
Cicil berusaha membuka matanya. Tapi, rasa malas dan ngantuk benar-benar memaksanya untuk menutup kelopak matanya lebih erat lagi. Ditambah saat ini dia sedang tertidur diatas tubuh Riki tanpa sehelai benangpun, memberikan sensasi sendiri pada dirinya.
Cicil menelusupkan kepalanya keleher Riki, mencium wangi tubuh suaminya. Senyuman langsung mengembang di wajah Cicil saat tiba-tiba merasakan kecupan di pucuk kepalanya. Riki benar-benar membuat dirinya melayang.
“Aa, selamat pagi,” sapa Cicil sambil mengecup bibir Riki.
“Selamat pagi, Neng,” ucap Riki sambil melirik jendela di kamarnya. Melihat betapa teriknya matahari, Riki yakin seratus persen ini sudah tidak bisa lagi dikatakan pagi.
Cicil menatap manik mata Riki, ah suaminya ini tidak tampan setampan mantan-mantannya. Tapi, Riki gagah dan wajahnya mampu membuat Cicil tenang. Dengan cepat Cicil mencium kening Riki.
“Astaga, manja banget istri aku ini, bener-benet manja,yah,” ucap Riki sambil mengusap-ngusap punggung Cicil.
Cicil terkekeh mendengar perkataan Riki, Cicil pun bingung, kenapa dirinya berubah sangat manja pada Riki dan seumur hidup Cicil tidak pernah secandu ini dengan tubuh laki-laki. Biasanya dia sudah merasa malas untuk melayani pacar-pacarlnya lebih dari dua kali. Tapi, dengan Riki berbeda, Cicil bahkan ingin melakukannya lagi dan lagi, berkali-kali sampai punggungnya rontok.
“Jam berapa ini?” tanya Riki sambil mencari handphonennya di nakas. Tangannya berusaha untuk mengambil handphone di nakas.
“Jam 10 pagi, Aa,” jawab Cicil.
“Hah, ayo mandi, kita sarapan. Terus, kita ke bandara. Jam 3 sore pesawat kita loh, ayo Neng,” ucap Riki sambil menepuk-nepuk bagian belakang Pinggul Cicil.
“Aku mandi dulu, baru kamu yah,” ucap Cicil sambil bangkit dari tidurnya. Cicil menarik selimut yang membelit tubuhnya.
Riki yang jahil langsung menarik selimut yang membalut tubuh Cicil, membuat Cicil menjerit dan menjatuhkan selimutnya, membuat Cicil tidak mengenakan sehelai benangpun. Riki berharap Cicil akan merasa malu dan menarik-narik selimutnya. Sayangnya, Riki lupa Cicil adalah wanita dengan kepercayaan tinggi dengan bentuk tubuhnya.
“Jahil kamu, suami,” ucap Cicil sambil berjalan dengan santainya berlenggak-lenggok seperti model catwalk memasuki kamar mandi.
Riki hanya bisa tertawa pelan. Tidak pernah ada di khayalannya kalau mendapatkan seorang Istri sepercaya diri, senafsuan dan seliar Cicil. Sepertinya, dia sekarang mengerti penderitaan adiknya Taca, yang memiliki suami semesum Adipati.
•••
Saat keluar dari kamar mandi, Riki sudah mendapati kamarnya bersih. Semua koper sudah tidak ada lagi di kamarnya, Cicil benar-benar bergerak sangat cepat. Diliriknya secarik kertas dengan tulisan khas Cicil.
- Aa, kalau udah pake baju yang Neng siapin. Aa langsung turun kebawah aja. Kita langsung makan dan ke Bandara aja. Neng, tunggu di bawah.
^^^Istri kamu^^^
^^^Cicil^^^
Riki tersenyum saat melihat kata-kata di akhir surat. Aw... istri kamu, Riki mendengus senang sambil menggelengkan kepalanya. “Astaga, aku udah nikah,” kekeh Riki pelan sambil menatap kaca dihadapannya.
__ADS_1
Dengan cepat Riki mengenakan pakaian yang sudah Cicil siapkan, sebuah polo shirt berwarna navy dan celana jeans. Riki langsung keluar kamar sambil membawa semua perlengkapan miliknya dan menuju restoran untuk makan. Setibanga di restoran Riki tidak menemukan Cicil dimanapun. Dengan cepat di chatnya Cicil.
- Kamu dimana?
Tring, tak perlu menunggu waktu lama Riki sudah mendapatkan balasannya.
-Aku udah makan, kamu makan dulu aja. Aku tunggu di lobby.
Riki akhirnya menurut perkataan Cicil, istrinya ini pergerakkan cepat sepertinya. Berbeda dengan dirinya, yang untuk berjalan saja masih harus meraba-raba, demi apapun lututnya masih lemas. Apakah dia harus minum jamu?
Selesai makan Riki pun berjalan dengan masih terseok karena lututnya yang benar-benar kelelahan. Sudahlah, nanti kalau Cicil minta jatah kelon, Riki akan memaksa Cicil yang bergerak demi kesehatan lututnya.
Saat sampai lobby hotel, mata Riki terpaku pada sesosok perempuan cantik mengenakan summer dress pink. Tatapan matanya berbinar saat melihat Riki. Yang membuat Riki kaget adalah rambut wanita itu sudah dipotong pendek sebahu, membuat kecantikkannya naik berkali-kali lipat.
“Neng....”
“Aa, aku cantik nggak?” Cicil bertanya sambil berlari dan memeluk Riki erat.
Riki hanya bisa tersenyum melihat kelakuan manja Cicil. “Cantik, kapan kamu nggak cantik, Nenh?” tanya Riki pelan.
“Oh, yah. Syukurlah, tadi tukang salonnya udah mau aku murkai gara-gara potongannya kuran simetris,” cerocos Cicil sambil berjalan sambil menggelendot di lengan Riki, sepertinya Cicil ingin memberitahukan dunia kalau dirinya adalah istri Riki.
“Aku suruh orang bawa kesini, sama sekalian nyuruh masukkin tas semuanya,” ucap Cicil sambil masuk ke dalam mobil Riki.
•••
Riki sedang duduk dan membaca koran, sebelum Cicil meminta ijin untuk kekamar mandi pesawat.
“Aa, Neng mau ke kamar mandi,yah,” ucap Cicil sambil membuka sabuk keselamatan miliknya. “Nanti lima menit lagi Aa ke kamar mandi,yah. Susulin Neng,” ucap Cicil sambil mengedipkan matanya.
Riki yang tidak mengerti apa-apa hanya bisa mengganggukkan kepalanya. Dalam hatinya dia berkata buat apa dia menyusul Cicil.
Setelah lima menit berlalu, Riki pun menyusul Cicil kekamar mandi, melewati seorang pramugari manis yang dari tadi menatap Riki terus menerus.
“Maaf, ini Riki kan?” tanya pramugari berambut pendek itu.
“Iya, ini siapa, yah?” tanya Riki bingung.
“Aduh, kamu lupa sama mantan?” tanya Pramugari manis tersebut sambil menyembangkan senyumannya.
__ADS_1
Riki langsung mengerutkan keningnya, berusaha mengingat mantan-mantannya. “Putri?”
Putri tersenyum senang karena mantan pacar di masa kuliahnya ini masih mengingatnya. “Syukurlah kamu masih inget aku, Rik,” ucap Putri sambil tersenyum manis.
Putri adalah mantan Riki yang saat dirinya kuliah dulu, dulu mereka sampai disebut best couple di tempat mereka berkuliah. Putri memang cantik, manis dan ramah. Mereka putus karena, Putri selingkuh dengan kaka angkatan mereka dulu.
“Mau kemana?” tanya Putri.
Riki tertawa renyah, “Mau ke Yogyakarta lah, kan ini pesawat mau ke Yogyakarta, emang pesawat ini mau landing di mana lagi selain Yogyakarta?” tanya Riki.
“Hahhaa... iya, maksudnya kamu mau kemana, Iki?” Putri memanggilnya dengan nama sayangnya mereka dulu.
“Aku mau ke kamar mandi,” ucap Riki tidak mempedulikan sama sekali dengan panggilan Putri.
“Kamar mandinya ada orang, Iki. Masa kamu mau masuk,” ucap Putri sambil menunjuk kamar mandi.
“Iya, tapi....”
Klik...
Muncul wajah Cicil dari dalam kamar mandi, “Aa lama, Neng sakit ini, sini masuk,” paksa Cicil sambil menarik Riki kedalam kamar mandi. Riki yang kebingungan hanya bisa pasrah saat ditarik ke dalam kaman mandi.
“Mau apa, Neng. Kamu sakit apa?” tanya Riki bingung, makin bingung saat Cicil menurunkan bagian atas summer dressnya dan memperlihatkan kedua bukit kembar yang membuat Riki menelan salivanya.
“Kamu kenapa? Ngapain buka baju? Kamu dari tadi nggak pake pakaian dalem? Kamu kenapa, sakit apa, kamu panas?” Riki bertanya dengan cepat sambil menyentuh dahi Cicil.
Cicil terkekeh mendengar pertanyaan Riki yang sangat banyak. Suaminya ini benar-benar tidak mengerti kode yang diberikan oleh Cicil. Kalau Cicil meminta jatah kelonnya di sana di kamar mandi pesawat yang sangat sempit. Di atas ketinggian 30 ribu kaki di atas permukaan tanah.
“Neng, mau Aa.”
•••
Siap digoyanggg....
Yang disana digoyang, yang disini digoyang wkwkkw....
Jangan lupa tombol like nya digoyang hahahaa...
menerima juga goyangan vote dan pointnya kakak 🤣🤣🤣
__ADS_1
Xoxo Gallon...