Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
94


__ADS_3

Freya tersenyum mendengar jawaban pasrah adiknya itu, “Kita sebagai menantu walaupun kita di terima dengan baik oleh keluarga suami kita dan mertua kita itu memperlakukan kita sebagai putrinya tetap saja kita tetap menghormati mereka. Kita tidak boleh bersikap semena-mena terhadap mereka hanya lantaran kita di hormati dan di sayangi oleh mereka sebegitu rupanya. Sesayang apapun mereka kepada kita, kita tetaplah hanya seorang menantu.” Ucap Freya.


Friska yang mendengar ucapan Freya pun mengangguk mengerti, “Aku mengerti maksudmu kak. Aku paham apa itu.” ujar Friska.


“Kakak tahu dan kakak yakin bukan hanya kau saja yang paham tapi Risya juga paham kan maksud kakak?” tanya Freya menatap adik bungsunya yang hanya mendengarkan pembicaraannya dengan Friska.


Frisya mengangguk, “Risya mengerti maksud kakak kok. Risya akan mengingatnya juga.” Ucap Frisya.


“Tentu saja kau harus mengingatnya karena kakak memiliki firasat bahwa kau juga akan menikah tidak lama lagi. Fazar pasti akan memperjuangkan rasa cintanya itu. Kakak sudah sedikit mengujinya lewat dirimu beberapa hari ini dan sepertinya dia sudah memiliki poin yang bisa meyakinkan kakak walaupun dia masih harus membuktikan keseriusannya itu. Kakak tidak akan menghalangi kalian lagi. Semua keputusan ada padamu dek. Kakak yakin kau sudah bisa memutuskan mana yang baik atau pun tidak untukmu.” Ucap Freya.


Frisya yang mendengar itu pun hanya mengangguk mengerti. Setelah itu Freya segera keluar untuk membuat brownies dengan di bantu oleh Frisya tentu saja. Sementara Friska yang sebenarnya ingin ikut membantu juga langsung tidak di izinkan oleh Freya dan justru dia perintahkan untuk segera bersiap karena tukang make up akan segera datang sebentar lagi. Friska pun hanya bisa menurut jika Freya sudah memutuskannya.


***


Singkat cerita, tidak terasa kini sudah magrib. Friska setelah melakukan sholat magrib segera di make up oleh MUA yang memang menjadi impian Friska itu. Sudah tentu saja Freya yang memanggilnya karena Freya itu seolah dewi yang tahu semua keinginan adik-adiknya.

__ADS_1


Semua sibuk dengan persiapan penyambutan mempelai pria dan keluarganya yang memang sudah dalam perjalanan kesini. Tenda dan pelaminan lamaran yang di adakan secara dadakan sudah selesai tadi ba’da ashar dengan hasil yang tentu saja sangat memuastkan karena WO yang mereka pilih adalah yang terpercaya dan Freya sudah tentu tidak ingin memberikan yang tidak baik untuk lamaran adiknya itu. Sudah tentu harus sempurna dan perfect.


Alvino dan Fazar juga sudah tiba tadi satu jam sebelum magrib. Alvino sibuk dengan kelima anaknya yang kini menyibukkannya. Freya pun membiarkan saja kelima anaknya itu mengganggu Alvino dan dia hanya tersenyum melihatnya lalu meninggalkan suaminya itu dengan kelima anak mereka di kamar. Alvino yang tahu bahwa istrinya itu menertawakan penderitaannya yang di ganggu oleh kelima anak mereka hanya bisa menghela nafasnya, “Sayang, kenapa kok gak minta bunda.” Ucap Alvino menatap dua putrinya yang meminta di pakaikan jilbab. Sebenarnya hanya Azwa tapi Anind juga sepertinya ingin bermanja dengan ayahnya itu jadi dia pun ikut-ikutan hingga ketiga lelaki pun ikut juga.


