Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
24


__ADS_3

Setelah selesai makan di restoran mereka segera pulang dan berpisah di parkiran, “Jas, kami duluan yaa. Kau gak apa-apa kami tinggal lebih dulu atau perlu kami temani kau menunggu.” Ucap mami Sinta.


“Gak usah Sin. Anakku juga sudah dekat kok.” jawab Mami Jasmin.


Mami Sinta segera menatap Friska, “Kita temani dulu mami Jas mih. Kasihan dia menunggu anaknya sendiri.” Ucap Friska. Mami Sinta pun mengangguk saja karena memang jawaban itu yang dia harapkan. Mami Sinta dan Friska pun tidak jadi naik mobil dan justru menemani mami Jasmin menunggu.


“Padahal gak apa-apa Sin kalian gak perlu menemani karena putraku akan segera tiba. Tuh kan mobilnya sudah datang.” Tunjuk mami Jasmin begitu mengenali mobil sang putra masuk ke parkiran mall itu.


Rezky yang memang tadi di telpon sang mami untuk menjemputnya pun segera turun mendekati sang mami yang sedang di temani dua wanita. Rezky membelakakkan matanya begitu melihat gadis yang berada di antara maminya dan mami dari Alvino. Dia tidak menyangka akan melihat gadis itu di sini bersama maminya. Friska juga yang melihat Rezky kaget tapi dia mencoba bersikap normal seperti tidak ada yang terjadi.


Rezky segera mendekati maminya dan segera menyalami maminya itu dan mami Sinta, “Nak, kenalkan ini Friska adiknya nyonya Freya. Friska ini putra mami namanya Rezky” Ucap Mami Jasmin mengenalkan anaknya dan Friska.


Rezky menatap gadis itu dengan tatapan yang tak bisa di baca, “Friska!” ucap Friska menunduk sambil mengatupkan kedua tangannya di dada.


“Rezky.” Balas Rezky juga ikut menunduk.


Mami Sinta dan Mami Jasmin hanya menatap kedua orang itu yang terlihat canggung, “Mami, ayo kita pulang. Nyonya Sinta dan nona Friska terima kasih sudah menemani mami saya menunggu.” Ucap Rezky segera mengajak sang mami pulang.


Mami Jasmin pun hanya mengangguk dan segera menyerahkan belanjaanya kepada sang putra lalu setelah itu mereka segera berpisah. Mami Sinta dan Friska pun segera masuk ke mobil mereka meninggalkan mall itu.


“Ris, apa kamu mengenal Rezky? Emm,, maaf yaa mami bertanya ini soalnya tadi mami melihatmu kaget saat Rezky datang seperti kalian saling mengenal.” Ucap mami Sinta penasaran.


Friska menghela nafasnya lalu tersenyum menatap mami Sinta, “Emm, Friska mengenalnya mih tapi tidak terlalu dekat karena dulu saat Friska kuliah dia adalah salah satu dosen Friska.” Jawab Friska.

__ADS_1


Mami Sinta terbelalak mendengar pangakuan itu, dia tidak menyangka akan hal itu, “Sungguh? Kok bisa?” tanya mami Sinta tidak percaya.


Friska mengangguk, “Dia adalah salah satu dosen yang mengajar bahasa inggris saat Friska semester 6. Dia juga saat Friska SMA menjadi guru bahasa di sekolah Friska.” Jawab Friska.


Mami Sinta makin kaget mendengar hal itu karena dia tidak menyangka bahwa takdir itu sangat dekat hanya berkeliling di antara mereka, apakah ini bisa di katakan perjodohan tersembunyi yang dilakukan olehnya dan temannya itu akan berjalan lancar. Kita lihat saja nanti.


“Terus menurutmu Rezky itu orangnya bagaimana?” tanya Mami Sinta mulai menjurus pada pertanyaan yang biasalah terdengar biasa tapi menjebak.


Friska tersenyum mendengar hal itu, “Dia baik kok.” jawab Friska singkat.


Mami Sinta menyipitkan matanya seolah tidak percaya akan jawaban itu tapi dia tidak akan memaksa Friska menjawab lagi karena bisa saja semua rencana yang mereka sudah susun dengan Jasmin akan berantakan dan terbongkar sebab Friska itu bukanlah gadis biasa yang tidak akan paham. Friska itu sama dengan Freya yang bisa membaca pikiran dan maksud semua orang hanya dari perkataanya. Yah Najwa dan Khabir memiliki tiga putri yang hebat mereka berhasil mendidik putrinya menjadi orang yang sukses.


“Aku tahu rencana kalian mih. Aku semakin paham dengan kedatangan dosen gila itu tadi. Aku akan ikuti sandiwara kalian. Lihat siapa yang akan menang nanti. Aku atau kalian. Jangan mencoba menjodohkanku dengan dosen gila itu. Aku membencinya.” Batin Friska. Hem, hati-hati Friska jangan terlalu benci kepada seseorang nanti kena karma loh. Hehehehh.


***


Mami Jasmin tersenyum mendengar pertanyaan putranya itu, inilah yang dia tunggu dari tadi, “Gak kok mami hanya kebetulan hanya ketemu dengan mereka tadi saat mami melihat-lihat tas. Emangnya kenapa nak?” tanya mami Jasmin memancing respon sang putra.


Rezky menggeleng, “Gak kenapa-kenapa mih. Aku hanya penasaran saja kenapa mami bisa ketemu dengan nyonya Sinta di mall sebesar itu.” ujar Deren menyatakan keraguannya.


“Itunya namanya takdir nak. Kita tidak tahu takdir itu akan membawa kita bertemu dengan siapa dan dalam keadaan apa.” Jawab mami Jasmin.


“Iya tapi kita juga bisa merancang sesuatu akan terlihat seperti kebetulan tapi sebenarnya itu disengaja.” Timpal Rezky.

__ADS_1


Mami Jasmin tersenyum mendengar itu dan dia tidak menanggapinya karena jika dia semakin menanggapinya maka sang putra akan semakin curiga, “Mih, jangan berencana menjodohkanku dengan siapapun. Biarkan takdir itu datang sendiri jangan buat scenario lain.” Ucap Rezky.


Mami Jasmin mengangguk, “Kau benar nak. Tapi semua harus butuh usaha dan mami tidak akan menyerah. Mami jatuh cinta pada gadis itu, dia seperti kakaknya. Ahh tidak mereka berbeda dan aku menyukainya karena dirinya.” Batin mami Jasmin.


“Aku takut mih pertemuan kami tadi setelah hampir dua tahun membawa kenangan buruk yang kulakukan padanya. Aku yakin dia membenciku. Ahh,, bodohnya aku kenapa melakukan itu padanya.” Batin Rezky.


***


Sementara di sebuah pantai ada seorang gadis yang duduk melihat sahabatnya dan tiga teman band-nya bermain air. Dia hanya mengamati dari jauh, sebenarnya dia ingin ikut mandi tapi masih menjaga kakinya, “Ini minum!” ucap seorang pria memberikan sebotol minuman dingin kepadanya.


“Terima kasih kak.” Ucap Frisya.


Laki-laki itu mengangguk dan duduk di dekat Frisya, “Emm,, kenapa kakak gak ikut mandi?” tanya Frisya setelah dia menyeruput minuman dingin itu.


“Saya gak suka main air laut.” Jawab Fazar. Yah laki-laki itu adalah Fazar.


Frisya pun mengangguk saja, “Emm jika tidak suka air laut kenapa tadi setuju datang kesini?” tanya Frisya.


Fazar tersenyum mendengar itu, “Saya hanya tidak suka air laut tapi tidak membenci pantai.” Jawab Fazar. Freya pun akhirnya mengangguk mengerti dan kembali menyeruput minuman lagi.


“Selain itu ada kau di sini. Kemana pun kau pergi jika aku bisa mengikutinya kenapa tidak kulakukan.” Batin Fazar menatap gadis di sampingnya itu.


“Risya, kak Fazar ayo sini gabung sama kita.” Teriak Disa.

__ADS_1


Frisya menggeleng, “Kalian aja.” Jawabnya.


Fazar dan Frisya pun hanya memandangi teman mereka itu main air laut sambil sesekali bicara.


__ADS_2