Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
68


__ADS_3

Bima yang mendengar itu tersenyum lalu menghela nafas lega, “Terima kasih nona Fri. Ayo ikut saya. Biar saya antar menuju ruangan pak direktur.” Ucap Bima lalu segera keluar.


Friska pun segera ikut keluar dan mengikuti Bima dari belakang. Friska melakukan ini karena dia penasaran siapa sosok direktur itu. Dia juga terpengaruh dengan perkataan Frisya yang meminta mencari tahu karena siapa tahu aja memang ini semua berhubungan dengannya.


Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya Bima berhenti, “Silahkan masuk nona Fri. Pak direktur sudah menunggu di dalam.” Ucap Bima membukakan pintu itu.


Friska pun mengangguk lalu dia masuk ke dalam ruangan itu dan dia mendapati seseorang yang sedang duduk di kursinya sambil membelakanginya, “Selamat malam tuan. Saya 3F di minta untuk menemui anda.” Ucap Friska memperkenalkan dirinya dengan sopan.


Rezky yang mendengar suara itu suara yang akhir-akhir ini mengganggunya tersenyum lalu dia segera memutar kursinya. Friska yang melihat siapa yang kini duduk di kursi itu membelalakkan matanya tidak percaya sambil menggeleng mencoba menolak apa yang dia lihat saat ini, “Gak mungkin.” Ucap Friska.


Rezky tersenyum melihat keterkejutan di wajah gadis cantik itu, “Apanya yang gak mungkin? Buktinya saya ada di sini dan saya perkenalkan saya adalah direktur stasiun radio ini penyiar 3F atau Friska Nur Sakila Abraham.” Ucap Rezky.


Friska hendak keluar meraih gagang pintu tapi sayang ternyata terkunci, “Kau! Apa maksud anda melakukan ini tuan Rezky terhormat? Kenapa anda melakukan ini kepada saya? hah?” tanya Friska tajam.

__ADS_1


“Aku gak punya tujuan apapun. Aku juga gak tahu bahwa kau bekerja di sini. Aku baru tahu beberapa hari lalu tepatnya dua minggu lalu. Percayalah Friska aku tidak berniat jahat padamu. Aku melakukan ini hanya karena satu alasan bahwa aku menyukaimu. Yah, mungkin kau berpikir perkataanku barusan itu adalah omong kosong tapi itulah yang terjadi bahwa aku menyukaimu. Semua yang kulakukan padamu setelah kupikir ternyata hanya itu alasannya bahwa aku menyukaimu Friska Nur Sakila Abraham.” Ucap Rezky yang sudah tidak tahan untuk tidak mengungkapkan perasaannya walau dia tahu ini bukan waktu dan tempat yang tepat tapi jika dia tidak melakukan itu maka iya yakin gadis di hadapannya itu akan sangat membencinya.


Friska yang mendengar perkataan Rezky tertawa sinis, “Menyukai saya? Apa anda tidak salah menyadari? Apa menurut anda semua itu benar perasaan suka bukan pelampiasan saja seperti yang ada lakukan saat saya jadi mahasiswa anda?” tanya Friska menatap tajam ke arah Rezky.


Deg


Rezky segera terdiam dan baru menyadari bahwa ternyata kebencian gadis di hadapannya ini karena itu apa itu artinya dia mendengar pengakuannya terhadap Robi saat itu, “Riska dengarkan dulu penjelasan saya. Ini bukan seperti yang kau pikirkan. Kau salah paham. Mungkin kau mendengar apa yang saya katakan di ponsel saat itu kepada asisten saya tapi saya juga yakin kau tidak mendengar hingga selesai hingga membuatmu salah paham sampai saat ini. Jadi Friska tolong dengarkan dengan jelas penjelasan saya.” ucap Rezky.


Friska lagi-lagi tertawa sinis, “Penjelasan? Saya tidak butuh penjelasan apapun karena itu sudah masalalu dan saya tidak ingin kembali kesana. Satu-satunya yang saya inginkan sekarang adalah anda menjauh dari saya sejauh mungkin dan segera buka pintu itu saya mau pulang.” Ucap Friska.