Azlen dan Azlan yang meminta di pakaikan jas serta Anand yang meminta di sisir. Alvino pun melakukan hal itu dengan sabar. Walau dia tahu kenapa kelima anaknya itu berbuat begitu padanya yaitu ingin bermanja saja dengannya karena biasanya kelima anaknya itu sangat mandiri terlebih ketiga anak dinginnya itu. Tapi entah kenapa mereka hari ini sangat manja, “Sudah kedua putri ayah sudah sangat cantik.” Ucap Alvino setelah membantu memakaikan hijab untuk kedua putrinya itu.


“Terima kasih ayah.” Ucap Azwa dan Anind lalu segera menuju lemari rias bunda mereka.


Alvino segera menatap ketiga putranya yang duduk menunggu giliran mereka, “Ayah, Azlen dulu.” Ucap Azlen segera berdiri mendekati ayahnya dengan membawa jas kecilnya dan juga das. Alvino pun segera membantu putranya itu yang memiliki tingkat dingon paling tinggi.


“Terima kasih ayah.” Ucap Azlen lalu mengecup pipi Alvino sekilas. Hal yang sangat jarang di lakukan oleh Azlen dan Anand kepadanya.


Alvino yang mendapat kecupan dari Azlen pun tersenyum lalu segera menggendong putranya itu. Memang benar semua anaknya itu sangat mandiri namun tetap saja mereka adalah anak-anak yang juga ingin di manja, “Ahh, ayah tidak masalah kalian repotkan hari ini jika ayah tahu akan mendapat kecupan dari anak-anak ayah.” Ucap Alvino lalu menurunkan putranya itu.


Azwa dan Anind pun segera mendekati Alvino dan memberikan kecupan di pipi ayah mereka itu. Azlan dan Anand pun ikut berdiri dan memberikan kecupan yang sama kepada ayah mereka itu, “Ahh ayah senang deh.” Ucap Alvino lalu melabuhkan kecupan di kening semua anaknya itu. setelah itu Alvino yang di liputi oleh suasana bahagia segera membantu kedua anaknya yang belum dia bantu.

__ADS_1


Tidak lama setelah kelima anaknya rapi, Freya masuk sambil tersenyum melihat semua anaknya sudah rapi, “Wah, anak-anak bunda sudah cantik dan tampan. Siapa nih yang bantuin?” tanya Freya.


“Ayah, bun.” Ucap mereka semua lalu mendekati Freya dan menarik Freya duduk di ranjang lalu mereka semua segera melabuhkan kecupan di pipi Freya. Freya yang mendapat kecupan di pipinya pun membalas memberi kecupan di pipi semua anaknya itu. Setelah itu dia segera memeluk semua anaknya itu di pelukannya. Alvino yang melihat itu pun segera bergabung dengan anak dan istrinya itu. Mereka saling berpelukan layaknya teletubbies. Momen seperti ini memang sangat berharga untuk sebuah keluarga.


Setelah itu kelima anaknya itu segera keluar meninggalkan Freya dan Alvino di kamar berdua sebab Nino dan Nina sudah mengajak anak-anak keluar untuk duduk bersama menyambut keluarga Rezky, “Sayang, sekarang kau bantu suamimu ini bersiap.” Ucap Alvino manja.


Freya pun tersenyum, “Wah, apa suamiku ini lelah melayani mereka?” tanya Freya.


“Bukan begitu sayang. Aku tidak lelah membantu mereka hanya saja kerepotan jika mereka meminta di bantu di saat bersamaan tapi untunglah mereka mau menunggu. Selain itu juga mereka itu anak kita jadi aku tidak mungkin lelah dengan permintaan mereka hanya saja aku kerepotan. Apalagi dengan putri kecil kita itu, dia sangat heboh sendiri.” Ucap Alvino.


Freya pun tersenyum mendengar ucapan suaminya itu, “Hanya Azwa dan Azlan anak kita yang normal hubby. Jadi biarkan saja mereka seperti itu. Lagian juga mereka hanya hangat dengan keluarga jika di luar mereka sama saja.” ucap Freya.


“Kau benar sayang. Sudah jangan bahas mereka lagi. Ayo bantu suamimu ini dulu. Aku ingin menyambut calon adik iparku.” Ucap Alvino.


Freya pun tersenyum lalu segera membantu suaminya itu. Setelah suaminya rapi dia pun segera bersiap untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2