
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️
•••
Cicil terbangun dengan badan yang sakit, Cicil berusaha membuka matanya dan menggerakkan sekujur badannya. Sakit..
Badan Cicil sakit, sekujur tubuhnya sakit, pipinya bengkak, bibirnya sobek. Cicil mengusap rambutnya dan mendapatkan rambut yang rontok sangat banyak. Perutnya sakit bukan main, diliriknya tubuhnya. Cicil hanya menggunakan kemeja milik Albert. Dibukanya kancing kemeja milik Albert, napas Cicil tercekat saat melihat banyaknya lebam, bukti kepemilikan dan bekas gigitan di dadanya. Air mata Cicil jatuh, tuhan dia di perkosa oleh pacarnya sendiri, didalam penthousenya, didalam kamarnya, ditempat seharusnya dia merasa sangat aman dan nyaman.
Cicil mengedarkan pandangannya mencari dimana handphonennya, dia harus menelepon Ibunya atau Ayahnya...!! Keluarganya harus tau dia di perkosa oleh seorang Albert Connor..!
“Mbak...”teriak Bi Jum dari pintu.
“Bi Jum..” pekik Cicil lega karena ada seseorang disana.
“Mbak, ini minum dulu. Bibi kaget pagi-pagi liat Neng di borgol di ranjang ngak pake baju dan badan penuh lebam,”isak Bi Jum sambil mengusap pelan bahu Cicil.
“Mana Albert?”
“Tuan Albert diruang tamu, Mbak jangan bersuara yah, Tuan Albert tadi ancam bibi buat ngak ngomong malasah ini kesiapapun. Bahkan, Bibi sama satpam apartemen diancam sama Tuan Albert. Sampai tadi Bibi mau telepon dokter ngak diizinin,”ujar Bi Jum sambil menahan tangisnya. Cicil yang sudah Bi Jum urus dari kecil membuat Bi Jum sangat sayang dengan Cicil.
“Handphone aku mana Bi? Aku mau telepon Mamih,”tanya Cicil sambil menatap sekeliling.
“Tuan Albert pecahin, Mbak. Semuanya Tuan Albert rusak. Ipad, telepon apartemen, handphone sampai laptop Mbak Cicil dirusak,”ujar Bi Jum.
Cicil kaget dengan perkataan Bi Jum, astaga Albert gila. Albert ngak waras..!
“Handphone Bi Jum?”
“Dirusak juga Mbak, pokoknya Bi Jum diancam buat ngak bilang siapa-siapa termasuk orang tua Mbak Cicil. Kalau sampau Bi Jum berani macam-macam, Mbak...Mbak...”
“Apa?”tanya Cicil bingung.
“Tuan Albert bakal mukulin Mbak Cicil lagi, Bi Jum ngak mau, Bi Jum ngak tega, Mbak...”isak Bi Jum sambil mengusap air mata di pipinya.
Cicil menelan salivanya, Albert sakit..! Positif Albert sakit. Cicil mengerakkan badannya dan Cicil merasakan rasa sakit diperut dan bagian pribadinya, pedihnya bukan main.
“Aw..”
“Mbak...mau Bi Jum bawain minum?”tawar Bi Jum.
“Boleh Bi, minta air perasan jeruk lemon anget yah,”pinta Cicil sambil menyenderkan punggungnya di hardboar.
Bi Jum pun menganggukan kepalanya kemudian pergi keluar kamar, meningalkan Cicil sendirian.
__ADS_1
“Baby..”
Badan Cicil langsung bergetar hebat, Cicil ketakutan saat mendengar suara Albert. Cicil langsung melihat Albert yang sudah ada disampingnya.
“Al...”
“Baby, sakit ‘kah? Maaf yah.. maaf...”Albert tiba-tiba menangis dan menciumi tangan Cicil. Cicil kaget melihat prilaku Albert.
“Al....”
“Baby maafin aku, aku khilaf maaf..maaf..” teriak Albert sambil memeluk Cicil, kemudian menciumi pucuk rambut Cicil.
Cicil kaget dengan perubahan Albert, baru saja Cicil diperkosa dengan brutal oleh Albert, sekarang dia memeluk dan menangis meminta ampun juga memohon maaf pada dirinya. Kenapa Albert?
“Baby, aku salah maafin aku, aku sayang kamu, aku cinta kamu. Maafin aku.... aku sayang kamu,”isak Albert sambil terus menerus memeluk Cicil.
Cicil yang kaget hanya bisa mendorong lembut Albert, Cicil bingung dengan kelakuan Albert.
Tiba-tiba Albert bersimpuh di kaki Cicil dan menciumi kaki Cicil seperti orang gila.
“Albert apa-apaan kamu?”tanya Cicil kaget melihat prilaku Albert yang berubah 180 derajat. Saat ini Albert seperti anak kecil yang memohon maaf pada dirinya.
