
“Cing atuh, Mang nu baleg, maneh meunang ieu mobil dimana?” tanya Riki sambil menunjuk mobil berwarna biru dihadapannya.
(Yang bener, Mang. Kamu dapet mobil ini dimana?)
“Tukeran sama Bidan Yeti, mereka butuh mobil gede buat pergi ke sunatan anak Camat,” jawab Edy.
“Kalian mau masuk atau nggak? Itu Albert udah jalan didepan,” ucap Laura gemas, rasanya dia ingin mencabik-cabik Albert.
“Tapi ini mobil...” ucap Jeff sambil menunjuk mobil yang dikendarai oleh Edy. Oke mobil dihadapannya adalah mobil merk Hil•x keluaran terbaru dan berwarna biru. Tapi, masalahanya dihadapannya itu adalah mobil dinas KB (Keluarga Berencana).
Sumpah demi apapun, Jeff tidak ada cita-cita untuk melakukan KB pria, pada dirinya.
“Om Jeff, angep aja lagi bikin konten, ayo cepet. Keburu si Albert kabur...!” teriak Edy.
“Pak Jeff, nggak papa. Kendaraan nggak ada lagi, udah mau gimana lagi,” ucap Riki sambil membuka pintu dihadapannya.
Saat membuka pintu, Riki kaget saat melihat tempat tidur pasien dan berkotak-kotak alat kontraseps• di dalamnya.
“Edy, ini nggak bakal bener ini,” ucap Riki sambil menunjuk bagian dalam mobil BKKBN tersebut.
“Mau kejar Albert atau mau dakwah?” tanya Edy kesal.
Akhirnya Riki dan Jeff pun pasrah naik kedalam mobil KB tersebut.
“Oke, siap semuanya,” Edy menyalakan lampu sirine dan menjalankan mobilnya dengan kencang. Menyusul Albert yang sudah menghilang dibelokkan didepan jalan rumah Abah.
Uwi... Uwi... Uwi...
Suara sirene terdengar memekakakkan telinga semua orang, termasuk orang yang ada didalam mobil tersebut.
Edypun berbelok dibelokkan depan rumah Abah, mata Laura dan Edy mencari dimana mobil Albert. Mata Laura langsung menangkap mobil Pajer• sport dakar milik Albert.
“Lele disana,” ucap Laura sambil menunjuk ke arah mobil Albert berada.
Dengan cepat Edy menginjak gasnya, melajukan mobilnya dengan cepat mengejar Albert. Dinyalakannya sirene polisi lebih keras lagi, beberapa anak-anak berlarian mengejar mobil Edy yang tampak menonjol disana.
“Siap-siap yah, didepan jalanan berlubang. Jadi rada goyang,” Edy memperingati orang-orang dibelakangnya.
Semua orang berpegangan, saat mobil melewati jalanan berlobang. Benda-benda di samping kiri dan kanan Riki dan Jeff ikut bergerak. Saat Jeff sedang duduk di kasur untuk pasien yang akan melakukan KB Spiral tiba-tiba saja sekotak kond•m jatuh mengenai kepalanya.
“Astaga kenapa banyak kond•m,” jerit Jeff saat dirinya di jatuhi banyak kond•m kekepalanya.
Mobil bergerak dengan sangat parah membuat Riki dan Jeff yang ada dibelakang bergerak ke kanan dan ke kiri diikuti berbagai macam alat kontraseps• yang berhamburan dari wadahnya.
Dengan mata kepalanya sendiri, Jeff melihat beberapa bungkus IUD berhamburan ke kanan dan kekiri. Bahkan detik ini di kakinya berserakan kond•m berbagai rasa dan bentuk.
Mata Jeff membulat saat melihat salah satu rasa di kond•m tersebut. “Astaga, sekarang ada kond•m rasa mie goreng?”
“Hah... emang ada?” tanya Riki kaget, sejak kapan ada kond•m rasa itu.
“Ini,” ujar Jeff sambil menunjukkan sebungkus kond•m dengan rasa mie goreng yang sedang hits.
Riki langsung menyerngitkan dahinya saat melihat kotak yang dipegang oleh Jeff. “Ya ampun, emang nggak pedes?” tanya Riki spontan.
__ADS_1
“Mung....”
Jeff sama sekali tidak melanjutkan kata-katanya saat Edy membelokkan mobilnya ke kanan dengan cepat. Badan Jeff langsung terpelanting kekiri dan dengan suksesnya Riki menimpa badan Jeff.
“Astaga, awas kamu,” ucap Jeff sambil mendorong badan Riki.
“Maaf, Pak,” ucap Riki.
“Lele, Albert jalan ke sana...” teriak Laura sambil menunjuk ke arah sebuah jalan kecil.
Dengan cepat Edy menjalankan mobilnya diiringi suara sirine yang memekakkan telinga. Edy memasukin jalan yang hanya mampu membuat satu mobil tanpa sadar kalau di sana ada janur kuning melengkung.
Albert terus menjalankan mobilnya dengan kecepat yang lumayan cepatnya. Dia harus melarikan diri dari Jeff, dia yakin Jeff tidak akan melepaskan dirinya sama sekali.
“Sial... sial,” guman Albert sambil menggebrak-gebrak stir mobil. Kenapa dia tidak sadar saat Jeff akan memberikan photo Cicil pada Abah.
Zrrrtttt.... zrrrrtttt....
Handphone milik Albert bergetar menandakan ada yang meneleponnya. Diliriknya layar handphonennya. Jantungnya langsung mencelos saat melihat nama ayahnya di layar tersebut.
“Damn.” Albert mencoba untuk meraih handphone di kursi sampingnya, saat mendapatkan handphonennya Albert sama sekali tidak melihat jalan didepannya. Hingga...
Braaakkkk....
Mobil Albert menabrak parasmanan, membuat semua makanan yang ada diparasmanan berhamburan kemana-mana. Albert kaget saat melihat kepala ayam di kaca mobilnya.
“Holly....” Albert langsung menginjak rem secepat mungkin.
Brak...
Dengan cepat Albert keluar dari mobilnya bermaksud untuk melarikan diri. Namun, seseorang ada yang menarik tangannya.
“Heh bule gilaaaa, ini apa...! Nggak ada kerjaan apa?” teriak seseorang ibu-ibu yang tampak sangat cantik, mengenakan kebaya.
“What? Saya lagi buru-buru,” ucap Albert sambil berusaha melepaskan tangannya.
“Eh... ini pesta anak saya nikah hancur gara-gara kamu. Mau kabur kamu, Hah...” teriak Bude Ratna sambil menunjuk Albert geram.
“Saya buru-buru, nanti sekertaris saya yang urus,” ucap Albert sambil menepis tangan Bude Ratna.
“Heh... tau nggak aku tuh harus nunggu 8 kali lebaran sama 8 kali ulang tahun buat nikah tuh, dan kamu bule gila. Berani-beraninya kamu ngancurin pernikahan impian aku...!???” teriak Akha geram sambil menatap Albert dengan tatapan membunuh.
“Tenang sayang, tenang. Kan kita udah ijab. Yang penting hal...”
“NGGAK BISA...!!” potong Akha pada Mark suaminya. “Kamu tau, aku udah potong ayam itu dari subuh? Kamu tau itu daging sapi berapa harganya, Hah???” teriak Akha kesal sambil membulatkan matanya.
“Tau sayang, saba...”
“Nggak ada sabar, sabar. Dasar bule gila...!” teriak Akha sambil memukul Albert dengan tangannya berkali-kali.
Albert kaget saat mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Akha. Amukkan Akha benar-benar membuat Albert kewalahan, ditambak bukan hanya Akha yang memukulinya tapi hampir semua ibu-ibu disana memukuli Albert dengan kerasnya.
“Astaga... ini kenapa makanan saya ancur semua,” ucap Mbak Nur yang datang tergopong-gopong sambil membawa panci extra besar.
“Itu bule gila yang bikin ancur, Mbak,” ucap Bude Ratna sambil menunjuk Albert dengan tatapan nafsu membara.
__ADS_1
“Astaga, saya bilang nanti diurus sekertaris saya,” teriak Albert sambil berlari menerobos kerumunan Ibu-Ibu yang ada disana.
“Albert tunggu, sini kamu,” teriak Jeff sambil mengejar Albert.
Albert yang ketakutan terus berlari tanpa melihat kekanan dan kekiri. Albert benar-benar kelimpungan karena hampir satu kampung mengejarnya. Albert bergidik ngeri saat melihat rombongan ibu-ibu yang mengejarnya, sepasang pengantin yang tidak terima kalau pernikahannya hancur berantakan.
“Albert Connor, kesini kamu. Saya butuh penjelasan...!” teriak Jeff sambil terus berlari diatara keruman ibu-ibu.
“Bapak punya masalah apa sama dia?” tanya Mbak Nur.
“Dia pukulin anak saya,” jawab Jeff seadanya sambil terus berlari.
“Wah... minta dikuliti itu orang,” ucap Mbak Nur sambil memukul belakang panci miliknya.
“Kalau Ibu ada masaan apa?” tanya Albert sambil menunjuk Mbak Nur.
“Saya udah masak cape-cape buat nikahan ponakan saya. Eh malah diancurin sama itu bule edyan,” ucap Mbak Nur.
Jeff hanya bisa menahan tawanya, entah kenapa situasi ini benar-benar kocak untuk dirinya. Berlari bersama rombongan emak-emak dan calon pengantin yang pernikahannya hancur karena ditabrak oleh Albert benar-benar membuat dirinya tertawa.
“Albert...!?” teriak Riki kerasa disebelah Jeff.
Jeff kembali melihat kedepan, melihat Albert yang terus berlari kearah sesuatu.
“ALBERT CONNOR..?!” teriak Riki dan Jeff berbarengan.
Albert yang sedari tadi melihat ke arah belakang sama sekali tidak melihat kedepan. Saat mendengar teriakkan Jeff dan Riki, otomatis Albert berlari lebih kencang lagi dan menatap kedepan....
BRAKKKKK...
Albert menabrak sebuah plang yang bertuliskan.
...ORGEN TUNGGAL HOBA...
...DIGEOL DAN DIBOR, BANG...
...HUBUNGI...
...ICE JUICE ...
...08996999999999999...
Badan Albert langsung terpental kebelakang saking kerasnya dia menabrak papan didepannya. Badannya, langsung terhempas ke panasnya aspal jalan. Pandangan mata Albert buram, Albert pingsan.
•••
Hai...
Maaf lama update yah...
Kemaren aku fokus di Water Teapot karena mau tamat. Sekarang, aku bisa fokus disini...
Selamat menikmati, coba tolong itu tabok tombol Likenya YANG KERASSSSS...!!!
Hahahaa
__ADS_1
XOXO GALLON