
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️
•••
Bug...
Dengan refleks tangan kiri Riki terkepal dan menahan pukulan dari Albert, kuda-kuda Junchum seogi yang sudah dilatih Riki bertahun-tahun spontan Riki lakukan.
Albert kaget saat melihat kuda-kuda yang dilakukan oleh Riki. Begitu pula Riki yang kaget dengan pukulan left hook dari Albert.
"Boxing?" tanya Riki sambil menangkis keras tangan Albert. Handphone Riki terjatuh dari saku bajunya.
"Taekwondo?" tanya Albert sambil menatap Riki sambil tersenyum dan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"Albert dulu petinju di kampusnya," ujar Laura pada Edy. Perkataan Laura didengar Riki, membuat darah Riki makin mendidih.
"Kamu petinju dikampus, tapi berani mukulin Cicil?" tanya Riki sambil mengepalkan tangannya kesal.
Albert hanya tersenyum mendengar perkataan Riki, dengan santai dia membuka tuxedo yang dipakainya dan melemparkan pada Laura.
Laura yang kaget karena tiba-tiba dilempar tuxedo milik Albert langsung melempar tuxedo itu kelantai kemudian menginjaknya dengan kesal. "Dia sangka gue gantungan baju apa?!"
"Laura mah gantungan cinta Edy aja yah," ujar Edy sambil ikut-ikutan menginjak-nginjak tuxedo Albert.
"Ih, dasar siluman lele," pekik Laura kesal.
Albery tersenyum pada Riki, "Cicil ngak pernah keberatan aku disiplinkan, kok."
"Sinting," ujar Riki sambil melakukan kuda-kudanya.
"Tau kenapa aku lebih suka boxing dari pada yang lain?"
"Ap..."
Bruakkk...
Pukulan straight dilayangkan oleh Albert, Riki menangkap pukulan Albert menahannya, saat Albert berusaha untuk menarik tangannya kembali. Riki dengan sekuat tenaga menendang perut Albert dengan lutut kanan Riki.
Bug...
Badan Albert yang harusnya terpelanting kebelakang ditahan oleh tangan Riki, Riki yang masih bernafsu untuk memukuli Albert, langsung melakukan sabetan dengan menggunakan siku tangannya dan diarahkan ke arah leher Albert.
"Ohok..." Albert terbatuk saat pukulan tersebut mengenai leher miliknya, badannya terhempas ke lantai kayu dibawahnya memberikan suara brak yang sangat keras.
Riki langsung menatap Albert yang sudah tersungkur dilantai kayu restorannya, rasanya sudah sangat cukup memukuli Albert.
Tersadar handponennya hilang Riki mencarinya dan menemukannya tepat di bawah kaki kanannya, Riki menunduk untuk mengambil Handphonennya.
__ADS_1
"RIKI....!!!!" teriak Edy keras.
Riki yang mendengar teriakkan Edy bermaksud mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang membuat Edy berteriak, namun terlambat...
BRUAKKKK....!!!
Albert melayangkan Rabbit Punch (salah satu pukulan yang sangat berbahaya dalam tinju karena dilancarkan dari atas ke bawah dan menginjar ubun-ubun dan sangat mematikan) pada Riki. Sialnya Riki tidak bisa menangkisnya sama sekali. Kepala Riki langsung tersungkur kebawah dan mengenai lantai kayu dibawahnya.
Efek dipukul di bagian kepala tanpa sarung tangan tinju benar-benar membuat Riki pusing. Kepalanya berdenyut keras, Riki terduduk sambil memegang kepalanya.
Albert yang melihat kesempatan tersebut, langsung melayangkan pukulan-pukulan dengan membabi buta menghajar tiap inci wajah Riki tanpa ampun.
Edy yang marah melihat sahabatnya di pukul menggunakan Rabbit Punch, langsung berjalan kearah Albert dan merebahkan dirinya di belakang Albert.
Laura yang tadinya menyangka Edy akan menarik Albert agar tidak memukuli Riki, langsung membulatkan matanya saat melihat Edy yang rebahan dibelakang Albert.
'Astaga itu siluman lele kok malah rebahan, faedahnya apa..!' batin Laura geram.
Saat Edy rebahan kakinya menyapu kaki Albert dari belakang. Albert yang merasakan tendangan yang sangat keras di bagian belakang kakinya langsung oleng. Badannya kemudian jatuh kesamping.
Edy tidak menyia-yiakan kesempatan itu, dengan cepat dan cekatan Edy mengunci leher, dagu dan tangan Albert dengan kedua tangan dan kakinya. Albert dibuat tidak berkutit.
Napas Albert tercekat, Albert berjuang untuk bernapas disela-sela kuncian Edy. Edy yang tau Albert tidak berkutik sama sekali makin mengeratkan kunciannya.
Tangan Albert langsung menepuk-nepuk lengan Edy dengan keras tanda menyerah. Tapi, Edy bersikukuh tidak melepaskan cengkramannya sama sekali. Hatinya kesal melihat Riki sahabatnya di pukul tanpa adanya kesiapan. Hanya lelaki pengecut yang memukul seseorang saat tidak dalam keadaan siap bertarung.
