Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Perkataan Abah


__ADS_3

“Ya udah, gimana, Bah. Ya udah Cicil nikah sama Albert?” tanya Rozak was-was. Entah sejak kapan Rozak sudah menganggap Cicil bagian dari kelurganya, rasa-rasanya Rozak tidak bisa kalau melihat Cicil harus hidup dengan perasaan ketakutan.


Albert merasa diatas angin, dia merasa kalau Kakek tua renta dihadapannya ini, pasti akan meminta Cicil untuk menikah dengan dirinya, agar Riki keluar dari penjara. Orang tua apa didunia ini yang rela melihat anaknya di penjara.


“Abah, aku bakal keluarin Riki. Asal Cicil nikah sama aku,” ucap Albert lagi.


Abah menatap Cicil, sebelah tangan Abah masuk kedalam saku celananya. Cicil yang merasa Abah melihatnya, langsung menggelengkan kepalanya dengan tatapan mata memohon. Sumpah demi apapun Cicil tidak mau menikah dengan Albert.


Abah mengangguk-anggukkan kepalanya sambil berdiri dan menunjuk Cicil. “Cil, kamu mau nikah sama dia atau sama Riki?” tanya Abah santai.


“Riki, saya mau nikah sama Riki. Tapi....” Cicil menggigit bagian bawah bibirnya, dia tidak bisa melihat Riki sengsara di penjara. Cicil tau Albert akan menggunakan seluruh kekuasaannya agar Riki membusuk di penjara, sampai Cicil mau menikahinya.


“Ya udah,” ucap Abah santai.


“Ya udah gimana sih, Bah?” ucap Rozak kesal, Abah ini memang sangat-sangat menyebalkan bila sedang seperti ini.


“Ya udah, mending si Riki diem aja di penjara, kamu mau nunggu Riki kan?” tanya Abah santai sambil menunjuk Cicil.


Cicil kaget dengan perkataan Abah, “Maksudnya gimana, Bah?” tanya Cicil kaget.


“Ya maksudnya, mending si Riki diem aja dipenjara, suruh dia jalanin hukumannya. Abah, mana tega ngeliat anak Abah dijadiin samsak hidup sama ini curut,” ucap Abah sambil menunjuk Albert.


“Anak?” tanya Cicil kaget saat Abah berkata anak pada dirinya.


“Iya, anak. Kamu anak Abah ‘kan. Emang kamu siapa? Kamu yah anak Abah, kamu mau nikah sama Riki kan? Jadi, kamu anak Abah, semua yang nikah sama anak Abah, yah anak Abah,” ucap Abah.


“Dan kamu,” ucap Abah sambil menunjuk Albert dengan korannya.


“Apa?” tanya Albert sambil berdiri dan menatap Abah. Albert yang masih muda dan hampir 70% ditubuhnya adalah otot, benar-benar tampak mengintimidasi Abah. Abah hanya lelaki pendek dan ringkih.


“Keluar kamu dari rumah saya, jangan pernah berharap kamu bisa nikah sama Cicil. Cicil itu anak saya, Anak ABAH...!?” teriak Abah sambil memukulkan korannya ke tangan Albert.


“Aw... are you nut? (Apa kamu gila?)” bentak Albert tidak terima dirinya dipukul oleh Abah. Tangan kanannya langsung mencengkram kerah baju koko milik Abah. Abah yang kecil badannya langsung terangkat.


Rozak langsung berdiri saat melihat Abah dicengkram oleh Albert. “Albert, turunin Bapak gue!?”


“Kakek nggak tau diri kaya gini harus dikasih pelajaran....”


Tangan Albert terkepal dan terangkat, siap untuk memukul Abah. Cicil dan Laura langsung menutup kedua matanya dengan tangan. Sedang, Rozak langsung melompat memegang tangan Albert yang siap memukul Abah.


Abah sama sekali tidak bergeming, dia diam dan menatap Albert dengan tatapan meremehkan. Tidak ada rasa takut sama sekali dari wajah Abah. Membela anak-anaknya adalah harga mati untuk dirinya. Miskin boleh tapi harus punya harga diri.

__ADS_1


“Cicil tidak akan pernah saya nikahkan dengan orang sebrengsek kamu, Albert,” ucap Abah sambil terus menatap Albert galak.


“Bang...”Albert memundurkan tangannya kebelakang, bersiap memukul Abah dengan kepalan tangannya.


“Abah...” Cicil dan Laura berteriak berbarengan.


“Albert, lepasin Bapak saya,” bentak Rozak sambil menarik tangan Albert untuk menahan gerakan memukul yang akan Albert lakukan. Namun, nihil, kekuatan Albert lebih besar dari dirinya.


Saat tinju Albert akan mengenai pipi Abah, Albert merasakan pukulan di pipinya. Albert langsung terpelanting kebelakang. Kepalanya membentur lantai rumah Abah. Pegangan tangannya dari kerah baju koko Abah terlepas, sedang Rozak yang menarik tangan Albert, langsung melepaskan pegangannya pada tangan Albert, membuat Albert benar-benar tersungkur dilantai.


