
Begitu keduanya masuk langsung saja di sambut oleh mawar merah yang di bentuk hati di lantai kamar itu dan ada lilin juga. Di ranjang juga sudah ada hiasan mawar memang khas kamar untuk pengantin.
Friska yang melihat itu tersenyum lalu dia melirik ke arah sang suami yang juga menatapnya, “Kak, jangan merusaknya. Aku ingin mengambil fotonya dulu.” Tahan Friska saat Rezky hendak duduk di ranjang.
Rezky pun tersenyum lalu mengangguk dan melihat istrinya itu serius mengambil foto sudut kamar hotel itu. Tidak ada kegugupan yang terlihat di wajah istrinya seperti saat di depan pintu tadi. Rezky sendiri menjadi bingung apa setiap wanita memang bisa dengan cepat mengubah perasaan mereka. Sungguh membingungkan. Tapi satu hal yang harus dia syukuri bahwa istrinya itu sudah tidak gugup lagi.
Sebenarnya dia juga tidak ingin melakukan hal itu malam ini. Dia tahu bahwa istrinya itu lelah sama dia juga merasakannya. Tapi tentu saja setiap pria pasti suka menggoda dan membuat gugup istri mereka. Selain itu juga tadi siang dia yang sudah di buat gugup setengah mati oleh istrinya ini. Jadi tidak ada salahnya lah membalas sedikit. Otak jahatnya muncul saat kakak iparnya itu memberikan kunci hotel tadi.
Friska menuju kamar mandi dan dia juga mengambil foto bathup yang ada taburan mawar, “Memang sangat romantis. Aku harus mengucapkan terima kasih kepada kak Reya dan kakak ipar.” Ucap Friska lalu kembali dari kamar mandi dengan tersenyum.
“Apa sudah selesai mengambil gambarnya? Apa tidak lelah?” tanya Rezky menatap istrinya itu.
Friska mengangguk, “Hum, mengambil foto sudah selesai ehh belum sihh. Kita belum mengambil foto berdua di sini. Kalau lelah lumayan lah.” Jawab Friska sambil melihat hasil fotonya itu.
“Jika memang lelah kenapa masih kuat mengambil gambar sana sini?” tanya Rezky.
“Ini momen kak. Jadi harus di abadikan. Lagian juga kasihan pegawai hotel itu sudah menghiasnya dengan cantik begini tapi kita menyia-nyiakannya. Kan kasihan mereka yang sudah bekerja kak. Selain itu juga perempuan itu memang tidak akan merasa lelah jika menyangkut hal yang membuat mereka bahagia. Maaf yaa kak jika kau kaget dengan kelakuanku. Memang ini lah aku.” Ucap Friak tersenyum.
Rezky yang mendengar penuturan istrinya itu pun menjadi gemas sendiri dan segera mendekati istrinya lalu menggendongnya, “Kak, jangan di ranjang. Aku belum membaca tulisan di sana. Kita juga belum mengambil foto di sana.” Ucap Friska dalam gendongan suaminya itu.
Rezky pun terkekeh mendengar ucapan istrinya itu karena dia pikir Friska menolak di bawa ke ranjang karena gugup akan di unboxing tapi ternyata justru mengkhawatirkan ranjangnya yang akan berantakan dan mereka belum mengambil foto di sana. Sungguh alasan yang sangat membagongkan.
Rezky pun menurunkan istrinya itu di sofa dan mendudukannya di sana. Saking gemasnya dengan tingkah sang istri, Rezky pun mengecup pipi istrinya itu bahkan sampai di gigit kecil pipi istrinya itu, “Aws, sakit kak.” Ujar Friska mengusap pipinya itu.
“Hum, kakak pikir kau tidak akan merasakan sakit karena serius melihat hasil fotomu itu.” ucap Rezky tersenyum.
Friska pun mendelik ke arah suaminya itu dan dia segera menuju ranjang dan mengambil kartu ucapan di sana, “Ini tulisan kakak.” Ucap Friska yang mengenali tulisan Freya.
Friska pun membacanya tulisannya dan dia terharu, “Ahh kata-kata kakak sangat menyentuh. Aku harus mempostingnya.” Ucap Friska segera mengambil foto kartu ucapan kakaknya itu dan memposting di akun media sosial miliknya yang sudah sangat lama mati.
Rezky yang mengamati apa yang di lakukan istrinya itu pun tersenyum sendiri dan segera mendekati istrinya itu. Lalu membaca kartu ucapan dari kakak iparnya dan harus dia akui memang kata-katanya sangat menyentuh hati.
“Kak, ayo kita ambil foto dulu. Aku harus memposting wajah suamiku ini di media sosial.” Ucap Friska.
Rezky pun tersenyum karena ternyata istrinya itu memiliki sisi kekanak-kanakkan begini di balik sikap dewasa yang dia tunjukkan selama ini.
Rezky pun segera mendekat ke arah istrinya dan mereka pun mengambil foto selfie berdua.
“Kak, sangat cantik kan ini?” tanya Friska melihat hasil foto selfie mereka sangat sangat memuaskan untuknya itu.
“Memang cantik. Tapi yang aslinya lebih cantik.” Ujar Rezky.
Friska pun tersenyum, “Kakak benar. Memang aslinya lebih baik. Sudahlah. Kita hentikan saja foto-fotonya. Mari kita istirahat. Aku mau bersih-bersih dulu sebentar.” Ujar Friska meletakkan ponselnya di ranjang lalu segera menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Rezky yang melihat itu tersenyum saja.
Sementara di kamar mandi Friska memegang dadanya, “Hum, dekat begitu saja aku sudah gugup. Ahh bagaimana jika di unboxing. Aku takut. Tapi itu adalah kewajibanku dan hak suamiku. Ohh apa yang harus aku lakukan. Apa aku pasrah aja.” Ucap Friska pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu Friska pun segera keluar dan bergantian dengan suaminya itu juga yang ingin bersih-bersih.
Friska meraih kopernya dan betapa kagetnya dia saat membuka kopernya itu isi di dalamnya sudah berubah. Friska memastikan bahwa dia tidak salah membawa koper dan setelah memeriksa semuanya itu memang benar tapi kenapa isinya jadi berbeda. Kenapa jadi pakaian haram begini.
Friska pun mengangkat pakaian itu dengan perlahan dan menemukan salah satu kertas yang terjatuh dari sana, “Hum, selamat di unboxing adikku.” Begitulah isi pesan itu.
“Kakaakk!” teriak Friska lalu dia menutup mulutnya saat ingat itu sudah tengah malam dan di ruangan ini dia tidak sendiri tapi bareng suaminya.
Rezky yang di kamar mandi segera keluar begitu mendengar istrinya itu berteriak, “Ada apa sayang? Kenapa teriak?” tanya Rezky.
Friska yang mendengar suara suaminya dengan cepat dia segera menutup kopernya itu agar Rezky tidak bisa melihat isi kopernya yang sudah di ganti oleh kakaknya itu. Entah sejak kapan kakaknya itu menjadi sangat mesum dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kurang bahan begitu. Dia bersumpah akan menuntut kakaknya itu nanti.
Friska tersenyum cengesan lalu menggeleng, “Gak ada apa-apa kak. Aku tadi hanya melihat kecoak saja. Ayo sana kakak bersih-bersih dulu.” Ucap Friska.
Rezky yang mendengar alasan istrinya itu menjadi bingung sendiri. Masa iya di hotel bintang lima begini bahkan kamar khusus honeymoon ada kecoak. Sungguh istrinya itu tidak pintar mencari alasan, “Sudah selesai dek.” ucap Rezky.
“Kalau begitu. Kakak istirahat duluan saja.” ucap Friska.
“Kamu?” tanya Rezky yang sudah duduk di ranjang.
“Riska akan menyusul nanti.” Ucap Friska berdiri.
Rezky segera menarik lengan istrinya itu dan Friska pun terjatuh di pangkuannya.
Friska pun menelan ludahnya kasar, “Itu masalahnya kak. Lihatlah.” Ucap Friska berdiri lalu membuka kopernya dan mengangkat salah satu baju haram dari kopernya itu.
