Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
173


__ADS_3

Kini Friska dan Rezky sedang dalam perjalanan menuju bandara. Kurang lebih 15 menit saja mereka tiba di bandara.


Di sana sudah ada orang tua Friska dan orang tua Rezky yang menunggu mereka. Friska segera mendekati orang tua dan mertuanya itu. Friska segera memeluk mama Najwa lalu kemudian memeluk mami Jasmin. Setelah itu menyalami papi Harry dan terakhir memeluk papanya.


“Cantik!” ucap papa Khabir memeluk putri keduanya itu yang sudah memiliki pasangan.


“Papa!” ucap Friska dalam pelukan papanya.


“Hum, sudah besar dek. Kenapa masih saja suka memeluk papa. Malu tuh di lihat suami.” Goda Freya yang entah dari mana datangnya.


Friska pun melepaskan pelukan dari papanya itu dan menatap sang kakak sinis, “Kakak apa an sih.” Ucap Friska sambil mengerucutkan bibirnya.


“Kamu jangan menggoda adikmu Reya. Kamu juga begitu saat akan berangkat bulan madu saat itu.” ucap mama Najwa.


“Mama jangan membongkar rahasiaku.” Ucap Freya segera mendekati mamanya itu dan memeluknya manja.


“Kakak itu yang lebih manja kepada papa dan mama tahu. Mau menggodaku padahal kakak lebih manja.” Ucap Friska.


“Yah kakak mengaku kalah. Kamu menang. Kamu di bela in mama. Ya sudah kakak kalah deh.” Ucap Freya membuat mereka semua tertawa.


“Sudah, jangan bertengkar lagi. Kalian berangkatlah.” Ucap papa Khabir.


Tidak lama setelah itu pun pesawat pribadi milik Rezky tentunya segera lepas landas menuju Kanada tempat di mana yang mereka pilih untuk jadi tempat bulan madu keduanya.


***


Sementara di sisi lain, kini Frisya dia sibuk dengan laporan akhirnya hari ini harus pergi ke mall untuk membeli sesuatu yang dia butuhkan untuk laporan akhirnya itu.


Frisya seperti biasa dia pergi kemanapun pastinya dengan motor kesayangannya itu. Begitu tiba di mall saat di parkiran dia hampir saja menabrak seseorang jika tidak mengerem mendadak, “Maaf! Apa anda terluka?” tanya Frisya khawatir dan dia pun segera turun dari motornya itu mendekati orang yang hampir di tabraknya.


Sementara orang yang hampir di tabraknya itu tersenyum, “Suara itu? akhirnya kita bertemu lagi gadis manis.” Ucapnya lalu dia segera berbalik melihat Frisya.


“Apa anda terluka?” tanya Frisya mengulang pertanyaannya.


Jemi menggeleng, “Saya tidak terluka kok. Kamu gak menabrak saya.” ujar Jemi. Yah, pria itu adalah Jemi. Pria yang sama yang dia tabrak saat di bandara.

__ADS_1


Frisya pun mengelus dadanya lega, “Syukur lah jika begitu. Saya senang. Saya pikir anda terluka tadi.” Ucap Frisya.


Jemi pun tersenyum lalu dia kembali menggeleng, “Apa anda yakin tidak terluka?” Tanya Frisya sekali lagi untuk memastikan.


“Tidak nona. Tapi jika memang anda merasa bersalah. Tidak bisakah kita saling berkenalan.” Ucap Jemi tersenyum.


Frisya pun tersenyum lalu mengangguk, “Ahh tentu. Saya Frisya. Panggil saja Risya.” Ucap Frisya mengatupkan kedua tangan di dadanya.


“Jemi!” ujar Jemi.


“Baiklah kak Jemi karena anda tidak terluka dan tidak mungkin menuntut saya juga maka saya pamit dulu. Saya buru-buru.” ucap Frisya lalu dia segera berlari masuk menuju mall karena Disa sudah menunggunya di dalam dan sudah menerornya dari tadi.


“Frisya. Nama yang cantik. Di mana lagi aku akan bertemu dengannya ya.” Ucap Jemi tersenyum.


Tiba-tiba ponselnya berdering dan dia pun segera menjawabnya, “Apa ini dengan tuan Jemi?” tanya orang dari seberang.


“Benar.” jawab Jemi.


