Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
41


__ADS_3

“Lalu setelah itu apa yang terjadi kak?” tanya Friska penasaran kelanjutannya.


“Ya datanglah mami Jasmin beserta Rezky ke rumah ini saat itu, kakak pun menyambut dengan baik karena memang mami Sinta yang sudah tahu temannya akan datang langsung saja di sambut di rumah ini. Mami Jasmin saat itu kaget dan bertanya apakah mami Sinta sudah pindah rumah karena di sambut di rumah ini. Mami Sinta yang memang masih ingin mengerjai temannya tidak menjawab dan justru mengajak mami Jasmin dan Rezky masuk. Tidak lama kakak iparmu juga pulang dan mereka langsung saling bicara layaknya teman lama, kakak yang saat itu masih membantu memakaikan pakaian anak-anak jadi masih di kamar. Kakak iparmu segera menyusul kakak ke kamar dan kami turun bersama dengan kakak menggendong Anind dan kak Vino menggendong Anand. Nah, di situlah semuanya terbongkar.” Ucap Freya.


Friska yang mendengar itu tertawa, “Lalu bagaimana respon kakak ipar saat mengetahui kakak di jodohkan? Bagaimana juga respon dari mami Jasmin?” tanya Friska penasaran.


“Mami Jasmin dan Rezky tentu saja kaget akan hal itu. Mami Jasmin terlihat kecewa akan hal itu. Sementara suami kakak sudah pasti dia marah sama mami Sinta.” Jawab Freya.


“Wah, aku tidak bisa membayangkan keadaan saat itu.” timpal Friska yang mendengar cerita kakaknya.


“Yah itu sangat lucu dan kakak sebenarnya merasa bersalah akan hal itu. Makanya saat mami Sinta meminta kakak untuk memberikan gaun ini padamu kakak kaget dong. Tapi yaa begitulah kakak tetap menyetujui permintaan mami. Maaf yaa dek!” ucap Freya.


“Jangan minta maaf kak, aku menyayangimu.” Balas Friska.


“Kamu gak cemburu sama kakak kan?” tanya Freya.


“Cemburu dengan apa? Ouh, apa dengan perjodohan itu? Ya tidaklah kak, lagian itu tidak mungkin terjadi karena kakak adalah milik kakak ipar. Aku juga tahu kakak sangat mencintai kakak ipar, jadi tidak mungkin kakak selingkuh dengannya. Selain itu juga aku dan dia gak memiliki hubungan apapun selain perasaan yang tumbuh di hatiku ini untuknya.” Ucap Friska.


Freya langsung memeluk adiknya itu, “Kakak akan berdoa semoga kau akan menemukan jodoh yang terbaik menurut Allah.” Ucap Freya.


“Aamiin. Makasih kak!” balas Friska. Lalu kedua kakak beradik itu saling mendiskusikan hal-hal yang menurut mereka penting.


***


Tidak terasa kini sudah makan siang dan Freya hari ini memasak tentu saja dengan di bantu oleh para art-nya. Friska juga ikut kakaknya itu memasak, “Riska!” panggil Freya.


“Iya kak.” jawab Friska segera menatap kakaknya.


“Hari ini tidur di sini ya. Menginap di sini.” Ucap Freya.

__ADS_1


“Terus bagaimana dengan Risya?” tanya Friska.


“Dia akan menginap di sini juga. Tadi kakak sudah menghubunginya dan memintanya kesini.” Ujar Freya.


“Tapi kak, bagaimana dengan--” ucap Friska tidak melanjutkan perkataannya karena dia dan Frisya memang memiliki kegiatan rutin tidak malam minggu.


“Kalian bisa berangkat dari sini lalu pulangnya juga kesini. Yang penting kalian nginap. Besok mama akan datang kesini sama nenek.” Ucap Freya.


Friska yang mendengar itu pun mengangguk karena tidak ada gunanya dia menolak jika kakaknya sudah meminta dan mengaturnya, “Baiklah jika begitu kak.” Jawab Friska.


Freya yang mendengar jawaban adiknya itu pun tersenyum lalu mereka melanjutkan acara masak mereka.


