
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️
•••
Napas Cicil memburu saat melihat Albert yang sudah berdiri dengan tegak sempurna dihadapannya.
“Albert,” cicit Cicil sambil mundur beberapa langkah kebelakang.
“Hai, Baby. Enak tidur sama Rikinya? Ngapain aja kamu sama dia, j*lang,” sentak Albert sambil menarik rambut Cicil yang terikat.
“Awh, sakit....!?” Refleks Cicil memegang tangan Albert dengan kedua tangannya. Rasa sakit langsung terasa di kepala Cicil, rasa pedih langsung menjalar dikepala Cicil.
“Kamu tuh harus di disiplinkan, biar nggak jadi j*lang,” Albert menarik rambut Cicil lebih keras lagi.
“AA ...!!!” jerit Cicil memanggil Riki dengan keras.
Plak...
Cicil merasakan pukulan di bibirnya, Albert memukul bibirnya dengan sangat keras membuat bibir Cicil robek dibagian samping bawah.
“Nggak usah manggil cowo sialan itu lagi!?” bentak Albert sambil berjalan menyeret Cicil kearah mobil miliknya.
Cicil yang diseret berjalan dengan kesulitan karena Albert benar-benar menarik Cicil dengan sangat-sangat keras. Saat sampai dimobilnya Albert membuka mobilnya dan melemparkan Cicil kedalam mobil dan membanting pintu dengan sangat-sangat keras.
Kang Galon langsung kaget melihat adegan penyiksaan ala sinetron indosiar didepannya. Seumur hidup jadi tukang galon belum pernah dia melihat hal itu.
Dengan cepat dia lari tunggang langgang masuk kedalam restorant dan berteriak mencari Riki dan Edy.
“BANG RIKI, BANG EDY...!!!”
Riki dan Edy yang memang sedang berjalan keluar langsung mendekati Kang Galon yang sedang berteriak-terik kesetanan.
“Kenapa?”
“Itu... itu... pacarnya Pak Riki di culik sama bule, rambutnya diseret...!!” ujar Kang galon sambil menunjuk arah mobil Albert diparkirkan.
“Apa..!” teriak Riki sambil berlari keluar restoran untuk mencari Cicil.
Riki melihat Albert yang sedang memundurkn mobilnya dan Cicil yang ada didalam mobil Albert sedang berteriak dengan keras menggedor jendela mobil Albert.
Kepala Riki langsung sakit melihat adegan itu, apa yang harus dia lakukan. Mobil saja Riki tidak punya sama sekali, mau dikejar pakai motor, motornya masih ada didalam. Apa yang harus dilakukannya.
Tiba-tiba...
“MASUK RIK...!” teriak Edy dari dalam mobil pick up tukang galon.
“Masuk Bang, ayo kita kejar...!” ujar Kang Galon yang sudah berdiri dibagian belakang mobil Pick up bersama galon-galon kosong yang ada.
Dengan cepat Riki langsung masuk kedalam mobil pick up milik Kang galon. Setelah Riki masuk, Edy langsung menginjak gasnya dengan sekali injak.
Mobil pick up langsung menembus jalan di Jakarta, Riki memandang sekelilingnya untuk mencari mobil Hyundai Santa Fe silver milik Albert.
“Itu...!” terik Riki menunjuk mobil Albert yang sedang berbelok kedalam komplek perumahan. Edy langsung menancap mobilnya mengejar mobil Albert.
“Ya ampun Edy, injek gasnya injek...!” perintah Riki kesal karena menurut dirinya laju mobil pick up itu kurang kencang.
“Ini udah diinjek..!!” teriak Edy yang sudah menggas poll mobilnya dan menyalip beberapa tukang beca disana.
TITTTTT.....
Riki memencet klakson mobil dengan nafsu membara, diotaknya saat ini dia membayangkan Cicil yang sedang di pukuli Albert atau Cicil yang pingsan atau segala sesuatu yang negatif berkecambuk diotaknya.
Albert yang mendengar bunyi klakson dari belakang mobilnya langsung melirik kaca spion tengah mobilnya. Sedang Cicil langsung menolek kebelakang.
“Aa...” desis Cicil.
“Si Riki itu maunya apa? Secinta itu dia sama kamu?” sentak Albert sambil melayangkan pukulan ke arah Cicil dengan tangan kirinya.
“Aw...” jerit Cicil saat merasakan pukulan dikepalanya. Kepala Cicil langsung limbung saat mendapatkan pukulan dari Albert.
__ADS_1
Albert langsung menginjak gasnya, deru mesin mobil langsung terdengar jelas ditelinga Cicil. ‘Sial, pasti Aa nggak bakal bisa ngejar mobil ini. CC mobil Albert dan mobil pick up beda jauh,’ batin Cicil.
Cicil langsung mencari cara, dengan cepat Cicil mendekatkan wajahnya kearah paha Albert, tangannya mengelus paha Albert pelan memberikan sensasi yang membuat Albert tersentak. Tanpa, Albert sadari injakkan kakinya pada gas mengendur membuat kecepatan mobil berkurang.
“Baby...” desah Albert, menyangka, Cicil akan melakukan sesuatu hal yang nakal dibawah sana.
Tapi...
Cicil mengigit keras paha Albert dengan giginya.
“DAMN CICIL....!!!!” teriak Albert saat merasakan pahanya digigit dengan keras oleh Cicil. Sakit yang Albert rasakan di pahanya membuat mobil yang dikendarainya oleng kekanan dan kekiri.
“Awas...!” teriak Albert sambil menarik rambut Cicil dengan sekali hentak badan Cicil langsung terpelanting ke pintu mobil.
Dibelakang Edy kaget melihat mobil Albert yang oleng kekanan dan kekiri, Edy langsung menambah kecepatannya agar bisa mengejar mobil Albert yang menurunkan kecepatannya.
Kang galon yang berdiri dibelakang tiba-tiba mempunya ide sableng, “Bang Edy deketin mobilnya cepet...!!”
Edy langsung menginjak gasnya sedalam mungkin dan sedikit menghidari tukang beca dan tukang odading, membuat badan Kang galon terpelanting ke kanan dan ke kiri.
“Onyonggg....” teriak Kang galon yang terpelating ke kanan dan ke kiri bersama dengan galon-galon yang sudah tidak karu-karuan lagi bentuknya. Walau masih pusing, tapi Kang galon langsung berjuang berdiri dengan tegak dan mengambil salah satu galon dan....
Bruak...
Kang galon melemparkan galon mencoba mengenai mobil Albert dan berhasil, galon mendarat dengan cantik di atas mobil Albert.
“Bagus Kang, lempar lagi...!!” teriak Edy sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela.
“GANYANGGG...!!!!” teriak Edy
“SERANGGG...!!!” jerit Kang galon sambil melempar lagi galon dan berhasil mengenai mobil Albert lagi.
Albert yang kaget dengan suara galon yang mengenai bagian atas mobilnya dan juga menahan sakit akibat gigitan Cicil di pahanya, tanpa sadar menabrak ibu-ibu yang sedang membeli sayur di tukang sayur dan anak-anak sekolahan yang sedang asik main games.
BRUAKKK....
Mobil Albert menabrak gerobak tukang sayur dan memporak porandakan gerobaknya. Ibu-ibu yang sedang asik memilik sayur langsung berlarian menyelamatkan diri, anak-anak yang sedang bermain games langsung melihat kaget saat ada mobil yang hampir mencium mereka.
“Aaahh... sakit tolong...!” teriak Cicil saat merasakan rambutnya ditarik olen Albert.
Melihat Cicil yang rambutnya ditarik dan wajah yang babak belur membuat ibu-ibu yang sedang membawa terong dan sayur-sayuran kaget bukan main.
“Mau kemana kamu, j*lang,” teriak Albert sambil menarik rambut Cicil lebih keras lagi. tiba-tiba Albert merasakan pintu mobilnya terbuka dan...
“Laki-laki nggak punya ahlak beraninya mukul cewe...!” teriak seorang anak SMA yang didadanya tertulis nama Puja.
Puja dengan geram menarik Albert keluar dari mobilnya. Albert yang ditarik dengan paksa oleh Puja melepaskan cengkraman tangannya.
Brak..
Pantat Albert dengan indahnya mendarat di aspal.
Bletak
“Cowo gila,” teriak Miss tukiyem yang sedang membeli sayur di tukang sayur yang dagangannya porak poranda. Dengan beringas di pukulnya Albert menggunakan wajan.
“Aduh, dasar laki-laki nggak beradap, ini saya mau masak gimana? Sayur ancur..!!” maki putri sambil melemparkan terong dan mentimun pada Albert.
Albert yang kebingungan kenapa diserang oleh Ibu-ibu langsung berdiri dan berlari kearah belakang mobilnya tapi itu adalah keputusan yang salah. Karena, Ibu-ibu sedang menolong Cicil yang babak belur karena dipukul Albert tadi.
“Tolong saya Bu,” teriak Cicil sambil menahan tangisnya.
“Kamu dipukul sama dia?” tanya Kak Aull dan langsung dijawab anggukkan oleh Cicil. “Wah, minta disantet ni orang..!!”.
Bude yang dari tadi sudah bernafsu membara langsung mengambil galon yang ntah datang dari mana dan memukul Albert, “Dasar lelaki lucknut..!!!”
