
Friska yang melihat adik nya itu mengangguk pun tersenyum senang, “Jadi beneran mengandung? Kamu hamil?” tanya Friska menyentuh perut rata milik adik nya itu.
Frisya pun kembali mengangguk, “Iya benar kak. Masa iya aku bohong padamu gak mungkin lah. Aku tadi pagi saat bangun aku mual-mual dan aku baru ingat bahwa aku haidku sudah telat sebulan lebih. Jadi aku memutuskan untuk mengecek nya dengan tespeck dan ternyata positif. Maka nya tadi pagi kami langsung ke sini dan jadi pasien pertama dokter Fiona.” Jelas Frisya.
“Lalu bagaimana tadi saat di USG? Beneran hamil kan?” tanya Friska lagi.
Frisya pun mengangguk, “Yah, aku hamil. Sembilan minggu. Ini USG nya.” Jawab Frisya mengambil hasil USG itu dari dalam tas yang dia bawa.
Friska pun langsung menerima nya dan tersenyum senang, “Wah selamat dek.” ucap Friska.
“Sama-sama kakak keduaku.” Balas Frisya.
Friska pun tersenyum senang lalu memeluk adik nya itu erat, “Ahh kakak senang dek mendengar nya. Sekali lagi selamat untukmu.” Ucap Friska terus mengamati USG adik nya itu lalu seketika dia sadar ada yang aneh dengan gambar USG adik nya itu.
Dia melepas pelukan nya dari Frisya dan menatap Frisya dalam, “Apa kau hamil kembar?” tanya Friska setelah memastikan bahwa ada dua bulatan di di hasil USG adik nya itu.
Frisya kembali mengangguk dan tersenyum, “Iya kak.” Jawab Frisya.
“Wah, selamat dek. Sekali lagi selamat untukmu. Kamu jadi pencetak skor di antara kami. Langsung hamil dan dua sekaligus.” Ucap Friska.
Sementara Irma sepanjang keceriaan dan kebahagiaan di wajah Friska dan Frisya itu berusaha menekan rasa sedih dan rasa iri nya. Ingin rasa nya dia menangis saat itu. Tapi kemudian terdiam karena Freya menyentuh tangan nya saat Friska dan Frisya merayakan kesenangan mereka tanpa mengingat bahwa ada Irma yang akan tersakiti.
Freya menggeleng dan menatap tersenyum adik ipar nya itu. Dia mengerti perasaan adik ipar nya itu saat ini. Pasti sangat sedih hanya saja berusaha dia tutupi dengan senyum yang justru memperlihatkan dengan jelas bahwa dia sedang sedih.
“Selamat dek!” ucap Freya.
Friska dan Frisya pun menatap kakak sulung mereka itu dan baru lah sadar bahwa Irma pasti merasa sedih. Seketika mereka saling memandang satu sama lain dan seketika juga perasaan bersalah menyelimuti hati kedua nya. Mereka terlalu senang sehingga melupakan keberadaan Irma di sana.
“Irma!” panggil Frisya lembut.
Irma pun mengangkat kepala nya dan tersenyum menatap Frisya, “Selamat kak atas kehamilanmu. Doakan aku juga segera hamil.” Ucap Irma tulus.
Frisya dan Friska pun mendengar itu menjadi sedih dan mereka segera mendekati Irma dan memeluk nya.
“Maaf, kami melupakan dirimu. Aku akan minta kepada Allah agar kau juga segera hamil.” Ucap Frisya memeluk Irma.
“Terima kasih kak.” Ucap Irma.
“Jangan sedih yaa.” Ucap Friska.
Irma pun tersenyum lalu mengangguk, “Hum, sudah kita di sini mau makan bersama kan. Kini dua yang harus kita rayakan kehamilan Frisya dan juga skripsi Irma yang sudah di acc.” Ucap Freya mengalihkan pembicaraan. Dia tidak ingin Irma itu sedih walaupun dia tahu pasti adik ipar nya itu akan tetap sedih tapi setidak nya jangan sekarang.
