Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
108


__ADS_3

“Janji?”


“Iya janji. Kakak tidak akan mengulanginya lagi dan jika tanpa sengaja melakukannya lagi kau bisa menghukum kakak.” Ucap Fazar yakin.


Frisya pun seketika tersenyum, “Baiklah jika begitu.” Ucap Frisya lalu kembali melangkah.


Fazar yang menyadari kembali di tinggalkan pun segera menyusul Frisya, “Baiklah apa? Apa kamu sudah memaafkan kakak?” tanya Fazar sedikit tersenyum.


Frisya mengangkat kedua bahunya, “Gak tahu.” Ucapnya.


“Ouh ayolah dek. Jawab! Jika tidak kakak akan berteriak meminta maaf di sini di hadapan banyak orang.” Ucap Fazar.


Frisya yang mendengar itu mengabaikannya karena dia yakin Fazar tidak akan mungkin melakukannya namun Frisya salah menduga kali ini, “Frisya Nur Sadila Abraham tolong maafkan aku.” Teriak Fazar nekad.


Frisya yang mendengar itu segera berbalik dan berlari kepada Fazar, “Kak, you crazy?” ucap Frisya kesal karena tidak menyangka Fazar nekad melakukannya.


Fazar mengangguk, “Yes, I am crazy.” Ucap Fazar.


“Dasar gila. Berdiri kak atau aku tidak akan memaafkanmu.” Ucap Frisya tegas karena mereka sudah di kelilingi orang-orang. Bahkan ada yang memotret dan merekam kejadian itu.


Fazar pun segera menurut dan segera mengikuti Frisya menghindar dari kerumuman itu, “Wah, aku tidak tahu bahwa asisten kakak ipar itu nekad juga.” Ucap Kenzo yang melihat kejadian itu bersama Irma.


“Kak, kenapa kau melakukan itu. Ahh aku ingin mencincangmu kak lalu ku potong-potong dan ku jadikan lauk. Aku yakin kita akan viral sebentar lagi kak.” Ucap Frisya kesal.


“Maaf. Bagaimana juga kau tidak menjawab apa sudah memaafkan kakak atau tidak. Jadi kakak nekad melakukannya. Tapi kakak gak merasa bersalah melakukannya, setidaknya kakak sudah berani meminta maaf.” Ucap Fazar.


“Meminta maaf apa. Dasar konyol. Awas saja jika kakak mengulanginya lagi. Aku akan membunuhmu dan mewujudkan apa yang aku katakan tadi.” Ucap Frisya.


“Jangan begitu dek kau akan jadi manusia kanibal nanti jika melakukan itu.” ucap Fazar.


“Wah, kakak masih bisa menjawab yaa. Ahh aku pusing. Kenapa aku harus di pertemukan dengan pria sepertimu kak.” Ucap Frisya menahan kesalnya.


Fazar tersenyum. Dia justru senang melihat gadis itu kesal dan melampiaskan kekesalannya kepadanya, “Tapi kakak bersyukur bisa bertemu denganmu dek.” ujar Fazar.

__ADS_1


“Tau ahh pusing bicara dengan orang yang tidak waras.” Ucap Frisya.


“Kakak waras dek hanya saja kata maaf yang kau berikan itu ingin kakak dengar dari mulutmu.” Ucap Fazar.


“Jika memang kakak mengerti aku maka tanpa aku mengucapkannya pun kau tahu kak. Aku mana mungkin tidak memaafkan pria yang ku cintai.” Ucap Frisya lirih di akhir kalimatnya.


Fazar yang mendengar itu tersenyum, ”Kakak juga mencintaimu.” Ucap Fazar senang.


“Aku tidak sedang mengungkapkan perasaanku kak. Aku juga tidak ingin mendengar ucapan cinta darimu. Jangan membual di hadapanku. Jika memang benar mencintaiku maka buktikan di hadapan orang tuaku.” Ucap Frisya.


Fazar yang mendengar itu kembali menyunggingkan senyumnya, “Baiklah sesuai permintaanmu. Kakak akan mengabulkannya. Kau jangan menyesal nanti. Setelah kembali dari sini kakak juga akan datang melamarmu agar pernikahan kita bisa di lakukan berdekatan dengan pernikahan tuan Rezky dan nona Friska.” Ucap Fazar.


“Kak, apa kau salah minum obat. Kenapa kau suka bicara sembarangan. Aku belum lulus profesi jangan aneh-aneh.” Ucap Frisya.


“Baiklah. Setelah lulus profesi saja. Sama seperti bos Alvino yang melamar nyonya saat dia belum lulus profesi. Aku juga akan mengikutinya.” Ucap Fazar.


Frisya yang mendengar itu hanya bisa memijat kepalanya pusing, “Dasar bos dan bawahan sama saja. Aku akan membuatkan obat untukmu kak agar kau bisa waras sedikit.” Ucap Frisya.


“Aku menantikannya.” Ucap Fazar tersenyum senang.


Fazar pun tertawa, “Baiklah-baiklah. Maaf yaa untuk semuanya. Kita baikan kan?” tanya Fazar.


Frisya pun mengangkat alisnya, “Menurut kakak bagaimana? Apa kita baikan?” tanya Frisya balik.


“Kita baikan aja ya.” Ucap Fazar.


“Terserahlah.” Jawab Frisya. Lalu keduanya segera berjalan untuk melanjutkan belanja oleh-oleh mereka.


***


Begitu tiba di hotel, mereka pulang masing-masing. Kecuali Mark, Clemira dan Wina yang di jemput oleh supir mereka. Yang lain pulang dengan pasangan masing-masing.


Begitu turun dari mobil, Fazar langsung mendapatkan pesan dari Alvino di minta untuk segera menemuinya. Fazar kembali menyimpan ponselnya itu lalu dia segera membawa barang belanjan mereka ke dalam hotel.

__ADS_1


“Wah, kau hebat. Aku yakin kakak ipar pasti memanggilmu terkait hal itu. Kau juga pasti tau kan alasan dia memanggilmu.” Ucap Kenzo saat Fazar meletakkan barangnya di kamar lalu kembali keluar kamar.


Fazar pun tersenyum, “Anda benar tuan Kenzo. Mungkin seperti dugaan anda tapi saya tidak menyesal melakukannya.” Ucap Fazar.


“Yah tentu saja kau tidak menyesal. Kau mendapatkan maaf dari adikku.” Ucap Kenzo tersenyum.


Fazar pun ikut tersenyum, “Anda benar tuan.” Ucap Fazar.


“Jangan memanggilku begitu kak Fazar. Kau lebih tua dariku dua tahun kan tapi kau akan menjadi adik iparku nanti jika menikahi Frisya.” Ujar Kenzo.


“Gak masalah.” Jawab Fazar cepat.


“Wah, sepertinya kalian membicarakan dunia per iparan yaa. Kenapa tidak mengajakku. Aku juga akan menjadi iparmu tuan Kenzo.” ucap Rezky yang baru keluar dari kamar mandi.


“Yah, anda memang akan menjadi iparku juga tapi tentu berbeda dengan kak Fazar yang akan menjadi adik ipar untukku. Karena kau tetap menjadi kakak ipar untukku tuan Rezky. Calon istriku itu 15 hari lebih tua dariku. Sehingga hal itu dia gunakan untuk menindasku.” Ucap Kenzo. Rezky hanya tertawa saja mendengar ucapan Kenzo itu.


Fazar pun meninggalkan kedua laki-laki itu untuk segera menemui Alvino, “Mau kemana dia?” tanya Rezky.


Kenzo pun mengangkat bahunya, “Mungkin mau menemui kakak ipar untuk segera membahas kekacauan yang dia lakukan.” Ucap Kenzo.


“Kekacauan? Kekacauan apa yang dia lakukan?” tanya Rezky.


Kenzo pun menceritakan kejadian yang dia lihat tadi di mall, “Hahahh,, wah ternyata dia nekat juga. Tapi siapa juga yang gak nekad jika terkait gadis yang kita cintai.” Ucap Rezky tertawa lalu kemudian dia memaklumi apa yang di lakukan oleh Fazar itu.


“Yah, seperti apa yang kakak lakukan kepada sepupuku itu kan.” Ucap Kenzo.


Rezky pun tertawa, “Kau benar. Dia bahkan masih mengingatnya dengan baik. Di mana aku membuatnya harus merevisi proposalnya padahal proposal yang dia buat itu sudah benar dari pertama dia memasukkannya.” Ujar Rezky.


Kenzo pun ikut tertawa, “Begitulah wanita. Mereka bisa memaafkan namun sulit melupakan.” Ucap Kenzo. Akhirnya kedua laki-laki itu pun tertawa.


Sementara Fazar kini segera menemui Alvino, “Permisi tuan.” Ucap Fazar segera duduk di depan Alvino.


“Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu kemari?” tanya Alvino.

__ADS_1


Fazar pun mengangguk, “Wah, ternyata kau sadar yaa. Kau hebat sudah menghebohkan dunia maya dalam beberapa menit.” Ucap Alvino.


__ADS_2