"Lele... Lele... lepas nanti Albert mati, ribet urusannya," pekik Laura panik saat melihat Albert yang napasnya sudah satu-satu.
Edy sama sekali tidak menghiraukan perkataan Laura. Dia masih saja mengunci Albert.
Riki yang akhirnya sadar dari pukulan bertubi-tubi Albert, kaget melihat Edy yang sudah mengunci Albert.
"EDROOSSSS...!!!" sentak Riki sambil menarik tangan Edy.
Edy seperti disadarkan oleh teriakkan Riki, Edy mulai mengendurkan kunciannya. Sayangnya, Albert sudah keburu pingsan, karena kehabisan napas.
"Lele ... gimana kalau Albert mati, terus kamu masuk penjara, nanti yang gangguin aku siapa? Yang nelponin aku subuh-subuh siapa? Yang gombalin aku setiap saat setiap waktu siapa?" isak Laura tiba-tiba sambil memukuli bahu Edy kesal, tangis Laura pecah saat membayangkan apa yang akan terjadi pada Edy kalau seandainya Edy masuk penjara nanti.
"Maaf Laura, abis si curut ini nyebelin, licik?!” ujar Edy sambil memeluk Laura. Entah kesambet setan apa tapi Laura benar-benar pasrah dipeluk Edy.
Riki hanya bisa tertawa melihat kelakuan Edy dan Laura yang berpelukkan didepannya. Sepertinya masa jomblo seorang Edy Edross akan berakhir secepatnya....
Plak...
"Jangan peluk-peluk Lele," bentak Laura sambil menampar Edy.
Atau mungkin masa jomblo Edy masih akan berlangsung lebih lama lagi.
"Aa..." jerit Cicil.
"Neng," ujar Riki sambil berusaha tersenyum walau sakitnya bukan main.
__ADS_1
"Astaga Aa, muka kamu. Bibir kamu pecah Aa, astaga bisa memar ini muka kamu. Sama Aa, pelipis kamu robek," Cicil benar-benar panik. Dengan cepat Cicil berlari ke arah kantor Riki, bermaksud untuk membawa kotak p3k.
"Rik, ieu (ini) Curut mau dikemanain?" tanya Edy sambil mendorong bahu Albert dengan kakinya.
"Teuing, pan maneh nu ngajieun pingsan (ngak tau kan kamu yang bikin pingsan)," jawab Riki sambil menatap Edy.
"Udah seret aja kesana tuh." Tunjuk Laura ke arah pojokkan ruang tunggu restoran.
"Keliatan dong, Laura..!" bisik Edy.
"Ya udah tutupin pake pepohonan plastik, nanti kalau ditanya itu apaan, jawab aja jin penunggu restoran," jawab Laura ngasal.
"Yeh ... ngaco," balas Edy sambil menyentil dahi Laura.
"Terus mau dikemanain?" tanya Laura bingung.
"Bawa kepojokan sana terus tutupin pake pepohonan plastik," ucap Edy mengatakan ide Laura.
"Yeh, sama aja atuh Lele..!!!" bentak Laura kesal dan langsung dibalas cengiran kuda oleh Edy.
“Kamu tadi ngapain rebahan di belakang Albert? Aku sangka kamu tadi mau tidur,” ujar Laura penasaran.
“Hahahhaa ... itu bukan rebahan biasa, Laura. Edy ini dulu ikut pancak silat. Itu pasti rebahan samping,” ujar Riki sambil menaha tawanya.
“Heeh, dulu Riki sama Rozak demennya taekwondo, kalau saya lebih suka pencak silat. Karena, banyak jurus rebahannya,” ujar Edy ngasal.
“Yeh...” ujar Laura kesal sambil mendorong bahu Edy gemas.
Beberapa saat kemudian Cicil sudah kembali membawa kotak p3k, dengan cepat dia mengambil kapas dan rivanol. Cicil dengan cekatan mengusap luka-luka Riki dengan perlahan.
"Awww sakit Neng," ujar Riki manja.
"Ini udah pelan Aa," kata Cicil sambil meniupi luka-luka Riki.
"Alah, manja..!" sergah Edy sambil mengambil kapas dari tangan Cicil kemudian menekan dengan keras kapas tersebut ke luka-luka Riki.
"Wahhh... ngajak berantem, kamu mah..!" teriak Riki sambil menangkis tangan Edy kesal.
Edy hanya terkekeh melihat Riki yang ngambek pada dirinya.
"Aduh udah deh, ini malah bercanda," pekik Cicil kesal melihat kelakuan Riki dan Edy.
"Ih, ini Albert kemanain?" tanya Laura.
Riki langsung memanggil beberapa pegawainya yang asik dibelakang, saking asiknya tidak tau kalau bossnya baru saja berkelahi dengan Albert. Pegawai-pegawai tersebut diminta oleh Riki untuk menyeret Albert ke salah satu Sofa yang ada di tempat makan.
•••
Gimana adegan baku hantamnya udah lumayan belum? Kalau udah Kaka Gallon nanti mau bikin novel genre fantasi.
Judulnya Cintaku Dikerajaan Siluman Lele
__ADS_1
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ciaooo...