Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Medusa


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️


•••


Cicil turun dari tangga sambil bersenandung, hatinya benar-benar senang hari ini. Bagaimana tidak, pekerjaannya selesai dan saat ini dia akan pergi bersama Riki, bukan kencan, tapi Cicil sangat suka berjalan-jalan dengan Riki. Riki benar-benar mengenalkan Cicil dengan hal-hal baru yang belum pernah Cicil alami seumur hidupnya.


"Aa ada apa? Kok mukanya pada asem gitu," tanya Cicil sambil duduk disebelah Riki yang sedang membaca selembar kertas.


"Si Albert bikin ulah lagi, Cil," ujar Edy sambil mencorat coret sesuatu di kertas.


Cicil kaget saat Edy mengucapkan nama Albert, mau apalagi Albert? Belum jera juga, padahal kemarin dia sudah habis dipukuli orang kampung.


"Kenapa lagi Albert?" tanya Cicil sambil berusaha mengintip kertas yang ada di tangan Riki. Sayangnya Riki keburu menutup kertas tersebut.


"Albert menghentikan pasokan ayam dan daging untuk resto ini," ujar Edy sambil melmparkan pulpennya diatas kertas yang tadi dicorat coret.


"Kok bisa?" tanya Cicil bingung.


"Katanya pasokan ayam dan daging diperusahaannya sedang tidak bagus. Jadi, dia menghentikan pasokan ayam an daging ke restoran ini tanpa batas waktu," jawab Riki.


"BULLSHIT...!! Ngaco, siapa yang bilang? Perusahaan Albert yang ngurus pasukan ayam dan daging hampir semua rumah makan cepat saji di Indonesia, nggak mungkin dia kekurangan pasokan," ujar Cicil sambil menatap Riki kemudian Edy.


"Kharis, sekertaris Albert yang bilang," Edy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Medusa sialan itu tadi kesini?"


"Medusa?" tanya Riki bingung, seingatnya tadi yang datang kesini namanya Kharis bukan Medusa.


"Kharis itu Medusa, cantik diluar dan tutur katanya bagus, tapi kelakuan dan isinya nol besar. Benar-benar Medusa dalam dunia nyata. Jangan sampai kamu deketin dia, awas aja kamu deket-deket dia. Aku rebus kamu," ancam Cicil sambil menunjuk Riki dengan tatapan paling menakutkan yang Cicil miliki.


Saking takutnya dengan tatapan Cicil, Riki memundurkan badannya menjauh dari Cicil. "Aa, nggak ngapa-ngapain. Aa udah punya bidadari ngapain nyari lampir kaya Kharis."


Cicil langsung memicingkan matanya dan menatap manik mata Riki, mencoba mencari kebohongan disana. Saat merasa sudah tidak menemukan kebohongan disana, Cicil langsung tersenyum.

__ADS_1


"Awas aja Aa selingkuh, Cicil kurung Aa biar nggak bisa kemana-mana," ujar Cicil.


Edy yang melihat kecemburuan Cicil yang berlebihan pada Riki hanya bisa mengelengkan kepalanya, orang buta juga tau yang harusnya cemburuan itu Riki, tapi ini malah sebaliknya.


"Cil, kamu mah santai aja kalau pacaran sama Riki, Riki mah nggak seganteng saya. Jadi, dijamin nggak bakal ada yang mau sama Riki. Riki dapetin kamu tuh anugrah," ujar Edy.


"Terus Cicil dapetin aku apaan?" tanya Riki penasaran.


"Musibah, Rik," kekeh Edy.


"Yeh bisa aja ngejeknya, Mang," ujar Riki kesal.


"Udah... udah, malah bercanda. Balik ke masalah yang ada. Kalau misalnya Albert nggak mau masok ke restoran kamu lagi, kita bisa ambil dari suplayer lain, Aa. Nanti Neng kenalin sama suplayer lainnya," ujar Cicil.


"Masalahnya si kampr*t ini, tanda tangan perjanjian kalau restoran kita nggak bisa ambil dari suplayer lain dan kalau kita mangkir atau cabut kontrak kita harus bayar ganti rugi sebesar 10 milyar...."


