Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
45


__ADS_3

Kita tinggalkan mami Jasmin yang sedang kesenangan karena putranya mau di jodohkan. Kita kembali ke kediaman Freya dan Alvino saat Friska masuk ternyata Freya masih ada di ruang keluarga, “Kak, kau belum tidur?” tanya Friska lalu menyalami kakaknya itu.


Freya tersenyum, “Pergi dengan siapa?” tanya Freya.


Friska yang mendengar pertanyaan itu bingung, “Kenapa nanya begitu kak? A-aku pergi sendiri. Kakak kan tahu Frisya pergi dengan asisten Fazar. Jadi sudah pasti aku pergi sendiri.” Jawab Friska jujur karena dia memang hanya pergi sendiri.


“Yakin?” tanya Freya.


Friska pun mengangguk yakin, “Tapi kok bisa ada dua mobil lain yang mengikutimu sampai kesini?” tanya Freya.


Friska yang mendengar itu kaget pasalnya dia memang tidak tahu bahwa ada dua mobil yang mengikutinya, “Aku gak tahu apa-apa tentang itu kak. Sungguh aku gak tahu sama sekali.” Jawab Friska jujur.


Freya pun mengangguk, “Kakak percaya. Kedua mobil itu hanya ingin memastikan bahwa kau pulang dengan selamat. Ternyata kau memiliki pengagum.” Ucap Freya.


Friska yang mendengar itu tersenyum, “Kakak bisa aja. Aku sungguh gak tahu siapa mereka. Siapa mereka kak?” tanya Friska penasaran.


Freya mengangkat bahunya, “Kakak juga gak tahu siapa mereka. Kau saja yang diikuti kau tidak mengetahuinya apalagi kakak yang hanya di rumah.” Jawab Freya.


“Ahh aku tidak percaya kakak gak tahu. Aku yakin kakak mengetahuinya. Kakak bahkan tahu ada mobil yang mengikutiku sementara aku sendiri saja gak tahu. Jadi aku yakin kakak pasti tahu siapa mereka.” ucap Friska.


Freya pun mengangguk, “Kau benar. Kakak mengetahui mereka tapi apa kau yakin ingin mengetahui siapa mereka?” tanya Freya.


Friska segera mengangguk, “Baiklah. Jika begitu. Salah satu dari pemilik mobil itu adalah orang yang menemanimu tadi di taman ahh sebenarnya keduanya menemanimu di taman yang satunya dari jauh dan yang satunya berani mendekatimu.” Jawab Freya.

__ADS_1


Friska yang mendengar itu semakin kaget dan tidak percaya bahwa kakaknya yang ada dalam rumah mengetahui itu, “Kakak apa kau meminta seseorang mengikuti kami? Kok kau bisa mengetahui semua itu sampai sangat detail. Aku saja gak tahu bahwa ada yang melihatku dari jauh selain kak El yang menemaniku tadi. Kami tidak sengaja ketemu di sana.” Ucap Friska.


“El? Hmm tidak sengaja? Apa kau percaya dengan namanya kebetulan? Hah, itu adalah lelucon saja. El mengikutimu dari restoran kakak. Dia menyukaimu dek.” Ucap Freya.


“Aku tahu kak. Aku juga bukan bodoh menganggap semua itu kebetulan. Aku hanya mencobanya menganggap begitu.” Ucap Friska.


Freya pun mengangguk, “Apa kau tidak ingin orang satunya yang mengikutimu?” tanya Freya.


“Aku ingin tahu kak tapi jika memang kakak tidak ingin memberitahunya maka biarkan itu jadi rahasia.” Timpal Friska.


“Orang satunya adalah Rezky adik ipar.” Ucap Alvino yang tiba-tiba muncul di ruangan itu.


Friska yang mendengar perkataan kakak iparnya kaget, “Hahhahh, candaanmu lucu kakak ipar, “Bagaimana mungkin dia mengikutiku yang ada itu membuang waktunya.” Ucap Friska menyangkal yang yang dia dengar karena menurutnya itu tidak mungkin.


Friska yang mendengar kenyataan itu semakin melototkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar, “Gak mungkin kakak ipar. Apa kau mengerjaiku. Aku tahu studio itu adalah milikmu. Bagaimana mungkin bisa dia yang menjadi direkturnya. Apa selama ini dia tahu aku bekerja di sana?” ucap Friska sambil menggelengkan kepalanya.