Friska menatap ke arah lain karena sesungguhnay dia tidak bisa melihat seseorang memohon apalagi yang memohon padanya kali ini adalah orang yang dia cintai hingga saat ini. Yah, dia mencintai mantan dosennya itu, “Siapa yang bisa menjamin bahwa apa yang anda katakan adalah kebenaran tidak ada kebohongan sama sekali. Sudah stop jangan lakukan lagi. Biarkan saya sendiri.” Ucap Friska dengan memohon juga karena dia juga sudah tidak tahan. Sejujurnya air matanya juga sudah mau jatuh tapi dia tahan.


Rezky yang melihat itu pun terpaksa mengalah karena dia tidak ingin menambah kebencian di hati gadis itu sudah cukup. Kali ini dia sudah salah langkah karena dia pikir setelah pertemuan mereka kali ini semuanya akan membaik tapi ternyata justru menjadi lebih buruk, “Baiklah. Kau boleh keluar. Pulanglah. Hati-hati di jalan. Tapi sebelum kau pergi saya ingin mengatakan bahwa saya tidak akan menyerah. Saya akan membuktikan semua kesalahpahaman yang terjadi antara kita. Saya akan pastikan bahwa kau akan mendengarkan penjelasan saya.” ucap Rezky.

__ADS_1


Friska mengabaikannya dia segera membuka pintu dan segera berlari keluar stasiun radio itu. Begitu dia keluar dia segera masuk ke mobilnya dan menumpahkan tangisannya di sana, “Hiks, hiks, sakit yaa Allah. Kenapa kau membuat takdir ini untukku? Kenapa kau mempertemukan aku dengannya lagi?” ucap Friska sambil menangis. Sekitar 15 menit dia menangis di mobilnya dan setelah menumpahkan semua tangisannya dia segera melajukan mobilnya meninggalkan stasiun itu.


Di belakang mobil Friska ada mobil Rezky yang mengikutinya. Rezky segera mengikuti Friska begitu gadis itu keluar dari stasiun karena dia tidak ingin gadis itu kenapa-kenapa walau saat ini hatinya juga tidak baik-baik saja, “Riska bagaimana aku harus menjelaskannya bahwa kau salah paham. Kenapa kau tidak mendengarkannya hingga akhir.” Ujar Rezky sambil terus mengikuti mobil di depannya sampai di apartemen. Setelah memastikan mobil Friska masuk apartemen dia pun segera pulang menuju rumahnya.


Friska segera berlari menuju kamarnya begitu masuk ke apartemen dan segera melompat ke ranjang dan menangis lagi untung saja Frisya belum kembali hingga tidak ada yang melihatnya menangis.


Sementara Rezky juga kini baru saja tiba di rumahnya dan dia pun segera masuk dan mendapati mami dan papinya masih di ruang keluarga. Rezky segera berlari menuju maminya dan memeluk maminya itu erat. Mami Jasmin kaget dengan apa yang di lakukan putranya itu, “Ada apa nak?” tanya mami Jasmin.


Rezky diam saja dan tetap memeluk maminya erat sambil meletakkan kepalanya di bahu maminya, “Mih, dia salah paham padaku. Aku harus bagaimana untuk menjelaskan kesalahpahaman ini. Dia semakin membenciku mih. Apa yang harus aku lakukan?” ucap Rezky berbisik dan masih dalam pelukan maminya.


Mami Jasmin dan papi Harry yang mendengar itu pun segera saling menatap satu sama lain lalu mami Jasmin segera melerai pelukan putranya itu, “Katakan ada apa? Apa maksudnya dia salah paham? Siapa yang salah paham?” tanya mami Jasmin.


Rezky segera menatap mami Jasmin dan papi Harry bergantian, sepertinya sudah saatnya dia mengatakan semuanya kepada kedua orang tuanya itu, “Friska Mih yang salah paham. Dia membenciku dan semakin membenciku. Aku membuatnya salah paham.” Ucap Rezky.

__ADS_1


Mami Jasmin dan Papi Harry kembali terkejut dengan ucapan putra mereka itu, “Kok bisa?”


__ADS_2