“Baby, maafin aku. Aku janji ngak bakal ngelakuin itu lagi, jangan bilang siapa-siapa. Aku lakuin itu karena aku cinta sama kamu. Aku cinta kamu, kamu obsesi aku... aku cemburu kamu bahagia dapet kado dari Juan mantan tunangan kamu, maaf Baby, aku terlalu mencintai kamu. Tolong jangan bilang siapapun, aku cinta kamu,”mohon Albert sambil terus menciumi kaki Cicil.
Cicil bingun apa yang harus dia lakukan? Albert didepannya berbeda dengan Albert yang menyiksanya kemarin. Apakah dia harus memaafkan Albert?
Cicil diam, hatinya sedikit terenyuh melihat permintaan maaf Albert yang terus menerus. Albert mungkin khilaf, mungkin dia terlalu mencintai dirinya hingga melakukan perbuatan sinting seperti kemarin.
“Oke, tapi tolong jangan lakuin hal kaya kemarin lagi,”ujar Cicil akhirnya. Cicil akhirnya luluh dan memaafkan Albert.
Albert langsung menatap Cicil dengan bola mata abunya, dengan cepat Albert mencium bibir Cicil. Cicil mendorong badan Albert, bibirnya masih sangat sakit, demi apapun bibirnya robek..!
“Ah maaf...”
“Albert bibir aku robek, masih sakit. Aku mau tidur,”ujar Cicil.
“Oke..istirahat, Baby,”ujar Albert sambil mengecup pucuk rambut Cicil lembut.
Cicil memejamkan matanya berusaha untuk tidur kembali dan berdoa semoga keputusannya adalah keputusan terbaik dihidupnya, untuk memaafkan kembali Albert.
•••
Plakkkk....
Albert menampar pipi Cicil keras, ini tamparan ke 30 kali yang Cicil rasakan selama sebulan terakhir ini. Albert selalu memukulinya setiap Cicil melakukan sedikit kesalahan. Bahkan hanya salah menggunakan baju saja, Albert akan memukulinya habis-habisan.
Cicil berusaha untuk meminta bantuan siapapun, tapi Albert terlalu pintar, Alberg selalu bisa meyakinkan orang-orang bahwa Cicil terjatuh dikamar mandi atau terjadi insiden kecil yang membuat badan atau mukanya biru-biru atau memar. Bahkan orang tuanya lebih percaya perkataan Albert dari pada perkataan Cicil.
__ADS_1
Yang mempercayai ceritanya hanya Bi Jum, satpam penthouse dan Laura sahabat terbaiknya.
“Berapa kali aku bilang pake baju yang normal, ngak usah terbuka kaya gini, mau jadi wanita panggilan?? Ngak puas kamu cuman sama aku, hah?” bentak Albert setelah menanpar Cicil dengan sangat keras.
Cicil menangis terisak, astaga tidak pernah terbayangkan diotaknya dia bisa terjerat percintaan dengan lelaki ringan tangan, emosian, cemburuan seperti Albert Connor.
Tubuh Cicil saat ini sudah terduduk di dekat lemari baju kamarnya. Cicil sudah tidak mampu berkata apapun lagi. Dia sudah pasrah, tubuhnya seperti hanya sebuah cangkang bagi jiwanya, tidak berarti sama sekali.
Albert langsung mendekati Cicil yang menangis terisak, “Baby, maafin aku. Aku ngak sengaja sayang, maaf,”ujar Albert tiba-tiba sambil memeluk Cicil lembut dan mengelus bagian belakang rambut Cicil.
Cicil diam, Cicil sudah tidak percaya lagi dengan perkataan Albert. Setelah Albert memukuli dirinya pasti saja Albert meminta maaf sambil menangis meraung atau sampai bersujud pada Cicil, tapi 2 hari kemudian pasti Albert memukulinya lagi.
“You are psyco, Albert,”desis Cicil sambil mengusap air matanya.
(Kamu Psiko, Albert)
Albert hanya tersenyum kemudian menarik rambut Cicil keras, “You made me a psycho, Baby. you make me obsessed with you.”
(Kamu membuat aku menjadi psiko, sayang. kamu membuatku terobsesi denganmu)
“You don’t need a girlfriend, you just need a therapist, Albert..!!” bentak Cicil geram.
(Kamu ngak butuh pacar, kamu cuman membutuhkan terapis, Albert)
“Ngak.. aku cuman butuh kamu,Baby,”ujar Albert sambil memukul Cicil dengan keras membua Cicil tidak sadarkan diri.
Flashback Off...
•••
Capek ya ampun bikin cerita macam begini..!
Besok yang manis dulu yah 😘
Semua adegan di bab ini terinspirasi dari kisah nyata dengan nama tokoh disamarkan dan beberapa adegan di tambahkan atau dikurangi agar sesuai dengan isi novel yang ada.
Maksud kaka gallon menulis cerita/adegan ini hanya untuk menyadarkan semua kaum wanita di sana, bahwa saat anda berpacaran dan sudah mendapatkan tindak KDRT harap Speak up, teriak, meminta tolong...! Karena percayalah pelaku kekerasaan akan terus mengulang perbuatannya bila anda diam saja.
Luv Gallon...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon