
Rezky yang mendengar ucapan papinya tersenyum, “Tentu saja pih. Calon istriku ini sangat cantik.” Ujar Rezky.
“Ah kakak. Jangan ikut-ikutan papi sama mami deh.” Ucap Friska menatap calon suaminya itu.
Rezky, papi Harry dan mami Jasmin pun terkekeh mendengarnya, “Ya sudah kamu ikut mami ke dapur deh. Mami membuatkan sesuatu untukmu.” Ucap mami Jasmin.
“Hum, kedatangan Riska jadi membuat mami repot deh.” Ujar Friska.
Mami Jasmin menggeleng, “Gak repot kok sayang. Mami senang kamu datang.” ucap mami Jasmin.
“Mih, menantu mami ini datang dengan membawa buah loh.” Ucap Rezky.
Mami Jasmin pun melihat meja makan, “Kenapa repot-repot sayang.” ucap mami Jasmin.
“Gak repot kok mih.” Balas Friska.
Mami Jasmin pun mengangguk, “Ya sudah. Terima kasih yaa sayang.” ucap mami Jasmin. Friska mengangguk lalu kedua wanita beda generasi itu segera menuju dapur di mana ternyata mami Jasmin sedang membuat kue kesukaannya.
“Mih!” ujar Friska terharu.
Mami Jasmin menggeleng, “Mami masih belajar sayang. Semoga saja gak salah dan kamu menyukainya. Ayo coba cicipi.” Ujar mami Jasmin.
Friska pun mengangguk lalu mencicipinya, “Bagaimana?” tanya mami Jasmin.
“Enak. Renyah juga. Mami berhasil.” Ucap Friska.
“Beneran berhasil kan? Kamu tidak sedang berbodong kan hanya untuk menyenangkan hati mami.” ujar Mami Jasmin.
“Riska gak bohong mih. Beneran enak.” Ujar Friska.
Mami Jasmin pun tersenyum, “Syukurlah jika memang begitu.” Ucap mami Jasmin. Setelah itu Friska segera membantu mami Jasmin menyelesaikan adonan yang masih tersisa itu. Keduanya larut dalam membuat kue. Hanya berdua saja. Keduanya menolak di bantu oleh asisten rumah tangga. Mereka tertawa dan curhat.
__ADS_1
Sementara di ruang keluarga, papi Harry dan Rezky yang mendengar tawa mami Jasmin dan Friska mereka tersenyum, “Sepertinya mamimu menemukan teman nak.” ujar papi Harry.
Rezky mengangguk, “Yah begitulah. Aku sepertinya sebelum menikah harus segera menyiapkan rumah untuk kami tinggali nanti karena jika aku membawanya kesini yang ada mami akan mengambil istriku untuknya. Mereka sangat akrab hingga membuatku cemburu saja. Istriku jadi tidak ada waktu sama sekali untukku. Belum resmi jadi istriku saja. Lihatlah aku sudah di abaikan dan mami langsung merebutnya.” Ucap Rezky.
Papi Harry tersenyum mendengar ucapan putranya itu, “Hahahah, kau ini ada-ada saja. Tapi memang mamimu itu sangat merindukan memiliki putri. Jadi dia bersikap begitu. Sudahlah mengalah saja dirimu nak.” ucap papy Harry.
Rezky menolak, “Untuk sekarang iya aku masih mau mengalah tapi tidak jika dia sudah resmi jadi istriku.” Balas Rezky.
“Ya terserah dirimu saja.” timpal papi Harry.
“Nak, apa semuanya sudah siap? Jika bisa di percepat. Kamu cepatlah kembali. Friska memang mengizinkanmu pergi tapi seperti apa yang mami katakan semalam. Kemungkinan dia juga ingin kau tidak pergi.” ucap papi Harry kemudian.
“Aku mengerti pih. Dia juga sudah mengatakan itu bahwa jika dia menggunakan perasaannya dia tidak ingin aku pergi. Aku akan usahakan masalah ini cepat selesai agar aku bisa fokus pada pernikahanku.” Ucap Rezky.
