Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
199


__ADS_3

Tiga tahun berlalu dengan sangat cepat, kini ke empat pasangan yang sudah menikah itu hidup dengan bahagia dengan keluarga kecil mereka masing. Masing-masing dari mereka sudah memiliki anak sendiri.


Untuk pasangan Kiana dan Zean mereka sudah memiliki dua orang anak dengan anak pertama berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama Alex Jevano Putra Zean yang saat ini sudah berusia dua tahun lebih beberapa bulan. Lalu setahun kemudian Kiana pun melahirkan anak kedua nya yang berjenis kelamin perempuan yang di beri nama Alexa Jevina Putri Zean tepat lahir sehari sebelum ulang tahun anak pertama mereka Alex. Hingga saat itu perayaan ulang tahun Alex pun di tunda dan di buat bersamaan dengan aqiqah sang adik.


Sementara untuk pasangan Friska dan Rezky juga sama memiliki dua orang anak dengan anak pertama berjenis kelamin perempuan yang di beri nama Abdita Fahira Putri Rezky. Lalu tepat satu setengah tahun kemudian Friska pun kembali melahirkan anak kedua nya yang berjenis laki-laki yang di beri nama Abdul Fahar Putra Rezky


Untuk pasangan selanjutnya yaitu Frisya dan Fazar mereka juga memiliki dua orang anak yang lahir kembar pengantin. Sama seperti Friska dan Rezky yang memiliki anak pertama perempuan maka untuk anak pertama Frisya dan Fazar pun yang lahir lebih dulu adalah anak perempuan yang di beri nama Hafidza Zahra Putri Fazar dan anak kedua yang lahir selang sepuluh menit saja dari kakak perempuan nya itu berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama Hafidz Zabran Putra Fazar.


Frisya dan Fazar memutuskan untuk memiliki dua orang anak saja karena Frisya setelah melahirkan si kembar sempat tidak sadar beberapa saat yang membuat Fazar saat itu ketakutan. Dia memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi dan mereka cukup memiliki dua orang anak saja. Kini kedua anak mereka itu sudah berumur dua tahun baru saja berulang tahun seminggu lalu.


Sementara untuk pasangan Irma dan Kenzo juga mereka memiliki dua orang anak di mana anak pertama mereka itu berjenis perempuan yang di beri nama Faizah Ghania Putri Kenzo. Lalu selang sebelas bulan kemudian lahir lah anak kedua mereka yang berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama Faiz Gibran Putra Kenzo.


Untuk kehamilan kedua nya itu Irma dan Kenzo tidak merencanakan nya. Tiba-tiba saja saat di cek Irma sudah mengandung. Sungguh berkah yang luar biasa. Untuk kehamilan anak pertama mereka di beri ujian tapi untuk anak kedua bagaikan kejutan untuk mereka. Untuk anak kedua mereka itu hampir seumurun dengan anak Kiana dan Zean.


Ke empat pasangan itu sepakat untuk memberikan dua nama belakang anak-anak mereka itu dengan sebutan putra dan putri lalu di lanjutkan dengan nama ayah mereka masing-masing. Itu adalah kesepakatan aneh yang di buat oleh mereka. Tapi semua menyetujui nya tanpa di bantah.


Kelahiran anak-anak mereka yang hanya berdekatan itu lah yang membuat mereka sepakat memberikan nama seperti itu untuk anak mereka.


***


Kini ada seorang gadis yang mengendarai salah satu mobil milik Freya yang sudah dia pinjam itu dari kak Reya nya. Dia yang baru saja kembali dari kampus pun bernyanyi-nyanyi dalam mengendarai mobil itu sampai tidak sadar bahwa ada polisi di depan sana.


Salah satu polisi itu menghentikan nya. Dia pun menghentikan nya tanpa ada rasa takut sedikit pun karena memang merasa bahwa dia tidak melanggar aturan lalu lintas.


“Silahkan perlihatkan semua surat-surat mobil anda nona. Perlihatkan juga surat izin mengemudi milik anda.” Ucap polisi muda itu tegas saat Clemira menurunkan kaca jendela mobil. Yah, itu adalah


“Apa maksud anda pak polisi? Apa menurut anda saya ini melanggar peraturan? Mana ada gadis cantik seperti saya ini melanggar peraturan lalu lintas.” Ucap Clemira kesal karena polisi itu terlihat menakuti nya.


