
Fazar pun mengangguk, “Wah, ternyata kau sadar yaa. Kau hebat sudah menghebohkan dunia maya dalam beberapa menit.” Ucap Alvino.
“Maafkan saya tuan. Saya akan segera membereskannya.” Ucap Fazar.
Alvino menggeleng, “Tidak perlu. Karena semuanya sudah di bereskan.” Ucap Alvino.
“Siapa yang melakukannya tuan?” tanya Fazar penasaran.
“Itu tidak penting siapa yang melakukannya. Tapi tidakkah kau penasaran bagaimana bentuk video yang tersebar? Kau sangat aneh dan gila. Kenapa kau melakukan hal itu bodoh. Jika saja putraku tidak mengetahuinya maka mungkin hal ini akan segera menghebohkan Negara kita juga.” Ucap Alvino geram lalu segera menyerahkan sebuah tab kepada Fazar.
Fazar pun menerima tab itu dan membaca berbagai artikel yang muncul dan juga sebuah video yang di unggah hanya dalam beberapa menit saja sudah banyak yang menontonnya dan membagikannya. Memang artikel dan video itu tidak mendapatkan komentar buruk namun Alvino tetap ingin menjaga privasi semua anggota keluarganya. Apalagi jika Freya sampai tahu hal ini bisa berabe semua, “Apa yang kau lakukan memang tidak mendapat komentar buruk dan justru banyak yang mendukung apa yang kau lakukan. Namun kau tahu kan, kami sangat menjaga privasi kami. Apalagi Frisya adalah adik iparku dan kau harus bersyukur karena istriku belum sempat melihat dan menonton hal ini.” ucap Alvino.
“Aku pun harus mengakui bahwa apa yang kau lakukan itu gentlemen tapi sekali privasi tetaplah privasi. Aku akui kau hebat melakukannya dan membuktikan bahwa kau bukan lelaki pengecut. Cara yang kau lakukan pun bahkan lebih gila dan aneh menurutku. Aku tidak tau dari mana kau mendapatkan ide seperti itu hingga berani melakukan hal seperti itu.” lanjut Alvino.
“Maaf tuan. Saya tidak memikirkan kemungkinan terburuknya. Saya hanya ingin Risya memaafkan saya dan saya akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf itu tanpa memikirkan kemungkinan buruknya. Dan untuk ide saya mendapat inspirasi dari siapa maka itu tidak lain dan tidak bukan dari anda sendiri tuan.” Ucap Fazar.
Alvino yang mendengar itu pun seketika menatap tajam asistennya, “Apa? Dariku? He’ehh aku tidak pernah melakukan hal gila seperti itu. Jangan sama kan kau dan aku. Kita berbeda.” Ucap Alvino kesal.
__ADS_1
“Tenang tuan. Saya tidak mengatakan bahwa anda pernah melakukan hal seperti itu. Saya hanya mengatakan bahwa saya terinspirasi dari anda. Kita memang berbeda maka untuk itulah hal gila dan aneh yang kita lakukan pun tentu saja berbeda tuan. Bukti lainnya juga gadis yang kita cintai pun berbeda walaupun dalam tubuh mereka mengalir darah yang sama. Saya hanya mencoba meniru keanehan dan hal gila yang anda lakukan. Jika dulu anda bisa membobol CCTV hanya agar bisa memantau di mana nyonya berada maka kenapa saya tidak bisa melakukan hal seperti tadi untuk mendapatkan maaf dari gadis yang saya cintai. Terlebih lagi gadis yang saya cintai adalah adik nyonya.” Ucap Fazar.
“Sialan kau. Jadi kau mencoba mengatakan bahwa apa yang kau lakukan hari ini hanya meniru dan terinspirasi dariku. Aku tidak terima. Pokoknya apa yang kau lakukan hari ini tidak ada kaitannya sama sekali denganku. Hal aneh dan hal gila yang kita lakukan tentu saja berbeda. Aku tidak mau di samakan.” Ucap Alvino tidak terima.
Fazar pun tertawa, “Baiklah tuan. Jika itu keinginan anda. Kita anggap bahwa kita berbeda dan tidak saling meniru satu sama lain.” Ucap Fazar.
“Aku tidak pernah menirumu.” Ucap Alvino kesal.
Fazar pun mengangguk dan tertawa, “Baik tuan. Anda menang. Sudahlah sekarang saya mau berterima kasih kepada para tuan muda yang sudah membereskan kekacauan yang sudah saya buat.” Ucap Fazar berdiri.
“Tuan, perkataan anda sangat tajam hingga melukai hatiku. Kini aku mengerti dari mana sifat dingin tuan muda Azlen karena itu di turunkan dari anda. Sebab nyonya itu sangat lembut jadi tidak mungkin menurunkan sifat dingin seperti itu.” ujar Fazar pura-pura tersakiti.
“Sialan kau. Kau sok tahu Fazar. Kau tidak tahu di balik sikap lembut istriku tersimpan sikap dingin yang bahkan melebihi diriku. Kami itu sama Fazar. Kami memiliki kepribadian mirip satu sama lain.” Ucap Alvino tertawa.
“Hahahh, saya juga tahu tuan. Jujur saja saya lebih takut melihat nyonya marah dari pada marah. Nyonya ketika bicara tegas saja sudah menakutkan apalagi jika sedang marah.” Ucap Fazar.
“Jangan mengatai istriku seperti itu Fazar. Baik buruknya istriku dia tetaplah dewi untukku. Aku mencintainya dengan seluruh kelebihan dan kekurangan yang dia miliki.” Ucap Alvino.
__ADS_1
Fazar pun tersenyum mendengar hal itu. Dia percaya apa yang di katakan oleh bosnya itu adalah kebenarannya. Alvino dan Freya adalah pasangan yang sempurna yang saling melengkapi satu sama lain. Mereka memiliki aura yang membuat seseorang segan dan hormat pada mereka hanya dengan melihat aura yang di tunjukkan mereka saja.
***
Singkat cerita, kini para keluarga sudah berkumpul di bandara untuk segera kembali ke Negara N. Kiana dan Zean serta mommy Vania dan daddy Rafael pun ikut mengantar keluarga Kiana, besan mereka.
Semua saling berpamitan satu sama lain, “Jaga dirimu baik-baik di sini dek. Kakak menunggu kabar baik dari kalian. Segera lah buat adik untuk Azwa. Jangan menundanya.” Ucap Freya kepada Kiana.
Kiana pun tersenyum malu lalu mengangguk, “Akan kami usahakan kakak ipar. Jangan khawatir. Kami akan memiliki putri yang sama cantiknya dengan putrimu itu.” ucap Zean sambil merangkul Kiana.
Freya pun tersenyum, “Aku menunggunya.”
“Kau tidak akan bisa menirunya adik ipar. Pabriknya saja berbeda sudah tentu produk yang di hasilkan pasti berbeda. Jadi jangan mencoba meniru wajah putriku. Putriku hanya akan jadi satu-satunya yang memiliki paket kecantikan itu. Kau buatlah model lain dengan versi yang lebih cantik lagi.” Ucap Alvino menimpali ucapan Zean.
Zean dan Kiana pun tersenyum, “Kakak ipar. Kenapa tidak kau saja menambah produkmu itu.” ucap Zean yang langsung mendapat tatapan tajam Kiana.
Alvino dan Freya tersenyum melihat tatapan tajam yang Kiana layangkan untuk suaminya itu, “Gak apa-apa dek. Zean lima orang anak sudah cukup untuk kami. Kami sudah melakukan operasi bersih.” Ucap Freya lembut.
__ADS_1