Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
97


__ADS_3

Mama Najwa pun melihat yang di tunjuk oleh putrinya itu lalu dia segera menatap Freya kembali setelah melihat seorang gadis yang duduk di samping keponakannya itu, “Siapa gadis itu?”


Freya tersenyum mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir mamanya itu, “Mama akan tahu nanti. Kita akan menanyakannya sendiri pada anak itu.” bisik Freya lalu dia segera meninggalkan mamanya kembali ke kursi di mana sang suami berada.


Mama Najwa pun hanya tersenyum mendengar bisikkan yang di berikan oleh Freya. Dia yakin bahwa putri sulungnya itu pasti sudah tahu siapa gadis yang di bawa oleh keponakannya. Walaupun dia sangat penasaran terhadap sosok gadis itu namun dia harus menahannya karena prosesi lamaran putri keduanya sedang berlangsung. Akan aneh nanti jika dia hanya menuruti rasa penasarannya dan sampai meninggalkan hal ini.


Freya segera duduk di samping suaminya di mana ada anak-anaknya juga di sana serta para keluarga yang lain. Freya menatap ke arah Kenzo dan tersenyum, Freya juga menatap Irma lalu dia tersenyum. Irma yang matanya beradu tatapan dengan Freya seketika menunduk malu karena takut. Dia kenal siapa itu Freya, yah sudah tentu saja Freya itu adalah kakak sepupunya dari direkturnya ini. Selain sebagai kakak dari Kenzo, dia juga kenal bahwa Freya adalah istri satu-satunya dan paling di cintai oleh pengusaha nomor satu Alvino Aryawiguna.


Alvino mengikuti arah tatapan istrinya, “Siapa yang kau lihat sayang?” tanya Alvino.


Freya menggeleng, “Gak ada hubby. Aku hanya memastikan apa semua anggota keluarga sudah hadir atau tidak dan sepertinya semuanya sudah lengkap. Bahkan Kiana dan Zean pun turut hadir walau hanya melalui video call.” Ujar Freya melihat Mark dan Clemira bicara dengan Kiana di telepon Mark.


Alvino yang tahu bahwa sang istri berbohong pun tersenyum, “Pandai banget istriku ini ngelesnya. Jangan pikir aku gak tahu apa yang kamu lihat sayang. Aku ini bisa membaca pikiranmu.” Ucap Alvino memeluk istrinya itu dari samping.


“Ehem, maaf kakak ipar, kakak. Tolong hargai kami yang masih anak-anak ini. Jangan menebar keromatisan di sini.” Sindir Mark yang melihat momen Alvino dan Freya itu.

__ADS_1


Freya pun tersenyum mendengar sindiran adiknya itu, “Maaf adik kecil.” Ucap Freya.


“Kakak, aku sudah bukan adik kecilmu lagi. Bukankah sudah ada Nino dan Nina yang menjadi adik kecilmu.” Ujar Mark melihat ke arah lain. Seperti biasa Mark itu tetap saja cemburu begitu gelarnya di copot sebagai adik kecilnya Freya padahal dia dan Clemira, dialah yang lebih tua namun karena Freya memanggilnya adik kecil maka itu sudah terbiasa dia pun terbiasa dengan hal itu dan Clemira pun tidak pernah mempermasalahkannya. Jadi kelahiran Nino dan Nina membuatnya cemburu karena Freya tidak lagi memanggilnya adik kecil dan justru memanggil anak-anak Zein itu dengan adik kecil.


Alvino dan Freya tersenyum mendengar jawaban yang di berikan Mark, “Dia masih saja cemburu dengan sebutannya yang di copot sayang. Padahal dia dan Clemira, Clemira yang lebih muda.” Ujar Alvino.


“Dia sudah terbiasa dengan panggilan itu makanya dia tidak terima padahal aku hanya menggodanya. Dia tetaplah adik kecil untukku.” Timpal Freya.


