
Reader nungguin apa sih?
Nungguin Cicil ngebor, ngecor, ngegeol?
đź¤đź¤đź¤đź¤
•••
“Neng mau Aa,” ucap Cicil sambil membuka celana milik Riki.
“Hah... gimana maksudnya?” tanya Riki bingung, sambil melihat Cicil yang membuka celana miliknya dan dengan kecepatan cahaya Riki langsung merasakan kehangatan mulut Cicil di bagian pribadinya.
“Astaga, Neng.” Riki menggeretakkan giginya berusaha menahan desahan suaranya. Tangannya langsung menahan tubuhnya dengan berpeganggan pada dinding kamar mandi. Saat Riki menopang badannya, mau tidak mau badannya mendorong Cicil kebelakang, tempat yang sempit benar-benar membuat mereka harus saling berbagi ruang.
Kenikmatan yang diberikan Cicil benar-benar membuat Riki berjuang keras menahan erangannya sendiri. Riki yakin seratus persen Putri masih ada di luar menunggu.
“Neng, diluar ada orang.” Riki memperingatkan Cicil yang sedang asik dengan milik Riki. Melihat Cicil yang sedang mendamba miliknya membuat hasrat Riki meledak.
“Main, cepet,” ucap Cicil sambil berdiri menghadap Riki. Tinggi tubuh mereka yang hampir imbang membuat Riki dapat menatap manik mata coklat milik Cicil, bibir Cicil yang basah dan mungil benar-benar membuat Riki tidak bisa berkata apa-apa lagi.
“Neng, kamu tuh yah bener-bener,” ucap Riki sambil memutar posisi mereka, tempat sempit itu benar-benar membuat mereka saling bergesekkan dan mengeluarkan berbagai macam suara yang mencurigakan.
Riki langsung duduk di closet duduk yang bagian atasnya sudah ditutup. Tanpa Riki minta Cicil tiba-tiba sudah duduk dipangkuan Riki dengan lincahnya. Riki benar-benar tidak perlu memberikan instruksi apapun pada Cicil, Cicil benar-benar sudah terlatih. Riki langsung merasakan miliknya sudah dicengkram tanpa ampun oleh bagian kewanitaan Cicil.
“Neng, jangan keluar suara, diluar ada orang.” Riki benar-benar memperingatkan Cicil, Cicil langsung tersenyum sambil menaik turunkan badannya, memberikan sensasi yang membuat Riki panas dingin.
“Aa...” bisik Cicil di telinga Riki, desahan Cicil benar-benar membuat Riki meremang.
“Apa?” tanya Riki sambil menatap Cicil yang sedang mengigit bagian bawah bibirnya, otak Riki langsung memerintahkan dirinya untuk mengecup bibir Cicil menggigitnya dan mengesapnya. Riki pun melakukannya, Riki mengesapnya bahkan menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Cicil, Cicil dengan cepat memiringkan kepalanya mememberikan kemudahan bagi Riki untuk menggelitik setiap jengkal di mulutnya, membelit lidah Cicil.
Tangan Riki langsung menggenggam kedua bukit milik Cicil dan mengusapkan jempolnya ke pucuk bukit Cicil.
“Aa... a...” Cicil terengah-engah kelelahan karena dirinya yang bergerak, Riki yang merasa kasian melihat Cicil yang kelelahan ditambah udara panas yang menguar liar dari suhu tubuh mereka membuat suhu ruangan menjadi panas, membuat butiran-butiran keringat mengalir di dahi Cicil.
Deg...
Cicil langsung merasakan sesuatu melesak didalam dirinya hingga penuh, Riki menghentaknya memberikan deburan kenikmatan yang membuat Cicil memejamkan matanya dan mendesak keras, menikmati hentakkan demi hentakkan yang diberikan Riki. Riki benar-benar mengabaikan kesehatan lututnya demi membahagiakan istrinya ini.
“Aa... ah...” Cicil medesah dengan sangat keras sambil memejamkan mata karena tak sanggup menahan kenikmatan yang diberikan oleh Riki disekujur tubuhnya.
__ADS_1
Tok... tok... tok...
Riki dan Cicil mendengar suara gedoran di pintu kamar mandi. Cicil langsung menutup mulutnya sambil berbisik ditelinga Riki.
“Aa, lanjutin aja. Tapi, diem yah,” ucap Cicil sambil mengedipkan matanya, meminta Riki menyelesaikan permainannya. Riki yang memang sudah tinggal sedikit lagi sampai puncak dan melakukan pelepasan langsung menghentak kembali Cicil dengan keras memberikan kepuasaan bagi Cicil dan membuat dirinya berjuang keras untuk tidak mengerang.
“Maaf, di dalam Ibu nya sakit apa yah?”
Terdengar suara Putri dari luar kamar mandi, Riki yang benar-benar sudah ditutupi dengan nafsunya sendiri dan kenikmatan yang terus menerus Istrinya berikan. Sama sekali tidak sadar kalau yang bertanya di luar sana adalah Putri.
Cicil memutar otaknya dengan cepat, dia harus menjawabnya atau pramugari itu akan membuka pintu kamar mandi dengan kunci khusus miliknya. Sialnya, hentakkan Riki benar-benar membuat Cicil buntu.
“Maaf, Ibunya sakit apa yah?” tanya Putri lagi sambil mengetuk kamar mandi.
