
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️
•••
"Pertunangan kamu sama Albert? Kamu masih sama Albert?"tanya Riki sambil pergi menjauhi Cicil, hatinya panas. Rasa cemburu benar-benar Riki rasakan.
Cicil langsung berdiri dan mengejar Riki, "Ngak gitu Aa, itu buatan Papih. Aku baru tau tadi pagi."
"Oh..."Jawab Riki sambil berjalan keluar dari kantornya dan membanting pintu kantor dengan sangat keras.
BRAKKK...
"Aa..."teriak Cicil kaget melihat betapa marahnya Riki.
Riki berjalan menjauh dari kantornya, dia butuh udara segar, dia butuh menjernihkan pikiriannya.
"Aa.." teriak Cicil berlari mengejar Riki.
Riki menulikan kupingnya dia terus berjalan dengan cepat berharap bisa menjauh dari Cicil. Riki perlu bernapas, dia sangat mencintai Cicil tapi astaga mendengar Cicil akan bertunangan dengan Albert malam ini membuat dirinya ingin berteriak.
Langkah kaki Riki makin cepat apalagi saat ini restoran sedang penuh-penuhnya membuat Riki menyelipkan badannya diantara pengunjung restoran.
"Aa..." Cicil berjuang untuk mengejar Riki tapi langkah kaki Riki lebih cepat membuat Cicil kewalahan mengejarnya. Riki menghilang dibelokan.
Cicil berdiri mematung menatap kedepan, air matanya tiba-tiba mengenang diujung matanya. Sakit, hatinya seperti ditusuk beribu-ribu jarum. Tolong tuhan...tolong jangan buat Riki meningalkan dirinya lagi. Cicil mohon...!!
Tangan Cicil menutup mulutnya berusaha untuk menahan isak tangisnya. Ini yang Cicil benci dari Riki, Riki tidak mau menyelesaikan masalah atau menghadapinya. Riki lebih suka pergi bahkan mundur dari masalah yang ada tanpa mau menghadapinya.
"Cil..."
Cicil menengokkan wajahnya kemudian tersenyum kecil melihat lelaki yang memanggilnya.
"Kenapa? Aa Riki mana?"
"Pergi, kaya biasa setiap ada masalah pergi..."jawab Cicil pasrah sambil berjalan kembali ke kantor Riki, Cicil bingung mau kemana lagi. Kembali ke apartemennya Cicil keberatan, pasti Albert sudah menunggu dirinya. Pulang kerumah orang tuanya, yang ada dirinya dipaksa bertunangan dengan Albert.
"Cil..."
"Iya Rozak kenapa?"tanya Cicil lemah, sambil menatap adik dari Riki saat membuka pintu kantor Riki.
"Kamu kenapa?"tanya Rozak khawatir apalagi melihat wajah Cicil yang pucat pasi.
"Nggak....nggak papa, mungkin karena belum makan aja, kayanya,"ujar Cicil sambil masuk kedalam kantor dan menghempaskan diriny ke sofa.
"Beneran?"tanya Rozak lagi.
"Iya beneran, aku juga ngantuk kayanya ingin tidur,"jawab Cicil sambil menarik selimut yang ada disana kemudian merebahkan dirinya.
"Ehmm... aku bawain makanan yah, biar kamu makan,"ujar Rozak sambil menatap Cicil.
"Iya, makasih Zak,"jawab Cicil, Cicil memejamkan matanya berusaha untuk tidur. Mungkin saat bangun nanti akan ada keajaiban, tiba-tiba Riki sudah ada disana dan status Riki adalah suaminya. MIMPI KAMU CICIL...!
Rozak kemudian berjalan keluar dari kantor Riki, dia sebenarnya tidak tega meninggalkan Cicil sendirian.
•••
"Astaga Manda, aku bilang well done, ini medium rare..!"bentak Edy sambil menyerahkan kembali sirloin steak pada Amanda, salah satu assisten kokinya.
__ADS_1
"Heh...mau kemana? Kenapa itu mashed potatonya kaya gitu bentuknya? Astaga yang bener...!!"bentak Edy lagi sambil mengambil piring yang akan disajikan oleh pramusaji.
"Chef, tomatnya habis,"ujar salah satu koki disana.
"Astaga, saya bilang prepare..! Siapa yang harusnya prepare hari ini?"teriak Edy, kepalanya sakit bila ada yang kurang.
"Manda, Chef...!"teriak para assisten koki disana.
"Manda...!"
"Iya, Chef..."Manda berjalan dengan rambut yang terurai membuat Edy membulatkan matanya.
"Astaga Manda, kamu ngak grooming? Rambut kamu, arghhh...!! Keluar kamu dari dapur saya...!"teriak Edy kesal.
"Tapi Pak, saya lupa bawa ikat rambut sama hair net,"ujar Manda.
"Bagus...!! Untung kepala kamu juga ngak ikut ketinggalan..!"sentak Edy sambil melipat kedua tangannya didada.
"Maaf Pak,"jawab Manda lirih.
"Keluar...keluar kamu, kalau sampai besok kamu masih lupa iket rambut dan hair net, ngak usah kerja, resign sekalian...!"bentak Edy.
"Iya, Pak..."jawab Manda pasrah, Edy memang kocak tapi setelah masuk kedalam dapur, jangan harap ada kata maaf.
Rozak tiba-tiba masuk kedalam dapur, membuat Edy menatap Rozak tajam. Rozak langsung mundur sedikit mendekat pintu dapur.
