Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
114


__ADS_3

Di sisi lain, Frisya dan Fazar baru saja tiba di restoran Freya dan langsung menemui teman band mereka yang menatap keduanya dengan sinis, “Kalian kenapa baru datang. Ahh kalian ini kencan yaa.” Ucap Dino sinis.


Fazar dan Frisya pun tersenyum, “Maaf ya teman-teman. Sebenarnya kami memang tidak ingin datang hanya saja kami kasihan kepada kalian. Apalagi sampai harus meneror kami di grup. Jadi dengan sangat terpaksa dan penuh rasa kasihan kami memutuskan datang.” ucap Frisya tersenyum.


“Ouh begitu yaa.” Ujar Jery kesal.


“Sudah, jangan kesal begitu. Ayo kita langsung saja. Kan vokalis sudah ada. Gak usah meributkan sesuatu yang gak penting.” ucap El.


“Wah, kau memang hebat bro.” timpal Fazar memberi jempol kepada El.


“Ish abang El gak asik. Gak bisa di ajak kerja sama. Lagi sedih bang?” tanya Jery.


Frisya pun yang mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Jery itu segera menatap El dan dia pun melihat kesedihan di wajah El itu, “Apa an sih kau Jer. Siapa yang sedih coba.” Ucap El mengelak.


Frisya dan Fazar saling menatap satu sama lain seolah mata mereka bicara dan mengatakan bahwa memang ada sesuatu yang membuat El sedih. Setelah itu keduanya segera bergabung dan menyanyikan beberapa lagu untuk para pengunjung yang masih berdatangan.


Setelah selesai menyanyikan beberapa lagu mereka memutuskan untuk mengakhirinya karena memang sudah waktunya untuk selesai, “Risya, apa kalian akan langsung pulang?” tanya El.


Frisya yang mendengar pertanyaan El pun heran karena tidak biasanya laki-laki itu menanyakan hal yang seperti itu. Dia itu sangat irit bicara, “Em, belum kok bang. Risya dan kak Fazar masih mau makan dulu.” Ucap Frisya sambil menatap Fazar seolah memberi kode.


“Iya benar El. Kami masih mau makan kok. Ayo kita makan dulu semuanya. Biar aku yang bayar.” Ucap Fazar.


Dino dan Jery yang mendengar ucapan Fazar langsung berbinar, “Wah, kalau begitu hayo. Kami juga akan ikut. Lumayan kan bisa makan gratis.” Ucap Dino memang dengan tingkahnya yang tidak bisa di tebak.


Fazar dan Frisya pun tersenyum, “Sudah sana pesanlah yang kalian suka. Pesan juga untuk kami sekalian.” Ucap Frisya.


Dino dan Jery pun mengangguk lalu hendak memesan tapi keduanya kembali berbalik dan menatap Frisya dan Fazar dalam, “Ada apa? Apa kalian tidak jadi memesan atau ada sesuatu yang salah di wajah kami?” tanya Frisya menatap dua temannya itu.

__ADS_1


Dino dan Jery menggeleng, “Kami bukan tidak jadi memesan hanya saja memang benar bahwa ada sesuatu yang salah dengan kalian. Apa kalian pacaran atau menjalin hubungan? Apa ini pajak jadian untuk kami?” tanya Jery penasaran.


“Kami tidak menjalin hubungan Jer. Tapi doakan saja untuk ke depannya.” Ujar Fazar.


“Terus ini apa jika bukan pajak jadian. Kalian gak memiliki hubungan yaa.” Ucap Jery.


“Anggap saja begitu. Terserah kalian. Tapi yang pasti apa harus butuh alasan untuk mentraktir kalian. Gak harus kan? Jadi jangan bertanya lagi dan sana cepatlah memesan sebelum kami berubah pikiran nanti.” Ucap Frisya.


Dino dan Jery pun langsung berbalik dan berlari memesan. Frisya dan Fazar hanya tersenyum lalu keduanya segera menuju meja untuk duduk di ikuti oleh El. Ketiga orang itu segera duduk di depan meja yang sudah di sediakan menunggu Dino dan Jery selesai memesan.


“Emm, apa kalian sungguh memiliki hubungan?” tanya El kepada Frisya dan Fazar.


