
Acara berlangsung meriah, jangan ditanya seperti apa meriahnya. Dimulai dari tarian ala india dancer sampai acara kembang api di siang hari. Oke … memang nggak keliatan kembang apinya tapi, bukan Edy edrosh namanya kalau nggak aneh binti ajaib acaranya.
Beberapa youtumber pun banyak yang hadir dari Etha Samber Geledek, Om Deddy Cahyadi, hingga youtumber kelas abal-abal yang kemana-mana bawa kamera menjelaskan bagaimana tumbuh-tumbuhan dapat merambat dengan baik di dinding.
Semua berbahagia, Laura sudah mengganti pakaiannya menjadi gaun biasa yang membuat dirinya berubah menjadi euceu disney. Nggak papa nggak jadi nikah di Disneyland Jepang tapi di Jakartaland aja, yang penting gaunnya tetep harus euceu Disney aja.
“Ternyata ada yang lebih absurd nikahnya dari pada kita yah, Aa,” ucap Cicil sambil menggendong Richie.
“Aduh, kalau acara Edy nggak aneh dan nggak Absurd bukan Edy namanya,” ucap Riki sambil menahan tawanya karena melihat Edy yang sedang menari India mengenakan kaus singlet berwarna merah.
“Itu si Edy kenapa harus pake baju bentukkannya gitu sih? Astaga … kalau aku jadi Laura udah mundur alon-alon da Aa. Untung kamu nggak kaya gitu,” ucap Cicil sambil menatap Riki.
“Hahaha … kalau kelakuan aku kaya gitu, yang ada kamu kabur dan mengasingkan diri di hutan-hutan Afrika,” canda Riki.
“Jangan sampai kamu kaya gitu Aa, aku nggak mau,” ucap Cicil sambil mengetuk-ngetuk meja dihadapannya.
“Cil ….”
“Laura,” ucap Cicil dan Riki bersamaan. “Kok kamu di sini, nggak ikut nari?”
Laura menatar suaminya sekilas dan menggelengkan kepalanya, “Nggak, biarin aja itu Lele mau nari kek, mau apa kek. Bebas, suka-suka dia aja, jangan dilarang.”
“Astaga … istri solehah sekali,” kekeh Cicil sambil membenarkan posisi Richie.
“Menerima segala-galanya dengan baik dan bertawakal karena sudah menjadi pilihan hidupku untuk menikahi lelaki absurd itu,” ucap Laura sambil menunjuk Edy yang masih asik menari lagu tumpah seember.
“Sabar yah, Laura perjalanan hidup kamu bakal sangat-sangat wow sekali,” ucap Cicil sambil mengulum senyumnya.
•••
Laura yang kelelahan sudah di kamar hotel dari beberapa saat yang lalu. Laura pamit undur diri dari acara pernikahan yang entah mengapa sepertinya tidak selesai-selesai. Laura sudah mandi dan mengenakan pakaian biasa sebuah kaus oversize.
Dengan cepat Laura merebahkan diri di kasur, matanya benar-benar berat. Dia butuh tidur, kelelahan karena mengikuti berbagai macam prosesi pernikahan yang membuat Laura harus bangun sangat-sangat pagi membuat dirinya kurang tidur. Dalam hitungan detik mata Laura terpejam dia tertidur dengan cepat.
Laura merasakan sesuatu yang menyentuh buah dadanya dan menciumi bagian belakang kepalanya. Dengan cepat Laura membuka matanya.
“Le?” panggil Laura pelan.
“Enak tidurnya?” tanya Edy sambil mengecupi bagian belakang rambut Laura, mencium wangi shampoo Laura yang sangat Edy sukai.
“Heeh, aku ngantuk banget. Maaf yah, aku duluan tadi. Abis tadi pas aku mau ajak kamu, kamu kayanya lagi asik ngobrol sama Etha Samber Geledek.” Laura berkata sambil menarik tangan Edy yang bertengger di dadanya kemudian mengecupnya.
__ADS_1
“Iya udah lama nggak ketemu,” ucap Edy, “Liat sini dong.”
“Kenapa?” tanya Laura. “Kenapa harus liat kamu?” tanya Laura.
“Eh … liat sini cepet, masa aku di punggungin sih, nggak bisa liat cantiknya eceu Disney aku atuh,” ucap Edy.
“Astaga … kenapa jadi euceu Disney? Emang putri-putri Disney ada yang turunan sunda?” tanya Laura sambil menahan tawanya.