“Back off, Connor. Why you want, to punch my father in law?”


(Mundur, Connor. Kenapa, kamu mau memukul mertua saya?)


Semua orang disana langsung menatap sesosok bule tampan bermata biru dan berambut coklat. Lelaki, gagah dan tampan itu sedang membuka jasnya dan memberikannya pada seorang wanita cantik, bertubuh mungil dan pendek.


“Berutti?” ucap Albert sambil menatap laki-laki tersebut.


“Śi, can i help you, and why you here?” tanya lelaki itu sambil berjongkok dihadapan Albert. (Iya, ada yang bisa saya bantu dan kenapa kamu disini?)


“Lo yang ngapain disini, bukannya lo tinggal di Singapura, mengurusi bisnis lo yang makin mengurita?” tanya Albert bingung, kenapa bule sinting ini ada dirumah bobrok keluarga Riki.


“Gue?” tanya Lelaki itu sambil menunjuk dadanya, “kuping lo kayanya mempet yah, tadi, gue tanya. Ngapain lo mau pukul mertua gue?”


“Orang yang mau kamu tonjok tadi, itu ayah dari Istri saya. Sekarang, saya tanya. Kenapa kamu mau nonjok mertua saya, hah?” sentak Adipati berang, sambil mencengkram kerah baju Albert.


“Udah... udah” teriak Abah sambil berusaha berdiri dibantu oleh Cicil.


“Kamu, siapa tadi namanya tuh, curut?” tanya Abah yang tiba-tiba lupa nama Albert.


“Albert, Bah,” ucap Cicil pelan.


“Nah, iya. Kamu Albert mending pulang, pulang sana,” usir Abah sambil menggerakkan tangannya, “pulang sana. Dan jangan pernah bermimpi dan berpikir bisa nikah sama Cicil. Cicil calon mantu saya. Terserah kamu mau lakuin apa aja sama Riki, mau dia di bui 10 tahun juga, terserah.”


“Hah? Aa Riki di penjara?” tanya Taca kaget. Taca wanita ramping dan berwajah seperti anak kuliahan menatap Abah.


“Iya, Ta,” cicit Cicil sambil mengusap air matanya. Rasa bersalah langsung mendera diri Cicil karena sudah membuat Riki masuk penjara.


“Kok bisa?” tanya Taca kaget sambil menatap Cicil.


“Gara-gara ni curut,” ucap Rozak kesal sambil menunjuk Albert.

__ADS_1


Adipati yang mendengar perkataan Rozak langsung menatap Albert meminta penjelasan. “Albert.”


“Riki ngerampok berkas-berkas dikantor saya di....”


“Dia itu ambil berkas perjanjian asli punya Aa Riki, terus kamu manipulasi berkasnya. Kamu palsuin berkas perjanjiannya. Kamu, mau bikin Aa Riki bangkrut ‘kan,” potong Cicil kesal.


“Bener?” tanya Adipati sambil terus menatap Albert.


“Bukan urusan kamu, Adipati Berutti. Ini bisnis,” ucap Albert sambil berdiri.


Adipati dan Albert saling tatap, tinggi badan yang hampir imbang membuat mereka saling bertatapan dengan pas. Suasana langsung berubah tidak enak.


Keduanya saling mengepalkan kedua tangannya, mereka berdua seperti bersiap untuk saling hajar. Mempertahankan harga diri masing-masing.


“Di.” Taca berusaha untuk memanggil suaminya, mencoba untuk menenangkan Adipati dengan suaranya.


“Udah, mending kamu pulang.” Abah langsung memisahkan Adipati dan Albert. Abah langsung mendorong Albert menjauh dari mantunya. Mantunya ini memang baik. Tapi, kalau sudah marah orang bisa masuk ke rumah sakit akibat dipukuli oleh Adipati.


“Saya kesini mau minta Cicil untuk....”


“Pulang Albert, jawabannya nggak. Mending aku nunggu Riki 10 tahun keluar dari penjara baru aku nikah. Daripada, aku nikah sama orang kaya kamu,” jawab Cicil tegas.


Albert menatap Cicil dengan Tatapan nanar. Rasa kesal langsung menerpa Albert. Dia benci kalah, dia benci dipecundangi seperti ini. Yang lebih penting dia benci Cicil tidak dipelukkannya lagi.


“Oke, aku pulang,” ucap Albert sambil mundur kebelakang dan meninggalkan ruang kelurga Abah sambil mengepalkan tangannya. Berjanji didalam hatinya.


Dia akan melakukan sesuatu pada Cicil dan memberi pelajaran pada Riki Trina. Dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka berdua hancur...!


•••


Dorrr...


Aku nggak bisa tentuin jadwal updatenya.


Tapi, pokoknya MMT akan update sehari 2 bab aja. Nggak akan kurang, kalau lebih berarti aku lagi baek wkwkwk...


Aku sayang pembaca semua...


Jangan lupa itu diklik tombol likenya. Ah tadi aku udah coba pake jempol kaki, ternyata bisa dong...


Kalian coba deh? Klik pake jempol kaki likenya 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


XOXO GALLON


__ADS_2