"Hah, kok kamu tanda tangan perjanjian kaya gitu sih, kamu nggak baca dulu?" ujar Cicil sambil memukul bahu Riki kesal, perjanjian macam apa itu? Perjanjian itu malah bisa membuat restoran Riki gulung tikar. Tidak imbang.


"Aa, ngerasa nggak tanda tangan perjanjian kaya gitu kemarin, Neng," ujar Riki sambil menunjukkan surat perjanjian pada Cicil. Cicil membacanya dengan cepat.


"Ini perjanjian macam apa? Resto kamu bisa gulung tikar Aa," ujar Cicil kesal.


"Kalau gitu Aa pegang surat perjanjian yang kemarin Aa tanda tangani? Biar kita bandingin," tanya Cicil.


"Riki ngilangin surat perjanjiannya di kantor Albert, Kamu inget pas Riki gebukkin Albert dikantor Albert kemarin?" tanya Edy, yang langsung dijawab anggukan oleh Cicil. "Si borokokok ini ninggalin disana."


"Astaga, Aa. Terus sekarang gimana ini? Kita harus gimana kalau gini?" tanya Cicil bingung.


"Ed, stok ayam dan daging bisa bertahan berapa bulan?" tanya Riki.


"Bulan? Stok ayam dan daging cuman cukup sampai dua minggu kedepan," ujar Edy sambil menunjukkan kertas yang tadi dia corat coret. "Lebih dari itu resto ini bisa berubah jadi restoran khusus vegan."


"Aa, ini beneran tanda tangan kamu?" tanya Cicil sambil menunjukkan tanda tangan Riki dikertas perjanjian.


Riki dengan cepat melihat tanda tangan tersebut, tunggu sebentar, kenapa tanda tangannya rada aneh, itu seperti tanda tangan photo copyan. Seingatnya Riki menandatangani surat perjanjian tidak secara digital.


"Tanda tangannya rada aneh, Neng," ujar Riki.

__ADS_1


"Dasar Medusa," dengus Cicil sambil menahan napasnya. Kharis bukan wanita sembarangan, selama Cicil berhubungan dengan Albert, Kharis benar-benar licik seperti ular. Dasar siluman ular, dulu Cicil berkali-kali berkelahi dengan Albert karena hasutan Kharis. Cicil sudah mengenal betul kelakuan Kharis.


"Ini tanda tangan pasti dipalsuin sama Kharis."


"Hadeuh, kumaha atuh ieu, bisa tutup ieu restoran lamun euweuh pasokan daging jeung hayam, maeunya rek ngajieun ulekutet leunca, Mang?" cerocos Edy pada Riki.


(Aduh, gimana ini, bisa tutup restoran ini kalau nggak ada pasokan daging sama ayam, masa mau bikin makanan ulekuteuk leunca (Makanan Sunda), Mang)


“Bukan cuman restoran ini yang tutup, Ed. Bisa-bisa cabang juga tutup,” dengus Riki sambil mengusap rambutnya gemas.


“Kamu yakin, itu surat aslinya hilang ditempat Albert?” Cicil menatap Riki.


“Yakin, amplop kupret itu pasti ketinggalan disana, nggak mungkin ditempat lain,” ujar Riki.


“Ya udah kita ambil aja langsung ketempat Albert,” Cicil menatapa Riki dan Edy bergantian.


“Aduh, Cil kamu sangka kalau kita datang kesana, bisa gitu si Albert langsung ngasih suratnya gitu aja, yang ada kita udah diusir pas sampai depan kantornya Albert,” Edy mengingatkan Cicil.


“Kata siapa kita datang langsung?” ujar Cicil sambil tersenyum penuh misteris.


Riki dan Edy saling tatap, “Perasaan aku nggak enak, Rik.”


“Sama aku juga, Mang. Kayanya kita udah mengkontaminasi Cicil deh.” Riki kemudian melirik Cicil yang sedang tersenyum misterius pada Riki dan Edy. “Neng....”


Cicil hanya tersenyum kemudian membisikkan suatu rencana, rencana sinting yang sampai-sampai seorang Edy edrosh yang kelakuannya absurd pun tercengang, dengan rencanannya.


•••


Mbak Cicil udah ikut-ikutan somplak kayanya hahahahaha....


Rencananya apa yah...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2