Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
11


__ADS_3

Fazar hanya tersenyum mendengar penuturan Frisya itu, "Kakak gak percaya?" tanya Frisya kesal.


Fazar menggeleng, "Percaya kok." Jawab Fazar.


Frisya cemberut mendengar hal itu, "Aku tahu kakak terpaksa mengatakan itu. Sudahlah jika memang kau tidak percaya aku juga tidak akan lagi menawarkan bantuan." ujar Frisya.


Fazar tersenyum, "Kakak gak terpaksa dek. Sungguh kakak percaya padamu. Bagaimana mungkin seorang adik dari nyonya yang lulus dengan predikat terbaik tidak memiliki kemampuan itu tapi aku tidak ingin merepotkanmu." ucap Fazar.


Frisya yang mendengar hal itu menatap Fazar, "Kenapa harus repot, aku tidak merasa repot. Kakak saja menemaniku padahal aku tahu pekerjaanmu itu banyak lalu kenapa aku tidak bisa membalas budi membantumu. Selain itu juga aku bisa belajar bisnis, jadi kakak jangan merasa gak enak denganku karena aku sendiri yang menginginkannya dan aku tidak suka keinginanku ditolak. Aku ini anak terakhir yang permintaannya selalu di turuti oleh orang tuaku dan kedua kakakku. Jadi aku memaksamu kak, kau harus setuju aku membantumu. Aku ini orang yang tidak ingin punya hutang balas budi dengan orang lain. Jika kau takut mengatakan kepada kakak ipar biar aku sendiri yang mengatakannya. Aku akan meminta kakak ipar agar bisa membantumu." ujar Frisya.


Fazar yang mendengar itu lagi-lagi tersenyum, "Baiklah jika memang itu keinginanmu tapi tadi sepertinya ada yang berkata jika nanti kakak butuh bantuan kakak bisa menghubungimu kok sekarang jadi orang itu yang memutuskan sendiri." sindir Fazar.


Frisya yang di sindir hanya mendelik, "Siapa orang itu? Apa aku mengenalnya? Emm tapi kak jika memang kau ingin menyindir jangan lakukan padaku karena aku ini adalah tipe orang yang tidak mempan di sindir. Bagiku hal itu basi. Aku tidak menyukai hal seperti itu, aku lebih suka mengungkapkan apa yang ada di hatiku." Ucap Frisya.


Fazar pun mengangguk saja karena dia tahu apa yang di katakan gadis di samping tentang dirinya itu benar. Frisya adalah gadis yang berbeda dari yang lain yang tidak menyukai basa basi. Frisya berbeda dengan kedua kakaknya yang cenderung pendiam tapi satu hal yang dia pahami dari ketiga bersaudara itu sama-sama memiliki mulut pedas kepada orang yang berniat jahat kepada mereka dan akan sangat lembut kepada orang yang mereka sayangi dan sangat menghargai orang-orang yang bekerja di bawah mereka tidak pernah membedakan atasan dan bawahan. Frisya memiliki tipe kepribadian ekstrovert dengan segala sifatnya tapi itulah yang membuatnya berbeda dari yang lain dan menurut Fazar, Frisya adalah gadis yang sangat menarik.


***

__ADS_1


Sementara di sisi lain, Rezky yang dari tadi menunggu laporan asistennya tentang apa yang dia minta segera menelpon Robi begitu waktu dua jam yang dia berikan sudah selesai. Robi yang memang sudah di jalan menuju ruangan kerja bosnya pun semakin mempercepat jalannya sambil menggerutu, "Dasar tidak sabaran, entah apa yang ingin dia ketahui dari identitas orang-orang ini." gumam Robi.


Tok tok tok


Robi segera mengetuk pintu ruangan bosnya, "Masuk Robi." ucap Rezky dari dalam.


Robi yang sudah mendapat izin segera masuk dengan dokumen di tangannya, "Apa kau sudah mendapatkannya?" tanya Rezky.


"Jika belum saya gak ada di sini bos." jawab Robi jengkel yang justru membuat Rezky tertawa. Dia tahu Robi itu orang yang tidak akan menyembunyikan ekspresi kesalnya akan hal-hal yang menurutnya aneh.