“Ini saya Fazar asisten pribadi tuan Alvino. Dia meminta anda untuk segera datang ke perusahaan karena lamaran kerja anda di terima. Tuan Alvino sendiri yang akan mewancarai anda secara langsung.” Ucap Fazar.


“Baiklah kami tunggu.” Ucap Fazar. Lalu tidak lama setelah itu sambungan telepon pun segera terputus.


***


Kita ke sisi Zean dan Kiana, kini mereka ada di kediaman mereka sedang berbaring di tempat tidur, “Mommy sama daddy kemana boo?” tanya Kiana karena memang sejak dia bangun tadi dia tidak melihat mertuanya itu.


“Mereka pergi ke kediaman kakak ipar Reya.” jawab Zean.


Kiana pun mengangguk mengerti, “Mau apa mereka kesana?” tanya Kiana lagi.


Zean pun mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tahu apa tujuan orang tuanya itu ke kediaman Freya dan Alvino, “Ouh begitu yaa.” Ucap Kiana.


Bertepatan dengan itu mommy Vania dan daddy Rafael kembali dan segera masuk ke kediaman putra mereka itu, “Mom, dad kalian dari mana?” tanya Kiana.


Mommy Vania pun tersenyum dan mendekati menantunya itu, “Mom dan dad dari kediaman kakakmu nak. Kami kesana ingin melihat anak-anak kakakmu itu yang sangat lucu, cantik dan tampan.” Ucap mommy Vania.

__ADS_1


“Apalagi yang bungsu. Iya kan mom.” Ucap Zean.


Mommy Vania mengangguk, “Hum, benar. Azwa sangat cantik. Yah walaupun Anind juga cantik. Tapi adiknya itu lebih cantik. Mommy juga terharu karena mereka saling menyayangi satu sama lain.” Ujar mommy Vania.


“Parenting Freya dan Alvino sangat bagus. Mereka juga menyediakan fasilitas yang lengkap untuk mendukung minat dan bakat anak-anak mereka itu.” ucap daddy Rafael.


Mommy Vania tersenyum lalu mengusap perut Kiana lembut, “Semoga kau hamil juga.” Ucap mommy Vania lembut.


Kiana dan Zean yang mendengar ucapan mommy Vania itu pun saling memandang satu sama lain lalu tersenyum. Mereka memang belum mengatakan kepada mommy Vania dan daddy Rafael itu perihal kehamilan Kiana.


“Mom, dad kami punya kabar bahagia untuk kalian.” ucap Zean tersenyum memandangi istrinya.


“Kabar bahagia apa nak?” tanya mommy Vania memandang sang putra penasaran begitu juga dengan daddy Rafael yang memandang Zean demikian.


“Istriku sedang hamil. Menantu kalian ini sedang mengandung 6 minggu.” Ucap Zean.


Mommy Vania yang mendengar ucapan putranya itu pun terkejut lalu memandang Kiana, “Apa itu benar nak?” tanya Mommy Vania dengan kebahagiaan yang tidak bisa di tahan di matanya itu.


Kiana mengangguk, “Benar mom. Kia mengandung.” Ucap Kiana.


Mommy Vania pun tersenyum lalu memeluk Kiana erat, “Sejak kapan tahu? Kenapa tidak mengatakannya kepada kami?” tanya mommy Vania melepas pelukannya dan mengusap perut menantunya itu.


“Kia juga baru tahu mom. Itu pun karena kak Reya yang memaksa Kia untuk periksa. Terus kami tidak memiliki kesempatan untuk mengatakannya kepada mom dan dad. Maaf.” Ucap Kiana.


Mommy Vania menggeleng, “Gak apa-apa sayang. Apa cucuku baik-baik saja?” tanya Mommy Vania antusias.


“Dia baik-baik saja mom. Dia kuat kok.” jawab Zean.


“Dad, kita akan punya cucu. Cucu cantik seperti Azwa.” Ucap mommy Vania.


“Jaga istrimu dengan baik.” ucap daddy Rafael yang di balas anggukan oleh Zean.


“Tanpa dad memintanya pun aku akan menjaga istri dan calon anakku itu.” ucap Zean.


Mommy Vania dan daddy Rafael pun tersenyum mendengar jawaban yang di berikan oleh putra mereka itu. Mereka bangga pada putra mereka itu. Mommy Vania dan daddy Rafael bersuka cita menyambut cucu mereka itu. Sungguh kebahagiaan menyelimuti mereka.

__ADS_1


__ADS_2