
Acara lamaran Kenzo dan Irma sudah selesai dan kini tinggalah keluarga saja yang berkumpul di kediaman Irma. Setelah semuanya melaksanakan sholat zuhur mereka berkumpul untuk membahas tanggal pernikahan untuk Kenzo dan Irma.
Pembahasan tanggal pernikahan itu di lakukan oleh para orang tua dan juga dewasa. Jadi kini Kenzo dan Irma berada di tengah-tengah para anak muda yang seumuran dengan mereka yang tidak lain adalah Friska, Frisya, Fazar, Rezky, Mark, Clemira dan Wina. Mereka bersembilan duduk di sebuah meja panjang yang memang di sediakan untuk perjamuan makan siang keluarga.
“Hmm, kak Kenzo dan calon kakak ipar bagaimana perasaan kalian saat ini setelah selesai melakukan lamaran?” tanya Clemira.
Kenzo dan Irma yang mendapat pertanyaan itu bingung harus menjawab apa sehingga keduanya saling memandang satu sama lain, “Kak Kenzo dan calon kakak ipar Irma jawablah pertanyaan adik kita itu. Jangan hanya saling tatap-tatapan, emang gak bosan apa dari tadi saling tatap-tatapan. Ingat loh harus menjaga pandangan kan belum ada kata sah.” Goda Frisya.
“Risya jangan menggodaku. Tunggu saja giliranmu. Aku akan menjadi pelopor untuk orang-orang yang menggodamu. Hari ini aku ikhlaskan diriku dan calon istriku ini menjadi bahan godaan kalian.” ucap Kenzo.
“Dan untuk pertanyaanmu Clemira. Kau itu masih kecil. Jadi jangan memikirkan hal-hal aneh. Tapi karena kamu sudah mengajukan pertanyaan itu maka kakak akan menjawabnya. Perasaan kami saat ini sudah tentu lega karena lamaran itu berjalan lancar tanpa kendala sedikit pun. Yah walaupun pada awalnya aku gugup tapi semuanya berjalan lancar. Terus juga tentu saja senang karena aku berhasil melamar gadis cantik di sampingku ini untuk jadi istriku. Aku sangat bahagia.” Lanjut Kenzo.
“Ehm, aku tidak menyangka bahwa kau memiliki mulut manis juga Kenzo sampai membuat calon adik iparku ini memerah malu. Aku pikir kau tidak memiliki bakat itu karena sikapmu yang cool namun sepertinya aku salah menilai lagi karena pada kenyataannya pria cool itu adalah pria yang bermulut manis. Contohnya saja kakak ipar Vino yang sangat bucin dengan kak Reya. Wah sepertinya pria yang bersikap cool itu patut di pertanyakan dari mana mereka mempelajari bakat bermulut manit begitu.” Ucap Friska tanpa menatap sekeliling dan segera menyeruput minumannya.
Frisya yang mendengar itu bertepuk tangan, “Wah sepertinya calon kakak iparku ini juga seperti itu yaa.” Goda Frisya menatap Friska dan juga Rezky dengan tersenyum.
Friska yang mendengar godaan adiknya itu pun segera menatap Frisya balik lalu menatap Rezky yang hanya mengangkat alisnya, “Wah, sepertinya aku salah. Apa aku sudah membongkar rahasia besarmu pak calon suami.” Ujar Friska.
Rezky tertawa, “Gak kok bu calon istri. Tapi itu memang sudah biasa di lakukan oleh setiap lelaki. Jadi itu bukan rahasiaku saja tapi sudah rahasia umum.” Timpal Rezky.
“Wah, kak Friska dang tuan Rezky sangat romantis.” Ucap Wina lirih yang langsung mendapat tatapan tajam dari Mark.
“Wah adik kecil jangan menatap tajam kepada seorang gadis begitu. Kau tidak akan tahu bahwa suatu hari kau akan jatuh cinta padanya dan dia akan menjadi jodohmu.” Ucap Friska menggoda si pemilik julukan adik kecil dari Freya itu padahal Clemira adalah yang adik dan juga masih ada dua anak Zein dan Deyana yang seumuran dengan anak Freya. Tapi Mark tetaplah pemilik julukan itu dan tidak tergantikan hingga saat ini walaupun Mark sudah kuliah semester tiga.
