Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Maafin aku ...


__ADS_3

“Aki,” panggil Edy saat menjemput Kakeknya di alpamaret.


“Eh ... si semprul, ningalkeun maneh (ningalin kamu),” ucap Aki sambil menghisap rokok jarcok miliknya.


“Hampura, Ki kaweur ( Maaf, Ki nggak tenang)” kekeh Edy sambil duduk di kursi kosong.


“Gelo sia mah, maeunya Aki sorangan ditinggalkeun. Untung Aki teu diculik (Gila kamu, masa Kakek sendiri ditinggalin. Untung Kakek nggak diculik)” gerutu Aki.


“Maaf atuh,” ucap Edy.


“Mana Laura?” tanya Aki sambil melihat ke kanan dan kekiri mencari Laura.


Edy langsung menghela napasnya pelan, walaupun pelan Aki mampu menangkap kalau ada yang tidak beres dengan Edy dan Laura.


“Kenapa?” tanya Aki.


“Laura ngambek, gara-gara aku sama Om Sabar ingin nikah ala Liverpool,” ucap Edy.


Bletak ...


Aki melemparkan bungkus rokok kosong pada Edy saking kesalnya. “Ngaco maneh jeung calon mitoha maneh mah, (ngaco kamu sama calon mertua kamu,)” ucap Aki.


“Ngaco gimana Ki? Edy sama Om Sabar suka bola, pecinta Liverpool.” Edy mengepalkan kedua tanganya ke udara.


“Terserah, yang penting persib di hati Aki,” ucap Aki sambil memukul dadanya. Bangga menjadi bobotoh Persib Bandung. Viking.


“Hilih, eleh wae (Kalah aja)”


“Daek dicoret ti kartu kaluarga, maneh? (Mau dicoret dari kartu keluarga kamu?)” tanya Aki.


“Entong atuh, (jangan dong)”


“Udahlah, kamu yakin mau nikah pake gaya Liverpool?” tanya Aki.


“Nggak tau, Om Sabar ingin kaya gitu. Tapi, Laura ngambek dia bilang masa nikah harus pake baju trainning,” ucap Edy.


Aki hanya bisa menahan tawanya membayangkan pernikahan macam apa yang akan dibuat oleh Edy dan Om Sabar. Tidak dapat Aki bayangkan acaranya seperti apa. Jangan bilang nanti ada pertandingan persahabatan sepak bola antara kampung rancasawo dan rancacili.


“Edy, inget nikah cuman sekali. Pasti Laura punya pernikahan impian.”


“Tapi, Edy juga ingin atuh. Ingin nikah ala Liver—“


“Jangan ngaco, nggak kasian kamu sama Laura? Yang ada nanti dia diejek sama temen-temennya. Nanti dia bakal dibilang, udah nikah sama cowo tampang lele dumbo, eh ... nikahnya pun aneh binti ajaib,” ucap Aki.


Edy mencoba mengerti perkataan Aki, sebenarnya dirinya juga ada rasa sesal saat mengiyakan keinginan calon mertuanya itu. “Iya sih, Ki.”


“Nah ... sekaranh kamu minta maaf sana sama Laura,” ucap Aki.


“Jadi Edy harus minta maaf?” tanya Edy yang masih merasa tidak bersalah.

__ADS_1


“Haduh ... kamu mau nikah nggak sama Laura?” tanya Aki.


“Mau atuh, ngebet malah.”


“Makanya udah sana minta maaf, terus ngomong sama mertua kamu buat urungin rencana nikah ala Liverpool. Nih, pemain Liverpoolnya sendiri nggak ada yang nikah pake kaos olahraga. Lah ... kamu malah ngadi-ngadi mau nikah ala Liverpool, ngaco.” Aki mengingatkan Edy.


“Lah iya yah, Ki. Pemain Liverpool aja nggak ada yang nikah pake baju timnya. Lah ... aku mau sosoan kaya gitu.” Edy seperti tersadar akan kebodohannya sendiri.


“Nah sadar maneh?” tanya Aki.


“Sadar Ki,” ucap Edy sambil beranjak dari duduknya kemudian memeluk Akinya.


“Baiklah, Edy akan mencari pujaan hati Edy dulu. Membujuknya untuk kembali kepelukan arjunannya yang bernama Edy,” ucap Edy sambil mengedipkan kedua matanya.


“Bagus, cepet cari terus bujuk buat nikah sama kamu, Ed. Terus langsung nikahin, keburu Laura sadar.”


“Kalau sadar emang kenapa?” tanya Edy.


“Kalau sadar takut sawan Lauranya, terus kabur nggak jadi nikah sama kamu. Sadar Edy, muka kamu teh pas-pasan syukur-syukur Cewek secantik Laura mau sama kamu.” Aki mengingatkan Edy yang langsung dijawab anggukkan oleh Edy.


“Iya, Edy akan berjuang. Doakan, Ki.” Edy langsung sungkem pada Aki kemudian pergi meninggalkan Aki.


