” ucap Etha geledek menyambar saat melihat Edy berjalan melewatinya.


Edy langsung menggerakkan alisnya keatas dan kebawah saat kendengar perkataan Etha. “Keren kan gue.”


“Banget, lain daripada yang lain,” kekeh Etha sambil menggoyangkan kepalanya.


Edy merasa bangga dengan pujian yang diberikan Etha Geledek Menyambar. Dengan capet dia berjalan kearah Sabar yang sudah menunggu bersama penghulu terfavorite kita semua. Pak Karto.


“Aduh, Pak Edy ini bajunya nggak salah?” tanya Pak Karto takjub dengan pakaian yang di kenakan Edy.


“Keren kan Pak, anti mainstrem,” ucap Edy sambil bergaya dengan menopang dagunya.


“Iya … anti mainstrem, lebih tepatnya aneh binti ajaib,” bisik Karto takut Edy mendengar perkataannya.


Laura dengan pasrah hanya bisa tersenyum melihat pakaian yang dikenalam oleh Edy, memang menikah dengan lelaki aneh binti ajai seperti Edy harus banyak-banyak mengurutkan dadanya.


“Baiklah, mari kita mulai,” ucap Karto.


Edy dan Sabar pun saling bersalaman dan Sabar pun langsung mengatakan perkataannya.


“Ananda Edy Edrosh bin Sulaiman Al Khafi saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Laura Subagja binti Sabar Subagja dengan maskawinnya berupa satu unit mobil Avanza dan emas lima puluh gram, dibayar tunai.”


Sabar menghentak tangan Edy agar Edy langsung mengucapkan Kabul yang sesuai dengan yang ada. Tapi, Edy yang terlalu bersemangat langsung berkata. “Asik oke siap!?”


Detik itu juga semua orang disana langsung menatap Edy dengan tatapan kebingungan. Laura hanya bisa menahan tawanya mendengar perkataan Edy.


“Lah kok malah asik oke siap?” tanya Karto bingung. “Aduh, Pak Edy masa ucapan kobulnya asik oke siap.”


Tawa langsung terdengar di sana, beberapa orang bahkan ada yang menahan tawanya mendengar perkataan Edy yang nyeleneh.

__ADS_1


“Eh … maaf salah, salah,” kekeh Edy sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal. “Maaf-maaf saya terlalu bersemangat.”


“Hedeuh, ulang lagi yah Pak Edy.”


“Iya,” jawab Edy malu-malu.


Sabar langsung tertawa dan menggengam tangan Edy lagi, “Eh … Edy yang bener, kalau nggak bener saya nggak jadi kawinin anak saya sama kamu.”


“Wah … jangan dong Pih, saya udah cinta mati sama Neng Laura.” Edy berkata sambil menaikkan sebelah alisnya pada Sabar.


“Makanya yang bener,” ucap Sabar sambil menahan tawanya, sepertinya hidupnya akan sangat berwarna karena memiliki menantu se aneh Edy.


“Asssiaaap, Pih.”


“Ananda Edy Edrosh bin Sulaiman Al Khafi saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Laura Subagja binti Sabar Subagja dengan maskawinnya berupa satu unit mobil Avanza dan emas lima puluh gram, dibayar tunai.” Sabar kembali menghentak lengan Edy dan dengan cepat Edy langsung berkata.


“Saya terima nikah dan kawinnya Laura Subagja binti Sabar Subagja dengan maskawin tersebut dibayar tunai.” Edy berkata dengan intonasi suara yang sangat jelas.


“Sah?” tanya Karto.


Dan semua orang berteriak di sana “Sah, Sah, Sah.”


Edy langsung berdiri dan memeluk Laura dengan cepat, kemudian menciumi pipi Laura dengan beringas. “Astaga, Lele.”


“Cari kamar woi,” teriak Riki sambil menahan tawanya.


“Astaga …. Sabar Edy, Sabar,” teriak Rozak sambil tertawa terpingkal-pingkal melihat kelakuan sahabatnya yang absurd itu.


“Asiaaapppp brother Edy, mantap,” teriak Etha Sambar Geledek.


Semua orang tertawa melihat kelakuan Edy yang memeluk Laura dan menciumi pipi Laura tanpa ampun. Sedangkan, Laura hanya bisa pasrah saat mendapati itu semuanya.


••••


Yeah nikah, bentar lagi belah duren wkwkwkwk …..


Ah … maaf yah kalau up nya waktunya tak menentu, Gallon lagi sakit. Jadi ini ngetiknya juga imut-imut ahahhahaa….

__ADS_1


XOXO GALLON yang Hobi Kelon.


__ADS_2