Papi Harry mengangguk, “Papi yakin kau bisa menyelesaikannya. Kamu itu putra papi yang hebat.” Ucap papi Harry. Rezky pun tersenyum lalu kembali membuka tabletnya dan memperlihatkan kepada papinya sekaligus meminta pendapat papinya itu apakah masih ada yang harus dia tambahkan atau tidak.
Kembali lagi kepada mami Jasmin dan Friska yang baru saja menyelesaikan acara memasaknya itu, “Nak. duduklah! Mami mau bicara. Biarkan mereka yang merapikan itu.” ucap mami Jasmin meminta Friska duduk di kursi yang ada di dapur itu.
Friska tersenyum, “Gak apa-apa mih. Riska mengerti kok. Perusahaan lebih penting dan membutuhkannya saat ini. Riska bisa menunggu.” Ucap Friska.
Mami Jasmin pun mengangguk lalu memeluk menantunya itu, “Mami bangga akan memiliki menantu seperti dirimu sayang.” ucap mami Jasmin.
***
Singkat cerita, kini Friska dan Rezky hendak ke bandara. Mami Jasmin dan papi Harry tidak ikut. Mereka di rumah saja.
“Nak, ini untukmu. Bawa ke apartemen.” Ucap mami Jasmin memberikan setoples kue buatan mereka tadi.
Friska pun menerimanya, “Terima kasih mih.” Ucap Friska lalu segera menyimpannya di mobilnya.
“Mih, punyaku mana?” pinta Rezky menengadahkan tangannya kepada sang mami.
__ADS_1
Mami Jasmin bingung melihat putranya itu, “Ada apa? Apa yang ingin kamu minta?” Tanya mami Jasmin.
Rezky yang mendengar itu pun cemberut, “Kakak bawa saja punya Riska.” Ucap Friska.
“Tuh, calon istriku saja langsung peka dengan apa yang aku inginkan. Sementara mami justru gak mengerti sama sekali.” Ujar Rezky.
Mami Jasmin pun tertawa, “Ouh, jadi kamu mau juga. Ya sudah sebentar. Punya kamu simpan saja untukmu nak.” ujar mami Jasmin segera meminta ART-nya untuk mengambil setoples lagi untuk di bawa putranya.
“Nih!” ucap mami Jasmin menyerahkan setoples untuk putranya itu.
Rezky pun menerimanya dengan tersenyum, “Terima kasih mih.” Ucap Rezky.
“Jangan cemburu lagi. Masa iya dengan calon istri sendiri cemburu. Mami menyayangimu. Kamu itu putra mami.” ucap mami Jasmin.
Rezky pun tersenyum lalu dia segera meminta bodyguard untuk meletakkan toples kue itu di mobil Friska yang akan mereka gunakan hari ini.
Setelah itu Friska dan Rezky segera pamit kepada mami Jasmin dan papi Harry, “Kalian hati-hati.” Ujar papi Harry dan mami Jasmin bersamaan. Rezky dan Friska pun mengangguk lalu mereka segera menuju mobil.
“Kamu yang nyetir atau kakak?” tanya Rezky.
“Em, aku yang nyetir. Hari ini aku yang akan mengantarmu. Jadi biarkan aku yang menyetir agar aku merasa mengantar kakak.” Ucap Friska.
Rezky pun mengangguk, ‘Baiklah jika memang begitu. Aku akan menurut pada keputusan calon istriku cantikku ini.” ucap Rezky.
Friska pun tersenyum mendengar ucapan Rezky lalu dia segera masuk ke mobilnya di depan kemudi, “Riska tidak harus membukakan pintu untuk kakak juga kan?” tanya Friska.
Rezky tertawa, “Gak usah sayang. Calon suamimu ini bisa membuka pintu mobil sendiri.“ ujar Rezky lalu segera masuk mobil.
Friska pun tersenyum lalu segera menghidupkan mobilnya dan tidak lama dia segera melajukannya keluar dari kediaman calon mertuanya itu dan segera menuju bandara.
Rezky mengambil toples kue dan membukanya lalu menyuapi Friska dengan kue, “Aaaa!” ucap Rezky.
__ADS_1
Friska pun mau tak mau menerima suapan dari calon suaminya itu. Rezky juga ikut makan. Kue kesukaan Friska itu menjadi kue kesukaannya juga.