Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
92


__ADS_3

“Tapi mah--”


Mama Najwa segera memegang pundak putri keduanya itu dan menatapnya dalam, “Mama tahu apa yang kau khawatirkan tapi percayalah semua pasti akan berjalan dengan baik-baik saja. Lamaranmu ini memang dadakan tapi semuanya terencana dengan baik dan mama pastikan bahwa lamaranmu ini tidak akan kalah mewahnya dengan lamaran kakakmu. Mama dan papa sudah merestui pilihanmu. Perlu kau tahu saja sebenarnya keluarga Rezky semalam sudah datang langsung menemui kami nak. Jika memang itu yang kau khawatirkan maka jangan pikirkan lagi. Kami merestui pilihanmu. Sudah jangan khawatirkan apapun. Lebih baik kamu ke kamarmu dan periksa pakaian yang sudah di belikan oleh calon ibu mertuamu yang mereka sudah bawa semalam.” Ucap mama Najwa tersenyum.


Friska pun hanya bisa tersenyum mendengar semua yang terjadi. Dia hanya bisa kaget, melongo serta tidak percaya dengan apa yang telah terjadi semalam. Kenapa dia menjadi seseorang yang tidak tahu menahu sama sekali, “Mah, aku menyayangimu.” Ucap Friska memeluk mamanya itu.


Mama Najwa tersenyum, “Mama tahu ketiga putri mama itu menyayangi kami dengan tulus. Mama juga menyayangimu nak. sekarang waktunya kau berbahagia. Kakakmu menikah di usianya yang ke 24 tahun sementara dirimu In Syaa Allah akan menikah di usiamu yang ke 25 tahun. Walau terlambat setahun dari usia kakakmu tapi kami tetap bahagia nak menyambut pernikahanmu. Kami akan mengantarkan putri kedua kami dengan jodoh yang telah datang padamu.” Ujar mama Najwa.


“Mah, kenapa semuanya berjalan dengan sangat cepat? Aku dan kak Rezky bahkan baru saja menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi pada kami kemarin. Kenapa malam ini lamaran resmi sudah harus di laksanakan. Aku masih ingin bermanja dengan kalian. Tapi sepertinya aku memang harus menerima takdir jodohku yang sudah datang.” ujar Friska.


Mama Najwa sedikit tertawa mendengar ucapan putri keduanya itu, “Jika kau ingin mengeluh kenapa lamaran ini di percepat tanyakan itu kepada calon suamimu dan calon mertuamu nak. Sepertinya mereka sangat ingin terburu-buru membawamu pergi dari kami. Tapi kau tenanglah nak, kami akan selalu menjadi tempat kamu bermanja kapan pun itu. Kami akan selalu ada untukmu. Tidak masalah dan tidak akan ada yang melarangmu untuk tetap bermanja dengan kami walau kau sudah memiliki suami bahkan anak sekalipun karena kalian selamanya akan tetap menjadi putri kebanggaan kami.” Ucap mama Najwa.

__ADS_1


Friska mengangguk terharu lalu mengeratkan pelukannya itu, “Aku akan melakukan itu mah. Aku akan bermanja dengan kalian walau pun nanti aku akan memiliki suami. Aku tidak akan melupakan kalian. aku jujur saja kaget dengan lamaran dadakan ini mah. Aku tadi dalam perjalanan ke sini hanya memikirkan lamaran sederhana saja hanya antara keluarga inti saja tapi sepertinya semuanya ingin cepat di laksanakan. Aku seperti melihat lamaran kakak saja mah saat itu juga kakak ipar ingin melaksanakan lamarannya hari itu di mana kakak menyetujuinya tapi akhirnya setelah negosiasi terjadi semuanya di tunda tiga hari kemudian.” Ujar Friska mengingat lamaran Freya dulu.


Mama Najwa tersenyum mendengar perkataan putrinya itu, “Memang bukan hanya kau nak yang merasakan hal yang sama. Mama dan papa pun sama, kami merasa seperti dejavu saja. Sepertinya menantu kami itu semuanya adalah orang yang sat set jadi. Vino begitu ini juga Rezky entah bagaimana lagi nanti calonnya Risya.” Ujar mama Najwa tertawa.