“Saya, panas. Ini suami saya lagi bawain saya obat. Bentar lagi sele... ah...” Cicil langsung merasakan pelepasan milik Riki dan dirinya sendiri.
“Bu, maaf. Ibu tidak sedang melakukan sesuatu?” tanya Putri mulai curiga saat mendengar desahan Cicil.
Hening...
Putri makin curiga, kenapa tiba-tiba hening. Argh... selama dia bekerja menjadi pramugari kelakuan ngaco penumpang sudah menjadi makanannya sehari-hari dan melakukan transfusi darah putih di kamar mandi adalah salah satunya. Masalahnya, Putri tau siapa yang ada di dalam sana. Riki Trina, mantan kekasihnya yang sangat-sangat lurus, saking lurusnya untuk mencium bibirnya saja, Riki membutuhkan waktu dua minggu setelah mereka berpacaran. Hambar, itu yang Putri rasakan saat berpacaran dengan Riki. Jadi, Putri merasa mustahil Riki mau melakukan tranfusi darah putih di kamar mandi.
Tok... tok... tok...
Hening...
Astaga apa yang dilakukan Riki di dalam kamar mandi, entah kenapa Putri mulai merasa was-was dengan keadaan Riki.
“Satu... du...”
Klik...
Pintu kamar mandi di buka, Putri langsung mundur dua langkah ke belakang sambil menatap seorang wanita cantik bertubuh sexy menatapnya dengan tajam. Aura wanita itu benar-benar membuat Putri merinding. Dibelakangnya Putri melihat Riki yang sedang menyisir rambutnya menggunakan jari jemarinya sambil menatap Putri. Putri hanya bisa terpaku menatap Riki, ternyata benar kata orang mantan pacar akan tampak lebih ganteng daripada saat berpacaran.
“Mbak, matanya biasa aja. Nggak udah kaya gitu liat suami saya,” ucap Cicil sambil menjentikkan jarinya di hadapan Putri.
“Eh.. ah...” Putri kaget mendengar perkataan wanita cantik dihadapannya. Sebentar tadi wanita itu bilang apa? Suaminya, Riki sudah menikah?
“Neng, itu temen Aa waktu kuliah. Namanya Putri, dia jadi pramugari disini,” ucap Riki sambil menunjuk Putri. “Neng ini Putri, Putri ini Cicil, istri saya.”
__ADS_1
“Ah, oh... hai saya Putri,” ucap Putri canggung karena tertangkap basah sedang mendamba Riki dihadapan istrinya sendiri.
“Cicil,” jawab Cicil judes sambil menatap Putri, dengan cepat Cicil menilai Putri. Cantik, tapi cantikkan Cicil kemana-mana.
“Ibu sakit apa? Mau saya bawakan obat?” Putri berusaha untuk bersikap ramah pada Cicil untuk menebus kesalahannya tadi.
“Nggak saya mau duduk sama suami saya. Saya udah sembuh,” ucap Cicil santai sambil menarik tangan Riki pelan.
Riki hanya bisa tersenyum pada Putri dan menyentuh lengan Putri pelan, “Duluan yah, maaf bikin kamu khawatir.”
“Nggak papa, Iki. Nanti ketemu lagi yah, Ki,” jawab Putri sambil berusaha memberikan senyuman terbaiknya.
Riki pun berjalan, saat melangkah kakinya oleng. Lutut sialannya itu benar-benar tidak dapat diajak bekerja sama. Lututnya benar-benar bergetar hebat.
“Iki nggak papa?” tanya Putri sambil menangkap badan Riki yang oleng, mencegah Riki jatuh.
Cicil yang sedang memegang salah satu tangan Riki ikut tertarik pelan. Cicil berbalik dan kaget mendapati Riki yang terjatuh dan di tahan Putri.
“Aa, Aa kenapa?” tanya Cicil bingung sambil mendorong pelan Putri untuk menjauh dari Riki. Putri langsung mundur dan memberikan ruang untuk Cicil.
Riki menatap Cicil dengan tatapan gemas. Bagaimana tidak gemas, pertanyaan Cicil benar-benar membuat Riki ingin memelintir Cicil. “Aa tidak apa-apa? Astaga Neng, yang bikin Aa gini kan kamu,” batin Riki sambil mengusap rambut Cicil pelan. Tak tega rasanya Riki mengatakan apa yang ada dipikirannya tadi.
“Nggak papa, cuman sakit lutut. Lutut Aa lemas,” ucap Riki jujur dan langsung melihat senyuman malu-malu meong dari wajah Cicil.
Riki dan Cicil hanya bisa menggulum senyum dan saling tatap. Hanya dari tatapan saja mereka seperti sudah mampu berkomunikasi, kalau lutut Riki lemas karena nafsu Cicil yang sebesar gunung Tangkuban Perahu.
•••
Udah yah, udah...
Capek Kakak Gallon bikin adegan hua hua hua...
Ini cerita di padetin sepadet-padetnya karena mau puasa. Kalau, nggak puasa ini adegan tuh keluarnya tanggal 20an dan keseling beberapa bab uwu Cinta segitiga Rozak dan manisnya cinta Laura Edy.
Hihihihihii....
Tapi, udahlah yah, jadi pada tau kan betapa nafsuannya seorang Cicil Bouw?
Jangan lupa itu tombol like di BORRR 🤣🤣🤣
__ADS_1
XOXO GALLON