
Sementara orang tua Zean kini sudah tiba di ruangan di mana Kiana berada, “Ayo masuk nyonya.” Ucap Freya mempersilahkan kedua orang tua Zean masuk.
Mommy Vania dan Daddy Rafael pun segera masuk, Zean juga mengikuti orang tuanya untuk masuk namun kemudian di halangi oleh Alvino, “Hey boy mau kemana dirimu?” tanya Alvino menghalangi Zean masuk.
Zean pun memandangi Alvino dengan bingung, “Tentu saja masuk kak.” Jawab Zean layak orang bodoh.
Alvino tersenyum mendengar jawaban Zean itu, “Gak boleh. Kau tidak bisa menemui calon istrimu sebelum akad. Kalian bisa bertemu nanti setelah akad. Sekarang lebih baik kita tunggu di sini saja. Biarkan orang tuamu berkenalan dengan calon menantu mereka.” ucap Alvino lalu segera menarik Zean duduk di bangku yang ada di depan ruangan itu. Zean pun hanya bisa menurut saja karena sepertinya memang dia harus melakukan itu walau dia ingin melihat gadis yang sudah mencuri hatinya itu bagaimana penampilannya saat memakai gaun pengantin karena percuma juga jika dia memaksa masuk dia yakin Alvino tidak akan mengizinkannya masuk sama sekali. Jadi lebih baik dia menunggu saja sampai akad selesai, lagian akad juga sebentar lagi akan segera di mulai. Lebih baik dia sekarang menghafal kalimat ijab qabul saja agar tidak salah nanti dan mempermalukan semuanya.
Di dalam Kiana yang melihat kakaknya masuk bersama dua orang yang tidak di kenalnya hanya menyambut dengan tersenyum. Freya tersenyum melihat tatapan bertanya dari adiknya itu yang sedang duduk di temani oleh Friska dan Frisya, “Dek, kenalkan ini mommy Vania dan daddy Rafael orang tuanya Zean yang berarti calon mertuanmu. Mereka datang untuk menghadiri pernikahan kalian dan juga ingin berkenalan dengan calon menantu mereka. Nyonya Vania, tuan Rafael dia adalah Kiana adikku yang juga calon menantu kalian.” jelas Freya memperkenalkan.
__ADS_1
Kiana yang mendengar itu tidak percaya dan menatap Freya tegang. Mommy Vania menyadari ketegangan di wajah calon menantunya itu, dia segera mendekati calon menantu dan duduk di samping Kiana begitu Friska dan Frisya yang langsung berdiri dan izin keluar karena mereka tahu itu adalah pembicaraan serius. Mereka tidak ingin terlibat atau mendengar hal itu, “Jangan tegang nak. Kami tidak akan memakanmu. Tidakkah kau ingin berkenalan dengan orang tuamu. Panggil kami mommy dan daddy seperti Zean memanggil kami. Kau itu mulai sekarang adalah putri kami. Kami merestui pernikahan kalian ini.” ucap mommy Vania lembut dan penuh kasih sayang. Tidak ada kebohongan atau kepura-puraan di sana dan hanya ada ketulusan. Yah, baik mommy Vania dan daddy Rafael sama seperti sang putra yang langsung jatuh cinta melihat gadis itu mereka pun sama langsung jatuh cinta pada gadis itu. Mereka langsung menyukainya jadi untuk apa menolak karena ternyata pilihan putra mereka tidak salah dan sangat perfect.
Daddy Rafael juga mendekati calon menantunya itu, “Terima kasih nak sudah menerima putra kami sebagai calon suamimu. Putra kami itu orangnya cuek nak jadi jika nanti dia melakukan itu padamu kamu jangan heran ya dia memang memasang tembok di sekelilingnya tapi sepertinya tembok itu sudah rubuh karena pertemuan kalian.” Ucap daddy Rafael.
Kiana menatap kedua orang tua Zean itu bergantian lalu menatap Freya yang di balas anggukkan, “Terima kasih mom, dad sudah menerima Kia menjadi menantu kalian walau Kia gak memiliki keka--”
Kiana yang mendengar itu meneteskan air matanya terharu karena tidak menyangka akan memiliki mertua sebaik ini. Dia dulunya bermimpi memiliki mertua sebaik mertua kakaknya dan kini mimpinya itu jadi kenyataan. Walau pernikahan ini dadakan tapi dia bahagia karena akan memiliki mertua sebaik ini, “Terima kasih mom.” Ucap Kiana memeluk mommy Vania yang di balas dengan pelukan juga. Kiana merasa memiliki ibu lagi begitu juga dengan mommy Vania dia merasa memiliki putri lagi. Yah, mommy Vania dan daddy Rafael sebenarnya memiliki dua orang anak yaitu Zean dan saudara perempuannya yang meninggal di usianya 9 tahun karena leukimia bawaan sejak lahir. Kini mommy Vania kembali memiliki putri lagi pelukan yang sama dan juga mata teduh yang sama seolah-olah Kiana adalah gadis yang di kirim tuhan untuk menggantikan sosok putri mereka yang sudah tiada. Mereka berjanji akan menyayangi Kiana dengan baik bukan karena mata teduh yang mengingatkan mereka akan putri mereka tapi memang menyayangi Kiana sebagai anggota keluarga mereka.
Tidak lama mama Najwa, papa Khabir masuk dengan mendorong kursi roda papa Vian. Kini semua keluarga itu berkenalan secara langsung. Papa Vian berbahagia karena putrinya di terima dengan baik oleh calon mertuanya. Papa Vian juga menitipakan Kiana kepada mertuanya itu karena dia tahu bahwa usianya mungkin tinggal beberapa waktu lagi. Dia bahagia bisa melihat putrinya menikah dan memiliki keluarga baru yang menyayanginya. Papa Vian menatap Freya dengan tatapan penuh terima kasih karena Freya bisa mencarikan calon mertua dan calon menantu yang yang baik dan juga menyayangi untuk putrinya.
__ADS_1
Setelah semua pembicaraan sudah selesai dan semuanya sudah saling mengenal satu sama lain maka akad pun akan segera di laksanakan berhubung juga petugas baru saja tiba di tempat. Kiana di kamar di temani kembali oleh Friska dan Frisya sementara para orang tua sudah beralih menuju tempat akad di laksanakan, “Hubby!” panggil Freya lemah.
Alvino segera menopang sang istri, “Ada apa sayang?” tanya Alvino yang langsung menggendong sang istri keluar dari tempat akad itu.
“Aku lapar by.” Ucap Freya dalam gendongan sang suami.
Alvino sudah tahu hal itu makanya dia segera membawa istrinya itu ke kamar Kiana di sana sudah ada makanan yang dia beli untuk Freya. Dia tahu jika istrinya itu sedang sibuk pasti akan lupa makan. Mereka itu sama yang ketika sibuk akan lupa makan. Semua orang yang melihat Freya di gendong oleh Alvino segera mendekat, “Kakak kenapa kakak ipar?” tanya Friska dan Frisya bersamaan.
“Biasa belum makan.” Jawab Alvino lalu segera mendudukkan sang istri di kursi dan segera membukakan makanan untuk istrinya itu dan menyuapinya. Pada akhirnya Freya dan Alvino pun makan dulu karena akad nikah juga masih di persiapkan semuanya.
__ADS_1