
Kini Freya sudah tiba di kediaman dan memeriksa apa Frisya masih ada di kediaman dan seperti dugaannya bahwa kemungkinan besar adiknya itu menghilang maka itu lah yang terjadi.
“Jam berapa dia pergi paman?” tanya Freya kepada penjaga kediamannya itu begitu dia turun dari mobilnya.
“Sekitar kurang satu jam yang lalu nyonya. Dia keluar menggunakan taxi. Saya pikir dia hanya akan pergi menemui tuan Fazar saja karena tuan Fazar tidak sempat menjemputnya tapi baru saja sekitar 10 menit yang lalu tuan Fazar ke sini mencari nona Risya.” Jelas paman Anton.
Freya pun mengangguk mengerti, “Ada apa nyonya? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya paman Anton melihat kekhawatiran di wajah nyonya itu.
“Dia menghilang karena berita Fazar paman. Artikel Fazar saat ini sedang heboh di media sosial.” Jelas Freya singkat.
Penjaga itu pun mengerti, “Pantas saja tuan Fazar tadi mengatakan bahwa nona Frisya salah paham.” Ucap paman Anton bergumam.
“Paman hubungi Fazar dulu. Saya minta tolong minta dia untuk datang kembali ke sini dulu. Saya masih harus mencoba memastikan Frisya baik-baik saja atau tidak.” Ucap Freya lalu dia segera masuk ke kediamannya itu sambil menelpon adiknya. Sementara paman Anton segera melakukan apa yang di minta oleh majikannya itu yaitu menelpon Fazar.
“Halo, dek!” ucap Freya menjawab panggilan dari Friska.
“Kak, apa benar berita yang ku baca ini? Apa mungkin kak Fazar tega melakukan itu? Pernikahan mereka sebentar lagi kak. Gak mungkin ini terjadi. Kak Fazar itu sangat menyayangi Risya.” Ucap Friska.
Freya yang mendengar ucapan adik keduanya itu pun hanya menghela nafasnya, “Kakak tahu dek bahwa Fazar itu sangat menyayangi Risya. Kakak juga yakin Fazar tidak akan melakukan itu. Tapi kita juga harus memastikan bahwa berita itu salah atau tidak. Saat ini kakak ipar kalian masih sementara menyelidikinya.” Jelas Freya.
“Terus Frisya di mana kak? Dia belum melihat berita ini kan? Dia semalam mengatakan padaku bahwa mereka akan melakukan pra wedding terakhir hari ini. Aku harap dia belum tahu karena jika dia sudah tahu maka aku yakin dia pasti akan menghilang.” Ucap Friska.
__ADS_1
“Itu dia masalahnya dek. Kini dia tidak ada. Frisya sudah menghilang. Adik kita itu menghilang sekarang. Dia sudah melihat berita itu. Kakak sekarang sedang pusing mencarinya.” Ucap Freya.
“Apa? Jadi dia sudah pergi kak? Dia gak ada di rumahmu?” tanya Friska kaget.
“Hum, sudah dulu ya dek. Kakak masih harus mencarinya dulu.” Ucap Freya. Lalu sambungan telepon di antara mereka pun segera terputus.
Freya pun kembali menelpon adik bungsunya itu walaupun hanya suara operator yang menjawab, “Di mana kamu dek? Jangan menonaktifkan ponsel seperti ini.” ucap Freya pusing.
Freya pun segera naik ke kamarnya dan tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan itu ternyata pesan dari putra sulungnya, “Bunda, jangan panic. Mami Risya dia baik-baik saja. Dia sedang ada di pantai. Kami sudah meminta pengawal ayah untuk menjaganya.” Begitu lah isi pesan dari putranya itu.
Freya yang telah membaca pesan dari putranya itu pun segera meletakkan ponselnya di ranjang, “Dasar anak itu. Di sini kami pusing mencarinya. Dia malah asyik bermain di pantai. Tapi biarkan saja dia menenangkan dirinya dulu agar Fazar juga punya waktu menyelesaikan masalah yang dia buat sendiri.” Ucap Freya.
“Siapa?” tanya Freya.
“Itu nyonya. Tuan Fazar sudah menunggu di bawah.” Ucap bi Susi.
Freya pun segera membuka pintu kamarnya itu dan tersenyum, “Terima kasih bi.” Ucap Freya lalu dia pun segera turun dengan bi Susi yang mengikutinya dari belakang.
“Nyonya!” ucap Fazar yang sedang duduk di ruang keluarga begitu melihat Freya.
Freya pun hanya mengangguk, “Duduklah. Bi tolong buatkan minum untuk calon adik ipar saya ini.” ucap Freya dingin sambil menekan kata calon adik ipar itu.
__ADS_1
Fazar pun segera menurut dan duduk kembali. Freya duduk di hadapan Fazar, “Apa yang ingin kamu jelaskan terkait masalah saat ini?” tanya Freya to the point.
“Saya akan segera menyelesaikannya nyonya. Saya juga akan membuktikan bahwa saya di jebak. Saya tidak kenal gadis itu.” ucap Fazar.
“Aku tidak butuh omong kosongmu. Yang ku butuhkan saat ini yaitu kau yang harus mempertanggung jawabkan apa yang kau perbuat. Tidak ada yang tahu bahwa kau memang benar-benar tidak mengenalnya atau mungkin kau hanya pura-pura saja tidak mengenalnya. Aku tidak tahu karena aku memang tidak mengetahuinya.” Ucap Freya lalu menatap bi Waty yang mengantarkan minuman untuk Fazar itu.
“Saya sungguh tidak mengenal gadis itu nyonya. Saya berani bersumpah untuk itu.” ucap Fazar.
Freya pun tersenyum, “Aku tidak butuh sumpah atau janjimu itu calon adik ipar. Aku hanya butuh bukti saja.” ucap Freya.
“Saya akan segera menemukannya tapi sebelum itu saya harus menemukan Frisya dulu. Saya mengkhawatirkannya.” Ucap Fazar tulus dan Freya bisa melihat bahwa laki-laki di hadapannya itu sedang menahan sedihnya.
“Apa kamu pikir Risya akan menemuimu di saat seperti ini. Di saat kau belum membuktikan dirimu. Ingat Fazar aku sangat kenal adikku. Walaupun dia konyol dan lebih ceria serta mudah berteman dengan siapa saja di banding aku dan Risya tapi percayalah di antara kami semua dialah yang paling sensitif. Buktinya saat ini dia tidak mendengarkan penjelasanmu lebih dulu dan memilih untuk pergi dan menghilang darimu. Dia bahkan melepas GPS yang kau pasang pada ponselnya.” ucap Freya.
“Jadi buktikan dulu dirimu tidak bersalah dan buktikan juga kau hanya di jebak. Kau tidak hanya perlu menjelaskan padanya tapi pada kami juga. Aku dan keluargaku menantikan penjelasan darimu. Pernikahan kalian tinggal menghitung hari. Aku tidak menjamin bahwa pernikahan kalian tetap baik-baik saja dengan adanya berita ini. Restuku dan restu orang tuaku bisa saja kami tarik kembali dan pernikahan kalian bisa batal kapan saja itu. Tapi kembali lagi semua keputusan ada pada adikku. Apa dia masih akan tetap melanjutkan pernikahan denganmu atau tidak.” Sambung Freya.
Tiba-tiba Alvino datang, “Sayang, kau menakutinya. Fazar buktikan saja dirimu. Aku sudah membantumu untuk menekan berita itu tapi untuk membuktikan dirimu tidak bersalah itu semua harus kau buktikan sendiri.” Ucap Alvino lalu mendekati Freya dan mengecup kening istrinya itu. Sementara Freya segera menyalami suaminya itu.
Fazar pun menatap Alvino dan Freya yang ada di hadapannya, “Terima kasih tuan sudah membantu saya menekan berita itu. Saya akan buktikan bahwa saya tidak bersalah dan saya pastikan juga saya akan mendapatkan maaf dari Frisya dan pernikahan kami tetap akan di laksanakan.” ucap Fazar.
“Aku suka sikap optimismu itu calon adik ipar. Tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi ke depannya.”
__ADS_1