Friska pun ikut tertawa mendengar ucapan mamanya itu, “Mah, ayo kita ke kamar. Tunjukkan pakaianku.” Ujar Friska.


Mama Najwa pun mengangguk lalu mereka segera menuju kamar Friska dan begitu masuk di ranjangnya sudah ada dua kotak yang terletak di ranjangnya. Satu kotak berisi pakaian dan satunya lagi berisi perhiasan.


Mama Najwa duduk di ranjang putrinya itu lalu tersenyum mengangguk mendengar pertanyaan putrinya itu, “Ini semua dari mereka nak. Kami langsung meletakkan ke kamarmu semalam. Mama juga gak tahu kapan mereka menyiapkannya tapi sudah pasti sepertinya ini memang sangat sesuai dengan ukuranmu dan sepertinya juga ini bukan di beli jadi tapi memang khusus di buat untukmu. Jadi mama bisa menyimpulkannya bahwa ini memang sudah di pesan sebelumnya. Sepertinya putri mama ini sudah mereka pilih dan targetkan untuk jadi menantu mereka.” ucap mama Najwa.


Friska pun mengangguk mendengarkan ucapan mamanya itu karena dia juga berpikiran sama, “Wah, sepertinya apa yang mama katakan itu benar. Ini bukan pakaian yang di beli jadi tapi memang sudah di pesan sebelumnya.” Ujar Friska.

__ADS_1


Mama Najwa mengangguk, “Sudah, lebih baik kamu coba pakai. Kita lihat apa itu memang ukuranmu atau tidak.” Ucap mama Najwa.


Friska pun mengangguk lalu dia segera mengambil pakaian itu dan segera mencobanya dan seperti dugaan sebelumnya kebaya modern itu memang ukurannya karena sangat pas di tubuhnya. Tidak besar maupun kecil tapi memang sangat pas. Sudah di pastikan kebaya itu memang ukurannya dan di buat khusu untuknya sebab kain yang di pakai pun seperti kualitasnya bagus, “Sangat cocok untukmu nak. Sangat pas. Tidak kurang sedikitpun. Ibu mertuamu itu memang sudah merencanakan semuanya dengan baik bahkan kebaya lamaran pun sudah di siapkan dengan baik. Mama khawatir apa jangan-jangan kebaya nikah dan gaun nikahmu pun sudah di pesan dan sudah jadi saat ini.” ujar mama Najwa tertawa di akhir kalimatnya.


Friska tahu mamanya itu sedang mencoba menyembunyikan kesedihannya di balik tawanya itu, “Mah, aku akan memakai kebaya pilihan mama saja. Aku yakin mama pasti sudah memilihkan kebaya untuk ku pakai malam ini kan? Ayo aku mau melihatnya.” Ucap Friska.


Mama Najwa tersenyum mendengar ucapan putrinya itu lalu kemudian menggeleng, “Mama memang sudah meminta kakakmu untuk memilihkan kebaya untukmu nak tapi sepertinya malam ini kau harus tetap memakai kebaya ini. Keluarga calon mertuamu sudah membelikannya bahkan mempersiapkannya dengan baik. Kita tidak boleh mengecewakan mereka.” ucap mama Najwa tersenyum.


“Tapi aku lebih gak suka mengecewakan mama. Aku yakin mami Jasmin dan papi Harry akan mengerti keputusanku.” Ujar Friska.


Mama Najwa kembali menggeleng, “Mungkin mereka bisa menerimanya nak tapi mama pun tidak ingin menjadi orang tua yang egois. Gak masalah kau memakai kebaya pilihan mama atau pun mereka. Semuanya sama saja. Selain itu kau bisa memakai kebaya pemberian mama di acara lain. Kau pakailah kebaya ini nak. Ini adalah restu mereka yang di buat dengan penuh cinta. Kita tidak boleh mengecewakan mereka. Kau sangat cantik dengan kebaya ini.” ucap mama Najwa. Friska pun mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2