“Bukan lagi suatu hari nanti kak tapi saat ini.” timpal Clemira.
“Wah, sepertinya akan ada kisah baru nih.” Goda Kenzo.
“Ouh God. Kenapa kalian yang balik menggodaku. Bukankah ini lamaran kak Kenzo dan kak Irma lalu kenapa kalian justru menggodaku.” Ucap Mark datar.
“Wina lihatlah adik kecil kami ini bersikap cool lagi tapi kau tahu kan formulanya. Kau mendengar kan apa yang di katakan kak Ris. Sepertinya kau bisa menggunakannya.” Ujar Frisya.
“Kak Risya!” ucap Mark dengan nada rendah.
Frisya yang mendengar itu tertawa, “Hahahh, baiklah adik kecil aku tidak akan menggodamu lagi. Aku akan menggoda kak Kenzo dan calon kakak ipar.” Ucap Frisya masih tertawa.
“Risya ingatlah karma itu selalu lebih sakit dari apa yang kita lakukan. Jadi tunggu saja harimu. Kami pasti akan menggodamu habis-habisan.” Ucap Kenzo.
“Aku takut!” ucap Frisya tertawa.
“Dek, lihatlah Fazar hanya tersenyum melihatmu.” Ucap Friska.
Frisya pun melihat Fazar sekilas, “Lihatlah kak Fazar hari ini kau mendengar bahwa mereka akan menggodaku nanti. Jadi jika kau berencana untuk melamarku dan menikahiku maka kau harus bersiap menerima ledekkan dari mereka nanti karena aku ini adalah sosok yang tidak tahan meledek para kakak-kakakku yang akan menikah. Karma yang akan aku terima mungkin akan lebih berat dari apa yang aku lakukan tapi aku tidak peduli hal itu selama aku masih bisa meledek mereka hari ini maka akan aku lakukan apa yang akan terjadi nanti maka aku hanya perlu menghadapinya sebagai karma yang ku tuai atas perbuatanku. Jadi kau harus bersiap untuk itu karena sudah pasti apa yang akan aku terima atas perbuatanku hari ini bukan hanya aku saja yang menerimanya tapi juga dirimu yang mungkin akan melamarku.” Ujar Frisya.
Fazar tersenyum mendengar hal itu, “Aku sudah siap untuk itu. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan selama itu bisa membuatmu tertawa.” Timpal Fazar yang membuat Frisya tersenyum dan menatap Fazar dengan cinta di matanya.
__ADS_1
“Wah, aku tidak menyangka asisten Fazar berkata begitu padahal dari yang ku dengar bahwa asisten dari tuan Vino itu sama dinginnya dengannya.” ucap Irma lirih.
Friska tertawa mendengar perkataan Irma itu, “Kak Vino itu tidak dingin Irma. Dia hanya bersikap cool aja. Seperti yang ku katakan tadi. Jadi apa yang di lakukan kak Vino pasti sama dengan asistennya.” Ujar Friska.
“Bukankah begitu kak Fazar?” tanya Friska.
Fazar mengangguk, “Anda benar nona. Anda sudah membongkar rahasia besar kami.” timpal Fazar.
“Hahahh, kak Fazar jangan langsung mengakuinya begitu.” Ujar Kenzo tertawa.
“Kita sudah tidak ada gunannya juga mengingkarinya calon adik ipar. Fazar hanya melakukan upaya penyelamatan saja.” ujar Rezky ikut tertawa lalu membuat yang lain juga ikut tertawa.
“Hey, para anak muda apa yang membuat kalian tertawa begitu dan justru membuat makanan dingin?” tanya Alvino.
Perkumpulan para orang tua dan orang dewasa itu sudah menyelesaikan makan siang mereka dan penasaran dengan apa yang terjadi di perkumpulan para anak muda sehingga mereka bertanya, “Kakak ipar kami hanya sedang melakukan ritual dulu sebelum makan.” Jawab Frisya sehingga membuat mereka tertawa.