“Kami tidak butuh ucapan anda nona. Kami hanya butuh anda memperlihatkan surat-surat mobil. Itu saja. Jika memang anda tidak melanggar peraturan seperti yang anda katakan itu maka semua beres. Tapi nanti setelah kami memeriksa semua surat-surat mobil ini dan juga surat izin mengemudi anda. Kami bukan tidak percaya tapi memang itu harus di lakukan. Lihat lah bukan hanya anda saja yang di hentikan tapi semua kendaraan. Ini pengecekkan rutin.” Jelas polisi itu.


Clemira pun mendengus kesal, “Baiklah, pak polisi sok. Awas saja jika semua lengkap maka saya akan melaporkan anda atas pencemaran nama baik.” ucap Clemira lalu segera meraih tas nya.


Polisi itu pun hanya bisa menggelengkan kepala nya saja tanda dia tidak mengerti dengan jalan pikiran orang yang ada di hadapan nya itu. Gadis cantik seperti yang di katakan nya namun seperti nya sombong karena berasal dari keluarga kaya terlihat dari mobil mewah yang di miliki nya.


Clemira yang di dalam mobil pun seketika panik tidak mendapati semua surat-surat mobil itu dan surat izin mengemudi nya pun gak ada. Lalu Clemira teringat di mana dia meletakkan nya setelah Freya memberikan semua surat-surat nya itu. Dia melupakan nya di meja di kamar tidur nya.


Clemira pun menepuk kening nya, “Mati aku.” Gumam Clemira lirih.


Polisi itu pun melihat apa yang di lakukan oleh Clemira dan seketika dia tersenyum karena menurut nya apa yang di lakukan oleh gadis di hadapan nya itu lucu, “Ada apa nona? Apa ada semua surat yang saya minta?” tanya nya menyembunyikan senyum karena tanpa Clemira menjawab nya pun sudah dia ketahui bahwa apa yang dia minta itu tidak ada atau mungkin tak dia bawa.


Clemira pun menatap polisi di hadapan nya itu dan membaca nama polisi muda itu di seragam polisi nya, “Maaf pak polisi muda Alendra. Saya minta maaf tadi sudah bertindak tidak sopan tapi sungguh semua surat-surat mobil ini lengkap. Saya tidak bohong sama sekali.” Ucap Clemira sambil sambil melakukan dua jari nya sebagai tanda petik.


Percaya lah saat itu Alendra ingin tertawa melihat gadis di hadapan nya itu tapi berusaha dia tahan karena tidak ingin wibawa nya jatuh di hadapan para junior nya, “Terus di mana surat-surat nya?” tanya Alendra.


“Ketinggalan pak polisi. Tapi sungguh saya tidak bohong. Ini mobil milik kakak saya dan dia sudah memberikan semua surat nya tadi tapi ketinggalan di rumah. Jadi bisakah saya di izinkan pulang dulu. Saya janji akan kembali dengan membawa surat-surat itu.” bujuk Clemira dengan memohon.


“Gak boleh. Nona ikut kami ke kantor saja. Semua kenderaan yang tidak memiliki surat atau pun ketinggalan dan sebagai nya, semua akan di bawa ke kantor. Biar nanti semua di urus di sana.” Ucap Alendra tegas.


Clemira pun mendengus kesal, “Ck, dasar polisi tidak punya perasaan. Awas saja kau.” Ucap Clemira kesal.


“Ini adalah peraturan nona dan bagi siapa yang melanggar wajib mematuhi aturan yang berlaku. Minta lah seseorang untuk mengantar surat-surat mobil anda itu dan baru lah anda bisa bebas dan membawa kembali mobil anda ini. Tapi sekarang kita ke kantor dulu.” ucap Alendra.


Clemira pun mengumpati Alendra itu lalu membawa mobil menuju kantor yang di maksud oleh Alendra. Begitu tiba di sana, Clemira pun segera memakirkan mobil dengan baik lalu dia segera turun.


“Ck, siapa yang harus aku telpon? Kak Reya atau kakak ipar Vino. Ck, dasar polisi tidak punya hati. Telpon kak Reya saja.” ucap Clemira setelah memutuskan siapa yang akan dia hubungi.


Tuut … tuut …


“Halo, Assalamu’alaikum dek. Ada apa?” tanya Freya begitu sambungan telepon tersambung.


“Wa’alaikum salam kak. Ahh itu Mira butuh bantuan kakak.” Ucap Clemira.


“Bantuan? Bantuan apa dek? Kamu tidak melakukan kesalahan kan? Kamu tidak melanggar peraturan lalu lintas kan? Hari ini ada pengecekkan rutin.” Ucap Freya dari seberang.