Aki langsung tersenyum pada Edy yang pergi meninggalkannya di Alpamaret. Sesaat setelah Edy pergi dari pelataran parkir Alpamaret dengan mobilnya, Aki baru tersadar satu hal.


“Eh ... kupret, kenapa Aki ditinggal lagi,” maki Aki sambil terlonjak dari kursinya dan menepuk dahinya dengan tangan kanannya geram.


“Dasar incu (cucu) edyan,” maki Aki kesal.


••••


Ditusuk-tusukkan garpu kedaging di hadapannya dengan malas-malasan. Tadi, Laura sudah memakan sedikit daging di piring tersebut. Namun, rasanya tidak seenak buatan Edy.


Laura mengerucutkan bibirnya, dia kesal bukan main dengan Edy. Semenjak Edy diminta untuk membentuk tubuhnya oleh Papih, Edy seperti tidak punya waktu untuk dirinya. Edy sangat fokus untuk pembentukkan tubuhnya.


Laura mencoba memakluminya, karena Laura tau Edy sedang mengambil hati Papihnya dan dari hari ke hari Edy dan Papihnya makin akrab. Hari ini sebenarnya Edy dan Aki datang kerumahnya untuk membicarakan tentang pernikahan. Laura senang bukan main karena dia bisa bertemu dengan Edy lagi tapi, Laura kesal bukan main karena Edy dan Papihnya malah ingin melangsungkan pernikahan ala Liverpool.


Laura punya pernikahan impiannya, Laura ingin didandani seperti puteri disney. Kalau bisa mereka nikah di kastil bukan di lapang Gelora Bung Karno. Argh ... kesal rasanya membayangkan menikah menggunakan baju bola, astaga tidak terbayang bakal semalu apa dirinya di antara teman-temannya nanti.


“Edy nyebelin!?” rutuk Laura keras-keras.


“Maaf.”


Laura langsung menoleh ke kanan dan mendapati Edy yang berjalan kearahnya dengan membawa buket bunga mawar merah yang sangat besar.


“Lele,” panggil Laura kaget. “Kok kamu ada di Sini?”


Edy menyerahkan buket bunga mawar merah pada Laura. Laura dengan cepat mengambil dan memeluk bunga dari Edy.


Laura mengerutkan keningnya saat menatap bunga mawar yang dibawa oleh Edy, bunga tersebut tidak ada baunya dan yang paling aneh bunga tersebut tampak seperti kertas. “Lele, ini mah bunga bohongan.”

__ADS_1


“Iya, itu bunga bohonhan. Biar awet, seawet cinta aku ke kamu, sayangku.”


Laura hanya bisa meletakkan bunga tersebut di bagian kanan kakinya sambil memutarkan matanya gemas. “Ngaco kamu emang nggak ada lawan.”


“Biar awet Laura, kalau bunga asli gampang layu. Makanya aku kasih bungan imitasi, biar tidak pernah layu, seperti cintaku padamu sayangku yang tidak akan pernah lagu dan pudar sampai mati,” rayu Edy.


“Terserahlah, gimana kamu aja. Ngapain kamu di sini? Mau apa?” tanya Laura yang masib kesal dengan Edy.


“Maafin aku, Laura. Aku salah,” ucap Edy meminta maaf.


Laura mengangkat sebelah alisnya, “Salah apa?” tanya Laura.


“Aku salah udah maksa dan minta kamu nikah dengan tema liverpool. Pdahal, aku yakin kamu udah punya impian pernikahan sendiri,” ucap Edy mencoba membujuk Laura agar tidak marah pada dirinya.


“Terus?” tanya Laura lagi.


“Aku minta maaf, nanti aku bilang sama Papih kamu punya impian pernikahan sendiri. Aku nggak bakal larang sama sekali.” Edy berkata sambil menarik tangan Laura dan menggenggam tangan Laura erat.


“Apa lagi?”


“Yah ... sekarang gimana kamu mau nikah ala apa juga. Aku nurut aja, selama kamu nikahnya sama aku. Bukan sama orang lain.”


“Beneran?” tanya Laura memastikan perkataan Edy.


“Iya, aku mah yang penting kamu bahagia dan kamu nikahnya sama aku,” ucap Edy.


“Oke di mana pun yah, kamu sama Papih harus mengiyakan,” ucap Laura.


“Iya di manapun. Sok kamu mau nikahnya di mana? Aku bakal ikutin,”bujuk Edy.


“Beneran?”


“Iya, Laura asal nikahnya sama aku. Itu aja syaratnya,” ucap Edy.


“Oke, jadi aku mau nikah di ....”


“Di mana?” tanya Edy semangat.


“Di Disneyland Jepang.”


“Kumaha!? (Gimana?)”


••••


Mampoes, jual ginjal lo Edy. Laura maunya nikah di disneyland Jepan.


Bagi yang mau membeli ginjal milik Edy Edrosh bisa menghubungi nomer ini 081928615178018651.


Insya allah, nggak bakal ada yang bales 🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Jangan lupa kopinya kakak biar seger. Komennya dan likenya juga. Jangan diem-diem bae 🤣.


XOXO GALLON yang HOBI KELON.


__ADS_2