“Terserah kau mau percaya atau tidak adik ipar tapi itu adalah kenyataannya. Aku memang pemilik studio itu tapi sebelum kau bekerja di sana aku menyerahkannya kepada Rezky untuk menjadi direkturnya. Kau tenang saja adik ipar dia gak tahu kau bekerja di sana karena dia mempercayakan studio radio itu kepada manajernya.” Jelas Alvino.


Friska masih menggelengkan kepalanya tidak percaya, “Kak, apa yang kakak ipar katakan benar? Gak mungkin kan kak?” tanya Friska beralih menatap sang kakak yang duduk di samping Alvino.


“Semua itu kenyataannya dek. Tenanglah dia gak tahu kau bekerja di sana. Lagian kau bekerja di sana sangatlah misterius, masuk dan keluar selalu saja memakai masker dan topimu itu. Jadi pasti kau tidak dikenali.” Ucap Freya menenangkan adiknya.


“Itu mungkin benar kau belum di kenali tapi kita tidak tahu nanti. Bisa saja dia sudah mengenalimu.” Timpal Alvino yang langsung mendapat cubitan di pahanya dari sang istri.

__ADS_1


“Aws sakit sayang. Aku hanya mencoba mengatakan kemungkinan terburuknya.” Ucap Alvino.


Friska hanya diam mencoba mencerna apa yang dia dengar malam ini, “Sudah jangan pikirkan apapun dek. Semua akan baik-baik saja.” ucap Freya mendekati adiknya.


“Apa ini kebetulan atau takdir kak? Kenapa semua ini terasa tidak mungkin? Bagaimana mungkin aku bisa bekerja di studio itu yang direkturnya orang yang ku--” ucap Friska.


“Sudah. Okay! Tenang semua akan baik-baik saja. Jalani saja seperti biasa seperti tidak ada yang terjadi.” Ucap Freya.


Tidak lama kemudian Frisya pulang dengan di antar Fazar. Alvino yang melihat kedatangan adik iparnya dan sang asisten hanya tersenyum, “Duduk Faz. Ternyata kau orang yang bertanggung jawab hingga mengantarnya sampai ke dalam. Aku pikir kau hanya akan mengantar di depan saja.” ucap Alvino menyindir asistennya.


“Hubby!” panggil Freya sambil menatap suaminya.


Alvino yang melihat itu pun hanya tersenyum, “Tenang sayang, aku hanya bercanda saja. Aku yakin Fazar tidak ada tersinggung karena dia tahu aku orangnya seperti apa. Lagian ucapanku tadi juga bukan sindiran sayang tapi pujian. Aku bangga padanya bertanggung jawab.” Jelas Alvino.


Freya pun hanya mengangkat alisnya malas mendengar perkataan suaminya itu, “Dek, apa konsernya seru?” tanya Freya basa basi.


Frisya yang mendengar pertanyaan kakaknya tentu saja heran pasalnya dia belum mengatakan kemana dia pergi kakaknya langsung bertanya suasana konsernya, “Kok kakak bisa tahu kami ke konser?” tanya Frisya menatap Fazar seolah mencurigai laki-laki itu yang mengatakannya.


“Hey, adik ipar jangan menatap asistenku seperti itu. Bukan Fazar yang mengatakannya hanya saja sepertinya kakakmu itu memiliki insting yang kuat hingga bisa dengan mudah mengetahui kemana pergi kedua adiknya.” Ucap Alvino.


Freya pun hanya bisa mendelik ke arah suaminya pasalnya suaminya itu mengkambing hitamkan dirinya padahal ini jelas ide suaminya yang menyuruh anak buahnya yang lain mengikuti kedua adiknya, “Ahh aku tidak percaya. Pasti ada seseorang yang mengikuti kami dan aku yakin itu pasti idemu kakak ipar karena kakakku itu sangat polos tidak mungkin memiliki anak buah untuk dia perintahkan mengikuti kami.” Ucap Frisya.


Alvino yang mendengar itu pun tertawa, “Wah kau sangat hebat menebak adik ipar.” Puji Alvino.

__ADS_1


“Kau harus hati-hati Fazar!” lanjut Alvino kemudian.


__ADS_2