Frisya yang mendapat pertanyaan El itu pun tertawa, “Apa abang El juga sudah terjangkit virus kepo Dino dan Jery. Kami memang memiliki hubungan bang. Yah hubungan pertemanan sebagai teman band. Apa itu bukan hubungan?” tanya Frisya balik.


“Ish Risya bukan hubungan yang seperti itu yang aku maksud. Aku yakin kau sebenarnya tahu apa yang aku maksud hanya saja kau berpura-pura bodoh.” Ucap El.


Frisya pun kembali tertawa, “Doakan saja bang. Bukan begitu kak?” tanya Frisya menatap Fazar. Fazar pun tersenyum lalu mengangguk.


“Risya, aku kesepian. Aku pengen jalan-jalan. Kamu mau kan nemenin aku. Aku ini sudah di apartemenmu.” Ucap Disa dari seberang.


“Apartemen? Ouh kamu ada di apartemen. Disa, aku ada di resto kakak sekarang. Kamu ke sini aja deh. Aku tungguin. Ohiya satu lagi jangan lupa menjawab salam. Menjawab salam itu wajib.” Ucap Frisya.


“Hehehh,, maaf Ris. Aku lupa. Wa’alaikumsalam. Aku akan kesana yaa. Pokoknya tungguin aku. Awas saja jika kau pergi tidak menungguku. Jika aku tahu kau di resto kakakmu aku kesana saja tadi dan tidak lagi ke apartemenmu. Ahh aku rugi kan.” Ucap Disa sambil masuk ke lift untuk turun.


“Hmm,, salah sendiri gak menghubungi dulu.” Ucap Frisya.


“Hehehh, lupa Ris. Sudah ahh. Aku akan segera kesana. Tungguin.” Ucap Disa.

__ADS_1


“Iya iya. Dasar bawel.” Ucap Frisya. Disa dari seberang hanya tertawa lalu sambungan telepon pun segera terputus di antara kedua sahabat itu.


Setelah itu Dino dan Jery pun segera bergabung dengan mereka di meja setelah selesai memesan, “Sudah selesai?” tanya Fazar.


Dino dan Jery mengangguk kompak, “Kau jangan kaget ya bang jika nanti saat kau membayar isi dompetmu itu akan habis ludes karena kami memesan banyak.” Ucap Dino.


Fazar pun tersenyum, “Terserah kalian saja.” ucap Fazar.


“Wah, nantang yaa. Din apa kita tambah lagi pesanan kita.” Ucap Jery.


“Emm, sepertinya cukup. Kita habiskan dulu itu nanti kita kan memesan jilid dua lagi.” Timpal Dino.


Frisya dan Fazar pun hanya tersenyum mendengar pembicaraan Dino dan Jery itu. Tiba-tiba Dino dan Jery kaget melihat hiasan ponsel Frisya dan Fazar yang couple saat Fazar membalas pesan sang ibu.


“Wah, kalian sepertinya memang memiliki hubungan. Hiasan ponsel kalian saja couple.” Ucap Jery menunjuk ponsel Fazar dan Frisya.


“Astaga kalian ini. Kami memang memiliki hubungan. Kan kita berteman. Bukan hubungan teman juga tetap hubungan. Ish kalian ini.” ucap Frisya.


“Frisya Nur Sadila Abraham bukan hubungan teman yang kami maksud tapi hubungan yang special.” Ucap Dino.


Frisya pun tertawa mendengar Dino menyembutkan nama lengkapnya itu, “Hahahhh,, kau seperti sedang melakukan absen Din.” Ucap Frisya tertawa.


“Sudah aahh ayolah Risya, bang Fazar. Kami serius ini. Kami ingin tahu hubungan kalian.” ucap Jery serius.


“Jika kalian memang ingin tahu maka doakan saja yang terbaik. Saya masih sedang berusaha agar dia menerima saya.” ucap Fazar.


Frisya yang mendengar ucapan Fazar pun menatap pria itu, “Kak, apa-apa an sih.” Ucap Frisya.

__ADS_1


Tiba-tiba ada yang masuk, “Risya, temanmu paling cantik sudah tiba.” Ucap Disa mendekati Frisya.


Semua orang pun menatap ke arah Disa. Seketika Disa terdiam melihat siapa yang duduk membelakangi pintu itu, “Kak El!”


__ADS_2