"Jangan tertawa bos aku ini sedang jengkel padamu karena perintahmu mencari data bidan dan dokter kandungan di Freya Klinik membuat laptopku hampir saja rusak karena ternyata data klinik itu sangat di jaga. Aku hampir saja tidak berhasil dan aku yakin saat ini orang yang membuat perlindungan itu sudah mengetahui bahwa aku mencuri data klinik itu. Aku harap kau yang akan bertanggung jawab bos karena aku hanya melaksanakan perintahmu." ujar Robi segera duduk di sofa di ruangan itu setelah memberikan dokumen yang di bawanya kepada Rezky.


"Jika aku menggunakan komputer perusahaan maka id perusahaan yang akan tertinggal di sana karena aku tidak bisa menghapus jejakku. Sistem mereka di atur agar siapa saja yang mencoba mengaksesnya id mereka tertinggal. Aku ini masih memikirkan perusahaan setidaknya jika id-ku yang tertinggal itu hanya akan melibatkan kita saja tanpa mempengaruhi perusahaan." ujar Robi dalam mode teman.


"Aku akui kau hebat kakak senior. Aku janji aku pasti akan bertanggung jawab." balas Rezky.


"Yaa kau memang harus bertanggung jawab karena itu perintahmu. Sudahlah baca saja dokumen itu, entah apa yang ingin kau ketahui dari sana." Ujar Robi mencoba menutup matanya.

__ADS_1


Rezky tersenyum lalu dia membaca dokumen itu dengan hati-hati hingga di dokumen kedua dari akhir dia berteriak kaget karena dokumen itu adalah identitas seseorang yang sangat dia kenal, "Dia!" ucap Rezky dengan suara keras hingga membuat Robi yang menutup matanya kaget.


"Sekarang apa lagi yang terjadi padamu. Apakah kau menemukan sesuatu yang aneh di sana hingga harus berteriak begitu." Ujar Robi kesal tapi dia segera mendekati Rezky karena penasaran dengan apa yang membuat bos sekaligus temannya itu berteriak.


"Ada apa sih?" tanya Robi menatap dokumen yang sedang di tatap oleh Rezky itu.


"Apa kau yakin dia memang bekerja di sana? Kau tidak salah kan?" tanya Rezky balik sambil menunjuk dokumen di hadapannya.


Robi bingung lalu membaca dokumen itu, "Friska Nur Sakila Abraham. Emang apa yang salah dengannya? Bukankah wajar jika seorang adik bekerja di klinik kakaknya? Apa yang salah dengan itu?" ucap Robi bingung.


Rezky yang mendengar ucapan asistennya segera menatap Robi, "Siapa maksudmu dengan kakaknya? Jangan katakan nona Freya adalah kakaknya?" Ujar Rezky yang berharap bahwa dugaannya salah.


Robi mengangguk, "Iya, nyonya Freya adalah kakaknya. Nona Friska adalah adik dari nyonya Freya. Emang apa yang salah dengan itu? Kau sepertinya sangat kaget mendengarnya? Jangan bilang kau tidak mengetahui ini?" Tebak Robi tepat sasaran karena Rezky mengangguk.


"Wah kau keterlaluan Rez, masa iya kau tidak mengetahuinya. Jangan katakan jika kau tidak tahu nama lengkap nyonya Freya. Jika itu benar kau sangat keterlaluan masa iya kau mengaku mengidolakan tuan Alvino tapi nama lengkap istrinya kau tidak tahu sedangkan kau pernah hampir di jodohkan dengannya." ujar Robi.


"Jangan mengungkit itu Robi, aku memang bodoh karena menuruti permintaan mami saat itu dan dengan bodohnya juga aku sempat kagum dengannya. Aku merasa bersalah karena sempat melakukan itu terhadap istri kak Vino tapi tidak aku pungkiri bahwa aku ingin memiliki istri seperti kak Freya." ucap Rezky.

__ADS_1


"Dan memang benar aku hanya tahu bahwa nama lengkap kak Freya yaitu Freya Nur saja. Emang apa nama lengkap kak Freya?" lanjut Rezky bertanya.


__ADS_2