Hari ini mereka berkumpul di sini untuk perayaan itu tapi justru jadi begini. Freya berusaha untuk mengembalikan mood adik ipar nya itu yang dia yakini sudah di titik down sekarang. Tapi tetap saja dia akan berusaha untuk mengembalikan nya.
Makan siang bersama itu pun berjalan lancar. Irma pun menikmati makan siang itu walaupun dia juga sedih. Tapi dia tidak boleh menunjukkan nya di sini. Dia harus bisa menahan nya. Ini adalah takdir nya. Jadi dia harus menerima nya. Dia yang terlalu berharap banyak untuk hamil padahal tahu sendiri hal itu mustahil untuk di lakukan. Tapi apa salah dia menginginkan hal itu.
Setelah makan bersama, Friska dan Frisya pun segera kembali ke ruangan mereka masing-masing. Kini di ruangan itu tinggal Freya dan Irma saja.
“Apa kamu sedih mendengar Frisya hamil dek?” tanya Freya hati-hati.
Irma pun menatap Freya dengan tatapan pilu nya lalu dia mengangguk, “Iya kak. Aku tidak bisa jujur tadi karena aku juga tidak mungkin sedih dan menunjukkan nya pada mereka. Tapi padamu aku tidak bisa menyembunyikan nya. Aku ingin menangis kak?” tanya ucap Irma.
Freya pun tersenyum mendengar penuturan jujur dari adik ipar nya itu, “Jika memang ingin menangis lah dek. Jangan menahan nya. Setidak nya setelah kau menangis rasa sedihmu itu akan berkurang. Tidak ada yang melarang kita untuk menangis. Untuk meluapkan perasaan kita. Jadi jika kau ingin menangis. Maka menangis lah.” Ucap Freya.
Irma pun yang mendengar ucapan Freya segera meneteskan air mata nya dan mulai menangis. Freya segera mendekati Irma dan memeluk adik ipar nya itu erat. Membiarkan Irma menangis dalam pelukan nya.
Cukup lama gadis itu menangis dalam pelukan nya sampai dia lelah sendiri dan akhir nya tertidur, “Aku mengerti perasaanmu dek. Tapi kau tidak boleh larut dalam kesedihan. Aku yakin kau bisa hamil hanya saja waktu nya belum pas.” Ucap Freya lalu segera menidurkan adik ipar nya itu di sofa itu.
Tidak lama setelah Irma tertidur datang lah Kenzo. Dia segera masuk ke ruangan Freya itu, “Kak, di ma--” tanya Kenzo terhenti karena Freya mengisyaratkan untuk diam
Freya pun menunjuk ke arah sofa, “Dia baru saja tertidur karena lelah menangis dek.” jawab Freya. Freya bahkan sampai mengganti pakaian nya itu karena air mata adik ipar nya yang membasahi pakaian milik nya.
“Terima kasih sudah menjaga nya kak.” Ucap Kenzo kepada Freya.
“Hey, jangan mengucapkan terima kasih. Itu adalah tanggung jawab kakak. Ketika dia bangun nanti dia pasti akan membahas hal itu denganmu. Dengarkan saja apa yang dia katakan. Turuti apa yang dia mau. Dia sedang sedih dan biasa nya saat sedih kami itu hanya ingin di dengar saja dek. Kau mengerti apa aku maksud kan?” tanya Freya.
Kenzo pun mengangguk, “Aku mengerti apa yang kau maksud kak. Aku akan mendengarkan saja.” ucap Kenzo.
“Ohiya satu lagi Kenzo. Bawa dia menemui dokter Fiona. Lakukan program.” Ucap Freya.
Kenzo pun kembali mengangguk, “Baik kak. Aku akan melakukan hal itu.” ucap Kenzo.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Kenzo pun segera mendekati istri nya itu yang sedang tertidur dan Kenzo bisa melihat ada bekas air mata di sana. Dia sedih melihat itu. Tapi mereka juga sudah berusaha namun Allah masih belum berkehendak untuk memberi kepercayaan itu kepada mereka.