“Ada,” jawab Edy sambil menarik-narik bahu Laura berusaha agar Laura berbalik dan melihat dirinya.
“Siapa? Yang mana?” tanya Laura bingung.
“Liat sini dulu makanya,” ucap Edy sambil terus menarik-narik bahu Laura. Berusaha agar istrinya itu berbalik dan menatapnya.
“Ih … maksa,” ucap Laura sambil membalikkan badannya dan menatap Edy. “Apa? Siapa coba putri dari Sunda?”
“Kamu,” ucap Edy sambil menyentil hidung Laura.
“Aw … sakit,” ucap Laura sambil mengusap hidungnya. “Dahlah, kamu nyebelin mending aku tidur lagi aja.”
Dengan cepat Laura membalikkan badannya namun, Edy menahan Laura. “Eh … nggak baik loh munggungin suami.”
“Nggak baik munggungin suami,” ulang Edy sambil mencium dahi Laura.
“Eh … apa? Kamu ngomong apa?”
“Astaga, kenapa kamu jadi budek. Udah asma budek pula. Nasib-nasib ….”
Bug …
Laura langsung memukul dada Edy dengan keras, “Nyebelin.”
“Hahaha … abis kamu nanya-nanya mulu, kan aku udah bilang nggak baik kalau munggungin suami itu.”
“Suami? Siapa yang mana? Emang ada suami aku di sini?” goda Laura sambil mengedarkan pandangannya ke semua penjuru arah. “Suami hoi … suami.”
“Ini suami kamu, hei ini loh suaminya. Yang ini,” ucap Edy sambil menunjuk wajahnya.
“Yang mana?” goda Laura.
“Yang ini,” ucap Edy sambil menunjuk hidungnya. “Yang mirip kaya lele.”
__ADS_1
“Hahaha … oh yang ini,” ucap Laura sambil mengecup pipi Edy pelan.
“Eh … cium-cium kamu yah,” ucap Edy.
“Hehehe … ya udah kalau nggak mau dicium aku mau pergi aja.” ucap Laura sambil mendorong Edy pelan.
“Oh tidak bisa mau kemana kamu,” ucap Edy sambil menarik Laura dan memenjarakannya di bawah tubuhnya.
“Nggak kemana-mana, cuman di sini aja. Emang mau kemana?” tanya Laura sambil mengalungkan tangannya ke leher Edy.
“Di sini aja ama aku? Nggak papa?” tanya Edy.
“Iya nggak papa, sampai kakek nenek sama kamu terus nggak papa. Aku ikhlas.” Laura berkata sambil menarik kepala Edy agar mendekatinya. Dengan cepat Laura menautkan bibirnya dengan Edy.
Edy mengesap bibir Laura dan menarik bagian bawah bibir istrinya tersebut. Tangannya masuk kedalam kaos oversize milik Laura menarik pakaian dalam Laura namun karena kurang ahli Edy sama sekali tidak bisa membukanya sama sekali.
“Kamu ngapain?” tanya Laura sambil menaha tawanya karena Edy yang kesulitan membuka pakaian dalamnya.
“Buka itu kamu, susah.” jawab Edy sambil membuka pakaiannya sendiri membuat Laura terkesiap melihat badan Edy yang sudah tidak tertutup sehelai benang pun.
“Hahaha … ya udah nanti aku yang buka, masa kamu nggak bisa sih buka pakaian dalam aku?” tanya Laura.
“Nggak bisa, nggak pernah buka pakaian dalem perempuan. Ini pertama kali,” ucap Edy jujur.
“Gombal.”
“Ih … beneran,” ucap Edy sambil mengecup bibir Laura pelan dan mengesapnya kemudian meminta akses untuk menjelajah bagian dalam mulut Laura, menggelitiknya dengan menggunakan lidahnya.
Laura menggerakkan kakiknya, menggesek kebagian pribadi Edy yang sudah mengeras dari tadi. Desahan berloncatan dari bibir Laura dan Edy. Tangan Laura sudah menggenggam bagian pribadi milik Edy membuat Edy menggeram.
Tiba-tiba ….
Edy dan Laura merasakan getaran, kasur yang saat ini sedang mereka tiduri terasa bergoyang ke kanan dan kekiri. Edy dan Laura pun saling bertatapan kebingungan. Sampai mereka berteriak bersamaan.
“Gempa!?”
••••
Sabar yah, Edy … belah durennya di tunda dulu 🤣🤣🤣🤣🤣
Xoxo Gallon yang hobi kellon.
__ADS_1