Saat makan siang, Frisya sudah tiba dan langsung ikut makan siang bersama dengan Freya dan Alvino serta kelima keponakan mereka, “Kok lama dek?” tanya Freya.


Frisya menghela nafasnya, “Biasa kak, laporannya ada masalah lagi padahal sudah di buat dengan baik tapi tetap saja ada masalah. Jadi masih revisi deh.” Jawab Frisya.


***


Setelah makan siang, “Mami, Azlen mau bicara sebentar dengan mami.” ucap Azlen setelah makan siang. Friska dan Frisya saling memandang karena mereka gak tahu siapa yang di maksud oleh keponakan mereka itu.


“Azlen mau bicara dengan mami Risya?” tanya Frisya langsung mendekati keponakan yang paling tidak bisa akrab dengannya itu.


Azlen langsung dengan cepat menggeleng, “Aku mau bicara dengan mami Riska bukan mami Risya.” Ucapnya datar.


Frisya pun menghela nafasnya kasar karena bicara dengan keponakan satunya itu memang harus ekstra sabar, “Kenapa si boy kau tidak pernah bicara lembut jika dengan mami Risya?” tanya Frisya pura-pura sedih.


“Mami gak usah akting, lebay tahu kak. Azlen juga gak akan membayar akting mami.” jawabnya lalu langsung berlalu pergi.


“Kakak ipar ini pasti karena gen-mu kak. Keponakanku itu menjadi gunung es.” Ucap Frisya melihat kearah Alvino dan Freya yang sedang duduk di sofa menebar keromantisan mereka.

__ADS_1


“Sembarangan kau. Walau gunung es begitu tapi dia sangat tampan. Aku akan mendoakan kau akan memiliki anak yang lebih dingin darinya.” Ucap Alvino yang membuat Frisya kesal sementara Freya dan Friska hanya tersenyum.


“Kakak ipar, jangan mendoakan yang buruk begitu. Masa iya aku yang ceria ini harus memiliki anak yang super dingin begitu. Bisa-bisa orang-orang mengira dia bukan anakku nanti.” Ucap Frisya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena dia sudah membayangkan jika itu terjadi.


Alvino, Freya dan Friska tertawa melihat itu sementara ke empat anak Freya dan Alvino segera meninggalkan ruang keluarga kembali naik ke ruangan mereka masing-masing.


Frisya segera duduk di sofa bergabung dengan Friska, “Kakak ipar sepertinya doamu itu akan terkabul karena beberapa hari lalu ada yang sudah bertemu dengan calon mertuanya.” Goda Friska.


“Oh ya?” tanya Freya penasaran menatap adik bungsunya.


“Kenapa kakak menatapku begitu?” tanya Frisya yang tidak sadar bahwa dia yang di sindir Friska.


Freya pun hanya bisa menepuk kepalanya sementara Friska kesal langsung memukul pelan paha adiknya, “Aws, sakit kak Ris. Jangan main pukul aja dong.” Ucap Frisya sambil mengelus pahanya.


“Makanya peka dek.” Ucap Friska.


“Ish, gak usah menatapku begitu kak karena kak Ris hanya bicara sembarangan aja.” Ucap Frisya.


“Emang siapa yang mengajakmu menemui orang tuanya?” tanya Alvino penasaran.


“Iss, itu gak di ajak kakak ipar hanya saja tidak sengaja ikut.” Ucap Frisya.


“Iya terserah itu di ajak atau apalah, kami tanya siapa yang mengajakmu.” Ucap Freya.


Frisya yang mendapat pertanyaan itu pun mendelik kesal kepada Friska karena sudah mengatakan itu, “Jangan menatapku serem begitu dek.” Ucap Friska.


“Iss kak, kenapa kalian justru penasaran denganku? Kenapa kalian gak menanyakan kepada kak Ris bagaimana pengalamannya menghadiri ulang tahun calon mertua.” Balas Frisya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Friska tapi dia mana peduli akan hal itu. Salah sendiri kakak keduanya itu yang mulai duluan yaa sudah dia ikuti permainannya.


Alvino yang baru mendengar bahwa Friska juga tengah dekat dengan pria kaget, “Emang Riska juga punya seseorang?” tanya Alvino.

__ADS_1


__ADS_2