Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
121


__ADS_3

Kita tinggalkan pasangan Frisya dan Fazar mari kita beralih kepada psangan yang juga sedang menuju proses halal sebentar lagi itu. Friska dan Rezky yang kini sudah tiba di kediaman orang tua Rezky.


Friska segera turun dari mobil begitu calon suaminya itu membukakan pintu mobil untuknya. Lalu setelah itu keduanya segera masuk ke rumah di mana di sana sudah ada mami Jasmin yang menyambutnya, “Selamat datang calon menantu mami.” ucap mami Jasmin memeluk Friska.


Friska pun tersenyum lalu menyalami calon mertuanya itu bergantian. Setelah itu keduanya segera masuk dengan Friska yang di gandeng oleh mami Jasmin menuju ruang keluarga. Tidak lama ada pelayan mami Jasmin yang menghidangkan minuman dan camilan untuk mereka, “Silahkan di minum nak.” ujar mami Jasmin.


Friska pun mengangguk, “Nak, mami memintamu ke sini tidak lain dan tidak bukan untuk membahas tanggal pernikahan kalian. Jadi menurutmu kapan yang bagus?” tanya mami Jasmin.


Friska pun yang mendapat pertanyaan itu tersenyum, “Riska ikut keputusan para orang tua saja. Jika mami, papi dan juga mama dan papa sudah menemukan tanggal yang tepat dan sudah di setujui oleh kedua belah pihak. Maka Riska In Syaa Allah siap untuk menikah pada tanggal tersebut. Riska tidak memiliki tanggal khusus yang di inginkan untuk menikah. Jadi yang terpenting tanggalnya baik untuk menikah maka Riska ikut-ikut saja.” ujar Friska.


Mami Jasmin dan papi Harry tersenyum mendengar jawaban yang di berikan oleh calon menantu mereka itu, “Kami sudah membicarakan dengan kedua orang tuamu nak semalam dan kami sudah menemukan tanggal yang tepat untuk pernikahan kalian yaitu tanggal 10 bulan depan lebih tepat tiga minggu lagi dari sekarang.” Ucap mami Jasmin.


“Apa kalian setuju? Terlebih kau nak karena mami yakin Rezky tanpa di tanya pun dia pasti setuju dan bahkan mungkin dia ingin yang lebih cepat lagi.” Ucap mami Jasmin sambil melirik sinis putranya yang menatapnya cemberut.


Friska pun tersenyum, “Riska setuju mih jika memang itu sudah waktu dan tanggal yang tepat.” Ujar Friska.


“Baiklah jika begitu karena kau sudah setuju maka pernikahan kalian sudah di tetapkan tiga minggu dari sekarang. Kalian harus melakukan foto prawedding dulu. Itu kami serahkan kepada kalian untuk mengurusnya begitu juga dengan undangan kami juga menyerahkannya kepada kalian dan untuk hal lainnya akan kami hendel. Kalian tidak perlu mengkhawatirkannya. Pernikahan kalian akan di adakan di dua tempat berbeda. Untuk akad akan di lakukan di rumah orang tuamu dan untuk resepsi pernikahannya akan di adakan di gedung yang sama dengan gedung pernikahan kakakmu. Kamu setuju kan begitu nak?” tanya mami Jasmin lagi.


Friska pun kembali mengangguk, “Riska setuju mih. Terima kasih!” ucap Friska.


“Kamu ini jangan mengucap terima kasih karena ini sudah menjadi keputusan kami nak. Lagian sebenarnya bukan hanya Rezky saja yang ingin cepat-cepat menjadikanmu istri. Tapi kami juga ingin segera menjadikanmu menantu.” Ucap Mami Jasmin.


Friska pun tersenyum mendengar hal itu tersenyum, “Akhirnya mami ngaku juga.” Ujar Rezky.

__ADS_1


Papi Harry tersenyum, “Sudahlah nak. Tapi papi yakin tetap kamulah yang paling bahagia dengan penetapan tanggal pernikahan ini.” timpal papi Harry.


“Iya benar pih. Kenapa coba tiga minggu. Dua minggu bolehlah.” Ucap Rezky.


“Itu sudah jadi keputusan kami nak. Kau harus bersabar untuk itu. Lgaian yang paling penting Friska sudah jadi calon istrimu dan kalian tidak ada salah paham lagi.” Ucap mami Jasmin.


“Emm kali ini mami benar.” ucap Rezky.


“Hey, mami itu selalu benar tahu. Dasar kau.” Balas mami Jasmin.


“Ya ya aku tahu. Maaf!” ucap Rezky. Hal itu pun membuat semuanya tertawa.


“Nak, ini kami mami sudah menghubungi pihak WO dan ini beberapa tema pernikahan yang sudah dia kirimkan. Kau suka yang mana?” tanya mami Jasmin memperlihatkan foto tema pernikahan dari ponselnya.


“Emm yaa ini cantik. Biru sama putih. Bagaimana menurutmu nak?” tanya mami Jasmin memperlihatkan tema yang di pilih oleh Friska itu.


“Aku menyukai apa yang di sukai calon istriku mih. Jika dia memilih itu maka aku pun menurut saja.” ucap Rezky hanya melihat sekilas gambar di ponsel maminya itu.


“Huh, rugi deh mami bertanya padamu.” Ucap mami Jasmin menatap sinis putranya.


“Salah mami sendiri seperti tidak menganggapku anak lagi. Lihatlah mami lebih dekat dengan calon menantu mami dari pada aku.” Ucap Rezky pura-pura merajuk.


“Hahahh,, gak usah merajuk begitu nak. Ketampanan kamu hilang saat kau merajuk begitu. Bisa saja Riska tidak lagi menyukaimu saat kau sudah jelek. Jadi jangan membuat wajahmu jelek begitu.” Ucap Mami Jasmin tertawa.

__ADS_1


“Ish mami menyebalkan. Aku yakin calon istriku pasti akan tetap menerimaku.” Ucap Rezky percaya diri.


“Hm, pih lihat kepercayaan diri putramu itu. Ah aku muak melihatnya.” Ucap mami Jasmin tertawa.


“Emang kamu masih mau nak jika anak kami sudah jelek nanti?” lanjut mami Jasmin bertanya sambil memberi kode kepada Friska.


Friska pun tertawa lalu dia menggeleng, “Hmm gimana ya mih. Riska juga kan ingin memperbaiki keturunan nah sudah tentu harus memilih calon suami yang tampan dong. Masa iya jika jelek gimana nanti keturunna Riska.” Ucap Friska tanpa menatap Rezky.


“Tuh dengerin apa kata menantu mami makanya jangan aneh-aneh deh.” Ucap mami Jasmin tertawa.


Rezky pun hanya bisa cemberut, “Kok gitu sih.” Ujar Rezky.


“Emm papi juga setuju dengan ucapan calon menantu. Emang untuk apa suami jika tidak tampan.” Ucap papi Harry.


“Ahh menyebalkan. Kenapa papi jadi ikut-ikutan mami sih.” Ujar Rezky sebal.


Hal itu pun akhirnya membuat mereka semua tertawa. Setelah puas membahas hal terkait pernikahan keduanya yang di selingi tawa akhirnya pembahasan itu berakhir dengan makan siang bersama.


Setelah makan siang bersama mereka bersama-sama juga melakukan sholat berjamaah di ruang sholat yang ada di kediaman Rezky itu. Setelah makan siang dan sholat bersama, kini Rezky dan Friska sedan g dalam perjalanan pulang, “Dek, benar gak apa yang kamu katakan tadi bahwa jika kakak jelek kau tidak akan memilih kakak untuk jadi suami.” Ucap Rezky yang ternyata masih mengingat perkataan Friska itu.


Friska yang mendengar ucapan Rezky itu pun tertawa. Dia tidak menyangka bahwa calon suaminya itu masih memikirkan candaannya tadi, “Hahahh, kakak masih memikirkan apa yang aku katakan itu. Itu candaan doang kak. Aku bukan wanita seperti itu kak. Sekali aku memilihmu untuk jadi suamiku maka kaulah yang akan jadi suamiku walaupun kau berubah jadi jelek nanti. Aku akan tetap mencintaimu. Jadi jangan memikirkan hal itu itu. Aku hanya mengikuti alur yang mami buat.” Ujar Friska.


Rezky yang mendengar itu pun tersenyum bahagia karena dia pikir Friska serius mengatakan apa yang dia katakan itu, “Kakak juga mencintaimu dek. I Love you more and more.” Ucap Rezky serius.

__ADS_1


“I See”


__ADS_2