Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Semak-semak ...


__ADS_3

“Edy,” panggil Laura sambil berjalan di samping Edy.


“Apa sayangku?” tanya Edy.


“Kamu dapet kuda dari mana?” tanya Laura sambil menunjuk kuda putih yang sedang diikat di pekarangan rumah Laura.


“Nggak tau, minta tolong Rozak kemaren nyariin kuda, untungnya dapet yang warna putih,” kekeh Edy.


“Lah ... emang tadinya dapet yang warna apa?” tanya Laura penasaran.


“Warna polkadot,” ucap Edy.


“Mana ada warna polkadot Lele, ngaco kamu mah.” Laura menepuk bahu Edy sambil tertawa keras.


“Ada ih ... jadi kudanya teh kena penyakit kadas dan kurap. Jadi badannya teh warna item nah karena penyakit kadas dan kurap jadi, badannya totol-totol putih,” terang Edy sambil menatap Laura dengan tatapan serius yang sontak membuat Laura tertawa makin keras.


“Etdah ... malah ketawa, jujur ini beneran,” ucap Edy sambil mengajak Laura duduk di bangku taman pekarangan rumahnya yang tersembunyi dibalik semak-semak. Sehingga apa yang akan mereka lakukan tidak akan ada orang yang melihatnya kecuali orang tersebut benar-benar tau di mana lokasi tempat duduk tersebut.


Laura hanya bisa tertawa mendengarkan perkataan Edy yang selalu membuat dirinya tertawa terbahak-bahak. Ada saja celetukkan atau kelakuan Edy yang mampu membuat dirinya tersenyum.


“Iya ... iya percaya Le,” ucap Laura sambil mengusap air matanya.


“Laura,” panggil Edy.


“Apa?” tanya Laura sambil menatap Edy lekat-lekat, Laura lebih suka menatap mata Edy daripada menatap bagian lain dari wajah Edy yang kadang membuat Laura bergidik geli. Apalagi kalau bukan kumisnya yang mempesona.


“Kamu beneran mau nikah sama Edy?” tanya Edy.


“Eh ... kok kamu nanya nya gitu? Nggak boleh Laura nikah sama kamu?” Laura malah balik bertanya pada Edy.


Tatapan mata Edy langsung berubah teduh saat mendengar pertanyaan Laura. “Bukan gitu, kamu kan cantik, kaya, baik dan pastinya banyak yang ngantri buat jadi pacar kamu.”


“Terus? Emang aku cantik, kaya, baik dan juga menarik. Terus kenapa?” tanya Laura yang sedikit berbangga diri dengan dirinya sendiri.


Tawa Edy terdengar renyah saat mendengar perkataan Laura, “Yeh ... sombong bener, ternyata calon istri Edy Edrosh sombong yah,” canda Edy sambil menjawil hidung Laura yang bangir.


“Aww ... sakit Lele, hidung aku bisa copot kalau kamu tarik-tarik terus,” protest Laura sambil mengusap hidungnya yang memerah karena dijawil oleh Edy dengan keras.


“Hahaha ... nggak papa lucu kaya badut anco ... aww,” ucap Edy yang sakit dipukul oleh Laura yang kesal disebut badut ancol.


“Bener-bener punya calon suami nggak ada romantis-romantisnya, nyebelin,” rutuk Laura sambil menjulurkan lidahnya ke arah Edy dengan kesal.


“Maaf ... maaf, jangan marah atuh kasihku dan pujaanku sayang, jangan bersedih,” rayu Edy sambil mengangkat dagu Laura, membuat Laura saling bertatapan dengan dirinya.


Laura mengerucutkan bibirnya dan memasang raut wajah jenaka pada Edy. Hal itu langsung membuat Edy menjadi sangat-sangat gemas, dengan sigap dirinya mengedarkan pandangannya ke sekitarnya. Berharap keadaan aman.


“Mau apa kamu?” tanya Laura curiga dengan apa yang akan dilakukan Edy selanjutnya.


“Liat situasi cek keadaan dan kondisi,” ucap Edy yang masih mengedarkan pandangannya ke sekitar pekarangan rumah Laura yang lumayan besar. Eh ... nggak lumayan emang besar, saking besarnya kamu bisa tersesat. Seperti Edy yang tersesat di pekarangan hati Laura. Eaa ....

__ADS_1


“Mau ngapain kamu tuh?” tanya Laura penasaran dan ikut-ikutan mengedarkan pandangannya ke pekarangan rumahnya. “Mau apa sih? Nyari apa?”


“Aman nggak nih?” tanya Edy pada Laura.


“Aman buat apa?” tanya Laura makin bingung dengan tingkah absurd Edy yang makin hari makin menjadi-jadi.


“Aman buat ini sayang,” ucap Edy sambil mencium bibir Laura.


Laura terkesiap saat merasakan tekanan di bibirnya. Tekanan dari bibir Edy yang memabukkan, bibir Edy yang berlabuh di bibirnya langsung membuat Laura memiringkan kepalanya dan menelusupkan lidahnya.


Lidah Laura langsung menggoda lidah Edy, bermain-main dan saling membelit. Saling menggoda dan memberi kenikmatan menghisap candu dan manisnya.


Tangan Edy dengan lincah bergerak kebalik blouse Laura, menelusup kebalik pakaian dalam bagian atas Laura, mencari sesuatu yang Edy suka. Saat menemukannya Edy langsung mengusapnya dengan jempol miliknya, apa yang Edy lakukan langsung memberikan ledakan hasrat pada Laura. Tanpa Laura sadari dirinya mendesah.


“Lele ....” desah Laura sambil merekatkan tubuhnya dengan Edy, jari jemari Laura mengusap bagian belakang kepala Edy.


Mendengar desahan Laura membuat Edy tersulut gairahnya. Tanpa sadar kalau mereka saat ini sedang di pekarangan rumah, Edy langsung mencengkram bagian dada Laura dan meremasnya pelan.


“Lele,” pekik Laura, tangan Laura yang lincah menarik-narik celana Edy berusaha untuk membuka dan menyentuh sesuatu milik Edy.


Edy mengeram saat merasakan tangan Laura yang menyentuh bagian pribadinya, kenikmatan langsung Edy rasakan saat Laura menaik dan menurunkan tangannya di bagian tersebut. Edy yang dibutakan oleh hawa nafsu makin liar, Edy dengan cepat mengecupi leher Laura memberikan sensasi yang membuat Laura membusungkan dadanya mendamba kecupan dari Edy.


Edy yang sadar apa keinginan Laura langsung menyingkap blouse milik Laura ke bagian atas membuat napasnya mengerjap saat melihat dua gundukkan di bagian dada Laura yang mampu membuat semua bagian tubuhnya bergairah.


Diraupnya bagian pucuk dada Laura dengan menggunakan bibirnya, sesappan demi sesappan Laura rasakan dibagian dadanya.


“Edy, ah ....” bisik Laura yang benar-benar dibuat semaput dengan sesappan yang Edy berikan pada dirinya.


“Sayang, aku udah ....”


Detik itu juga Edy melakukan pelepasannya, Laura langsung merasakan sesuatu yang hangat membasahi tangannya. Dengan cepat dia mangembil tissu di sakunya yang selalu Laura bawa kemanapun juga.


Laura langsung melap dan membersihkan semuanya dengan cekatan. Sedangkan, Edy hanya bisa terkulai di bahu Laura. “Itu tadi ....”


“Kenapa?” tanya Laura yang masih merasakan remasan dari jari Edy di bagian pucuk dadanya.


“Kok bisa gitu yah?” tanya Edy sambil menatap Laura.


“Hahaha ... dah ah, kamu suka aneh, awas tangannya,” pinta Laura sambil mendorong lengan Edy pelan.


“Eh nggak mau ini tangan demennya di sana, udah lengket ini. Gemas sama ini,” ucap Edy sambil menjawil bagian pucuk dada Laura dan langsung membuat Laura mendesah.


“Ah suka aku denger suara kamu kaya gitu, Laura,” ucap Edy sambil menggesek jempolnya.


“Ih ... dingin ini. Ini pekarangan rumah tau, astaga. Nggak pernah aku bayangin aku gesek-gesekkan di pekarangan rumah,” kekeh Laura.


“Sensasinya beda, Laura. Lebih gimana gitu, memacu adrenalin,” ucap Edy.


“Halah, memacu dari mana. Udah ih, aku mau tutup dingin,” ucap Laura sambil mendorong tangan Edy kesal.

__ADS_1


“Iya ... iya,” jawab Edy sambil melepaskan cengkramannya.


Laura langsung membenarkan blouse dan mengecup bibir Edy pelan. Saat itu sayup-sayup terdengar suara Sabar yang memanggil Edy dan Laura.


“Edy, Laura ... di mana sih kalian ini?” teriak Sabar.


“Eh ... ada Papih, kamu kesana dulu beresin baju kamu,” pinta Laura sambil mendorong Edy untuk membenarkan celananya yang sudah terbuka, Laura pun sebenarnya masih bisa mengintip bagian pribadi Edy yang mengingip dari balik celananya.


“Astaga.” Edy langsung berlari membelakangi Laura dengan buru-buru membereskan pakaiannya dan celananya.


“Eh ... kalian kenapa di sana?” tanya Sabar saat mendapati Laura yang berdiri manis menatap Sabar.


“Nggak, nggak papa.” Laura berusaha menutupi Edy dari pandangan Sabar.


“Kenapa si Edy di sana?” tanya Sabar sambil menunjuk Edy yang sedang membelakangi Sabar.


“Itu dia lagi ....”


“MAMAH BIUNG BUJUG GUSTI!?” teriak Edy mengagetkan Sabar dan Laura.


“Eh kenapa kamu?”


“Lele kamu kenapa?” tanya Laura panik.


Edy langsung membalikkan badannya sambil menahan tangisnya. “Itu ....”


“Itu apa?” tanya Laura bingung.


“Burung aku kecepit!?”


“Eh ?!”


••••••


Muahahahhahahaa makanya Edy kalau belum sah janganlah kau tuh bergesek-gesekkan. Kecepit kan burung mu 🤣🤣🤣🤣🤣.


Pray for burung Edy, berdoa mulai.


1


2


3


4


5


Berdoa selesai hahahaha...

__ADS_1


Jangan lupa bunga dan kopinya. Eh ... sekarang hari senin jangan lupa votenya ❤️❤️.


Xoxo Gallon yang hobi kelon


__ADS_2