
Frisya pun tertawa, “Makanya datang ke rumah dan lamar aku kak.”
“Benar ya. Kakak akan segera datang.” ucap Fazar serius. Sungguh, kalimat ini lah yang dia tunggu dari Frisya. Dia ingin menikahi gadis itu secepatnya sebelum nanti ada seseorang yang akan datang merebutnya.
Frisya yang mendengar ucapannya di tanggapi dengan serius oleh Fazar pun seketika tertawa, “Aku bercanda kak. Kenapa kau sangat serius begitu.” Ujar Frisya.
“Yah, kok gitu sih. Kakak sudah serius loh dek.” ucap Fazar.
“Ya terus gimana dong. Risya hanya bercanda.” Ucap Frisya.
“Ya kakak juga gak tahu.” Balas Fazar.
“Tunggu saja aku lulus kak. Sebentar lagi akan selesai. Lagian juga pernikahan kak Kenzo belum.” Ucap Frisya.
Fazar pun mengangguk, “Hum, ya sudah deh. Kakak tidak akan mengganggu lagi. Kamu lanjutkan pekerjaanmu. Jangan lelah-lelah ya bidadariku. Jaga diri dengan baik.” ucap Fazar.
Frisya hanya tersenyum menanggapinya. Tidak lama setelah itu panggilan video itu pun segera terputus satu sama lain.
Frisya kembali melanjutkan pekerjaannya, “Aku harap kau memahami kode dariku kak.” Ucap Frisya tersenyum.
***
Kembali ke sisi Friska dan Rezky, kini seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya mereka selepas sholat magrib langsung saja jalan-jalan. Pertama tentu saja ke restoran untuk mengisi perut tentunya.
Begitu tiba di restoran, seperti biasa Rezky turun lebih dulu dan segera membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya itu, “Terima kasih!” ucap Friska lalu langsung menggandeng lengan suaminya. Mereka pu segera masuk ke dalam restoran itu sambil bergandengan tangan.
Begitu masuk mereka langsung di tuntun ke lantai dua yang ternyata lantai duanya itu terbuka sehingga bisa melihat pemandangan dari atas sana, “Wah, cantik banget sih mas pemandangannya.” Ucap Friska kagum.
Rezky pun tersenyum, “Memang cantik kan sayang. Mas sengaja memilih tempat ini. Tentu saja selain makanan di sini halal pastinya pemandangan cantik ini juga jadi poin tersendiri.” Ucap Rezky.
Friska pun mengangguk-ngangguk, “Terima kasih ya mas. Aku sangat menyukai ini. Terima kasih sudah membawaku ke tempat yang seindah ini.” ucap Friska.
__ADS_1
“Jangan berterima kasih terus sayang. Ini sudah jadi tanggung jawab mas untuk memastikan kebahagiaanmu.” Ujar Rezky.
“Sudah ayo duduk. Kita harus segera melakukan dinner lalu jalan-jalan sebentar sebelum nanti pulang untuk melanjutkan kegiatan tadi yang tertunda.” Ucap Rezky tersenyum menggoda ke arah istrinya itu.
Friska pun terkekeh lalu mengangguk, “Hum, baiklah. Istrimu ini akan mengikuti rencana yang sudah di siapkan oleh suaminya.” Ujar Friska lalu mereka segera duduk di tempat yang sudah di booking oleh Rezky sebelumnya.
Tidak lama setelah itu pesanan mereka segera datang dan pasangan pengantin baru itu menikmati dinner romantis mereka itu dengan suasana yang romantis tentunya. Saling menyuapi satu sama lain. Tanpa khawatir lagi akan timbul fitnah. Bukan fitnah atau dosa lagi yang mereka dapatkan justru pahala karena mereka sudah halal.
Setelah makan malam romantis di restoran itu keduanya menuju salah satu taman di sana melihat suasana malam di kota itu.
“Mas, dingin!” bisik Friska. Walaupun dia sudah memakai pakaian tebal tetap saja merasa dingin.
Rezky pun segera memeluk istrinya itu dari belakang, “Apa masih dingin?” tanya Rezky.
Friska pun mengangguk, “Lumayan hangat.” Ucap Friska.
“Ya sudah kita pulang saja. Aku akan menghangatkanmu nanti.” Ucap Rezky.
“Mas, mesum!” ujar Friska.
“Gak apa-apa sayang mesum sama istri sendiri. Gak ada yang melarangnya. Jadi gimana kita pulang dan mas akan menghangatkanmu atau masih mau jalan-jalan lagi?” tanya Rezky lagi.
“Pulang saja. Nanti kita jalan-jalan lagi.” Jawab Friska lalu segera berlalu meninggalkan Rezky. Dia segera berjalan lebih dulu menuju mobil.
Rezky yang melihat itu pun tersenyum lalu segera berlari menyusul istrinya itu. Sepertinya istrinya itu sudah bersiap untuk hubungan mereka. Untuk mengembangkan hubungan mereka ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Tingkat di mana mereka akan saling memiliki satu sama lain secara utuh.
Sekitar 20 menit saja berkendara akhirnya mereka tiba di vila yang mereka sewa. Rezky pun segera turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya itu. Friska pun segera turun lalu tiba-tiba Rezky segera menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam Villa.
Friska pun hanya tersenyum saja. Rezky segera membawa istrinya itu ke kamar ahh tidak langsung dia bawa ke kamar mandi, “Ayo wudhu sayang. Kita harus sholat Isya dulu.” Ucap Rezky.
Friska pun mengangguk lalu mereka segera berwudhu dan melakukan sholat berjama’ah. Selepas sholat Friska pun mencium punggung tangan suaminya dengan lembut dan seperti biasa juga Rezky membalasnya dengan mengecup kening istrinya itu.
__ADS_1
Friska segera berdiri lalu dia merapikan alat sholat mereka itu, “Sayang!” panggil Rezky.
Friska pun menoleh dan menatap suaminya itu dengan tersenyum. Rezky segera mendekati Friska dan segera menggendongnya menuju ranjang, “Mas ingin--” ucap Rezky.
Friska mengangguk, “Silahkan ambil hakmu mas. Aku siap lahir batin.” Balas Friska. Dia memang sudah siap untuk menjadi milik suaminya itu secara utuh. Dia tidak akan menunda lagi untuk memberikan hak suaminya.
Rezky yang mendengar ucapan persetujuan dari istrinya itu pun tersenyum lalu dia segera membaca doa. Pada akhirnya terjadilah sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi pada pasangan suami istri itu. Mereka sudah menyatu. Saling memiliki satu sama lain. Pernikahan mereka sudah sempurna.
***
Keesokkan paginya, tepatnya dini hari menjelang subuh. Rezky sudah terbangun dan menatap istrinya yang masih terlelap itu. Rezky tidak berniat sama sekali untuk membangunkan istrinya itu dan justru memandanginya. Menurutnya Friska sangat cantik ketika tidur. Bulu matanya cantik semuanya cantik.
Rezky tersenyum mengingat apa yang sudah terjadi pada mereka semalam. Pernikahan mereka sudah sempurna. Mereka sudah saling memiliki satu sama lain.
“Cantik banget sih istriku.” Gumam Rezky lalu mengecup bibir istrinya itu dengan lembut. Bibir yang sudah jadi candunya. Yah dia sudah kecanduan dengan bibir manis milik istrinya itu.
Friska perlahan terbangun dan menyernyapkan matanya mencoba menyesuaikan cahaya lampu tidur yang masuk ke matanya.
“Mas!” ucap Friska dengan suara khas bangun tidur.
Rezky pun tersenyum lalu mengangguk, “Apa sudah subuh?” tanya Friska.
“Hum, sebentar lagi. Sekitar 10 menit lagi mungkin.” Ujar Rezky.
Friska yang mendengar jawaban suaminya itu pun seketika terkejut dan membuka matanya lebar-lebar, “Apa?” ujar Friska.
Rezky yang melihat keterkejutan istrinya itu pun seketika tersenyum gemas. Dia menjadi gemas melihat istrinya itu, “Istri mas kok cantik banget sih.” Ujar Rezky mencolek hidung istrinya itu.
Friska hendak bangun dan seketika dia tersadar apa yang sudah terjadi pada mereka saat merasa nyeri di bagian bawah tubuhnya dan saat selimut hampir saja memperlihatkan tubuhnya yang ternyata telanjang.
“Mas!”
__ADS_1