Clemira pun meringis mendengar ucapan Freya itu yang sangat tepat menebak nya membuat masalah, “Ahh itu kak. Aku membuat masalah. Sekarang aku ada di kantor polisi karena lupa membawa surat-surat mobil.” Cicit Clemira menggigit bibir nya.


“Ouh God Clemira! Kamu lupa meletakkannya di mana lagi? Bukan kah kakak sudah memperingatimu untuk segera menyimpan nya di tas yang akan kau pakai. Kenapa melupakan nya lagi. Kamu letakkan di mana?” tanya Freya.


“Itu kak di meja di kamarku. Aku lupa menyimpan nya di tas tadi bersama surat izin mengemudiku.” Jawab Clemira.


Freya di seberang sana terdengar menarik nafas panjang, “Ya sudah tunggu kakak di sana. Kakak akan ke sana. Jangan macam-macam di sana. Ikuti saja semua peraturan nya dengan baik. Ouh God Clemira.” Ucap Freya pusing.


“Maaf kak. Maaf sudah merepotkanmu.” Ucap Clemira merasa bersalah.

__ADS_1


“Sudah gak apa-apa. Kakak pikir kamu di tangkap karena menabrak seseorang atau apa tapi ternyata di tangkap karena ceroboh. Kamu ada di kantor mana?” tanya Freya.


Clemira pun segera menjelaskan di mana dia berada lalu setelah itu sambungan telepon pun terputus. Clemira pun segera mencari tempat duduk untuk menunggu kedatangan kakak nya itu.


***


Sementara di sisi Freya kini dia yang memang mengajukan cuti bersama suami nya itu untuk bersantai di rumah selama satu hari kini pupus sudah harapan itu karana Clemira. Tapi lagi-lagi dia tidak bisa marah kepada adik-adik nya itu. Rasa marah di hati nya selalu kalah dengan rasa kasih sayang nya dan rasa khawatir nya.


“Ada apa? Siapa yang menelpon?” tanya Alvino melihat sang istri yang memegang surat-surat mobil di tangan nya.


“Itu Clemira di tangkap polisi.” Jawab Freya.


“Di tangkap polisi? Kenapa? Apa lupa membawa surat-surat mobil lagi?” tanya Alvino.


Freya pun mengangguk, “Hum, begitu lah. Sudah dulu ya by. Aku mau ke sana. Mau membebaskan nya.” Ucap Freya.


“Aku ikut. Biar hubby yang mengantarmu.” Ujar Alvino.


Freya pun mengangguk dan menurut ucapan suami nya itu. Mereka segera keluar dan tidak lama segera melajukan mobil menuju kantor polisi yang di maksud oleh Clemira.


***


Di sisi Clemira lagi, kini di sana kenderaan yang di tangkap sudah satu persatu mulai keluar dan pergi meninggalkan kantor polisi yang luas itu.


“Komandan, gadis itu seperti nya tidak asing. Saya seperti melihat nya di suatu tempat tapi lupa di mana pernah melihat nya. Tapi sungguh saya tidak bohong. Dia itu pernah saya lihat di suatu tempat.” Ucap salah satu bawahan Alendra sebut saja dia A.


Alendra pun melirik ke arah Clemira lalu dia menggeleng sambil memikirikan ucapan bawahan nya itu, “Iya kan komandan? Komandan pasti pernah melihat nya di suatu tempat.” Ucap si A itu lagi.


Alendra pun hanya menggeleng, “Sudah, biarkan saja. Dia mengaku mobil itu bukan milik nya maka mari kita cari tahu mobil siapa yang dia bawa itu. Dia juga terlihat bukan dari keluarga biasa.” Ucap Alendra lalu dia kembali fokus dengan pekerjaan nya.


“Aku pernah melihatmu di mana? Kau memang terlihat tidak asing.” Batin Alendra.


Lalu sekitar sepuluh menit kemudian akhir nya mobil milik Alvino tiba dan Freya dan Alvino pun segera turun dan mendekati Clemira.


“Kenapa bisa lupa? Dasar ceroboh.” Ucap Freya mendekati adik nya itu.


Clemira pun tersenyum menatap sang kakak, “Terima kasih kak sudah datang. Maaf sudah mengganggu waktu libur kalian.” ucap Clemira menatap Freya dan Alvino.


“Sudah gak apa-apa kok. Ayo kita selesaikan semua nya dan kita segera kembali.” Ucap Alvino.