"Apa?"tanya Edy galak, jangan harap ada orang yang bisa masuk ke dapurnya dengan mudah. Jangankan Rozak, Riki pun dilarang untuk masuk dapur tanpa izin dari Edy.
"Nggak... tolong bikinin steak buat Cicil, kayanya dia laper, mukanya pucat banget tadi aku liat,"ujar Rozak.
"Ya udha nanti Steaknya dianter ke kantor 'kan?"tanya Edy.
"Iya..."
Rozak langsung menganggukkan kepalanya sambil berjalan menuju gudang menyusul kakaknya.
•••
Rozak menemukan Riki sedang duduk menatap kosong kedepan sambil memainkan gitar tanpa tentu nadanya.
"Hadeuh ada satria bergitar ini mah,"olok Rozak sambil duduk disamping Kakak laki-lakinya.
"Hahaha... Roma Irama kali,"ujar Riki sambil menurunkan gitarnya.
"Kenapa?"
Riki mengusap hidungnya sambil menatap Rozak. Hanya dengan tatapan mata saja Rozak sudah tau kalau kakaknya ini sedang ada masalah dengan Cicil.
"Cicil kenapa, Aa?"tanya Rozak.
"Cicil mau tunangan,"jawab Riki.
"Lah...bukannya Cicil pacaran sama Aa?"tanya Rozak heran.
"Cicil itu pas ketemu Aa lagi masih pacaran sama Albert. Tapi, kata Cicil dia udah putus sama Albert pas kemarin itu,"ujar Riki.
"Terus..."
"Masalahnya, Albert itu deket sama Papihnya, Papihnya setuju Albert nikah sama Cicil. Makanya malam ini Papihnya ingin Cicil tunangan sama Albert."
"Albert Connor?"
__ADS_1
"Iya, ganteng, kaya, punya kuasa. Mirip sama Juan, tapi versi bulenya kan,"ujar Juan sambil mendorong tubuh Rozak pelan.
Juan Wijaya, mantan tunangan Cicil. Yang saat ini sudah menikah dengan Iis, yang sialnya Iis ini mantan pacar Rozak.
"Berat yah, Aa,"kekeh Rozak sambil mendorong bahu Riki.
"Tapi, Albert ini suka mukulin Cicil, badan Cicil biru-biru kemarin. Kayanya Aa kalau ketemu Albert lagi bakal lepas kendali Zak, bisa abis Albert sama Aa di gebukkin,"ujar Riki sambil mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Jadi sekarang Aa mau apa?"tanya Rozak.
"...."
"Mau kaya dulu lagi ningalin Cicil, kabur gitu aja. Ngak mau merjuangi Cicil?"tanya Rozak.
"Ngak tau.."
"Aa, Rozak cuman mau ngasih tau. Dulu, Rozak dengan bodohnya ningalin Iis, hanya karena ingin fokus ujian PNS, ternyata apa yang Rozak dapet sekarang? Iya sih Rozak udah jadi PNSnya, tapi Rozak ngak bahagia Aa. Rozak ngak bisa move on lama. Kalau Aa mau tau, seandainya calon Iis bukan Juan, mungkin udah Rozak rebut lagi Iis."
"Kalau calonnya Iis si Edy gimana?"goda Riki.
"Wah...auto Rozak rebut ditempat, Aa,"kekeh Rozak.
"Hahahhaa..."
"Yah, intinya Rozak cuman mau kasih tau aja, kalau Aa udah yakin 100 persen sama Cicil, perjuangin atuh. Jangan apa-apa ngambek kaya gini. Malu atuh sama umur,"kata Rozak.
"Iya sih, tapi Cicil mau ditunangin Zak, Aa harus apa?"tanya Riki bingung.
"Emang kapan tunangannya?"
"Hari ini, malam ini,"ujar Riki sambil melihat jam tangan miliknya.
"Lah, gimana mau ditunangin si Cicil kalau gitu,"ujar Rozak.
"Kenapa emangnya?"
"Lah, Cicilnya malah tidur di kantor Aa, nih kalau dia ngak sayang dan cinta sama Aa, dia udah pulang kali kerumahnya. Lah, dia tadi malah tidur dikantor,"Rozak menunjuk kearah pintu keluar.
"Lah... jadi Cicil masih disini?"tanya Riki kaget, Riki sangka setelah tadi Riki ngambek Cicil langsung pulang kerumahnya.
"Aa inget pengorbanan Cicil lebih gede dari Aa, dia berani loh ningalin keluarganya buat jadi pacar Aa. Terus sekarang Aa sedikit-sedikit nyerah, ngak kasian Aa sama Cicil?"
Riki seperti mendapatkan tamparan keras saat mendengar perkataan Rozak. Astaga dia sampai lupa kalau Cicil ini sudah mengorbankan banyak hal hanya untuk berada disampingnya. Tuhan, kenapa dia menjadi sangat egois seperti ini.
"Oke Zak, Aa ke kantor dulu. Kamu pulang aja, Aa mau pacaran dulu,"kelakar Riki sambil beranjak dari duduknya.
"Halah... sombong amat yang udah punya pacar. Awas jangan kebablasan, nanti disambit Abah baru tau rasa,"Rozak mengingatkan Riki.
"Siapppp...!!!"
•••
Jangan pernah egois pada pasangan... kita ngak pernah tau pengorbanan apa yang sudah mereka lakukan untuk berdiri disamping kita..!
Ciao
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon