Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
158


__ADS_3

Kita kembali ke apartemen, Rezky sambil menunggu calon istrinya itu bersiap. Dia membaca semua laporan yang di laporkan oleh Robi dan Hiro. Dia menyibukkan diri nya dengan urusan pekerjaan agar tidak akan merasa bosan sendiri.


Sementara di kamarnya, Friska baru saja selesai mandi dan kini dia mengeringkan rambut nya dengan hair dryer. Setelah mengeringkan rambut nya dia pun segera memilih pakaian di lemari nya.


Hari ini Friska memilih pakaian berwarna biru langit warna kesukaan nya. Dia juga memilih hijab warna senada. Setelah mencocokan pakaian nya baru lah Friska memakai pakaian nya.


Setelah itu dia make up tipis-tipis dan tidak lupa sederet skin care nya yang memang dia beli dengan uang milik nya sendiri. Dia sudah tahu diri untuk meminta uang kepada orang tua nya terkait skin care.


Sekitar kurang lebih setengah jam dia akhirnya selesai bersiap. Sudah cantik dengan make up yang dia pilih dan juga gamis biru langit nya.


Setelah itu dia memilih tas dan sepatu yang sesuai untuk dia pakai. Setelah memastikan bahwa penampilan nya sudah perfect tidak ada yang kurang sedikit pun baru lah dia keluar dengan penampilan yang memesona walaupun pemilihan make up nya adalah natural look. Dia juga memang hanya bisa mengaplikasikan make up natural look juga pada wajah nya itu.


Friska mendekati calon suami nya yang sedang duduk menunggu nya di ruang tamu apartemen nya sambil membelakangi nya. Friska tersenyum karena calon suami nya itu bisa menemukan password apartemen nya.


Rezky yang mendengar ada langkah kaki yang mendekati nya pun menoleh ke belakang ke arah suara itu berasal. Dia tersenyum dan terpesona dengan kecantikan calon istri nya itu yang terus saja membuat nya jatuh cinta lagi dan lagi.


Rezky pun segera berdiri dari duduk nya, "Kita pergi!" Ujar Rezky masih tersenyum mengagumi keanggunan calon istri nya itu.


Friska pun mengangguk, "Em, kakak gak mau minum dulu?" tanya Friska saat mereka hendak keluar.


Rezky menggeleng, "Gak usah sayang. Merepotkanmu nanti. Kita minum di luar saja. Aku tak mau calon istriku yang sudah cantik begini masih harus membuat minum. Selain itu juga kita memang harus cepat keluar. Jangan sampai akan ada godaan dari setan terkutuk." Rezky mengatakan itu dengan senyum menggoda.


"Dasar mesum! Sudah ayo keluar." Ucap Friska segera menuju pintu keluar apartemen.


Rezky pun tersenyum mendengar respon yang di berikan calon istri nya itu yang sudah sangat sesuai dengan dugaan nya.


"Bagian mana dari ucapanku yang mesum sayang? Ahh ayo ngaku kamu mikirnya apa?" goda Rezky.


"Ck, cepat keluar kak. Jika kau mau di dalam ya sudah aku tinggalin. Gak usah menggodaku karena aku pasti tidak salah menafsirkan. Aku yakin otakmh pun pasti memikirkan hal yang sama dengan apa yang ku pikirkan." balas Friska.


Rezky pun segera keluar menyusul calon istri nya yang sudah lebih dulu keluar. Dia tidak ingin di tinggal oleh calon istri nya itu. Bisa berabe nanti jika calon istri nya itu keburu badmood. Bisa-bisa semua nya berantakan. Rezky tidak mau hal itu terjadi. Jadi lebih baik segera hentikan acara menggoda calon istri nya itu nanti di lanjutkan lain waktu jika tidak ingin ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Rezky memakai sepatu nya dan segera keluar.


"Ayo!" ajak Friska begitu Rezky keluar dari apartemen nya.


Rezky pun mengangguk dan keduanya segera menuju lift yang akan membawa mereka turun ke lantai bawah.


"Hum, bagaimana cara nya kakak tahu password apartemen? Kakak tidak menghitung umur kakak dan kakak ipar kan?" Friska menatap calon suami nya itu dengan seksama untuk menemukan kebohongan di sana.


Rezky segera menggeleng, "Yah gak lah sayang. Aku tidak mungkin menghitung seperti itu. Hanya orang bodoh yang melakukan hal itu." ujat Rezky dengan cepat. Jujur saja apa yang di katakan calon istri nya itu benar. Dia menghitung umur Alvino dan Freya serta menghitung umur anak pertama Alvino dan Freya. Tapi tidak mungkin dia mengatakan hal itu. Bisa jatuh harga dirinya. Atas nama harga diri dia rela mengatai dirinya bodoh. Harga di atas segalanya.


Friska tersenyum mendengar jawaban yang di berikan oleh calon suami nya itu. Jawaban yang sangat kentara menjelaskan bahwa calon suami nya itu sedang berbohong. Friska ingin tertawa karena calon suami nya itu tidak pandai berbohong. Namun dia mensyukuri hal itu. Sudah lah dia tidak ingin mempanjang kebohongan Rezky yang sangat kentara itu. Dia memberikan harga diri sedikit kepada calon suami nya itu.


"Baiklah jika begitu. Riska percaya kakak bukan orang bodoh yang akan melakukan hal itu. Jadi kakak tahu dari mana pass word nya?" tanya Friska.

__ADS_1


"Yah kakak Googling lah. Biasa jika kita punya mesin pencari sejuta umat kenapa harus susah-susah berpikir. Jangan mempersulit otak. Kasihan dia sudah banyak yang dia kerjakan." Rezky menjawab dengan sangat percaya diri.


Friska pun terkekeh, "Kamu gak percaya dek?" tanya Rezky melihat calon istri nya itu yang terkekeh seolah menertawakan nya.


Friska menggeleng, "Aku percaya kok. Sangat percaya malah bahwa kakak hebat pasti bisa menemukan solusi yang tepat dengan cepat. Aku hanya tertawa karena cicak itu lucu." tunjuk Friska asal ke dinding begitu mereka keluar lift.


Rezky melihat ke arah yang di tunjuk oleh calon istri nya itu untuk melihat cicak yang di maksud Friska tapi sayang dia tidak menemukan apapun di dinding. Rezky pun segera mengalihkan kembali pandangan kepada calon istri nya yang ternyata sudah keluar lebih dulu dari lobi apartemen. Rezky pun segera menyusul Friska dengan langkah cepat tapi tetap berwibawa.


"Kamu kok ninggalin kakak?" Tanya Rezky begitu dia sudah di dekat Friska.


"Salah sendiri ngelamun liatin apa." balas Friska.


"Itu tuh karena kamu sayang. Kamu bi--"


"Apa? Mau bilang Riska salah?" potong Friska tajam.


Rezky pun tersenyum lalu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, "Gak berani sayang. Mana mungkin kakak menyalahkanmu." ujar Rezky cengesan.


Friska pun menahan senyumnya, "Ya sudah ayo kita jalan." ujar Friska.


Rezky pun mengangguk lalu seegat membukakan pintu mobil untuk calon istri nya itu, "Silahkan masuk, Darl!" Ujar Rezky mempersilahkan Friska masuk. Friska pun segera masuk ke mobil dan Rezky segera menutup pintu mobil untuk nya.


Rezky segera berputar dan masuk ke mobil. Duduk di depan kemudi, "Perempuan selalu benar." gumam nya lirih begitu masuk mobil dan tidak lama mobil itu pun segera melaju meninggalkan parkiran apartemen.


Rezky yang mendengar ucapan Friska pun tertawa, "Kamu mendengar nya?" Rezky bertanya.


Friska mengangguk, "Aku belum tuli kak. Jadi masih bisa mendengar dengan baik gumamanmu itu walaupun lirih." Ujar Friska.


"Ingat kak, pasal perempuan selalu benar itu memang kadang-kadang di pakai oleh para perempuan tapi bagiku itu hanya di gunakan untuk sebuah candaan saja. Jika hal serius aku cukup tahu diri untuk meminta maaf lebih dulu jika salah. Aku akan mengakui kesalahanku. Jadi tenang saja kau aman kak jika menikah denganku. Aku bukan tipe istri yang akan bersikap kejam kepada suami mereka. Tapi semuanya ya tetap kembali lagi bagaimana semuanya berjalan ke depannya." ujar Friska serius.


Rszky yang mendengar Friska bicara serius dia pun tersenyum karena jika Friska serius maka semua perkataan yang keluar dari bibir nya itu selalu saja masuk ke otak nya. Dia simpan dengan baik agar bisa di ingatnya dan dia tidak akan melakukan kesalahan yang fatal.


"Aku juga bercanda sayang. Aku tidak mungkin menuduhmu hal seperti itu." Ucap Rezky.


Friska pun mengangguk saja, "Ohiya sayang. Mami sudah menceritakan semua yang terjadi kemarin kepadamu. Maaf yaa sayang aku tidak bisa membantumu sehingga kau di hina begitu." Rezky menatap Friska dengan rasa bersalah di wajahnya.


Friska tersenyum melihat ekspresi bersalah di wajah calon suami nya itu.


"Gak usah merasa bersalah begitu kak. Aku tidak kenapa-kenapa kok. Aku baik-baik saja. Tidak lecet sedikit pun. Lagian itu juga di luar kendalimu kan. Jadi biarkan saja. Gak usah pedulikan hal itu. Yang terpenting aku baik-baik saja dan kita bisa bersama sekarang. Kita fokus saja dengan persiapan pernikahan kita." ucap Friska menenangkan calon suami nya itu.


Rezky pun tersenyum mendengar ucapan Friska, "Yah, kita fokus saja dengan persiapan pernikahan kita." ucap Rezky.


"Ohiya, aku belum menjelaskan tentang gadis dalam foto yang di kirimkan oleh nomor tidak di kenal itu padamu. Bukalah ponselku ada di situ rekaman CCTV nya. Aku sudah meminta Hiro untuk mengambil rekaman CCTV nya." Ucap Rezky.