“Sudahlah kalian makan dulu. Nanti lanjutkan sebentar ritual penyambutannya. Jangan membuat makanan menunggu.” Ujar Freya.
“Baik kak!” jawab mereka kompak lalu segera memulai makan siang mereka itu yang sudah tertunda karena saling meledek dan menggoda satu sama lain.
“Dasar anak muda!” ucap Nenek Ayesha.
“Yah, jiwa mereka berbeda dengan kita nyonya.” Timpal mami Calista.
Saat perkumpulan para anak muda masih menikmati makan siang mereka saat itulah para perkumpulan orang dewasa membahas rencana pernikahan untuk Kenzo dan Irma yang di bahas di ruang keluarga.
“Kami tidak memiliki waktu atau tanggal yang di inginkan untuk pernikahan putri kami karena sejujurnya kami tidak menyangka bahwa jodoh putri kami akan datang secepat ini. Yah, walaupun tidak kami pungkiri bahwa kami juga sangat senang dan bahagia bahwa putri kami akan menikah dengan pria pilihannya dan juga pilihan kami. Maaf jika sebelumnya kami sudah menyelidiki Kenzo dan jujur saja sebelum kami mengetahui bahwa putri kami dan nak Kenzo memiliki perasaan satu sama lain. Kami sudah berdoa dan berharap bahwa Kenzo adalah pria yang akan menjadi jodoh putri kami.” ujar mami Calista.
“Jadi kami juga menyerahkan keputusan kepada kalian saja karena kami juga mendengar bahwa putri kalian juga akan menikah dalam kurun waktu dekat ini. Semuanya terserah keputusan kalian bagaiamana baiknya saja.” lanjut papi Baskara.
Mama Najwa dan papa Khabir saling menatap lalu mereka menatap nenek Ayesha, “Yah anda benar. Kami juga masih menyiapkan pernikahan cucu perempuanku Friska dan calonnya Rezky yang akan di lakukan dalam tiga minggu kurang. Tapi Kenzo juga cucuku. Aku tidak ingin membedakannya. Seperti kelahiran Friska dan Kenzo yang hanya berjarak lima belas hari saja. Jadi bagaimana jika pernikahan mereka juga di laksanakan hanya berjarak dua minggu saja dari pernikahan Friska dan Rezky.” Ujar nenek Ayesha.
“Sepertinya usul nenek baik.” ucap Freya menyetujui.
“Dua minggu dari pernikahan Friska dan Rezky seperti memang waktu yang pas.” Ucap mama Najwa di angguki oleh papa Khabir.
“Bagaimana dengan kalian nak? Kalian bisa mengajukan pendapat kalian. Apa kalian keberatan atau bagaimana?” tanya Nenek Ayesha menatap mami Calista dan papi Baskara.
“Kami setuju. Itu berarti lima minggu dari sekarang. Kami memiliki waktu yang panjang untuk menyiapkannya. Terima kasih atas waktu yang sudah kalian berikan.” Ucap papi Baskara di angguki oleh mami Calista.
“Baiklah jika begitu sudah kita setujui bahwa waktu pernikahan Kenzo dan Irma akan di lakukan lima minggu dari sekarang.” Ujar papa Baskara.
“Kiana apa kau memiliki pendapat lain?” tanya Freya menatap Kiana.
“Ah iya nak. Kau adalah kakak Kenzo. Jadi apa kau setuju dengan rencana itu?” tanya mama Najwa.
__ADS_1
Kiana tersenyum lalu mengangguk, “Aku setuju mah. Aku tidak mungkin tidak setuju jika nenek, mama dan papa serta kakak sudah menyetujuinya. Aku yakin waktu lima minggu itu sudah pas dan cocok untuk persiapan pernikahan Kenzo. Selain itu juga itu sudah keputusan yang paling bijak karena Friska dan Kenzo memang memiliki jarak usia seperti itu saja dan dalam keluarga kita selalu menikah sesuai urutan kelahiran. Aku sangat setuju dengan itu.” ucap Kiana tersenyum.
“Semua sudah setuju. Jadi sudah di pastikan bahwa pernikahan mereka akan di laksanakan pada tanggal yang sudah di tentukan.” Ujar papa Khabir kembali mengulangi hasil keputusannya.