Buak...
Albert merasakan pukulan galon mengenai bahunya, tiba-tiba dia merasakan sambitan dikakinya.
“Beraninya sama cewe,” teriak mbak Ade sambil menyambitkan batang kayu panjang kekaki Albert.
“Aw...” Albert berteriak keras saat merasakan kakinya disambil kayu panjang.
__ADS_1
Byur....
Albert merasakan rasa dingin saat merasa air yang tiba-tiba membanjur tubuhnya. Ternyata ada dua orang Ibu-ibu yang sudah mengguyurnya dengan ember berisikina air dingin.
“Cowo kok beraninya mukul cewek,” teriak Widya dan Tari yang sudah mengguyur Albert dengan air.
“Sinting kalian hah,” teriak Albert sambil berdiri.
“Eh siapa yang sinting? Situ yang sinting, gerobak saya ampe ditabrak,” teriak KYY, kang sayur yang kesel gerobaknya di tabrak.
“Udah gitu mukulin cewe lagi,” sahut Eva sambil menggenggam kangkung dan mendekati Albert.
“Iya, tanggung jawab ini ancur sayur..!?” ujar Mbak sri kesal dan mendekati Albert.
Ibu-ibu lainnya pun mendekati Albert dengan tatapan garang, Albert langsung membulatkan matanya dan tiba-tiba merasakan ketakutan. Benar ternyata jangan pernah berurusan dengan Ibu-ibu yang sedang belanja sayur, jika masih ingin hidup panjang.
“SIKATTTT...!!!” teriak Ira.
“GANYANG...!!!” teriak Mbak Nurul
“BINASAKAN...!!!!” jerit Nilam.
“HAJAR SAMPAI KETULANG SUMSUM...!!” seru mbak Ratna sambil membawa batu.
“JANGAN KASIH KENDOR...!!” teriak Meelysha.
“AKU UDAH BAWA TEFLON NIH, HAJARRR...!!” ujar Yumin.
Bruakkk....bak bug big buk.....
Ibu-ibu yang sudah kesal dengan kelaukan Albert yang kurang ajar langsung menghajar Albert tanpa ampun ada yang melempar batu, menjambak, memukul, bahkan ada yang menoel-noel Albert dengan sudip.
“Astaga ada apa itu?” tanya Akha seorang anak SMA.
“Itu cowoknya katanya mukulin mbak itu,” ujar Nur sambil menunjuk Cicil yang sedang dipojokan dan ditenangkan oleh anak SMA bernama Kartika.
“Astaga, ayo kita berdoa.” ujar Akha.
“Doa apaan,” tanya Diana.
“Kita doakan semoga cowok itu lebih cepat lagi bertemu dengan malaikat pencabut nyawa,” ujar Akha.
“Aamiin” ucap Diana, Akha dan Nur berbarengan.
Kang galon datang membawa dua buah galon kosong bersama Riki dan Edy yang juga sama-sama membawa galon kosong untuk perlindungan diri bila Albert ngamuk, tapi...
Mereka bertiga kaget melihat Albert yang sedang di kerubunin Ibu-ibu yang sedang menhajarnya dengan berbagai macam sayuran dan perlengkapan masak.
“Maaf, itu galonnya dipake nggak?” tanya Ajeng sambil mengambil galon dari tangan Riki.
“Nggak,” ujar Riki masih dalam kondisi takjub melihat Albert yang sedang dihajar oleh ibu-ibu.
“Pinjem yah, Mbak Noorhafitah, Noe-ma, sama mbak Aidaaira. ni kita serang pake galon aja,” ujar Ajeng sambil memberikan galon pada ibu-ibu lainnya.
“Oke siap,” ujar Mbak Noorhafitah.
“Ready,” ujar Mbak Noe-ma.
“HAJARRRRR...!!” teriakkan Mbak Aidaaira seperti memberikan aba-aba pada Ibu-ibu yang lainnya untuk menghajar Albert.
Edy, Riki dan Kang Galon hanya bisa menatap miris 20 orang yang sedang menyerang dan menghajar Albert. Mereka hanya bisa berdoa moga Albert diberikan keselamatan oleh tuhan yang maha esa.
•••
Muahahhahaa....
maaf cerita ini nggak jelas. Cuman buat seru-seruan aja, biar semuanya memiliki kepuasan batin sendiri menghajar ALBERT CONNOR hahahhaaa...
Nama-nama disini adalah orang-orang yang sudah daftar untuk memukuli Albert Connor. Kalau kurang greget mohon maaf...
Btw ini bab terpanjang yang pernah Kaka Gallon buat loh, 1669 kata wow....!
Ciaoo....
__ADS_1