“Tuh, si polisi songong itu.” jawab Clemira kesal sambil menunjuk ke arah Alendra dan anggota polisi yang lain.


“Gak boleh gitu aah. Mereka hanya melakukan tugas mereka. Itu salahmu sendiri yang lupa membawa surat-surat mobilmu padahal kakak sudah mengingatkan nya.” Ucap Freya.


“Hehehehh,, maaf kak. Biasa aku itu pelupa.” Jawab Clemira tersenyum.


Freya pun ikut tersenyum.


Di sisi Alendra, “Komandan, itu bukan kah tuan Alvino dan istri nya?” tunjuk si A lagi menunjuk ke arah Clemira, Alvino dan Freya.


Alendra pun melihat apa yang di tunjuk oleh bawahan nya itu dan seketika dia mengenal siapa dua orang di samping gadis yang mengaku cantik dan dia tangkap itu.


“Pantas saja dia terlihat tidak asing ternyata anggota keluarga tuan Vino.” ucap Si A.


Alendra pun segera menyerahkan apa yang dia lakukan itu kepada bawahan nya itu, “Tolong kamu ganti saya. Saya akan ke sana sebentar.” Ucap Alendra lalu segera berjalan mendekati Clemira, Freya dan Alvino.


“Ck, dia datang ke sini kak.” Ucap Clemira.


Alvino menatap polisi muda dengan dua pangkat balak di pundak nya, “Alendra?” sapa Alvino begitu mengenali wajah pemuda itu.


“Tuan Vino.” salam Alendra penuh hormat.


“Ouh jadi kamu yang menangkap mobil yang di kendarai oleh adik istriku.” Ucap Alvino tersenyum.


“Maaf kak.” Jawab Alendra tersenyum.


Alvino menggeleng, “Kamu gak salah kok. Kamu hanya sedang menjalankan tugasmu saja dan adik iparku ini sedang sial saja.” balas Alvino.


Freya dan Clemira jadi bingung dengan Alvino yang akrab dengan Alendra itu, “Tunggu dulu kakak ipar. Kau mengenal nya? Apa itu kak? Dia memanggilmu kakak? Apa tidak salah?” tanya Clemira melirik sinis ke arah Alendra. Dia masih saja kesal.


“Clemira!” panggil Freya dengan nada rendah.


“Ahh maaf kak.” Jawab Clemira menunduk.

__ADS_1


“Alendra … kenalkan ini istriku dan ini adik iparku Clemira. Ohiya sayang ini Alendra satu almamater denganku. Bisa di katakan dia adik juniorku.” Ucap Alvino memperkenalkan mereka.


Freya pun tersenyum, “Freya!” ucap Freya lembut tapi terdengar berwibawa.


“Dek, ayo!” ucap Freya memberi kode kepada adik nya itu.


“Clemira.” Ujar nya asal.


“Maafkan dia yaa. Dia memang kalau sudah kesal sama seseorang maka mood nya terhadap orang itu akan buruk.” Jelas Freya.


“Ahh tidak apa-apa kak. Saya mengerti.” Jawab Alendra penuh hormat.


“Kakak? Kakak siapa? Itu bukan kakakmu.” Ucap Clemira yang hanya di tanggapi senyuman oleh Alendra.


“Alendra bisa bantu aku. Tolong segera selesaikan masalah mobil adik iparku ini.” ucap Alvino.


“Ahh tentu kak.” Jawab Alendra.


Alvino pun segera meminta semua surat-surat mobil kepada Freya dan langsung di berikan kepada Alendra. Tidak lama sekitar sepuluh menit saja semua sudah selesai.


“Silahkan kak. Mobil nya sudah bisa di bawah.” Ucap Alendra lalu kembali menyerahkan surat-surat mobil itu kepada Alvino.


“Okay, terima kasih Alendra. Kapan-kapan datang lah ke rumah. Aku mengundangmu makan malam di rumah week end ini.” ucap Alvino.


“Ah baik kak. Saya akan menyempat waktu.” jawab Alendra.


Setelah itu mereka pun segera pamit pergi. Clemira segera ikut dengan Freya sementara Alvino yang membawa mobil sang istri yang di pinjam oleh Clemira itu.


“Ada apa komandan? Apakah belakang mobil itu sangat cantik sehingga tuan tidak ingin mengalihkan pandangan dari hal itu.” ucap bawahan Alendra yang tiba-tiba sudah ada di samping nya itu.


