
Kita tinggalkan pasangan yang baru saja menyelesaikan kesalahpahaman mereka menuju pasangan Frisya dan Fazar yang entah sedang mengalami masalah apa.
Fazar entah kenapa dalam beberapa hari ini sering bertanya-tanya apa alasan sebenarnya yang membuat Frisya terkesan menjauh darinya. Memang kemarin mereka sempat bertemu bahkan makan siang bersama tapi Fazar tahu hal itu dilakukan oleh Frisya karena dia yang belum makan siang dan ada Disa. Hal inilah yang membuat Fazar sering kurang fokus dan termenung.
Alvino yang melihat asistennya itu kurang fokus pun menegurnya, "Ada apa denganmu Fazar? Apa ada yang terjadi masalah?" tanya Alvino setelah membaca laporan yang di berikan oleh asistennya itu.
Fazar yang setelah memberikan laporan masih berada di ruangan Alvino sambil termenung pun kaget begitu mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Alvino, “Ahh iya ada apa tuan muda?” ulang Fazar karena dia memang dia tidak begitu mendengar apa yang di tanyakan oleh Alvino.
Alvino yang mendengar Fazar bertanya kembali menghela nafas kasar, “Duduk Fazar.” Ucap Alvino.
Fazar pun segera menurut dan duduk di hadapan Alvino itu, “Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa kau sedang memiliki masalah? Kenapa kau tidak focus dan seperti orang linglung begitu? Lihatlah juga hasil laporan yang kau berikan ada beberapa yang typo padahal biasanya aku tidak pernah menemukan typo sama sekali dalam pekerjaanmu.” Ucap Alvino tegas.
Fazar yang mendengar apa yang Alvino katakan hanya bisa diam menunduk merasa bersalah karena dia sudah mengakui bahwa dia bersalah dengan mencampur adukkan masalah pribadinya dengan masalah pekerjaan, “Maaf tuan. Saya akan memperbaikinya kembali.” Ucap Fazar lembut.
“Saya belum memintamu untuk memperbaiki pekerjaanmu ini. Percuma kau memperbaiki pekerjaanmu jika kau masih tidak focus dan pikiranmu ke mana-mana yang ada nantinya pekerjaanmu itu semakin buruk. Cepat katakan kau memiliki masalah apa?” Tanya Alvino memandang tajam asistennya itu.
__ADS_1
“Angkat kepalamu Fazar dan tatap saya. Saya sedang bicara denganmu. Saya gak suka jika saya sedang bicara sementara lawan bicara saya menunduk tidak memperhatikan saya.” Ujar Alvino.
Fazar pun segera mengangkat kepalanya dan menatap Alvino dengan tatapan bersalah, “Ada apa denganmu Fazar?” ulang Alvino setengah kesal karena pertanyaannya itu tidak kunjung di jawab.
“Maaf tuan. Maaf saya sudah mencampur adukkan masalah pribadi saya dengan pekerjaan. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi.” Ucap Fazar.
Alvino yang mendengar ucapan Fazar pun kembali menghela nafas. Sedikit tidaknya dia sudah bisa memahami apa yang sedang terjadi pada asistennya itu, “Apa Frisya menjauhimu?” Tanya Alvino tepat sasaran.
Fazar hanya diam saja dan kembali menunduk, “Jika memang kau mencintainya dan ingin memilikinya maka buktikan keseriusanmu. Aku tahu alasan adik iparku itu menjauhimu karena istriku sudah memberi peringatan. Kau tahu kan apa artinya jika istriku sudah memberi peringatan kepada adiknya? Itu berarti apa yang di minta oleh istriku maka itu yang akan di lakukan oleh kedua adik iparku itu. Jadi tugasmu saat ini jika memang kau ingin memiliki dan mendapatkan Frisya maka buktikan keseriusanmu terhadap Frisya agar istriku tidak ragu. Saat ini istriku sedang ragu pada keseriusanmu, dia adalah seorang kakak yang sangat mengkhawatirkan adik-adiknya maka untuk itu dia sangat mewanti-wanti orang yang mendekati adik-adiknya. Tapi satu rahasia aku katakan padamu jika sekali saja kau mendapatkan kepercayaan dari istriku untuk menjaga adiknya dan dia tidak lagi meragukanmu maka aku jamin restu papa dan mama mertuaku akan menyertaimu. Bisa di katakan restu istriku adalah hal penting yang harus kau dapatkan.” Ucap Alvino panjang lebar.
Fazar yang mendengar penjelasan panjang Alvino seketika menyunggingkan tersenyum dan menatap bosnya itu dengan tatapan terharu, “Terima kasih bos anda sudah mengatakan ini kepada saya. Saya akan berusaha untuk mendapatkan restu dari nyonya Freya agar di izinkan menikahi adiknya. Ohiya bos kalau anda sendiri bagaimana? Apa anda merestui saya menjadi adik ipar anda?” Tanya Fazar.
Alvino yang mendengar pertanyaan Fazar segera menatap asistennya itu kesal, “Pertanyaan macam apa itu Fazar? Jika aku tidak merestuimu mana mungkin aku menjelaskan hal ini kepadamu hanya membuatku lelah saja. Jika aku tidak merestuimu mana mungkin aku menjadi mak comblang untukmu dan adik iparku itu hingga istriku saja kadang kesal padaku jika melihatku menjadi mak comblang untukmu dan adiknya. Tapi demi kau aku rela melakukannya. Kau itu sama dengan Adelio dan Devano yang juga bukan hanya asistenku tapi sudah ku anggap keluargaku. Jadi sekarang semuanya tergantung padamu. Semua triknya sudah aku katakan padamu. Jangan kecewakan aku.” Ucap Alvino menatap asistennya itu dengan senyum.
“Terima kasih tuan. Saya tidak akan mengecewakan anda. Saya akan memastikan bahwa dia akan menjadi istri saya dan anda menjadi kakak ipar saya.” Ucap Fazar tersenyum.
__ADS_1
Alvino pun yang melihat raut kebahagiaan di wajah asistennya itu tersenyum, “Sudah sekarang perbaiki pekerjaanmu itu. Awas saja jika masih ada kesalahan. Aku akan memecatmu nanti.” Ancam Alvino lalu menyerahkan laporan yang tadi di berikan oleh asistennya itu.
Fazar segera menerimanya dengan senyuman tanpa mempedulikan ancaman dari Alvino karena dia tahu bosnya itu hanya bercanda. Dia segera keluar dari ruangan tuannya dan kembali ke ruangannya sendiri dengan wajah bahagia.
Alvino yang melihat itu pun tersenyum, “Lihatlah ternyata jatuh cinta memang bisa mengubah seseorang dengan mudah. Kau akan menjadi adik iparku Fazar. Aku merestuimu.” Ujar Alvino tersenyum lalu kembali memeriksa dokumen di hadapannya.
Tepat setelah Alvino mengatakan aku merestuimu tiba-tiba ruangan Alvino itu di buka, “Siapa lagi yang kau restui, hubby?” ucap Freya yang masuk dan mendengar ucapan terakhir suaminya itu.
Alvino segera melihat ke arah sumber suara dan tersenyum begitu melihat sang istri tercinta, “Sayang kau di sini? Aku merindukanmu.” Ucap Alvino segera mendekati istrinya bermaksud memeluk istrinya itu.
“Stop hubby. Cepat jawab dulu siapa yang kau restui itu?” ulang Freya.
Alvino pun tersenyum, “Aku yakin tanpa aku jawab pun kau sudah tahu sayang.” Ujar Alvino lalu segera memeluk istrinya itu dan melabuhkan kecupan di kening Freya.
“Huh, kau ini yaa hubby ternyata tidak pantang menyerah menjadi mak comblang.” Ucap Freya segera duduk di sofa setelah menyalami sang suami. Alvino pun tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.
__ADS_1