Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
07


__ADS_3

Alvino pun menepuk bahu pria di hadapannya itu, "Saya yakin kau akan menemukannya." ucap Alvino.


"Ohiya tawaranku untuk kau melihat-lihat klinik masih berlaku. Aku akan meminta izin dari istriku agar kau di izinkan untuk melihat-lihat kliniknya. Percayalah banyak pekerja di sini yang masih lajang." lanjut Alvino.


"Tidak perlu kak, saya pasti akan menemukannya sendiri." balas Rezky.


Alvino pun hanya mengangguk mengerti lalu Rezky dan asistennya segera pamit pulang meninggalkan Alvino dan Fazar yang masih di sana.


"Kenapa aku merasa bahwa kedepannya aku akan terus melihatnya begitu kau juga Fazar. Aku memiliki firasat bahwa kalian akan sering kulihat." Ujar Alvino kepada asistennya.


Fazar yang mendengar itu sedikit kaget, "Emm,, sepertinya itu memang akan terjadi tuan kan anda dan tuan Rezky terlibat kerja sama jadi sudah pasti akan sering bertemu. Sedangkan saya adalah asisten anda jadi anda juga akan sering melihat saya." jawab Fazar.


Alvino pun mengangguk-ngangguk, "Tapi sepertinya bukan pertemuan yang seperti itu. Ahh mungkin hanya perasaanku saja. Sudahlah lupakan saja. Ohiya, apa kau memiliki kekasih Fazar?" tanya Alvino menatap asistennya itu.


Fazar yang mendengar hal itu kembali kaget dan bertanya-tanya apakah tuannya itu mengetahui sesuatu, "Kekasih? Saya tidak memiliki tuan karena saya juga ingin menikah tanpa harus pacaran lebih dulu." Jawab Fazar.


"Hmm,, aku bangga padamu. Percayalah pacaran setelah menikah itu lebih indah karena saya sudah merasakannya. Tapi kamu memiliki orang kau sukai atau kagumi begitu kan?" Tanya Alvino lagi.


Fazar pun mengangguk karena dia tidak ingin membohongi hatinya sendiri, "Saya memiliki seseorang yang saya sukai tuan. Saya jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama tapi saya sadar bahwa saya tidak pantas bersanding dengannya. Biarlah itu menjadi cinta dalam diam yang tidak akan pernah di ungkapkan." Balas Fazar.

__ADS_1


Jiwa kepo dalam diri Alvino seketika keluar ingin tahu siapa yang di kagumi oleh asistennya itu, "Siapa dia? Katakan pada saya. Saya janji akan merahasiakannya untukmu atau mungkin saya bisa membantumu meraihnya. Ingat kita sebagai laki-laki harus berjuang untuk mendapatkan apa yang kita mau jangan jadi pengecut yang sudah mengaku kalah sebelum berperang. Urusan nanti di terima atau di tolak biarlah jadi urusan belakang. Jika kita nanti di tolak setidaknya kita kalah dengan cara yanv kesatria." ucap Alvino.


Fazar yang mendengarnya tersenyum, "Saya akan mempertimbangkan apa yang tuan sarankan." Jawab Fazar.


"Yaa cinta memang butuh perjuangan dan pengorbanan. Ohiya siapa gadis itu? Apa saya mengenalnya?" Tanya Alvino kepo.


Fazar tersenyum, "Maaf tuan untuk rahasia itu biarlah menjadi rahasia saya." ucap Fazar.


"Ahh kau gak asik sama saja dengan si Rezky itu." Ucap Alvino pura-pura kesal karena dia juga tidak mungkin memaksa asistennya itu bicara. Dia saja menyembunyikan itu dari orang tuanya lama. Jadi biarkan saja asistennya itu berjuang untuk cintanya.


Tiba-tiba Freya masuk ke ruangan itu, "Hubby apa meeting nya sudah selesai? Di mana klienmu itu?" tanya Freya mendekati suaminya. Fazar segera keluar memberikan waktu berdua bagi bosnya itu bersama istrinya.


"Di jodohkan denganku? Siapa?" Tanya Freya bingung karena dia sudah melupakan hal itu.


