Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Anda kami tahan...


__ADS_3

“Gimana jadinya sih? Kok bisa Aa Riki masuk penjara?” tanya Taca sambil duduk dihadapan Cicil dan Laura.


Cicil diam menatap Taca, Adik Riki ini memang sudah lama Cicil kenal. Bahkan, dulu mereka pernah bermusuhan. Tapi, semuanya kembali seperti biasa. Terima kasih pada sikap pemaaf Taca yang melagenda.


“Amore, mana Kama?” tanya Adipati diambang pintu kamar. Saking cintanya Adipati pada Taca, Adipati selalu memanggil Taca dengan sebutan Amore yang artinya Cinta dalam bahasa Italia.


“Kama, Kalila sama Kafta lagi sama Abah di luar,” ucap Taca sambil menunjuk kearah luar.


“Kalian ngapain disini?” tanya Adipati bingung, masih pagi tapi istrinya sudah siap-siap bergosip dengan Cicil dan Laura.


“Cicil mau ngasih tau ke aku, kenapa Aa Riki bisa di penjara. Aku mau tau, aku yakin Aa Riki bukan kriminal,” ucap Taca.


“Amore, bisa nggak, nggak usah ikut campur masalah orang?” tanya Adipati, istrinya ini memang benar-benar tukang ikut campur masalah orang.


Taca berdiri dari duduknya dan menghampir Adipati, terkadang Taca suka geram dengan ketidakpedulian Adipati pada orang-orang sekitarnya. “Di, ini tuh kaka aku, bukan orang lain. Kaka aku bukan kriminal, jangankan ngambil barang orang. Napas bukan ditempat seharusnya aja dia nggak berani.”


“Amore, tapi....”


“Aku yang salah, Adipati, Taca. Aku yang kasih ide ke Riki buat ambil berkas-berkas. Aku yang salah,” ucap Cicil sambil menahan tangisnya. Dengan lancar Cicil menceritakan semuanya, tanpa ada yang ditutupi sama sekali. Semua di beberkan oleh Cicil, bahkan tindakan Albert yang suka memukulinya juga di beberkan oleh Cicil.


“Aku, aku nggak punya kuasa lagi. Aku udah kelur dari keluarga Bouw. Aku nggak bisa lagi pake kekuasaan keluarga aku,” ucap Cicil sambil terisak. “aku nggak bisa bantu Riki, maaf.”


“Cil, biar aku telepon kuasa hukum kelurga aku, biar aku bantu,” ucap Laura.


“Jangan,” ucap Adipati dan Cicil berbarengan.


Laura diam saat mendengar perkataan Adipati dan Cicil.


“Reputasi kelurga kamu lagi bagus, bapak kamu juga lagi mau nyalonin jadi anggota kongres. Jangan bikin perkara,” ucap Adipati, walau tinggal di Singapura, Adipati selalu update semua masalah di Indonesia.


“Iya, Laura. Jangan, aku nggak mau ada apa-apa sama Papih kamu,” ucap Cicil lagi.


“Terus gimana? Kamu mau Riki di bui?” tanya Laura gemas.


“Di, kamu nggak bisa....”


Tok... Tok... Tok...


Terdengar suara ketukan, Taca langsung berjalan kearah pintu yang diketuk.


Setelah dibuka, mereka mendapati dua orang polisi sedang berdiri dengan gagahnya.


“Iya, ada yang bisa saya bantu?” tanya Taca pada kedua polisi bernama Suaeb dan Ucup dihadapannya.

__ADS_1


“Saya disini diminta untuk menjemput seseorang, De,” ucap Suaeb, “Ade, orang tuanya mana yah?” tanya Suaeb lagi, rasanya tidak enak membicarakan penangkapan seseorang pada anak SMA didepannya.


Muka Taca langsung berubah asam, sudah muak dia disangka anak kecil olah orang-orang disekitarnya. Baby face (muka bayi) miliknya kadang memberikan keuntungan, kadang memberikan kerugian. Seperti detik ini.


“Orang tua saya? Ayah saya ada disana sama anak saya,” ucap Taca sambil menunjuk Abah yang sedang menggendong Kalila yang saat ini sudah berusia 5 tahun.


Polisi tersebut langsung mengerti kalau wanita dihadapannya ini bukan remaja belia, tapi, seorang ibu-ibu muda. “Maaf, Bu. Tapi kami disini ingin mencari bapak Rozak Trina.”


“Ada apa sama Kaka saya?” tanya Taca, perasaannya sudah mulai tidak enak. Kenapa Kakaknya dicari polisi. Kenapa kedua kakaknya jadi terlibat dengan kepolisian?


“Ini, Bu,” ucap Ucup sambil memberikan kertas berisikian surat penangkapan.


Taca membacanya dengan cepat, napasnya terhenti dan kakinya tiba-tiba lemas. Rasanya dia ingin memaki lelaki bernama Albert Connor. Sedendam apa sebenarnya Albert Connor dengan kelurganya, sampai Kakak-kakaknya dimasukan ke bui.


“Pak, ini belum jelas. Masa Kakak saya langsung dimasukkan ke tahanan. Biasanya ada panggilan saksi dulu. Nggak bisa gini, Pak,” ucap Taca yang sedikit mengetahui tentang hukum.


“Maaf, Bu. Kami cuman melakukan tuga saja. Jadi, dimana Bapak Rozak?” tanya Ucup sambil membuka sedikit pintu didepannya, mengecek takutnya ada seseorang yang bersembunyi dibaliknya.


“Pak, ini tuh nggak masuk akal,” teriak Taca kesal, saking kesalnya Taca sampai meremukkan kertas itu.


“Amore,” panggil Adipati panik saat mendengar istrinya berteriak keras.


“Di, masa Kang Rozak mau ditangkap. Ini si Albert punya dendam apa sih kekeluarga aku. Kok, sampai Kang Rozak mau ditangkap juga,” ucap Taca sambil menggerak-gerakkan kertas surat penangkapan dihadapan Adipati.


“Pak, maaf ini kenapa bisa kaya gini?” tanya Adipati sambil mengambil kertas dari tangan Taca dan membacanya.


“Saya hanya menjalankan perintah saja, Pak. Maaf,” ucap polisi tersebut.


Taca langsung menarik-narik baju Adipati, Taca tau kalau Rozak masuk penjara, kerjaannya sebagai PNS akan dicabut. “Di, kalau Kang Rozak masuk penjara, kerjaan dia sebagai PNS bisa dicabut. Dia bisa dipecat secara tidak hormat.”


Adipati yang tidak tega melihat raut wajah istrinya benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Argh... kenapa Istrinya ini malah menatapnya dengan tatapan sedih seperti ini sih.


“Ada apa?” tiba-tiba terdengar suara Rozak dari arah belakang.


“Kami mencari Rozak Trina,” ucap Ucup.


“Saya Rozak Trina, ada apa yah?” tanya Rozak sambil menyimpan handuk di atas kursi.


Ucup dan Suaeb dengan cepat menghampiri Rozak yang menatap mereka berdua kebingungan. “Pak Rozak saya harus membawa anda ke kantor polisi sekarang juga atas tindakan pencurian di kantor Albert Connor. Ikut kami sekarang,” minta Ucup sambil menarik tangan Rozak.


Rozak yang kebingungan hanya bisa dengan patuh mengikuti langkah kedua polisi dihadapannya.


“Pak, nggak lucu yah. Ini nggak bisa dong orang main-main tangkap gini. Nggak bisa,” teriak Taca sambil menarik kaos yang digunakan Rozak.

__ADS_1


“Maaf, Bu. Ini sudah tugas saya,” ucap Ucup sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Taca di kaos Rozak.


“Pak, tapi Kaka saya nggak salah. Astaga, Kang Rozak,” teriak Taca sambil berusah menarik kaos Rozak lebih keras lagi.


Rozak langsung berbalik dan memeluk Taca, “Taca, ini kesalahan Akang juga. Udah, Taca disini jaga Abah, yah,” ucap Rozak sambil mengecup pucuk rambut Taca.


Taca terdiam air matanya tumpah, Kang Rozak tidak pantas masuk penjara. Albert Connor sialan itu yang harusnya masuk penjara.


“Ada apa ini?” tanya Abah bingung melihat Rozak yang digiring oleh dua orang polisi.


“Taca, ada apa ini?” tanya Abah lagi sambil menurunkan Kalila dari pelukkannya.


Kalila langsung memeluk Kama ketakutan saat melihat ada dua orang polisi sedang menggiring Rozak. “Uwa Rozak, mau kemana?” tanya Kalila bingung.


Rozak langsung mendekati Kalila sambil mengusap rambut Kalila. Mata Kalila yang memiliki warna biru seperti Adipati dan rambut Kalila yang coklat benar-benar membuat Kalila menjadi anak yang cantik. “Uwa pergi dulu yah, nanti kita main barbie lagi yah.”


“Iya, ati-ati Uwa,” ucap Kama, Kalila dan Kafta berbarengan.


Rozak langsung berjalan meninggalkan semuanya bersama kedua polisi tersebut.


“Di, ini gimana?” tanya Taca kebingungan.


Adipati terdiam sambil menatap Cicil, Cicil sumber dari segala sumber masalah yang ada.


“Adi, aku....” Cicil menahan ucapaannya saat melihat tatapan Adipati.


“Di, ini gimana? Aku pokoknya nggak mau balik ke Singapura sebelum masalah ini beres. Siapa yang mau jaga Abah coba?” ancam Taca sambil menatap Adipati.


Kepala Adipati langsung pecah, ancaman Taca jangan dianggap main-main. Taca, bisa dengan tenangnya diam di Citeko bersama ketiga anaknya dan mengizinkan Adipati pulang ke Singapura, tanpa beban bagi Taca. Tapi, beban berat bagi Adipati yang terkenal dengan kemesuman tingkah Provinsi.


“Oke, aku urus semuanya,” ucap Adipati sambil menatap Cicil kesal. “dari dulu bikin ulah mulu lo tuh, Cil.”


“Sorry, Adipati,” ucap Cicil pelan dan hanya dijawab dengusan keras oleh Adipati.


•••


Woiii.... gimana udah nyobain di pencet tombol likenya pake jempol kaki?


Ada yang udah coba, kalian luar biasa...


jangan lupa tombol like nya di tabok biar HOBAAAA


XOXO GALLON

__ADS_1


__ADS_2