
Alvino yang baru mendengar bahwa Friska juga tengah dekat dengan pria kaget, “Emang Riska juga punya seseorang?” tanya Alvino.
Freya yang mendengar itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia yakin ini akan menjadi peperangan membalas jika tidak segera di hentikan, “Kakak sudah tahu siapa punya Riska dan terkait menghadiri ulang tahun kakak juga sudah tahu. Tapi kamu punya kakak baru dengar. Jadi siapa yang mengajakmu menemui orang tuanya?” tanya Freya.
“Iss kakak gak asyik. Baiklah aku akan mengatakannya. Aku tidak sengaja pergi ke rumah kak Fazar dan perlu di catat ini bukan perkenalan calon menantu karena itu terjadi secara tidak sengaja. Jadi jangan menggodaku.” Ucap Frisya.
Alvino dan Freya yang mendengar itu saling menatap satu sama lain, “Kau pergi ke rumah Fazar?” tanya Freya.
Frisya pun mengangguk, “Kok bisa?” tanya Freya kaget.
“Iss itu gak sengaja kak, aku tidak sengaja ketemu kak Fazar di minimarket dekat rumahnya dan kak Fazar menawarkan untuk mengantarku tapi karena aku tidak ingin kak Fazar bolak-balik nanti dan juga sepertinya bahan makanan yang di beli kak Fazar akan digunakan maka aku menolak dan naik taxi saja. Tapi kak Fazar justru mengajakku ke rumahnya dulu, aku pun gak bisa menolak.” Jawab Frisya.
Alvino dan Freya yang mendengar itu pun hanya tersenyum, “Lalu apa yang terjadi setelah itu?” tanya Freya penasaran.
“Yaa gak ada, aku hanya di ajak dan berkenalan dengan ayah dan ibunya kak Fazar lalu pulang ke apartemen.” Jawab Frisya.
“Iya memang hanya itu tapi pulangnya bawa kue kak.” Timpal Friska.
“Oh ya?” tanya Freya.
Frisya pun hanya bisa menutup matanya dan menghela nafas kasar, “Iya itu memang benar. Risya sebagai orang baik jadi tentu saja tidak bisa menolak rezeki yang di berikan.” Ucap Frisya pasrah.
“Wahh sepertinya berhasil.” Ucap Alvino mendengar itu.
“Apanya yang berhasil kakak ipar?” tanya Frisya dan Friska.
“Ahh itu gamenya berhasil menang.” Ucap Alvino sementara Freya hanya tersenyum mendengar jawaban suaminya itu karena dia sangat tahu apa sebenarnya maksud perkataan suaminya.
***
__ADS_1
Kini Friska masuk ke lab komputer di rumah kakaknya itu di mana sang keponakan ingin bertemu, “Hey boy mau bicara apa dengan mami?” tanya Friska segera duduk di salah satu kursi dalam lab itu.
“Ehm, Azlen hanya ingin bertanya aja. Apa mami punya seseorang yang di benci atau membenci mami?” tanya Azlen.
Friska yang mendengar pertanyaan aneh dari keponakannya itu bingung lalu kemudian menggeleng, “Mami gak punya nak, kenapa kamu bertanya begitu?” tanya Friska ingin tahu kenapa keponakannya itu menanyakan pertanyaan aneh begitu.
Azlen menggeleng, “Gak ada kok mih. Tapi memang benar kan mami gak punya musuh satu pun? Coba mami ingat-ingat lagi deh.” Ucap Azlen.
Friska pun menuruti perkataan keponakannya itu, “Emm, gak ada sayang. Sungguh gak ada. Mami kan gak suka cari masalah dengan orang lain. Jadi mana mungkin punya musuh.” Ucap Friska setelah lumayan lama berpikir.
Azlen pun mengangguk saja karena dia memang percaya akan perkataan Friska, dia tahu tantenya satu ini sama dengan bundanya yang tidak suka mencari masalah dengan orang lain jadi tidak mungkin punya musuh.
“Hey, kenapa kamu menanyakan pertanyaan aneh begitu kepada mami?” tanya Friska masih penasaran.
“Gak ada mih, aku hanya penasaran aja.” Jawab Azlen.
Friska pun hanya menghela nafasnya karena dia juga paham apa sifat keponakan satunya ini yang suka menyembunyi sesuatu. Dia yakin keponakannya itu menyembunyikan sesuatu terkait dirinya, “Ya sudah jika memang tidak ingin mengatakan alasannya. Apa masih ada yang ingin kau tanyakan?” tanya Friska.
