Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
43


__ADS_3

Rezky begitu setelah mendapat info dari orang suruhannya segera menyambar kunci mobilnya dan berlari keluar. Papi Harry dan Mami Jasmin yang melihat putra mereka terburu-buru keluar saling memandang, “Ky, mau kemana?” teriak mami Jasmin.


Rezky menghentikan langkahnya begitu mendengar hal itu saking terburu-burunya dia tidak menyadari ada orang tuanya di ruang keluarga yang dia lewati. Rezky segera berbalik untuk berpamitan kepada kedua orangnya. Dia langsung menyalami tangan kedua orang tuanya, “Mih, Pih, Rezky izin keluar sebentar yaa. Ini darurat.” Ucap Rezky.


“Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Mami Jasmin khawatir.


“Gak ada yang terjadi Mih tapi jika aku terlambat maka aku pastikan kalian tidak akan mendapatkan menantu untuk waktu yang lama.” Timpal Rezky lalu segera berlalu pergi.


Papi Harry dan Mami Jasmin yang mendengar perkataan putranya saling memandang bingung, “Apa dia baru saja mengatakan menantu? Aku tidak salah dengar kan?” tanya mami Jasmin bertanya kepada sang suami.


Papi Harry pun mengangkat bahunya, “Papi juga mendengar yang sama mih tapi gak tahu deh dengan anak itu.” ujar papi Harry.


“Ahh semoga saja dia benar mencari menantu.” Ucap Mami Jasmin.


“Hemm, lalu bagaimana jika dia benar mencari menantu sementara kau mencomblangkan dia dengan adik Freya.” Ucap papi Harry.


Mami Jasmin yang mendengar itu pun menatap suaminya, “Ahh kau benar. Kenapa aku melupakan itu. Aku akan berdoa semoga calon menantu yang dia maksud adalah adik Freya itu.” ucap Mami Jasmin sambil menutup matanya berdoa. Papi Harry pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.


Sementara Rezky sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat untuk memastikan perkataan orang suruhannya. Rezky melajukan mobilnya di atas rata-rata karena dia tidak ingin terlambat. Di dalam mobil itu dia mendengar siaran radio yang tadi dia tinggalkan, “Aku harus sampai kesana sebelum dia pulang.” Ucap Rezky menambah kecepatan mobilnya.


Sekitar lima belas menit kemudian akhirnya dia tiba di tempat yang dia tuju bersamaan dengan selesainya siaran radio yang dia dengar tinggallah sebuah lagu sebagai penutup acara yang terputar. Dia memarkirkan mobilnya di parkiran sambil mengamati sekitar, “Di mana mobilnya?” tanya Rezky pada dirinya sendiri setelah melihat sekeliling dan tidak mendapati mobil yang dia cari.

__ADS_1


Rezky menunggu sampai selesai lagu dan siaran radio itu pun berganti program lain, “Kok dia belum keluar juga? Aku tidak mungkin salah kan? Studio ini tidak memiliki jalan keluar lain kan?” tanya Rezky pada dirinya.


Sekitar sepuluh menit kemudian akhirnya dia melihat ada yang keluar dengan pakaian gamisnya yang panjang, memakai masker dan topi sehingga wajahnya tidak terlihat sama sekali karena gadis itu menunduk berjalan menuju sisi kiri gedung studio itu tapi Rezky yakin bahwa itu adalah dia gadis yang sangat dia kenal. Postur tubuh itu adalah miliknya. Rezky memandangi gadis itu sampai masuk ke mobilnya yang berada di sisi kiri gedung itu yang memiliki tingkat penerangan kecil, “Kenapa aku tidak melihat mobil itu tadi?” gumam Rezky pada dirinya sendiri.


Tidak lama mobil itu mulai keluar parkiran dan segera melaju meninggalkan gedung studio itu. Mobil itu melewati mobil Rezky begitu saja, Rezky memandangi mobil yang sudah dia hafal itu, “Itu memang dia. Kenapa aku tidak menerima laporan penerimaannya. Ahh, jadi selama ini aku menjadi fans dari seseorang yang sudah ku kerjai. Apa ini karma untukku? Aku harus memastikan sendiri kebenarannya. Kenapa aku tidak menerima penerimaannya.” Ucap Rezky segera keluar dari mobilnya dan masuk studio radio itu. Yah, Rezky adalah direktur studio radio itu, dia adalah orang yang di percayakan Alvino untuk mengelola studio itu tapi dia tidak turun langsung mengelolanya dan mempercayakan itu kepada manajernya.