“Kok bisa ini? Bukankah tadi kamu sudah mengisi baju tidur di sana?” tanya Rezky yang memang tahu isi koper istrinya itu.
Friska pun mengangguk, “Hum, benar. Tapi kak Reya menggantinya. Untuk itu lah aku berteriak.” Ucap Friska.
Rezky pun tersenyum, “Kalau begitu pakai ini saja. Jangan pakai pakaian itu. Kamu akan kedinginan nanti. Selain itu juga kakak tidak mau jin dan makhluk tak terlihat melihat tubuhmu. Pakai ini saja.” ucap Rezky.
“Aku juga tidak ingin memakai pakaian kurang bahan begitu yang hanya pantas jadi dalaman saja. Tapi Riska juga tidak bisa tidur jika memakai gamis begini.” Ucap Friska.
Rezky pun menjadi bingung mendengar ucapan istrinya itu, “Terus gimana dong sekarang?” tanya Rezky.
Friska pun menggeleng, “Entahlah!” ucap Friska sambil mengangkat bahunya.
“Gak apa-apa pakai ini saja dulu. Siapa tahu bisa tidur. Kakak akan menidurkanmu. Ayo itu sudah larut.” Ucap Rezky.
“Aku bukan anak kecil kak yang harus di tidurkan.” Ucap Friska.
“Terus gimana dong. Ahh begini saja. Tunggu kakak hubungi Robi dan Hiro saja agar membelikanmu piyama.” Ucap Rezky hendak meraih ponselnya tapi di tahan oleh Friska.
“Sudah lah. Biarkan saja kak. Kasihan mereka. Itu sudah larut malam. Mereka juga pasti lelah. Aku akan tidur pakai gamis saja. Semoga saja bisa tertidur.” Ujar Friska.
__ADS_1
Rezky pun mengangguk, “Baiklah. Jika begitu. Ayo tidur.” Ajak Rezky.
“Tunggu sebentar kak. Riska masih mau perawatan dulu sebentar. Kakak duluan saja dulu.” Ucap Friska.
Rezky pun mengangguk lalu dia segera berbaring di ranjang yang ada mawarnya itu. Sementara Friska dia menarik kopernya menuju cermin untuk memakai perawatannya.
Friska pun kembali membuka kopernya dan dia melihat pakaian lagi di kopernya itu yang sudah dia duga itu pasti teman pakaian haram itu, “Kenapa dua coba? Emang modelnya bedakah?” gumam Friska lalu mengangkat baju yang satunya itu dan dia tersenyum begitu pakaian itu terbuka bersamaan dengan kertas juga yang terjatuh.
Friska pun mengambil kertas itu dan membaca tulisan yang ada di sana, “Maaf ya dek. Tadi itu hanya bercanda kok. Kamu pakai ini saja. Kakak tahu kau tidak bisa tidur tanpa piyama dan kakak juga yakin kau tidak mungkin memakai pakaian kurang bahan itu. Jadi special untukmu kakak berikan pakaian ini untukmu.” Begitu lah isi kertas itu.
Friska pun tersenyum dan memandangi pakaian yang juga tetap termasuk pakaian untuk dinas bareng suami tapi ini versi panjang hanya bahannya saja yang lumayan tipis tapi masih bisa lah untuk dia pakai dari pada dia tidak akan tertidur nanti.
Friska pun segera memakai perawatannya lalu dia berlari ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Friska memandang dirinya di cermin yang ada di kamar mandi itu, “Hum lumayan. Ini pakaian tidur yang membuatku terlihat seksi. Ouh sungguh kau sangat pintar mengerjaiku kak. Aku salut padamu.” Ujar Friska lalu dia keluar dari sana dan tersenyum melihat suaminya itu yang sudah menutup matanya.
Friska pun kembali ke cermin untuk menyelesaikan perawatannya yang belum dia pakai tadi. Dia juga melepas hijabnya dan menyisir rambut panjangnya itu. Tanpa dia sadari ternyata Rezky belum tidur dan menatap istrinya itu dari belakang.
Friska pun hendak memakai hijabnya lagi tapi Rezky secara tiba-tiba saja sudah berada di belakangnya, “Jangan di pakai lagi. Biarkan saja terurai. Kamu cantik.” Bisik Rezky yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.