"Iss itu si Rezky anaknya tante Jasmin teman mami. Masa kamu lupa." ujar Alvino sebal.


Freya pun mengingat-ngingat dan tersenyum begitu mengingatnya, "Ouh aku ingat, pemuda kecil yang datang saat anak kita baru dua. Iss itu sudah lama pantas saja aku sudah lupa tapi kenapa suami tampanku ini belum melupakannya? Apa suamiku ini cemburu dengan anak kecil? Ouh ayolah suamiku aku hanya mencintaimu dan kita juga sudah punya anak lima. Mana mungkin aku berpaling dari suami paket komplit sepertimu ini. Aku hanya mencintaimu selamanya jadi jangan cemburu lagi yaa. Percayalah aku ini adalah milikmu seutuhnya. Cup cup cup" Ucapan Freya itu di akhiri dengan tiga kecupan di kedua pipi dan bibir Alvino.


Alvino yang mendengar itu terharu dan sangat senang karena istrinya itu menghadiahkan kecupan untuknya hingga dia pun ingin memperdalam ciuman mereka tapi sayang belum juga di mulai sudah gagal, "Jangan macam-macam ada CCTV di sini. Tuh!" tunjuk Freya ke arah CCTV begitu tahu apa yang akan di lakukan suaminya.

__ADS_1


Freya segera berdiri dari pangkuan suaminya lalu segera keluar. Alvino tersenyum melihat itu walau ciumannya gagal tapi dia senang akan ungkapan istrinya. Istrinya itu memang sangat tahu meluluhkan dan menyenangkan hatinya. Baginya Freya itu adalah istri paket komplit tidak pernah terniat sedikit pun di hatinya untuk menyakiti istrinya karena dia tahu bagaimana perjuangannya mendapat wanita yang kini berstatus istrinya itu sekaligus ibu anak-anaknya.


***


Sementara Rezky dan asistennya Robi keluar dan tanpa sengaja dia melihat sekeliling.


Robi yang melihat hal itu segera bertanya, "Tuan, apa anda ingin melihat-lihat dulu sebelum kita pulang?" Tanya Robi hati-hati.


Rezky hanya menengok sekilas ke arah asistennya itu lalu dia segera berjalan kembali tapi bukan menuju pintu keluar melainkan ke arah lain yang entahlah kemana karena Rezky sendiri pun gak tahu tujuannya mau kemana dia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah hingga tanpa sadar kini dia sudah ada di lobi poli kandungan.


Rezky segera tersadar begitu membaca papan di depannya itu dan juga gambar-gambar yang terpasang di dinding seketika dia memukul keningnya sendiri, "Kenapa aku kesini?" tanya Rezky pada dirinya sendiri.


Robi yang dari tadi mengikuti dari belakang bosnya itu pun bersuara begitu mendengar perkataan Rezky, "Saya juga gak tahu tuan kenapa anda kesini." balas Robi.


Rezky yang mendengar hal itu segera menengok asistennya lalu berdecak kesal, "Saya juga gak nanya sama kamu. Sudahlah lebih baik kita pulang saja." Ujar Rezky berbalik.


Tapi baru beberapa meter menjauh dari poli kandungan dia mendengar seseorang bersuara, "Segera bawa ke ruang bersalin. Kita harus segera menolongnya." ucap seorang gadis dengan pakaian putihnya berlari menyusul beberapa perawat yang sudah mendorong sebuah bed di mana di atasnya ada seorang ibu hamil.


Rezky yang mendengar suara itu menghentikan langkahnya lalu berbalik kembali dan melihat punggung seorang gadis berlari. Rezky yang merasa mengenal suara itu segera berlari menyusul gadis itu tanpa mempedulikan Robi yang kebingungan melihat atasannya. Lalu Robi pun menyusul Rezky yang sudah lari meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Sementara Rezky yang sudah sampai di ruangan di mana gadis itu masuk. Dia berniat membukanya tapi terkunci, "Sial, siapa dia? Kenapa aku merasa mengenalnya. Aku pernah mendengar suara itu tapi dimana?" pikir Rezky.


__ADS_2