Setelah pembahasan tanggal pernikahan Kenzo dan Irma yang resmi di putuskan di laksanakan dua minggu setelah pernikahan Friska dan Rezky. Para orang tua itu pun membahas hal lain.
Sementara Freya, Alvino, Kiana dan Zean mereka berdiri dan berjalan mendekati perkumpulan para anak muda yang sudah menyelesaikan acara makan siang mereka yang penuh drama itu.
“Apa tanggal pernikahan kami sudah di putuskan kak?” tanya Kenzo bersemangat.
“Dasar tidak sabaran.” Ledek Frisya.
Sementara ke empat orang yang berdiri yang menjadi sasaran pertanyaan Kenzo hanya tersenyum, “Tenang saja dek. Tanggal pernikahanmu sudah di tetapkan.” Ucap Freya.
“Kapan kak?” tanya Kenzo lagi-lagi dengan penuh semangat.
“Memang dasar tidak sabaran.” Kali ini perkataan itu tidak berasal dari Frisya melainkan Kiana.
Kenzo yang mendengar ucapan kakaknya itu hanya tersenyum, “Salah kalian sendiri tidak langsung menjawab pertanyaanku dan justru menjawabnya dengan terbelit-belit hingga membuat aku penasaran.” Ucap Kenzo.
“Kemana sikap coolmu itu adik ipar.” Ujar Zean.
“Wah sepertinya kakak ipar juga sudah ketularan sikap Frisya yang suka menggodaku.” Ujar Kenzo.
“He’eeh aku diam ya kak Kenzo. Kenapa aku yang di salahkan.” Ucap Frisya tidak terima.
Freya tertawa, “Sudah. Jangan bertengkar. Kami akan memberitahumu. Kiana beritahu saja. Kasihan dia nanti jika mati penasaran.” Ucap Freya menatap Kenzo dan Irma dengan tersenyum.
Irma yang menyadari tatapan Freya tersenyum malu lalu menunduk, “Hi, calon adik iparku. Apa kau juga ingin tahu?” tanya Kiana mendekati Irma.
Irma tersenyum lalu dia mengangguk menatap Kiana, “Hm, baiklah karena calon adik iparku ingin mengetahui tanggal pernikahannya maka aku akan memberitahukannya.”
“Pernikahan kalian akan dilaksanakan dua minggu setelah pernikahan Friska. Lebih tepatnya pada tanggal 24 bulan depan.” Ujar Kiana.
“Ets, jangan protes.” Ucap Kiana menahan bibir adiknya itu yang hendak bersuara.
“Ini sudah keputusan para orang tua dan kau di larang untuk protes. Keputusan ini selain sudah di setujui oleh para orang tua tapi keputusan ini juga sudah di pertimbangkan semuanya. Pernikahan Friska akan di laksanakan pada tanggal 10 dan pernikahanmu akan di laksanakan pada tanggal 24 itu sudah sesuai dengan jarak kelahiran kalian yang berjarak dua minggu saja.” ujar Kiana.
“Apa aku sudah boleh bersuara?” izin Kenzo.
Kiana mengangguk, “Bicaralah.” Ucap Kiana.
“Kelahiranku dan kak Ris memang hanya berjarak beberapa hari saja. Bisa gak tanggal pernikahannya di undur sehari saja. Aku tahu kalian sudah memutuskan ini dengan penuh pertimbangan. Tapi sama seperti Kak Ris yang menikah di tanggal 10 yang artinya sama dengan tanggal kelahiranku. Kenapa kalian tidak menggenapkan tanggal pernikahanmu menjadi tanggal 25 agar aku menikah di tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran kak Ris. Aku dan kak Ris lahir berjarak seperti itu maka apa tidak bisa pernikahan kami pun berjarak seperti itu.” ujar Kenzo.
Kiana yang mendengar itu segera menatap Freya yang diam saja. Sementara Friska tersenyum menatap Kenzo, adik sepupunya itu membuatnya terharu dengan permintaannya. Friska tidak menyangka Kenzo akan memikirkan itu.
__ADS_1
“Jadi apa bisa kak?” tanya Kenzo.