Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
124


__ADS_3

Kenzo segera menarik tangan Irma dan menariknya ke pelukannya, “Kenapa lari?”


Kenzo sadar apa yang dia lakukan itu salah dengan memeluk seorang gadis yang bukan mahramnya, “Apa kau ingin sembunyi dariku setelah mendengar semuanya. Apa kau tidak ingin mendengarnya langsung dariku? Kenapa harus berbohong menyuruh mami bahwa kau sedang istirahat padahal nyatanya kau tidak ingin menemuiku? Kenapa harus berlari dan sembunyi dariku setelah ketahuan?” tanya Kenzo masih memeluk Irma.


Irma yang berada dalam pelukan Kenzo pun hanya bisa meneteskan air matanya sambil mengumpati air matanya itu yang tak kunjung berhenti dan justru semakin keluar, “Kak, apa yang kau lakukan? Kenapa memelukku?” tanya Irma lirih.


“Aku memelukmu karena tidak ingin kau lari dariku dan bersembunyi di kamarmu itu. Kenapa harus menyembunyikannya?” ujar Kenzo lalu melepas pelukannya itu.


“Apa yang aku sembunyikan? Aku gak menyembunyikan apapun darimu kak. Untuk apa? Apa untungnya untukku?” ucap Irma menunduk.


“Memang tidak ada untungnya untukmu tapi kau ingin menjadi pengamat saja dan tidak ingin menikmati kebebasan di luaran sana. Kau takut bukan. Kenapa harus takut.” Ucap Kenzo.


“Aku berbeda kak. Kau pun tahu aku berbeda. Aku bukan gadis di luaran sana yang memiliki fisik kuat. Kau tahu aku penyakitan kak. Kau salah mencintaiku. Jangan memilihku kak. Kau akan menyesal nanti.” Ucap Irma menangis.


Kenzo yang melihat itu kembali menarik Irma ke pelukannya, “Aku tidak akan menyesal dengan apa yang sudah ku pilih. Aku sudah memilihmu dan kau harus menerimanya. Aku tidak ingin penolakan. Kenapa harus memikirkan apa yang belum terjadi. Kita akan mengubah takdir kita. Kita akan melewatinya bersama. Dengar Irma aku mencintaimu bukan karena kau anak orang kaya tapi aku mencintaimu karena kau adalah Irma seorang gadis yang menyembunyikan identitas aslinya dan berpura-pura miskin dari orang-orang. Seorang gadis yang tidak menerima pembullyan dalam bentuk apapun dan berani melawan ketika di bully. Seorang gadis yang menyembunyikan kelemahannya di balik sikap lemahnya. Aku mencintaimu dan cinta ini tak butuh alasan apa lagi untuk mundur. Penyakit yang kau derita bukan penghalangnya. Aku yakin kau akan sembuh.” Ucap Kenzo masih memeluk Irma. Dia nyaman memeluk gadis itu. Pelukan itu sama dengan pelukan saat dia memeluk Freya saat kakaknya itu belum menikah.


Irma yang mendengar penuturan Kenzo itu hanya bisa menangis di bahu Kenzo, “Kak, lepasin pelukannya. Ada mami dan papi.” Ucap Irma yang melihat mami dan papinya sudah ada di lantai dua itu melihat mereka.


Kenzo pun melepas pelukannya dan menatap kedua orang tua Irma itu, “Maaf om, tante saya sudah lancang memeluk putri kalian. Saya janji karena saya sudah memeluknya maka akan segera meminta mama Najwa dan papa Khabir untuk segera melamarnya. Saya akan menikahi putri kalian walaupun dia belum lulus kuliah. Dia akan melanjutkan kuliahnya nanti setelah kami menikah. Saya harap om dan tante tidak keberatan dengan itu.” ucap Kenzo tegas menatap kedua orang tua Irma itu.

__ADS_1


Papi Baskara dan mami Calista tersenyum, “Yah karena kamu sudah lancang memeluk putri kami maka sudah sepantasnya kau bertanggung jawab.” Ucap papi Baskara.


Kenzo tersenyum, “Saya akan bertanggung jawab.” Ucap Kenzo lalu mengambil ponsel di sakunya dan segera menghubungi seseorang.


“Halo, Assalamu’alaikum kak. Ini aku Kenzo! Aku ingin mengatakan bahwa kakak sudah bisa meminta mama dan papa untuk melamar Irma untukku.” Ucap Kenzo to the point begitu Freya menjawab panggilannya.


“Wa’alaikumsalam. Ulangi apa yang kau katakan dek. Apa maksudnya itu?” tanya Freya dari seberang.


“Kakak tidak salah dengar. Aku ingin kalian segera melamar Irma untukku.” Ulang Kenzo.


“Dimana kau sekarang Kenzo? Jangan katakan kau ada--” tanya Freya tegas.


“Seperti dugaanmu kak. Aku ada di sini di kediaman tuan Baskara dan nyonya Calista. Mereka kini ada di hadapanku.” Ucap Kenzo membuat ketiga orang yang mendengar pembicaraan Kenzo dan Freya itu pun tegang karena memang Kenzo meloudspeaker panggilannya itu.


“Aku tidak melakukan apa pun padanya kak selain pelukan.” Ucap Kenzo jujur. Dia tahu kakaknya itu pasti akan marah mendengar hal itu tapi tetap saja dia lakukan karena dia ingin mendengar Freya memarahinya yang menurutnya itu adalah kasih sayang Freya untuknya.


“Kurang ajar kau Kenzo. Kau sudah melecehkannya. Aku tidak pernah mengajarimu melakukan itu. Ouh Kenzo aku pusing dengan ini. Dasar anak muda. Kenzo berikan ponsel kepada gadis yang sudah kau lecehkan itu.” ucap Freya.


“Jangan marah-marah kak. Calon istriku jadi takut bicara denganmu.” Ucap Kenzo melirik Irma yang ada dalam pelukan mami Calista.

__ADS_1


“Calon istri apa an? Jika aku jadi Irma aku akan menolak menikah dengan pria gila sepertimu.” Ucap Freya geram.


Kenzo pun tertawa, “Hahahh, kak jangan lupa bahwa kau pun memiliki suami gila sepertiku hanya untuk mendapatkanmu. Aku hanya mengikuti apa yang kakak ipar lakukan untuk mendapatkan gadis yang dia cintai.” Ucap Kenzo tertawa.


“Sialan kau adik ipar. Aku tidak gila.” Umpat Alvino dari seberang karena ternyata dia juga mendengar percakapan istri dan Kenzo itu.


“Sudah. Hentikan. Cepat berikan ponselnya kepada calon adik iparku. Aku malas bicara dengan golongan pria gila seperti kalian.” ucap Freya melirik suaminya. Alvino pun hanya bisa cemberut mendengar perkataan istrinya itu.


“Jika kami gila maka kau pun lebih gila kak karena menerima pria gila seperti kami.” ucap Kenzo tertawa.


“Makanya untuk itu aku ingin bicara dengan Irma agar dia tidak masuk ke golonganku yang mencintai dan menerima pria gila seperti kalian.” balas Freya tidak mau kalah.


“Kak!” Ucap Kenzo.


Kini gilaran Freya yang tertawa, “Makanya jangan berani berdebat denganku. Kenzo cepat berikan ponselnya kepada Irma.” Ucap Freya lagi.


Kenzo pun akhirnya memberikan ponselnya itu kepada Irma yang menerimanya dengan gugup. Sebelum menerima ponsel itu Irma menatap papi dan maminya terlebih dahulu, “Halo kak!” ucap Irma gugup.


“Jangan gugup begitu dek. Kakak tidak akan memakanmu. Kakak di sini justru mau minta maaf karena Kenzo sudah lancang memelukmu. Kakak yakin sebenarnya dia tahu bahwa apa yang dia lakukan itu salah namun dia sudah nyaman memelukmu. Seharusnya kamu menendangnya Irma. Dia sudah kurang ajar memelukmu.” Ucap Freya.

__ADS_1


“Kak, jangan mengajari calon istriku seperti itu.” timpal Kenzo.


“Jangan dengarkan dia dek. Hmm Irma apa kau yakin menerima Kenzo jadi suamimu nanti?”


__ADS_2