***


Sementara Friska kini sedang dalam perjalanan menuju Freya Resto untuk menjemput sang adik. Tidak lama dia segera tiba di restoran kakaknya itu, restoran yang hanya menyajikan semua makanan kesukaan kakaknya tapi walaupun begitu restoran kakaknya itu sangat di minati oleh orang-orang apalagi kalangan remaja.


Friska segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam restoran kakaknya, bertepatan dengan kedatangannya dia melihat Frisya dan teman-temannya band-nya baru saja selesai, “Kak, kau sudah di sini?” sambut Frisya tersenyum begitu melihat sang kakak tiba.


“Wah, aku tidak menyangka kak Riska juga bisa bercanda.” Ucap Jery.


Friska yang mendengar itu tersenyum, “Sudah selesai?” tanya Friska.


Frisya pun segera mengangguk, “Tunggu sebentar ya kak, aku siap-siap dulu.” Ucap Frisya.


Friska pun hanya mengangguk saja lalu dia duduk di salah satu kursi di sana, “Nona Riska!” panggil Fazar yang ikut duduk di depan Friska.


Friska pun menatap laki-laki di hadapannya itu, “Ada apa asisten Fazar, apa ada sesuatu?” tanya Friska.

__ADS_1


Fazar pun menjadi gugup seketika, “Ehm i-itu. Nona Friska bisakah saya yang akan mengantar Frisya pulang. Saya ingin mengajaknya ke suatu tempat dulu.” ucap Fazar menekan geroginya.


Friska yang mendengar itu tersenyum lalu dia mengangguk-ngangguk, “Ahh saya paham asisten Fazar. Baiklah tenang saja saya akan mengaturnya. Kenapa gak bilang dari tadi sih, kan dengan begitu aku bisa pulang saja tidak perlu repot kesini untuk menjemputnya karena sudah ada yang bersedia mengantar adik cantikku itu. Tapi gak masalah, aku akan mengizinkannya. Jaga adikku dengan baik. Ohiya yang paling penting izin kak Reya. Apa asisten Fazar sudah meminta izin dari kak Reya?” tanya Friska.


Fazar langsung mengangguk lalu memperlihat pesannya dengan Alvino, “Baiklah aku percaya. Kalau begitu aku pergi dulu.” Ucap Friska hendak berdiri.


“He’ehh kak Ris mau kemana? Tunggu aku!” ucap Frisya segera berlari mendekati kakak keduanya itu.


Friska pun terpaksa menghentikan langkahnya lalu tersenyum menatap adik kecilnya itu, “Dek, kamu pulangnya di antar kak Fazar dulu yaa. Kakak masih harus ke klinik tiba-tiba ada telepon penting yang tidak bisa di tinggalkan. Kakak harus cepat kesana, tenang kak Reya sudah tahu kok kamu akan balik dengan kak Fazar. Hati-hati di jalan yah dek, kakak duluan.” Ucap Friska lalu segera berlalu.


Frisya pun hanya bisa menatap kepergian kakak keduanya itu dengan menghembuskan nafasnya kasar, “Alasanmu terlalu mendadak kak!” batin Frisya lalu dia segera berbalik menatap Fazar.


“Maaf kak merepotkanmu lagi.” Ucap Frisya tersenyum.


Fazar menggeleng, “Gak apa-apa kok dek. Ayo pulang.” Ucap Fazar.


Frisya pun mengangguk lalu keduanya segera berpamitan kepada teman-temannya mereka, “Kami duluan yaa.” Pamit Frisya.


“Aku juga cabut duluan yaa.” Pamit El segera menyambar tasnya lalu keluar menyusul Fazar dan Frisya.


Jery dan Dino pun hanya saling memandang lalu menghela nafas kasar karena di tinggal. Keduanya memilih memesan jus sebelum mereka pulang.

__ADS_1


__ADS_2