Tidak lama setelah itu Irma pun terbangun dan Kenzo yang melihat itu pun segera membantu istri nya itu untuk bangun, “Kak!” panggil Irma lalu segera memeluk suami nya itu.
Kenzo pun memeluk istri nya itu erat, “Iya ini aku sayang. Aku ada di sini. Kita pulang ya.” Ucap Kenzo.
Irma pun mengangguk, “Kak Reya di mana?” tanya Irma yang tidak melihat Freya di ruangan nya itu.
“Kakak sedang memeriksa pasien.” Jawab Kenzo.
Setelah itu mereka pun segera keluar dari ruangan Freya dan menuju mobil. Begitu masuk ke dalam mobil Kenzo melihat istri nya itu yang menunduk sedih. Tatapan nya sendu. Kenzo segera memakaikan seat beal kepada istri nya itu.
“Kenapa?” tanya Kenzo lembut.
“Kak, kak Risya hamil. Dia mengandung kembar. Kenapa aku belum juga hamil kak?” tanya Irma yang langsung saja air mata itu mengalir di pipi nya.
Kenzo pun diam saja dan mendengarkan keluh kesah istri nya itu. Dia menurut apa yang di katakan oleh Freya tadi. Dia hanya jadi pendengar setia saja atas keluh kesah istri nya itu. Dia hanya memeluk istri nya itu untuk menenankan nya “Kak, kenapa aku tak kunjung hamil juga.” Ucap Irma lagi setelah meluapkan kesedihan nya.
“Apa sudah selesai?” tanya Kenzo lalu melepas pelukan nya dan menghapus air mata di pipi istri nya itu.
Irma pun mengangguk, “Kita pulang atau kita masuk ke dalam klinik menemui dokter Fiona?” tanya Kenzo menatap istri nya itu.
“Dokter Fiona? Untuk apa kita menemui dokter Fiona?” tanya Irma.
“Kita akan melakukan program. Selama beberapa bulan ini kita hanya berusaha semampu kita kan. Jadi sekarang ayo kita program.” Ucap Kenzo tersenyum.
“Apa boleh? Kakak tidak keberatan?” tanya Irma sedikit menyunggingkan senyum nya.
“Untuk apa keberataan. Bukan kah ingin punya anak bukan hanya keinginanmu saja. Tapi aku juga menginginkan nya. Mempunyai keturunan adalah tanggung jawab kita bersama. Jadi ayo mari kita berusaha sama-sama.” ucap Kenzo.
Irma pun memeluk suami nya itu, “Ya sudah ayo kita temui dokter Fiona kak.” Jawab Irma tersenyum.
Kenzo pun mengangguk lalu mereka segera turun kembali dari mobil dan mereka pun segera masuk kembali ke dalam klinik. Mereka segera menuju ruangan dokter Fiona yang untung juga belum ada pasien.
Mereka segera mengetuk pintu ruangan dokter Fiona dan langsung di persilahkan oleh perawat jaga di ruangan dokter Fiona itu. Mereka pun segera masuk dan dokter Fiona yang melihat siapa yang masuk ke ruangan nya pun jadi kaget. Tadi pagi adik kandung pemilik klinik ini kini siang menjelang sore adik sepupu dari pemilik klinik juga tapi dia bisa melihat ada bekas air mata di pipi istri dari sepupu Freya itu.
“Silakan duduk tuan, nona.” Ucap dokter Fiona ramah.
“Saya Kenzo dokter dan ini istri saya Irma.” Jawab Kenzo.
Dokter Fiona pun mengangguk, “Ohiya apa yang bisa saya bantu tuan Kenzo dan nona Irma?” tanya dokter Fiona lagi.
“Kami ingin melakukan program kehamilan dokter.” Ujar Irma.
“Program kehamilan?” tanya dokter Fiona memastikan pendengaran nya. Jadi kedatangan dua orang di hadapan nya itu bukan untuk memeriksa kehamilan tapi untuk program kehamilan. Namun mengapa dia merasa bahwa gadis di hadapan nya itu sedang hamil.