__ADS_1


Friska yang mendengar itu tersenyum, "Aku percaya padamu kok kak. Aku gak perlu melihat rekaman CCTV itu karena aku percaya pada calon suamiku." Friska mengucapkan itu dengan senyuman manis di wajahnya. Ingin rasanya Rezky mencubit dan mengecup pipi gadis itu. Ahh setan mesum di dalam diri nya seperti nya sedang bangkit.


"Tetap saja sayang. Kamu harus melihatnya agar tidak ada kesalahpahaman di antara kita. Aku tidak ingin ada masalah nanti." Ucap Rezky serius.


Friska yang mendengar itu pun menurut. Dia segera meraih ponselnya, "Pas--"


"Tanggal lahirmu." Potong Rezky cepat.


Friska pun tersenyum lalu segera memasukkan password nya. Dia tersenyum melihat foto nya yang menjadi lock screen dan walpaper ponsel calon suami nya itu.


Friska kembali menatap Rezky, "Di galeri sayang." ujar Rezky seolah tahu apa yang di inginkan oleh calon istri nya itu.


Friska pun segera membuka galeri ponsel Rezky dan dia kembali tersenyum melihat banyak nya foto nya di sana. Sedangkan foto Rezky hanya ada beberapa saja. Friska bukan nya melihat rekaman CCTV justru melihat album foto nya di galeri Rezky itu.


"Sudah di lihat gak sayang?" tanya Rezky.


Friska pun tersenyum segera tersadar apa tujuan nya melihat galeri Rezky. Dia pun segera mencari rekaman CCTV itu dan memutar nya lalu melihat nya dengan seksama. Seperti dugaan nya bahwa Rezky tidak mungkin seperti yang di tuduhkan dalam gambar yang di kirim kepada nya. Entah siapa yang tega ingin menghancurkan hubungan mereka itu. Tega memfitnah calon suaminya.


Friska segera memandang Rezky begitu selesai memutar rekaman CCTV itu. Dia tersenyum memandang pria di samping nya itu. Pria yang dulu nya adalah guru dan dosen nya. Kini dalam dua dua minggu ke depan akan menjadi suami nya. Sungguh takdir yang sangat indah yang menyatukan kedua nya setelah kesalahpahaman yang terjadi.


"Siapa wanita itu? Apa dia memang teman masa kecil kakak?" Friska menanyakan itu karena penasaran.


Rezky mengangguk, "Yah, seperti yang dia katakan. Kami pernah bertemu di masa kecil saat usia kami 7 tahun. Entah lah aku juga tidak begitu ingat. Aku bingung sampai kenapa kami bertemu di sana. Dia bahkan tahu aku makan di restoran itu." ucap Rezky.


"Tapi hubungan kami gak dekat ya sayang. Kami gak punya hubungan apapun yang bisa di kenang selain pernah bertemu beberapa kali di masa kecil. Setelah kami tidak bertemu lagi maka aku pun tidak mengingat apapun tentang nya. Kami tidak memiliki kontak satu sama lain setelah dewasa ini. Akj juga tidak menyangka bahwa kami akan bertemu di usia kami yang sekarang. Jadi jangan salah paham." lanjut Rezky.


Friska yang mendengarkan penjelasan calon suami nya yang seolah takut dia salah paham pun tersenyum, "Tenang saja kak. Aku tidak akan salah paham lagi. Kau tidak perlu menjelaskan nya sepanjang itu. Aku paham kok." Ucap Friska.


"Aku tidak memedulikan apa yang terjadi di masa lalumu yang penting sekarang kau ada bersamaku." Ucap Friska.


Rezky pun mengangguk tersenyum lalu tidak lama setelah itu mereka tiba di butik milik Salwa.


Rezky segera memarkirkan mobilnya di parkiran dan kedua nya segera turun dari mobil lalu segera masuk yang langsung di sambut oleh pegawai butik itu dengan ramah.


Friska dan Rezky segera di arahkan ke ruangan di mana Salwa di sana sudah menunggu, "Selamat datang di butik Salwa calon pengantin." sambut Salwa ramah.


Friska pun tersenyum lalu mendekati Salwa dan menyalaminya, "Hum, ini gaun dan kebaya terbaik di butik ini. Kau pilih saja dek." ujar Salwa.


"Ohiya, kalau untuk tuan muda Rezky tunggu sebentar." ujar Salwa lalu meminta karyawan nya itu untuk segera mengambil tuxedo yang dia siapkan untuk Rezky.


Friska pun segera melakukan fitting dan seperti yang sudah menjadi pilihan mereka sebelumnya. Mereka mengambil pilihan yang sudah di pilih lewat gambar yang sudah di kirimkan Salwa sebelumnya. Friska sangat cocok dengan gaun dan kebaya yang sudah di pilih itu.


Setelah selesai dengan gaun dan kebaya Friska. Mereka segera memilih tuxedo untuk Rezky. Akhirnya setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu jam di sana mereka selesai juga melakukan fitting.

__ADS_1


Kini keduanya segera menuju masjid sebelum menuju toko perhiasan untuk membeli cincin. Baru lah setelah Rezky sholat mereka menuju toko perhiasan.


__ADS_2