Alendra pun hanya tersenyum saja, “Hum, seperti nya begitu.” Jawab Alendra.


“Wah parah seperti nya komandan jatuh cinta. Akhirnya komandan jatuh cinta juga.” Ucap bawahan nya itu. Alendra pun hanya tersenyum saja.


***


Sementara di sisi Freya dan Alvino, kini mereka baru saja tiba di kediaman bertepatan dengan Mark dan Wina yang juga baru pulang kerja.


Freya pun segera turun, “Mark, Wina ikut kakak. Aku mau bicara penting.” ucap Freya lalu setelah mengatakan itu dia pun segera menuju rumah.


“Pergi lah adik kecil temui kakak mu itu sebelum dia marah nanti.” Ucap Alvino menepuk pundak adik ipar nya itu.


Mark dan Wina pun menghela nafas mereka lalu segera masuk ke dalam kediaman dan menemui Freya yang ada di ruang keluarga menunggu mereka. Hanya dia sendiri saja. Tidak ada orang lain. Clemira dan kakak ipar nya itu tidak ada di sana.


“Duduk lah.” Ucap Freya datar.


Mark dan Wina pun duduk di sofa yang berhadapan dengan Freya itu, “Katakan dengan jujur apa hubungan kalian?” tanya Freya to the point.


“Kami gak memiliki hubungan apapun kak. Kami hanya berteman dan saling membantu saja.” jawab Mark.


Freya pun menganggukan kepala nya, “Baiklah jika memang hanya itu hubungan yang kalian miliki. Tapi awas saja jika lebih.” Ucap Freya.


“Kak, kami sudah dewasa. Kami sudah bisa memutuskan apa yang menurut kami baik dan benar.” ucap Mark.


“Lalu apa kau akan menikahi nya?” tanya Freya menatap adik yang selalu dia panggil dengan adik kecil itu.


“Kakak tahu kalian itu saling menyukai satu sama lain sejak lama. Pertengkaran di antara kalian itu menumbuhkan rasa cinta di hati. Kakak ini pernah jatuh cinta dan mengerti hal itu. Jadi jangan berlindung di balik kata teman. Kalian sudah dewasa seperti apa yang kalian katakan. Maka jika memang kalian hanya teman dan tidak memiliki hubungan cinta di antara kalian maka Wina akan kakak jodohkan dengan orang lain.” Sambung Freya.


“Kakak tidak boleh melakukan itu.” tolak Mark.


“Kenapa tidak boleh? Wina single dan kau pun mengakui hubungan di antara kalian itu hanya hubungan pertemanan. Jadi apa masalah nya? Lagi pula ini adalah kehidupan Wina. Dia berhak memutuskan sendiri apa yang dia mau. Kau tidak berhak ikut campur begitu juga kakak. Lalu selain itu dia juga masih punya ibu. Ingat Mark kau memang adik kecilku tapi Wina adalah adikku juga. Aku tidak akan mengizinkanmu menyakitinya dengan bersembunyi di balik kata teman. Pengecut laki-laki seperti itu yang tidak memperjuangkan wanita yang dia cintai.” Ucap Freya.


“Kaak!” ucap Mark.


“Apa? Kau mau menolak apa yang ku katakan itu? Kau mau menolak bahwa kau pengecut. Kau tidak terima aku katai seperti itu?” tanya Freya menatap adiknya itu.


“Bukan begitu kak. Tapi kau tahu sendiri apa yang membuatku melakukan ini.” ucap Mark menunduk.


“Apa karena restu aunty? Dia tidak suka kepada Wina? Jadi maumu apa? Kau mau mengikat Wina jadi perawan tua dan tidak pernah menikah sama sekali hanya karena kau yang tidak bisa memastikan bahwa restu ibumu itu kau dapatkan.” Ucap Freya.


“Sudah lah Wina. Lepaskan saja dia jika memang dia tidak memperjuangkanmu. Kamu tak pantas untuk laki pengecut seperti dia. Di luar sana masih banyak yang mau jadi suamimu.” Ucap Freya.


“Gak boleh.” Larang Mark.

__ADS_1


“Kenapa tidak boleh? Jangan egois Mark. Aku tidak akan membelamu walaupun kau adalah adik kecilku. Aku tidak akan membela sesorang yang pengecut seperti dirimu. Tidak akan.” Ucap Freya.


“Aku tidak pengecut kak. Berhenti mengatai aku begitu.” Ucap Mark kesal.


__ADS_2