“Hahahh, kau hebat sayang. Bisa menjadi kakak terbaik untuk semua adik-adikmu. Aku ingin melihat bagaimana istriku ini menyatukan Kenzo dengan gadis yang dia sukai. Kau tahu sendiri kan sayang status gadis itu. Kau juga tahu bagaimana watak Kenzo.” ucap Alvino berbisik karena tidak ingin apa yang mereka bahas di dengar oleh Kenzo dan Irma.


“Bunda sama ayah kenapa bisik-bisik?” tanya Azwa yang turun dari kursinya lalu mendekati kedua orang tuanya itu.


Alvino dan Freya tersenyum mendengar pertanyaan dari putri kecil mereka, “Itu masalah orang dewasa sayang. Jika nanti Azwa dewasa baru bisa mengerti.” Ucap Alvino yang langsung memangku putrinya itu. Freya hanya tersenyum.


***

__ADS_1


Tidak lama akhirnya acara yang di tunggu-tunggu segera tiba, acara inti akan di mulai. Freya segera berdiri menuju kamar Friska untuk membawa adiknya itu ke pelaminan. Rezky di sana yang di apit oleh papi Harry dan mami Jasmin tangannya sudah dingin dan gugup. Baru saja sehari dia tidak melihat Friska tapi entah kenapa kerinduan itu sudah menggelayutinya. Rezky bertekad untuk mempercepat pernikahannya ini agar dia tidak akan menahan rindu seperti ini lagi.


Freya segera menggandeng Friska di sebelah kirinya karena Frisya sudah menggandeng Friska di sebelah kanannya. Ketiga bersaudara itu segera keluar dari rumah menuju pelaminan yang ada di halaman luas kediaman orang tua Freya ini. Freya mengapit adiknya teringat akan lamaran dan pernikahannya dulu yang saat itu kedua adiknya itu yang mengapitnya seperti ini. Dan kini dia yang mengapit adik keduanya untuk menemui calon suaminya.


Para tamu undangan yang hadir semua terpesona melihat aura anggun dan cantik yang terpancar dari Friska, terutama Rezky yang memandang Friska dengan tatapan penuh cinta, “Jaga pandangan nak.” bisik papi Harry menggoda putranya itu.


Rezky yang mendengar bisikan sang papi tersenyum lalu dia sedikit mengalihkan pandangannya lalu kembali menatap Friska yang kini sudah ada di tengah-tengah kedua orang tuanya. Freya dan Frisya segera kembali ke tempat duduk mereka yang memang sudah tersedia.


Freya segera duduk di samping suaminya tentunya sementara Frisya duduk di samping Fazar karena memang tinggal itu kursi yang tersedia. Frisya sebelum duduk dia menatap ke arah Freya. Sepertinya ini sudah di atur oleh kakaknya itu karena bagaimana mungkin Fazar bisa berada di jajaran para keluarga. Selain Fazar dia juga melihat seorang gadis yang lumayan asing di matanya sedang duduk di samping Kenzo.


Di pelaminan Friska dan Rezky saling melihat satu sama lain namun Friska yang memutus pandangan pertama kali. Acara inti itu segera di mulai dan semuanya berjalan lancar satu sama lain. Rezky mengungkapkan semua isi hatinya di hadapan semua orang dengan tulus dan penuh cinta sementara Friska menjawab lamaran itu dengan cinta juga. Kini mami Jasmin dan mam Najwa memasangkan cincin di jari calon menantu mereka itu.


Setelah itu acara lamaran di lanjutkan dengan sesi foto tentunya yang tidak akan pernah di lupakan dalam sebuah acara karena itu yang akan menjadi sebuah kenangan. Para keluarga bergantian mengambil foto.


Setelah kembali dari mengambil foto bersama seperti biasa Azwa itu adalah orang yang penasaran. Dia segera mendekati Kenzo dan menatap gadis di samping pamannya itu, “Om, siapa kakak ini?”

__ADS_1


__ADS_2