Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
190


__ADS_3

Kini Fazar pun kembali ke rumahnya lebih dulu untuk menenangkan hatinya dan berusaha untuk mencari tahu semuanya lagi, “Kenapa sampai saat ini aku masih tidak mengingat kejadian itu. Ahh sungguh goblok aku.” Ucap Fazar di kamarnya itu.


Fazar pun yang pusing dengan masalah yang terjadi padanya akhirnya dia memilih untuk membersihkan dirinya dulu. Siapa tahu aja otaknya itu akan kembali fresh dan mengingat di mana dia bertemu dengan Elena.


Sekitar setengah jam Fazar membersihkan diri. Akhirnya kini dia sudah selesai membersihkan dirinya dan kini sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, “Ck, kenapa masih tidak ingat juga.” Geram Fazar kesal.


Tok … tok … tok …


“Masuk!” ucap Fazar mempersilahkan orang yang mengetuk pintu kamarnya itu.


“Ada apa bu?” tanya Fazar begitu melihat ternyata ibunya yang mengetuk pintu.


Ibu Yulia tersenyum lalu memeluk putranya itu, “Ibu bangga padamu nak. Ibu pikir putra ibu sudah terjerumus ke hal yang buruk tapi ternyata itu memang hanya jebakan saja seperti perkataanmu. Ibu pikir pernikahanmu dengan Frisya akan batal karena ini tapi ternyata tidak karena semuanya memang hanya jebakan seseorang untukmu.” Ucap ibu Yulia masih memeluk putranya itu.


Fazar yang mendengar ucapan ibunya itu pun terdiam, “Maksud ibu apa?” tanya Fazar heran karena dia saja masih bingung dengan semuanya.


Ibu Yulia pun segera memperlihatkan berita di ponselnya di mana di sana Elena mengadakan konferensi pers dan mengakui semuanya bahwa memang benar foto itu adalah fotonya bersama Fazar tapi mereka hanya di jebak oleh seseorang saja dan dia sungguh tidak mengenal Fazar. Mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Elena menunjukkan semua bukti bahwa memang mereka tidak kenal satu sama lain.


Fazar pun terdiam mendengar pengakuan Elena itu. Dia kini menjadi bingung sendiri dengan apa yang terjadi. Baru sekitar satu jam yang lalu dia bertemu dengan gadis bernama Elena itu dan gadis itu bersikeras tidak mengenalnya sama sekali tapi kini gadis itu mengakui semuanya. Ada apa ini sebenarnya. Siapa yang berniat menjebaknya.


“Kenapa kau diam nak? Apa kau terkejut dengan beritanya atau kau tidak senang karena semuanya kembali normal dan kau terbukti tidak bersalah.” Ujar ibu Yulia melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh putranya itu.

__ADS_1


Fazar segera tersadar dari pikirannya lalu dia segera menatap ibunya itu dan tersenyum, “Bukan seperti itu bu. Aku senang kok. Aku senang karena akhirnya aku terbukti tidak bersalah. Aku bisa melanjutkan pernikahanku lagi.” Ucap Fazar.


Ibu Yulia pun tersenyum mendengar jawaban putranya itu, “Ibu juga senang nak. Kau sekarang pergilah dan minta maaflah kepada keluarganya Risya.” Ucap ibu Yulia lalu menepuk bahu putranya itu.


Fazar pun hanya mengangguk. Setelah ibunya pergi, Fazar segera bersiap dan tidak lama setelah itu dia pun keluar dari kamarnya dan berpamitan lagi kepada kedua orang tuanya untuk mencari keberadaan Frisya.


“Semuanya sudah terbukti bahwa aku tidak bersalah. Elena sudah mengaku tapi semuanya terasa aneh. Kenapa bisa seperti ini. Kenapa aku merasa bahwa semuanya sudah di atur dengan rapi. Siapa yang berniat menjebakku begini.” Ujar Fazar dalam mobil dalam perjalanan untuk menemui Elena kembali. Dia harus tahu alasan Elena mempermainnya.


Sekitar 20 menit saja dalam perjalanan akhirnya Fazar kini dia tiba di rumah sakit jiwa yang beberapa jam lalu dia kunjungi. Fazar kembali bertanya pada recepsionis terkait keberadaan Elena dan recepsionis itu pun segera memberitahu di mana Elena berada.


Fazar pun segera menemui Elena yang ternyata berada di taman, “Nona Elena!” ucap Fazar menyapa.


Elena yang mendengar itu pun tersenyum dan berbalik menghadap Fazar, “Ada apa tuan Fazar kembali menemui saya lagi? Bukan kah saya sudah menjelaskan semuanya kepada media.” ucap Elena.


Elena tersenyum, “Saya gak tahu tuan. Satu hal yang pasti saya hanya melakukan perintah saja. Tenang saja tuan ini memang di buat untuk menguji kesetiaan anda saja dan anda sudah di nyatakan lolos. Jadi kita tidak memiliki hubungan lagi. Kita tidak saling kenal dan memang itu juga yang terjadi. Saya tidak akan mengatakan siapa yang menyuruh saya seperti yang anda inginkan karena saya patuh pada majikan saja tuan. Saya hanya melakukan apa yang di minta saja. Hanya itu yang dapat saya jelaskan. Selamat untuk penikahan anda.” Ucap Elena lalu dia segera mendorong pasiennya itu untuk masuk ke dalam rumah sakit.


Fazar pun hanya terdiam mendengar penuturan Elena itu dan akhirnya setelah lama berpikir dia pun segera kembali ke mobilnya dan melajukan mobilnya itu meninggalkan rumah sakit menuju satu tempat yang dia yakini sebagai orang di balik semua jebakan yang terjadi padanya itu.


Sementara Elena yang melihat kepergian Fazar pun tersenyum lalu dia segera mengirimkan pesan kepada seseorang dengan mengatakan bahwa semua rencana sudah selesai.


“Kau adalah pria baik tuan. Kau dan nona Risya memang pantas berjodoh. Nyonya Reya hanya mengujimu saja. Selamat berbahagia tuan Fazar.” Ucap Elena tulus.

__ADS_1


***


Sementara di sebuah pantai tepatnya di salah satu penginapan yang dia sewa ada seorang gadis yang tersenyum sambil melihat berita di ponselnya itu, “Aku percaya kau tidak mungkin melakukan itu kak. Ini semua jebakan hanya saja emang dasar aku yang belum dewasa hingga memutuskan untuk menghindarimu.” Ucap Frisya.


“Entah siapa yang menjebakmu ini kak. Tapi syukurlah kau bisa membuktikan semuanya. Aku bangga sebagai calon suamimu. Tapi maaf aku masih ingin menikmati pantai ini. Jadi aku belum ingin kembali setidaknya sampai tiga hari ke depan. Aku ingin berlibur.” Ucap Frisya.


Lalu tidak lama setelah itu ponselnya pun berdering yang ternyata itu adalah panggilan dari kakak sulungnya, “Halo, Assalamu’alaikum kak!” salam Frisya.


“Wa’alaikumsalam. Kapan kamu kembali dek.” tanya Freya dari seberang.


“Hum, aku belum tahu kapan aku kembali.” Ucap Frisya.


“Jangan begitu. Cepat kembali atau aku akan menyeretmu dari sana. Bukankah kau juga sudah melihat beritanya. Fazar sudah membuktikan dirinya tidak bersalah. Jadi kembali lah.” Ucap Freya.


“Ck, iya kak. Aku pasti akan kembali tapi nanti tiga hari lagi. Aku memang sudah melihat berita itu tapi aku masih ingin menikmati pantai kak. Aku akan kembali. Aku ingat akan pesta pernikahanku itu. Aku tidak akan membatalkannya.” Ucap Frisya.


“Awas saja jika kau membatalkannya. Ohiya, apa kakak harus memberi tahu keberadaanmu kepada Fazar?” tanya Freya.


“Jangan kak. Biarkan aku bersembunyi dulu. Aku ingin membuat ruang untuknya agar dia merindukanku.” Ucap Frisya.


“Ah baiklah. Terserah padamu saja. Tiga hari. Kau harus pulang.” Ucap Freya.

__ADS_1


“Iya.”


__ADS_2