
Kini Frisya dan ibu Yulia sedang memasak bersama. Ibu Yulia mengajari Frisya resep salah satu makanan kesukaan Fazar. Ibu Yulia juga menjelaskan makanan apa saja yang di sukai dan tidak di sukai putranya itu.
Frisya juga menyimak dan mendengarkan apa yang di katakan oleh calon mertuanya itu. Dia juga mempelajari dengan betul resep makanan kesukaan calon suaminya itu.
Sekitar satu jam mereka memasak di dapur dan akhirnya selesai juga. Kini Frisya dan ibu Yulia sedang menata hasil masakan mereka itu di meja makan.
“Wah, wangi masalah ibu dan calon istriku ini sampai ke ruang tengah dan membuatku lapar.” Ucap Fazar yang tiba-tiba datang bersama ayah Yahya juga.
“Ini makanan kesukaanku.” Tunjuk Fazar pada salah satu makanan favoritnya yang di hidangkan di sana.
“Tadi itu Risya yang membuatnya.” Ucap ibu Yulia.
Frisya yang mendengar ucapan itu pun tersenyum lalu menatap calon ibu mertuanya itu, “Ahh tidak sepenuhnya Risya kok. Tadi ibu yang memasaknya, Risya hanya membantu sedikit saja.” ucap Frisya.
“Sama saja itu.” ucap ayah Yahya.
“Ayo kita makan saja.” lanjut ayah Yahya.
Mereka pun segera duduk di meja makan itu dan segera memulai acara makan bersama. Frisya segera membantu mengambilkan makanan untuk Fazar itu. Ibu Yulia dan ayah Yahya yang melihat itu pun hanya tersenyum.
“Terima kasih!” ucap Fazar. Lalu setelah itu makan bersama siang itu pun berlanjut dengan penuh kebahagiaan.
***
Tiga hari berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa kini Frisya dan Fazar hari ini akan mengambil sesi foto pra wedding untuk sesi terakhir mereka.
“Dek, apa kegiatan kalian hari ini?” tanya Freya saat mereka sedang sarapan.
__ADS_1
“Kami akan mengambil foto pra wedding untuk tema casual kak.” Jawab Frisya.
Freya pun mengangguk mengerti, “Ohiya terus kalian akan mengambil sesi fotonya jam berapa?” tanya Freya lagi.
“Nanti siang sih kak karena kak Fazar masih ada urusan lain yang harus dia kerjakan.” Ucap Frisya.
Freya pun kembali mengangguk mengerti lalu mereka pun menikmati sarapan itu dengan serius.
Singkat cerita, kini sudah siang hari dan tiba-tiba saja di media sosial ada berita yang menghebohkan. Frisya yang sedang bersiap untuk menunggu jemputan Fazar kini harus menghentikan aktivitasnya dan segera menjawab panggilan di ponselnya yang ternyata dari Freya.
“Halo, Assalamu’alaikum dek. Kamu ada di mana sekarang?” tanya Freya dari seberang begitu Frisya menjawab teleponnya.
“Wa’alaikum salam kak. Masih di rumah. Ini mau siap-siap untuk ke studio foto.” Jawab Frisya.
“Kamu cek sekarang apa yang sedang menjadi topic hangat di media sosial dek.” ucap Freya cepat.
“Sudah. Jangan banyak tanya lagi. Lakukan saja apa yang kakak minta.” Ucap Freya.
Frisya pun segera melihat media sosialnya dan seketika dia terdiam membaca artikel yang beredar itu, “Kaak, itu tidak mungkin benar kan? Bagaimana mungkin kak Fazar melakukan itu. Gak ini pasti ada yang salah.” Ucap Frisya meneteskan air matanya.
“Dek, jangan menangis tapi pikirkan apa yang harus kau lakukan sekarang. Untung saja semua terjadi saat kalian belum menikah. Tapi kamu juga jangan langsung percaya dengan apa yang beredar. Ini masih sedang di selidiki kebenarannya.” Ucap Freya.
Frisya sudah tidak lagi mendengarkan ucapan Freya itu. Dia bahkan memutuskan panggilan dari kakaknya itu dan segera keluar dan mencari taxi.
Sementara di kliniknya, Freya begitu sambungan telepon di antara mereka terputus. Dia segera menelpon suaminya, “Assalamu’alaikum by. Bagaimana? Apa berita itu benar? Di mana Fazar sekarang?” tanya Freya beruntun begitu panggilannya itu di jawab oleh sang suami.
“Wa’alaikum salam sayang. Tenang jangan mengajukan pertanyaan sebanyak itu. Ini masih di selidiki semuanya dan beritanya masih sementara di take down. Fazar dia aku gak dia kemana. Dia tadi memang ada bersamaku tapi dia keluar sepertinya mau menyusul Frisya. Adikmu ada di mana sayang?” tanya Alvino.
__ADS_1
“Aku gak tahu by. Aku tadi baru saja bicara dengannya tapi dia memutuskan panggilannya. Aku gak tahu dia di mana sekarang.” Ucap Freya.
“Tapi tadi saat kau menelponnya dia masih di mana sayang?” tanya Alvino.
“Di rumah. Tapi aku yakin saat ini dia sudah tidak ada di sana karena aku sangat kenal adikku. Dia walaupun kadang bertingkah konyol dan suka bercanda. Kadang juga terlihat dewasa tapi sebenarnya dia sangat kekanakan. Dia pasti lari dan menyembunyikan dirinya saat ini. Entah di mana aku pun tak tahu.” Ucap Freya.
Alvino yang mendengar ucapan istrinya itu pun hanya bisa diam, “By, kau lanjutkan cari masalahnya. Aku harus mencari adikku dulu. Aku mau pulang ke rumah dulu. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti adikku.” Ucap Freya lalu setelah itu sambungan telepon di antara mereka pun segera terputus. Freya segera mengambil semua barangnya dan segera keluar dari kliniknya itu dan pergi menuju kediamannya.
***
Di sisi lain, kini Fazar mendatangi kediaman Freya dan Alvino karena petunjuk GPS yang tersambung di ponselnya dan ponsel Frisya ada di kediaman. Jadi dia yakin Frisya itu masih di sana. Tapi sayang begitu dia tiba ART dan penjaga mengatakan bahwa Frisya baru saja pergi menggunakan taxi sekitar sepuluh menit lalu.
“Ahh Risya kamu salah paham. Kenapa tidak mendengarkan penjelasanku dulu dan menelan mentah-mentah berita yang ada.” Ucap Fazar frustasi.
Fazar pun segera pamit pergi dari kediaman Freya dan Alvino itu sambil berusaha menghubungi ponsel Frisya terus menerus walaupun hanya suara operator yang menjawabnya.
“Risya kenapa kamu pergi tanpa tahu apa kebenarannya dulu. Aku tidak mungkin melakukan hal itu. Hanya kau saja gadis yang kucintai dari dulu sampai sekarang. Aku di jebak. Entah siapa yang berniat untuk menghancurkan pernikahan kita ini.” ucap Fazar sedih.
Saat dalam perjalanan ponsel Fazar pun berdering. Itu panggilan dari ibunya. Sepertinya ibu dan ayahnya itu sudah tahu berita yang beredar.
Fazar pun menepikan mobilnya sebentar. Dia masih waras untuk tidak menjawab panggilan saat sedang mengendara apalagi saat ini suasana hatinya sedang berantakan.
“Halo, Assalau’alaikum bu!” salam Fazar.
“Wa’alaikumsalam nak. Apa berita yang ada di media itu benar nak? Bagaimana mungkin kamu melakukan itu. Oh tidak bagaimana dengan Risya? Apa dia baik-baik saja.” tanya ibu Yulia beruntun. Seperti biasa setiap wanita itu pasti akan mengajukan pertanyaan banyak ketika sedang panic.
“Aku di jebak bu. Berita itu tidak benar dan saat ini Risya pun tidak ada. Dia menghilang bu. Dia salah paham dengan apa yang terjadi. Aku bingung sekarang. Aku harus mencarinya entah kemana.” Ujar Fazar.
__ADS_1
Sekitar lima menitan dia bicara dengan ibunya itu lalu setelah itu Fazar kembali melakukan pencarian Frisya.