Friska pun mengangguk lalu dia segera berdiri, “Boy, kau juga istirahatlah, jangan hanya terus bermain ini.” ucap Friska.
“Aku tahu mih, aku akan segera istirahat setelah melakukan sesuatu. Mami turunlah lebih dulu.” Ucap Azlen.
Friska pun segera keluar dari lab itu, “Menurut abang siapa orang itu?” tanya Azlen bicara kepada Anand yang ternyata ada di dalam lab itu juga hanya saja dia sembunyi.
Anand mengangkat bahunya, “Mungkin saja itu fans mami. Kita kan tahu bahwa mami sering siaran. Kita juga kan yang menyembunyikan profesi mami itu jadi bisa saja mereka.” ucap Anand.
Azlen pun mengangguk mengerti, “Sepertinya kau benar kak. Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan? Menurut abang apa kita akan memberikannya izin mengetahui identitas mami atau bagaimana?” tanya Azlen.
Anand pun nampak berpikir, “Hmm,, sepertinya kita harus memberinya kesempatan tapi beri izin hanya lima menit saja setelah itu tutup aksesnya kembali.” Jawab Anand.
__ADS_1
“Sepertinya itu ide menarik dengan begitu juga kita akan mencari tahu siapa orang itu sebenarnya. Dalam lima menit juga kita akan mengambil data pentingnya.” Ucap Azlen.
Anand pun hanya mengangguk lalu kedua kakak beradik itu pun segera melakukan tugas mereka masing-masing.
Di sisi lain, ada seseorang yang kaget mendapatkan notifikasi bahwa dia di beri izin akses, dia pun segera melakukan tugasnya menyalin identitas orang yang dia cari itu tapi lima menit kemudian langsung tertutup kembali, “Wah, ternyata mereka memberi batas waktu akses.” Ucapnya. Lalu setelah itu dia mendapat pemberitahuan lagi.
“Jangan salah gunakan identitas itu jika kau pun tak ingin rahasiamu terkuak.”
Orang itu pun spechlash, “Wah, sepertinya tandinganku orang yang sangat hebat, dia bahkan bisa mengakses dokumen pribadiku. Baiklah aku memang tidak akan menggunakan identitas itu untuk keburukan. Perlu kau tahu aku hanya melakukan perintah atasanku. Ahh aku harus memberi tahu kepadanya. Aku tidak mau mati konyol sendiri.” Ucapnya.
***
Malam harinya, seperti biasa Friska dan Frisya mereka segera pergi untuk mengisi weekend mereka, “Kami pamit kak.” Ucap Friska dan Frisya menyalami tangan Freya.
Freya mengangguk, “Hati-hati di jalan dan lekas pulang jika sudah selesai.” Pesan Freya.
Friska dan Frisya pun mengangguk lalu keduanya langsung masuk ke mobil Friska. Yah keduanya pergi bersama, Friska akan mengantar Frisya lebih dulu ke Resto Freya sebelum dia ke studio. Freya segera masuk ke dalam kembali setelah melihat mobil adiknya keluar gerbang.
Tidak terasa kini mobil itu sudah tiba di Freya Resto, Frisya pun segera turun dan berpamitan kepada Friska. Lalu Friska pun melajukan mobilnya menuju studio dia melakukan siarannya.
Di sisi lain ada seseorang yang baru saja menghidupkan radionya dan mulai mendengar siaran weekend favoritnya yang sudah di mulai. Dia berbaring di ranjang menikmati acara itu hingga tiba-tiba ponselnya berdering. Dia awalnya tidak memedulikannya ponselnya yang berdering tapi karena sudah berulang kali dia pun menjadi kesal.
“Ada apa? Mengganggu saja kau.” Ucap Rezky to the point tambah kesal.
“Iss tenang bos saya punya info yang penting.” Ucap orang dari seberang.
“Apaan? Awal saja jika tidak penting. Saya akan memotong gajimu nanti.” Ucap Rezky.
“Tenang pak bos, saya jamin pak bos akan menyukai berita ini. Saya sudah menemukan informasi tentang gadis itu.”
__ADS_1
Rezky yang mendengar itu kaget, “Apa? Kau tidak sedang bercanda kan?”