Kenzo dan Irma pun mengangguk yakin, “Baiklah, sebelum kita memutuskan program kehamilan apa yang akan tuan Kenzo dan nona Irma pilih maka lebih baik kita USG dulu untuk memastikan rahim nona Irma. Program kehamilan ini membutuhkan waktu lama.” Ucap dokter Fiona.
“Kami akan melakukan apapun program kehamilan nya dokter yang terpenting semua nya itu terbaik.” Ucap Kenzo.
Dokter Fiona pun mengangguk, “Jika begitu mari kita USG dulu.” Ajak dokter Fiona segera beranjak dari tempat duduk nya dan menuju ruang pemeriksaan.
Irma pun segera berbaring di ranjang pasien itu dan dokter Fiona segera meminta izin untuk membuka pakaian milik Irma itu. Dokter Fiona segera meletakkan gel di perut Irma itu dan memulai proses USG itu. Dokter Fiona memastikan apa yang dia lihat di layar monitor itu dan ternyata apa yang dia duga benar.
“Tuan Kenzo dan nona Irma saya ingin mengatakan bahwa tuan dan nona tidak perlu melakukan program kehamilan.” Ucap dokter Fiona.
“Kenapa dokter? Apa ada masalah dengan rahim saya? Kaak!” ucap Irma mulai meneteskan air mata nya itu. Kenzo pun segera menggenggam tangan istri nya.
“Ada apa dokter? Kenapa kami tidak bisa melakukan program kehamilan? Apa memang benar rahim istri saya bermasalah atau bagaimana? Tolong jelaskan kepada kami agar kami mengerti dokter.” Ucap Kenzo.
“Memang benar tuan dan nona tidak perlu melakukan program kehamilan karena nona sudah hamil 8 minggu.” Jawab dokter Fiona tersenyum.
Kenzo dan Irma pun saling menatap satu sama lain atas apa yang di ucapkan oleh dokter Fiona, “Hamil dokter? Apa maksud nya itu? Dokter tidak sedang berbohong kan?” tanya Irma memastikan pendengaran nya itu.
Dokter Fiona pun menggeleng, “Untuk apa saya berbohong nona, tuan. Memang benar nona sedang hamil. Lihat lah bulatan kecil ini. Itu adalah calon anak tuan dan nyonya. Dia masih sangat kecil. Lihat layar monitor itu.” ucap dokter Fiona lalu kembali melakukan USG.
Kenzo dan Irma pun menatap layar monitor itu dan menatap bulatan kecil yang ada di sana yang tadi di tunjuk oleh dokter Fiona, “Jadi saya benar hamil dokter?” tanya Irma dengan air mata di pipi nya yang sudah bercucuran sambil menatap dokter Fiona itu.
Dokter Fiona itu mengangguk, “Iya nona. Anda positif hamil 8 minggu. Selamat untuk tuan dan nona.” Ucap dokter Fiona lagi.
Kenzo dan Irma pun tersenyum lalu mereka saling berpandangan terharu. Ternyata Allah sudah memberikan berkat itu hanya saja mereka terlambat mengetahui nya. Kenzo dan Irma pun mengucapkan banyak terima kasih kepada dokter Fiona.
__ADS_1
Sementara dokter Fiona pun hanya tersenyum ikut senang merasakan kebahagiaan dari pasangan suami istri di hadapan nya itu yang sangat menyambut dengan suka cita calon anak mereka. Dokter Fiona segera menyelesaikan pemeriksaan nya itu lalu dia juga memberikan hasil itu kepada Irma dan Kenzo.
“Jadi bagaimana kandungan istri saya dokter? Apa aman dan kuat?” tanya Kenzo.
Dokter Fiona pun mengangguk dan segera menjelaskan semua nya tanpa ada yang di tutupi. Dia juga menjelaskan apa yang tidak dan harus di konsumsi oleh Irma. Irma dan Kenzo serius mendengarkan apa yang di jelaskan oleh dokter Fiona itu.
“Saya akan meresepkan obat penguat kandungan untuk anda nona agar anda tidak perlu khawatir lagi. Kandungan nona sudah kuat tapi seperti nya nona masih ragu akan hal itu jadi saya akan meresepkan obat nya.” Ucap dokter Fiona lalu segera menuliskan resep obat di salah satu kertas dan memberikan nya kepada Kenzo dan Irma.
Setelah selesai dengan pemeriksaan dan konsultasi seputar kehamilan yang mengagetkan kedua nya. Mereka yang sudah ingin menempuh program kehamilan tapi ternyata Allah sudah menitipkan berkah itu dan di buat menjadi kejutan untuk mereka. Sungguh ini kabar membahagiakan.
“Kita akan memberitahukan kabar ini kepada kak Reya dulu kak. Dia yang membuatku kuat tadi karena sedih bahkan pakaian nya juga basah karena air mataku.” Ucap Irma begitu mereka keluar dari ruangan dokter Fiona itu.
Kenzo pun mengangguk, “Apa kau tahu juga kak Reya yang menyarankan untuk kita agar kita melakukan program kehamilan yang ternyata kau sudah hamil sayang.” ucap Kenzo mengusap perut rata istri nya itu.
Irma pun tersenyum lalu ikut mengusap perut nya itu. Akhirnya dia hamil. Kehamilan yang sangat dia inginkan.
“Aku akan menjaga kehamilanku ini dengan baik kak. Aku nanti setelah ujian tidak akan bekerja lagi.” Ucap Irma.
Kenzo pun mengangguk, “Terserah padamu sayang. Aku juga suka kau jadi pengangguran saja.” jawab Kenzo.
“Kamu duluan saja ke ruangan kak Reya. Biar aku yang menebus resep obat itu untukmu. Kau tunggu aku di ruangan kak Reya yaa.” Ucap Kenzo.
Irma pun mengangguk dan segera menuju ruangan Freya. Irma menuju kesana dengan senyum di bibir nya. Tangis nya itu menghilang dan di gantikan dengan bahagia yang besar. Dia sangat bersyukur atas kehamilan ini. Dia sungguh sangat bersyukur. Kehamilan yang dia inginkan.
Irma pun segera mengetuk pintu ruangan Freya dan Freya pun segera memberikan izin untuk masuk. Freya sibuk dengan dokumen di hadapan nya itu sehingga tidak melihat ke arah pintu siapa yang masuk ke ruangan nya itu.
Irma tersenyum menatap Freya yang sibuk dan membisikkan sesuatu kepada calon anak dalam kandungan nya itu, “Itu adalah aunty-mu nak. Dia sangat baik. Jika kau nanti besar dan seorang perempuan jadi lah seperti aunty-mu yang penyayang kepada semau adik dan saudara saudari nya.” Ucap Irma mengusap perut nya itu.
Freya pun mengangkat kepala nya karena orang yang masuk ke ruangan nya itu tidak segera mendekat ke meja kerja nya. Lalu mengangkat alis nya begitu melihat siapa yang berada di ruangan nya itu sambil mengusap perut nya, “Irma, kau di sini dek? Kenapa belum pulang? Di mana Kenzo?” tanya Freya segera meletakkan apa yang dia kerjakan dan segera berdiri dari tempat duduk nya dan mendekati Irma.
“Ada apa dek? Kenapa mengusap perutmu? Apa ada yang sakit?” tanya Freya khawatir.
Irma menggeleng lalu dia segera memeluk Freya, “Aku tidak sakit kak. Perutku tidak sakit tapi aku hamil. 8 minggu.” Ucap Irma dalam pelukan Freya.
Freya yang mendengar itu pun meneteskan air mata bahagia nya. Dia ikut bahagia mendengar kehamilan adik ipar nya itu, “Selamat dek!” ucap Freya melepas pelukan nya lalu Freya segera mengusap dan menciumi perut Irma itu.
“Hey, calon keponakan bunda Reya. Ini bunda Reya nak. Kamu tidak di izinkan untuk memanggil aunty harus bunda sama seperti keponakan bunda yang lain. Ingat nak, jangan nakal ya di sana. Jaga ibumu dengan baik. Dia sangat menyayangimu dan menantikan kehadiranmu. Jadi kau harus baik-baik di dalam sana yaa.” Bisik Freya kepada anak yang masih di dalam kandungan Irma itu.
Setelah melakukan itu Freya pun segera mengacak adik ipar nya itu duduk di sofa, “Kenzo di mana dek?” tanya Freya.
“Aku di sini kak.” Jawab Kenzo masuk dengan obat di tangan nya.
Freya dan Irma pun menoleh ke arah Kenzo, “Selamat dek. Kamu akan jadi seorang ayah. Ingat jaga baik-baik keponakanku itu dan jaga dengan baik juga Irma.” Ucap Freya.
“Tentu kak, aku pasti akan menjaga nya dengan baik tanpa perlu kau minta. Aku akan jadi ayah siaga untuk nya.” Ucap Kenzo.
Freya pun mengangguk tersenyum, “Hari ini ada banyak kabar bahagia yang datang ke keluarga kita. Dua kehamilan dan skripsi Irma yang sudah di acc.” Ucap Freya.
Kenzo dan Irma pun tersenyum mendengar ucapan Freya itu, “Terima kasih kak sudah menyarankan aku untuk ke dokter Fiona tadi.” Ucap Kenzo.
“Iya kakak ipar. Terima kasih sudah menguatkan Irma tadi bahkan sampai pakaian kakak basah dengan air mata Irma.” Sambung Irma melihat pakaian Freya yang tergantung di sana.
Freya menggeleng, “Tidak perlu berterima kasih dek. Kakak senang jika kalian juga senang. Kalian itu adalah adik-adik kakak.” Ucap Freya.
“Ohiya, Kenzo jangan lupa hubungi Kiana. Dia sangat mengkhawatirkan kalian. Jadi kabar bahagia ini harus dia tahu.” Sambung Freya.
Kenzo dan Irma pun mengangguk. Lalu setelah berbincang beberapa waktu akhir nya Kenzo dan Irma pun pamit pulang dan klinik dengan wajah penuh bahagia.
****
Malam hari nya kehamilan Frisya dan Irma itu jadi topic hangat di keluarga. Kedua pasangan suami istri itu sedang berbahagia dengan kehamilan mereka. Begitu juga ketiga pihak keluarga. Baik keluarga Irma maupun keluarga Fazar maupun keluarga besar mama Najwa.
Mereka akan panen cucu sebentar lagi untuk mama Najwa dan panen cicit untuk nenek Ayesha. Kabar kehamilan itu membawa kebahagiaan kepada kedua keluarga. Semua bersuka cita.
Baik pasangan Frisya dan Fazar maupun pasangan Irma dan Kenzo mereka banyak mendapatkan masing-masing ucapan selamat dan doa agar lancar sampai persalinan.
Kehamilan Frisya dan Irma seumuran sedangkan untuk kehamilan Kiana dan Friska berjarak sebulan lebi. Sementara untuk kehamilan Friska dengan Frisya bersama Irma itu berjarak dua bulan.
“Kak, aku sangat bahagia dengan kehamilanku ini.” ucap Irma. Kenzo pun mengangguk tersenyum. Dia juga tentu bahagia juga dengan kehamilan istri nya itu. Dia berjanji akan menjaga kandungan istri nya itu dengan baik agar kesedihan di wajah istri nya itu tidak akan lagi. Mereka akan mengupayakan yang terbaik untuk hal itu.
Di sisi Frisya dan Fazar juga mereka membahas hal yang sama, “Aku senang dengan kehamilan kembarku ini aa. Lalu mendengar Irma hamil juga itu membahagiakan. Tadi aku sempat sedih dan merasa bersalah karena tidak memperhatikan perasaan nya. Tapi untung lah Allah memberikan kejutan untuk nya dan kak Kenzo.” ucap Frisya.
__ADS_1
Fazar pun tersenyum, “Semua itu sudah jadi rahasia takdir sayang. Kita harus mensyukuri semua nya. Kini kalian hamil berbarengan dan kita harus berdoa agar semua nya baik-baik saja untuk ke depan.” Ucap Fazar memeluk istri nya itu.