
“Sebagai apa?” goda Rezky tersenyum.
Friska pun menutup mulutnya, “Tau ahh malas. Terserah deh.” Rajuk Friska karena malu.
Rezky pun tersenyum kembali, “Maaf! Jangan merajuk. Sudah ayo kita singgah di minimarket dulu jika memang kau ingin membeli sesuatu untuk kau bawa menemui calon mertuamu itu.” ucap Rezky maish menggoda Friska di akhir kalimatnya.
Friska yang menyadari bahwa dia sedang di goda pun tetap merajuk dan menatap keluar jendela, “Maaf sayang. Sudah janji deh gak akan menggodamu lagi. Ayo mau ke supermarket dulu atau tidak?” Tanya Rezky sudah memarkirkan mobilnya di depan supermarket.
Friska tidak menjawab dan justru segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam supermarket. Rezky pun segera turun dan segera mengikuti Friska ke dalam supermarket.
Singkat cerita, kini mereka sudah tiba di kediaman orang tua Rezky. Rezky segera memarkirkan mobilnya lalu segera turun dan membukakan pintu untuk Friska yang masih saja merajuk padanya. Friska segera turun dan berjalan masuk menuju kediaman Rezky itu. Sementara Rezky hanya menggelengkan kepala lalu segera mengambil buah yang mereka beli tadi di supermarket.
Friska segera mengucap salam yang langsung di sambut oleh mami Jasmin dan papi Harry, “Nak Riska ayo masuk sayang.” Sambut mami Jasmin senang akan kedatangan Friska.
Friska pun tersenyum lalu mendekati mami Jasmin dan papi Harry dan menyalami keduanya, “Mih, Pih.” Ucap Rezky menyalami kedua orang tuanya setelah Friska selesai menyalami kedua orang tuanya.
“Mih, maaf yaa Riska datang tanpa pemberitahuan. Riska juga gak sempat membawa sesuatu.” Ucap Friska tersenyum.
Mami Jasmin tersenyum, “Hey, gak perlu bawa apa-apa nak. Kamu datang saja kami senang.” Ucap mami Jasmin diangguki oleh papi Harry. Friska pun tersenyum saja.
__ADS_1
“Mih, Pih apa kalian akan bicara sambil berdiri saja dan tidak akan meminta calon menantu kalian duduk?” ucap Rezky yang sudah meletakkan buah yang mereka beli tadi di meja makan.
Mami Jasmin dan Papi Harry yang mendengar ucapan putra mereka kaget, “Menantu?” Tanya Mami Jasmin menatap Friska yang kini sudah menunduk.
Mami Jasmin tersenyum lalu segera mendekati Friska dan memeluknya, “Menantu? Apa kamu sudah mendapatkan maaf dari calon menantuku ini? Apa kamu sudah memaafkannya nak? Ahh Pih menantu pih.” Ucap mami Jasmin dengan bahagianya. Papi Harry pun hanya tersenyum lalu menatap putranya dengan bangga. Papi Harry mengancungkan jempol bangga untuk putranya itu yang di balas oleh Rezky dengan senyuman bahagia.
“Ahh ayo duduk sayang. Mami gak tahu kamu datang dengan alasan itu karena anak nakal itu hanya mengatakan kamu akan datang saja. Dia tidak menjelaskan apapun hingga kami tidak bisa menyiapkan apapun untuk menyambutmu.” Ucap mami Jasmin setelah mereka duduk di ruang keluarga.
Friska hanya tersenyum, “Gak apa-apa kok mih. Lagian Riska juga tidak memiliki rencana kesini tapi kak Rezky saja yang langsung mengajak kesini sehingga Riska pun tidak sempat membawa apapun.” Ucap Friska.
“Ahh gak apa-apa nak. Kamu gak perlu membawa apapun karena kami tidak butuh apapun lagi selain seorang menantu. Kami akan datang ke rumah orang tuamu untuk melamarmu. Kamu tidak boleh menolaknya. Kami tidak ingin menunda ini lagi. Rezky sudah 29 tahun.” Ucap Mami Jasmin.
Mami Jasmin dan papi Harry saling menatap begitu juga dengan Rezky, “Kenapa nak? Apa kami terlalu terburu-buru dan kau tidak menyukainya? Atau mungkin kamu belum memaafkan putra nakal kami itu?” Tanya Mami Jasmin sambil menatap Rezky sinis. Rezky pun hanya bisa menghela nafas karena maminya itu.
