Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
175


__ADS_3

Kini Friska dan Rezky sedang makan siang bersama setelah tadi mereka selesai membersihkan diri mereka.


“Mas, cantik daun maple-nya.” Ucap Lila menunjuk daun maple yang berguguran yang dia lihat dari balik jendela villa itu.


Rezky pun tersenyum, “Apa kau ingin melihatnya dari dekat?” tanya Rezky.


Friska mengangguk, “Hum, aku ingin melihatnya dan mengambil foto di sana. Tapi nanti deh. Aku masih lelah. Aku ingin istirahat dulu. Lagian waktu kita di sini masih lama juga.” Ujar Friska.


Rezky pun tersenyum lalu mereka menikmati makan siang mereka itu dengan seksama. Makan siang yang di antarkan oleh anak buah Rezky yang sudah di tugaskan untuk mengantarkan makanan untuk mereka. Makanan yang sudah pasti teruji kehalalannya untuk di konsumsi oleh mereka.


Setelah menyelesaikan makan siang sekitar setengah jam atau lebih itu mereka segera menuju kamar kembali. Seperti yang di katakan Friska tadi bahwa dia ingin beristirahat. Mereka pun setelah melakukan sholat bersama segera beristirahat dan tidur.


Rezky memeluk istrinya itu dan Friska pun membiarkannya saja. Lagian dia tidak terganggu sama sekali dengan hal itu. Dia justru merasa nyaman berada di pelukan suaminya itu dan bisa menghirup aroma tubuh suaminya yang seperti obat tidur untuknya.


Cukup lama mereka tertidur karena mereka baru bangun saat waktu Ashar. Mereka pun segera bangun dan melakukan sholat Ashar bersama.


“Sayang, kita malam ini makan di luar yaa. Aku sudah menemukan restoran yang cocok untuk kita. Kita juga bisa melihat pemandangan malam kota ini.” ucap Rezky setelah mereka melakukan sholat.


Friska pun mengangguk, “Hum, sepertinya seru. Ya sudah ayo kita lakukan itu.” ucap Friska.


Rezky pun mengangguk tersenyum karena istrinya itu menyetujui keinginannya. Friska setelah merapikan alat sholat yang mereka gunakan dia mendekati suaminya yang duduk di sofa sambil memegang ponselnya itu.


Friska lebih memilih duduk di pangkuan suaminya itu dari pada duduk di sofa di samping Rezky. Rezky pun menerima dengan senang hati apa yang di lakukan istrinya dan segera melingkarkan tangannya di pinggang istrinya itu, “Mas!” panggil Friska sambil menyentuh hidung suaminya itu.


“Hum.” Jawab Rezky berdehem.

__ADS_1


Friska menggeleng lalu tersenyum, “Gak jadi deh. Riska mau siap-siap dulu. Kita jam berapa perginya mas?” tanya Friska hendak bangkit dari pangkuan suaminya itu. Tapi di tahan oleh Rezky untuk tetep duduk.


“Kita perginya ba’da magrib sayang. Terus kita akan makan malam di restoran dan lanjut melihat pemandangan malam kota ini. Setelah itu baru pulang.” Ucap Rezky.


“Apa itu gak melelahkan?” tanya Friska.


Rezky tersenyum seolah mulai menangkap kode yang di berikan oleh istrinya itu, “Ada apa? Kenapa bertanya begitu? Apa istriku ini lelah?” tanya Rezky menatap bibir merah muda alami milik istrinya itu.


Friska segera menggeleng, “Bukan begitu hanya saja sepertinya itu akan melelahkan.” Ucap Friska.


“Jadi kamu gak mau pergi? Jika memang gak mau pergi. Kita bisa perginya besok saja atau kapan pun kau mau.” Ucap Rezky.


Friska kembali menggeleng, “Gak usah. Mas sudah merencanakannya dengan baik. Aku tidak ingin merusaknya. Kita tetap akan pergi dan lakukan seperti yang sudah di rencanakan mas. Riska mau siap-siap dulu.” Ujar Friska lalu dia segera berdiri dari pangkuan suaminya itu. Kali ini Rezky tidak menahannya.


Cup


Satu kecupan lembut mendarat di bibir Rezky itu. Kecupan lima detik seperti tadi.


Setelah melakukan itu Friksa segera berbalik dan hendak pergi tapi di tahan oleh Rezky dan menahan tangannya itu lalu menarik Friska ke pangkuannya kembali. Rezky mendekatkan wajahnya dengan wajah sang istri sambil menahan tengkuk istrinya itu dan kemudian ciuman pun mendarat di bibir istrinya itu lembut. Ciuman lembut seperti tadi yang pada awalnya tapi kemudian menjadi ciuman yang sangat panas karena keduanya larut dalam gelora masing-masing. Mereka saling membalas ciuman itu satu sama lain dan baru melepaskannya begitu mereka hampir kehabisan nafas.


Rezky mengusap bibir istrinya sekilas dengan ibu jarinya lalu mengangkat Friska ke dalam gendongannya dan dia bawa ke ranjang lalu dia menindih istrinya itu. Rezky kembali melabuhkan ciuman di bibir istrinya sambil tangannya mulai turun ke dada istrinya itu. Rezky meremas salah satu bukit milik istrinya itu yang masih di tutupi oleh pakaian milik istrinya.


Friska yang merasakannya pun segera menghentikan ciuman mereka dan menatap suaminya, “Mas!” panggil Friska lembut.


Rezky pun tersenyum lalu memandang istrinya itu dengan tatapan penuh cinta. Dia labuhkan kecupan di kening Friska dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


“Kita lanjutkan nanti yaa. Mas juga ingin menyentuhmu malam hari bukan di sore hari begini. Mengambilmu dengan apa yang kau inginkan.” Ucap Rezky lembut.


Friska pun mengangguk, “Terima kasih mas.” Ucap Friska lalu mengecup pipi suaminya itu dengan penuh kasih.


“Sudah sana kamu siap-siap dulu.” Ucap Rezky lalu segera membantu istrinya itu bangun. Friska pun segera bangkit dari ranjang mereka dan menuju kamar mandi untuk kembali mandi.


Rezky yang menatap punggung istrinya yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi menatap bagian bawah tubuhnya yang sempat bangun tadi, “Baru melakukan itu saja aku sudah seperti itu. Dia sangat menggairahkan. Istriku.” Gumam Rezky.


***


Kita kembali ke belahan bumi yang lain yang saat ini sudah dini hari. Seorang gadis bangun dari tidurnya dan segera berdoa bangun tidur lalu kemudian melangkah menuju kamar mandi dan segera melaksanakan sholat malamnya. Di sela-sela menunggu waktu subuh. Gadis itu kembali memeriksa hasil laporannya yang sudah hampir jadi itu.


“Aku harus segera menyelesaikannya. Aku ingin cepat lulus.” Ujar Frisya. Yah, gadis itu adalah Frisya yang kini menginap di rumah kakaknya karena tidak mungkin dia tinggal di apartemen sendiri. Sebenarnya dia berani tinggal sendiri tapi tahu lah bagaimana dengan Freya yang sangat protektif pada adik-adiknya. Jadi sudah pasti tidak akan dia izinkan untuk adiknya itu tinggal sendiri.


Frisya pun kembali melanjutkan laporannya itu hingga tiba-tiba saja ponselnya berdering dan ternyata itu panggilan video dari Fazar.


Frisya pun segea menjawabnya, “Assalamu’alaikum bidadariku.” Ucap Fazar dari seberang.


Frisya pun terkekeh mendengar hal itu, “Wa’alaikumsalam. