Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
102


__ADS_3

Friska yang mendengar itu menatap Rezky dengan sinis, “Apa an sih kak? Emang apa yang harus kita bahas?”


“Yah masa depan kita. Kapan tanggal pernikahan kita.” Ucap Rezky.


“Tanggal pernikahan?” tanya Friska.


Rezky mengangguk, “Yah pernikahan kita. Kau tahu kan orang tua kita belum memutuskan tanggal pernikahan kita. Jadi mari kita bahas hal itu.” ucap Rezky.


“Apa an sih kak. Jika ingin membahas hal itu maka bahas dengan orang tua kita. Riska mah nurut saja semua keputusan dari mama dan papa.” Ucap Friska lalu minum jus di hadapannya.


Rezky pun tersenyum melihat itu, “Beneran begitu yaa. Kakak akan meminta mami unt--”


“Jangan dadakan lagi. Awas aja dadakan kaya lamaran. Ingat kak pernikahan itu butuh persiapan. Kakak ini sama dengan kakak ipar Vino yang tidak sabaran dengan mempercepat lamaran dan juga pernikahan.” Potong Friska tegas.


Rezky yang mendengar itu lagi-lagi tersenyum, “Tentu saja sama dek. Kakak mengikuti kakak iparmu itu dengan melakukan sesuatu dengan sat sat sat set jadi. Kakak gak mau kehilangan kamu lagi dan akan terjadi kesalahpahaman lagi. Makanya kakak ingin semuanya cepat. Sudah cukup dua tahun ini kamu menikmati masa lajangmu itu. Kakak tidak ingin memberimu waktu lagi.” Ucap Rezky.


“Dasar pemaksaan. Belum jadi suami aja sudah pemaksaan. Ingat yaa kak aku ini bukan mahasiswimu lagi dan kau juga bukan dosenku lagi yang bisa kakak suruh-suruh revisi berulang kali padahal pekerjaanmu sudah benar dari awal hanya karena alasan konyol.” Ucap Friska menyindir calon suaminya itu.

__ADS_1


Rezky yang mendengar itu pun tertawa, “Masih di ingat aja. Maaf dek. Tapi benar loh kakak melakukan itu karena memang ingin melihatmu. Seperti kamu itu adalah vitamin dan penyemangat kakak, jika tidak bertemu denganmu dan melihatmu dalam satu hari maka kakak merasa tidak memiliki semangat. Makanya kakak memanfaatkan tugas proposal itu. Maaf ya dek. Tolong jangan di ingat lagi kesalahan itu dan keburukan masa lalu yang kakak buat untukmu.” Ucap Rezky serius.


Kini giliran Friska yang tertawa melihat keseriusan di wajah calon suaminya itu, “Tenyata kakak bisa serius juga yaa. Kak, jujur saja aku selalu ingat harus bolak-balik membuat laporan itu. Mana harus di print lagi kan rugi kertas dan tintanya, untung saja Riska punya print sendiri coba aja jika harus ke fotokopi entah rugi berapa aku.” Ucap Friska.


“Maaf sayang. Kakak ganti deh biayanya. Ayo katakan dan hitung saja berapa total semua biaya print itu biar kakak ganti.” Ucap Rezky.


“Sudahlah kak. Sudah terlambat. Jika dulu mungkin Riska akan mempertimbangkan bayaran itu tapi kini sudahlah, sudah terlambat.” Ucap Friska.


“Ehh gak boleh begitu. Kakak serius mau menggantinya total saja semua dengan bunganya juga gak apa-apa kan sudah telat dua tahun. Kakak akan membayarnya.” Ucap Rezky serius.


“Beneran ikhlas kan?” tanya Rezky memastikan.


Friska pun mengangguk, “Riska sudah ikhlas kok dengan semuanya. Lagian juga dosen itu kini adalah calon suami Riska. Jadi biar dia nanti akan menerima balasannya jika sudah menjadi suami Riska.” Ucap Friska tersenyum.


Rezky yang mendengar itu pun tersenyum, “Dosen ini siap menerima balasan itu dek.” ujar Rezky.


“Hahah, apa an sih kak.” Ucap Friska.