Friska menggeleng, “Bukan begitu mih. Riska sudah memaafkan kak Rezky kok. Riska sudah melihat rekaman CCTV itu.” ucap Friska.
“Lalu kenapa nak?” Tanya papi Harry.
Friska pun menatap kedua orang tua Rezky itu dengan tersenyum, “Riska meminta di tunda dulu karena akan ada pesta pernikahan kak Kiana dan kakak ipar Zean tiga hari lagi di Negara S. Friska akan datang kesana. Kami semua akan kesana. Jadi--”
__ADS_1
“Ahh jadi karena itu. Kami mengerti nak. Baiklah jika begitu. Lamaran resminya akan di tunda sampai pesta pernikahan kakakmu itu tapi kami tetap akan datang ke rumah orang tuamu dulu untuk membicarakan maksud kedatangan kami. Begitu bisa kan?” Tanya Mami Jasmin.
Friska pun mengangguk tersenyum. Mami Jasmin pun ikut tersenyum lalu memeluk Friska, “Ahh mami sangat senang nak saat ini karena sebentar lagi akan memiliki menantu. Terimah kasih nak.” Ucap mami Jasmin senang.
Friska pun hanya mengangguk saja, “Mih, terima kasih juga sudah mau menerima Riska jadi menantu kalian nanti padahal Riska tahu bahwa mami menyukai kak Reya.” Ucap Friska.
Mami Jasmin yang mendengar ucapan Friska tersenyum, “Apa kakakmu sudah menceritakan kesalahpahaman itu padamu nak. Mami memang bodoh mau saja di bodohi oleh mami Sinta. Mami pikir nak Reya adalah putrinya tidak tahunya adalah menantunya. Ahh itu benar-benar konyol, mami dan Rezky hampir saja jadi penghancur keluarga kecil Alvino dan Freya. Maaf itu kesalahan dan kebodohan mami nak. Mungkin iya dulu mami menyukai kakakmu tapi sekarang kami menyukaimu. Kami menerimamu bukan karena kau adalah adik dari Freya dan di anggap sebagai penggantinya tapi karena memang mami menyukaimu karena dirimu. Kamu percaya kan?” Tanya mami Jasmin.
Friska mengangguk, “Riska percaya Mih. Jika tidak maka gak mungkin mami sampai meminta bantuan mami Sinta bahkan sampai membelikan gaun untuk Riska.” Ucap Friska tersenyum.
Mami Jasmin pun tertawa, “Hahahh,, kau benar nak. Mami sangat khawatir saat mengetahui kau menolak gaun dari mami Sinta tapi untung saja kakakmu itu mau membantu. Maaf yaa nak.” Ucap mami Jasmin.
Friska menggeleng, “Gak masalah mih. Riska sudah menerima semuanya kok.” Jawab Friska.
“Baiklah karena semua sudah tidak ada masalah. Kita lebih baik makan bersama dulu.” Ucap papi Harry yang dari tadi hanya mendengar perbincangan antara Friska dan istrinya itu.
Mami Jasmin pun mengangguk lalu mereka segera menuju meja makan dan makan bersama di sana walaupun ini bukan waktunya makan karena baru jam tiga sore tapi mereka tetap menikmati makanan itu dengan penuh kebahagiaan karena semua kesalahpahaman sudah terselesaikan.
Kesalahpahaman Friska yang mendengar Rezky bicara dengan seseorang di telpon bahwa dia yang meminta Friska terus-menerus merevisi proposalnya padahal sudah benar hanya karena dia ingin mengerjai gadis itu dan Friska memiliki wajah yang sama dengan seseorang di masa kecilnya. Friska yang hanya mendengarkan sampai di situ saja membuat kesalahpahaman itu tercipta. Padahal Rezky setelah mengatakan itu dia mengatakan bahwa itu semua hanya alasan awalnya karena alasannya melakukan itu sudah berubah menjadi alasan ingin menemui gadis itu terus karena dengan dia melakukan itu bisa menemui gadis yang dia cintai setiap hari. Kesalahpahaman selama dua tahun yang terjadi akhirnya terungkap dan kebencian yang sebenarnya adalah rasa cinta itu kembali menjadi cinta yang utuh lagi.
__ADS_1