Friska yang kaget dengan suaminya itu hanya bisa terdiam saat Rezky yang memeluknya dari belakang, “Kakak belum tidur?” tanya Friska.
Rezky tersenyum, “Kamu cantik dengan pakaian ini. Siapa yang memberikannya?” ucap Rezky mengabaikan pertanyaan istrinya.
“Itu kakak yang memberikannya. Dia masih lumayan baik menaruh pakaian ini di sana. Yah, walaupun tipis tapi masih lumayan lah dari pada yang tadi.” Ucap Friska.
Rezky pun tersenyum dan sepertinya dia memang harus berterima kasih kepada kakak iparnya itu karena sudah mengganti pakaian istrinya dengan pakaian yang ini. Rezky bukan tidak suka istrinya dengan pakaian tertutup tapi tetap saja sebagai pria apalagi dia adalah suami saat ini pasti tetap ingin melihat istri mereka dengan pakaian terbuka. Lagian juga hanya dia kan yang bisa melihat istrinya itu dengan pakaian seperti ini. Jadi tidak masalah.
Rezky segera mengangkat tubuh istrinya itu ke ranjang, “Kalau begitu, ayo kita tidur.” Ujar Rezky.
Friska pun hanya pasrah saja dalam gendongan suaminya itu. Rezky meletakkan istrinya itu dengan lembut di ranjang lalu dia juga ikut berbaring di ranjang dan memeluk istrinya.
“Tidur saja. Tutup matanya. Jangan pikirkan apapun. Aku hanya akan memelukmu saja. Aku akan mengambilmu nanti. Kita istirahatkan tubuh kita dulu.” Ucap Rezky memeluk istrinya itu dengan menutup mata.
Friska pun tersenyum lalu dia pun menutup matanya sambil bersyukur bahwa suaminya itu masih memikirkan tubuh mereka yang lelah. Tidak lama pasangan pengantin baru itu pun akhirnya tertidur dengan lelap sambil berpelukan.
Dua jam kemudian tiba-tiba Rezky terbangun dan melihat jam menunjukkan pukul setengah tiga. Sepertinya itu memang waktu yang biasanya dia gunakan untuk sholat malam. Dia melihat istrinya yang tidur dalam pelukannya, “Sangat cantik!” ucap Rezky menatap istrinya yang tertidur lalu tiba-tiba entah dorongan dari mana dia ingin mengecup bibir istrinya itu.
Rezky pun mengikuti suara hatinya dan semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah sang istri tapi saat wajah mereka tinggal berjarak sekitar dua senti saja mata istrinya itu terbuka. Friska segera menjauhkan wajahnya, “Kakak mau ngapain?” tanya Friska.
Rezky pun tersenyum lalu menjauhkan wajahnya lalu mengelus pipi istrinya itu, “Ayo kita sholat!” ucap Rezky hendak bangun dari ranjang.
Friska pun menelan ludahnya kasar lalu dia menarik tangan suaminya hingga Rezky terjatuh di atasnya, “Lanjutkan apa yang ingin kakak lakukan tadi itu. Ambil yang ingin kau mau. Aku tidak ingin jadi istri yang jahat pada suamiku sendiri. Aku milikmu kak.” Ucap Friska perlahan.
Rezky pun tersenyum dan dia segera melabuhkan kecupan di kening istrinya itu dengan lembut dan lama. Setelah itu dia menatap manik mata istrinya. Kini mereka saling bertatapan dengan nafas yang mulai tidak beraturan.
Rezky menatap bibir istrinya kembali dan akhirnya dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencicipi bibir istrinya itu. Dia pun mencium bibir istrinya itu dengan lembut. Dia tahu ini adalah pertama untuk istrinya terlihat dari istrinya yang kaku. Hal itu juga sama dengannya. Ini juga pertama untuknya. Tapi karena naluri lelakinya dia bisa melakukan itu. Perlahan-lahan Friska pun sudah mulai bisa mengimbangi ciuman lembut suaminya itu. Pada akhirnya mereka pun larut dalam ciuman pertama yang panas.
__ADS_1