__ADS_1


“Dek, kakak bahagia kita bisa seperti ini. Kesalahpahaman itu sudah terurai dan kini kau adalah calon istri kakak. Kakak akan memastikan bahwa kau akan menjadi istri kakak dalam waktu sebulan ini. Kakak tidak ingin menunda terlalu lama dan kakak harap kau memakluminya.” Ucap Rezky.


“Terserah kakak deh. Percuma juga aku melarang jika kakak ingin mengikuti jejak kakak ipar. Ohiya kak, aku ingin bertanya bagaimana perasaan kakak saat kakak di bawa oleh mami dan di kenalkan kepada kak Reya yang ternyata adalah istri kak Vino.” ucap Friska tersenyum.


Rezky yang mendengar itu pun tertawa pelan, “Kau tahu saat itu kakak masih menjadi guru deh di sekolahmu. Biasalah ibu-ibu masa kini tidak bisa melihat anaknya dewasa pasti akan segera menyuruh mereka cepat-cepat menikah. Apalagi jika sudah melihat temannya memiliki cucu pasti juga ingin memiliki cucu juga. Yah saat itu kakak adalah korban dari perjodohan mami. Dia bertemu dengan mami Sinta di mall lalu memaksa kakak untuk mendatangi rumah mami Sinta karena dia pikir kakakmu itu adalah putri mami Sinta. Nah singkat cerita kakak pun menurutinya sebagai anak yang baik kan kakak pun datang bareng mami dan mami Sinta langsung menyambut kedatangan kami di rumah kakakmu itu. Jujur saja kakak sempat mengagumi kakakmu itu sebelum tahu dia adalah istri kak Vino dan sudah memiliki dua orang anak. Tidak lama setelah itu kak Vino datang dan setelah itu terbongkarlah semua bahwa kakakmu adalah istri kak Vino. Saat itu kakak hanya bisa menatap mami dengan tatapan kesal karena kakak hampir saja merusak hubungan pernikahan antara kakakmu dan kak Vino padahal kak Vino itu adalah idola kakak. Sepanjang pertemuan itu kakak canggung dan merasa bersalah. Ahh itu pengalaman yang buruk. Sejak saat itu kakak menolak semua perjodohan yang di lakukan oleh mami. Kakak trauma.” Jelas Rezky.


Friska yang mendengar itu tertawa, “Hahahh, astaga aku tidak bisa membayangkan bagaimana situasinya. Ternyata versi kakak lebih asyik yaa dari pada versi kak Reya.” Ucap Friska tertawa.


“Kamu tahu ini dari kak Reya? Kak Reya yang mengatakan padamu?” tanya Rezky.


Friska pun menghentikan tawanya lalu mengangguk, “Kak Reya sudah menjelaskannya setelah kejadian gaun yang di berikan mami untuk menghadiri ulang tahunnya itu. Kak Reya menceritakan ini tapi tidak selucu ini karena ternyata lebih menarik mendengar cerita versi kakak.” Ucap Friska kembali tertawa.


“Dek, itu cerita yang mengesalkan loh di tambah kamu tertawa menjadi bertambah mengesalkan. Ohiya dek apa kamu tidak cemburu dengan hal itu? Kakak sempat mengagumi kakakmu loh.” Ucap Rezky.


Friska terdiam, “Munafik Riska jika bilang tidak cemburu tapi setelah Riska pikir untuk apa cemburu jika kak Reya saja sudah memiliki suami yang sangat dia cintai. Selain itu juga buktinya saat ini kakak adalah calon suamiku. Jadi untuk apa aku harus cemburu lagi dengan rasa kagum itu. Lagian aku juga mengagumi kakakku itu. Dia adalah kakak terbaikku. Aku menyayanginya.” Ucap Friska.


Rezky pun tersenyum, “Kau benar kakak hanya mengagumi kakakmu saja. Kagum itu ini sudah berubah menjadi rasa hormat. Saat ini kakak hanya memiliki perasaan kepadamu saja. Ini bukan gombalan semata hanya untuk menyenangkanmu tapi ini memang kenyataannya. Kakak hanya mencintaimu.” Ucap Rezky.

__ADS_1


__ADS_2