
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️
•••
Rozak berjalan menelusuri lorong sekolah, ini hari pertamanya mengajar di sekolah itu. Akhirnya mau tidak mau dia mengambil pekerjaan menjadi Guru Olahraga kembali ke fitrahnya yang lulusan jurusan olahraga.
"Pak Rozak.... mau kemana Pak?"tanya seorang siswi dengan make up ala korea. Gadis centil itu berlari-lari kecil disamping Rozak sambil tersenyum manis.
Kabar benar-benar tersebar dengan cepat di sekolah itu. Kabar bahwa ada seorang guru muda yang mengajar olah raga. Masalahnya guru muda itu masih single dan ganteng..!
Hampir semua siswa wanita disana seperti mencari perhatian Rozak, Rozak sampai dibuat pusing dengan para anak baru gede ini. Para gadis-gadis muda yang sedang menikmati pubertas. Ditambah era digital saat ini membuat para gadis-gadis muda SMA saat ini tampak lebih dewasa dari umur seharusnya.
"Mau pulang, kamu ngak pulang?"tanya Rozak ramah sambil terus berjalan menuju motor milik Riki yang dia pinjam.
"Aku ikut boleh ngak?"tanya siswa bernama Ira tersebut sambil memberikan senyuman termanisnya.
"Kamu pulang sama temen-temen kamu aja, jangan sama Bapak, Bapak mau muter-muter dulu nyari kostan,"ujar Rozak jujur, karena rasanya tidak enak juga tingal satu apartemen dengan kakaknya, ditambah kakaknya sedang menjalin hubungan dengan Cicil. Beruntung sekali kakaknya itu mendapatkan kekasih seperti Cicil.
"Saya anterin deh, saya tau dimana tempat yang ada kosannya daerah sini,"tawar Ira lagi, Ira benar-benar bersikeras ingin pulang bersama guru baru itu. Pak Rozak benar-benar high quality jomblo versi Ira.
"Ngak usah, saya bisa sendiri,"tolak Rozak sesopan mungkin.
"Yah Pak, beneran deh aku anterin,"paksa Ira lagi sambil membusungkan dadanya mencoba untuk menggoda Rozak.
Rozak hanya bisa mendengus kecil, astaga mau dibusungin kaya apapun juga, ngak bakal deh Rozak nafsu. Otaknya masih waras usianya 29 tahun. Ngak mungkin dia pacaran sama abak bau kencur.
"Ira... ayo pulang bareng,"teriak seorang lelaki dari dalam mobil brio silver.
"Ah Fajar.."ujar Ira sambil melihat Fajar salah satu teman sekelasnya.
"Nah, pulang sama itu aja, Bapak duluan yah,"ujar Rozak sambil mengemudikan motornya menembus jalanan kota Jakarta yang padat.
Selama perjalanan Rozak melihat kekanan dan kekiri mencari apakah ada kostan. Tiba-tiba dibagian depannya ada sebuat rumah bertuliskan menerima kostan. Rozak langsung menghentikan motornya di tempat parkir kostan.
"Mau nyari siapa Pak?"tanya seseorang dibalik pagar.
Rozak yang tidak melihat siapa yang memangilnya, karena sibuk dengan helmnya menjawab sekenangnya.
"Saya mau nyari kostan..."ujar Rozak sambil melirik sumber suara dan...
Brak...
"Eh Pak, helmnya helm..!!!"ujar wanita tersebut kaget saat Rozak menjatuhkan helmnya.
"Eh iya, helm-helm,"ujar Rozak kaget karena menjatuhkan helmnya.
"Bapak ini aneh, mau cari kosan?"tanya gadis itu lagi sambil menyimpan sapunya kemudian membuka gerbang.
"Iya.."
"Disini bisa sih tapi, udah penuh. Tapi, kalau mau liat-liat boleh,"jawab wanita itu lagi sambil membenarkan kacamatanya.
__ADS_1
"Nama kamu siapa?"tanya Rozak penasaran.
"Nama."
"Iya nama kamu, siapa?"tanya Rozak.
"Nama."
"Iya, mbak nama mbak siapa?"tanya Rozak gemas.
"Nama," teriak gadis itu lagi.
Astaga rasanya Rozak ingin salto ditempat, cantik sih manis, tapi kok oon ditanya Namanya siapa kok malah balik tanya.
"Astaga Mbak, nama, namanya siapa???" tanya Rozak gemas.
Gadis itu menggaruk kepalanya, "Nama, Pak,"
"Hah, kok malah balik nanya nama saya,"desis rozak frustasi.
"Nama..!!"
"Nama saya Rozak Trina, nama kamu siapa?"Rozak frustasi berbicara dengan wanita didepannya ini, rasanya dia ingin membenturkan kepalanya ke helm miliknya.
"Nama..!?"teriak wanita itu kesal.
"Alamakjannnn... nama Saya Rozak trina, nama kamu siapa? N-A-M-A..!!!"entah kenapa tiba-tiba Rozak malah adu urat dengan wanita cantik dihadapannya ini.
"Astaga, Pak Rozak. Nama saya Purnama Iswati. Panggilannya Nama..!?"pekik Nama sama-sama frustasi karena Rozak sama sekali tidak mengerti kalau dari tadi dia sudah memberitahukan namanya.
"Iya nama saya Nama,"Nama mengulangi kembali namanya yang tidak biasa.
Nama hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal, ini bukan kali pertama dia harus adu urat memberi tahukan namanya yang unik pada seseorang dan berakhir kebingungan.
"Hahahaa... maaf-maaf. Saya kira tadi kamu nanya balik nama saya. Maaf yah, Nama," ucap Rozak sambil menahan tawanya. Ludruk memang hidupnya ini.
"Yeh.. ya udah Bapak mau ngekost? Tapi disini udah penuh,"ujar Nama.
"Ini kostan campur?"tanya Rozak.
"Ngak ini kostan khusus pria. Tapi, Mamah saya yang punya, rumah saya disamping. Saya lagi disuruh buat ganti gembok makanya saya bisa ada disini,"terang Nama sambil menunjukkan gembok di tangan kanannya.
"Ah... ya udah kalau penuh saya pamit deh,"ujar Rozak pada akhirnya, kalau penuh buat apa coba dia liat-liat.
"Ya udah, saya juga mau kerja,"ujar Nama sambil menutup pintu gerbang kostan kemudian mengembok pintunya menggunakan gembok kombinasi nomer.
"Kamu mau kemana? Saya anter mau?"tanya Rozak, entah karena merasa bersalah tadi sudah marah-marah masalah nama pada gadis tersebut atau karena ada sedikit ketertarikan pada Nama. Gadis cantik berkaca mata, bertubuh munggil, dan berkulit putih dihadapannya.
"Ah beneran mau nganter? Rada jauh loh,"ujar Nama sambil tersenyum.
"Mau kemana emangnya?"
"Mau ke tempat salah satu anak didik aku, dia ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) jadi kalau ngerjain PR harus di dampingi,"terang Nama sambil mengambil helm yang disodorkan Rozak.
"Kamu guru?"tanya Rozak penasaran.
__ADS_1
"Iya, saya guru SD. Tapi, SD saya SD inklusi jadi murid saya ada yang harus didampingi kalau mengerjakan pekerjaan rumahnya,"Nama menerangkan sambil menggunakan helmnya.
"Kamu suka anak kecil ?"
"Sukalah, makanya aku mau jadi guru SD, dulu bahkan sebelum lulus kuliah aku guru TK,"jawab Nama.
DABUMMMMM.....
Rozak paling tidak tahan dengan wanita yang suka anak kecil. Rasanya hatinya langsung luluh lantah bila berdekatan dengan wanita cantik dan menyukai anak kecil. Tiba-tiba Rozak merasakan kupu-kupu kecil terbang di hatinya.
"Oh.. yah, saya anterin deh, mau keujung dunia juga saya anter,"ujar Rozak pelan sambil tersenyum.
"Wah..gombal yah anda, ya udah anterin ampe rumah murid aku ajalah, nanti aku traktir martabak depan jalan. Enak loh, 4000an harganya,"ujar Nama sambil naik ke motornya.
Rozak langsung melajukan motornya kembali membelah jalanan kota Jakarta yang padat, namun tetap tersenyum senang, karena ditemani wanita cantik dibelakangnya.
Sesampainya ditempat tujuan, Nama memberikan helmnya pada Rozak.
"Makasih yah Pak Rozak."
"Panggil Rozak aja, ah boleh minta nomer teleponnya?"tanya Rozak memberanikan diri.
"Buat?"
"Buat...buat..." berpikir Rozak Trina, buat apaan???
"Buat apaan, Rozak?"tanya Nama penasaran.
"Buat kalau ada kamar kosong kamu bisa kasih tau, saya,"ujar Rozak cepat.
"Oh... boleh ini nomernya..."Nama pun menyebutkan nomer teleponnya. Rozak langsung mensavenya di kontak teleponnya.
"Makasih yah, Nam... ah maaf tadi saya nyolot soal nama,"guman Rozak.
"Ngak papa, apalah arti sebuah nama, yang penting nama saya Purnama,"canda Nama sambil menjulurkan lidahnya.
Deg...
Jantung Rozak pun berdetak keras.
•••
Siapa yang penasaran sama visual Purnama?
Bisa di cek di instagram kaka gallon yah...
Ciaoooo
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon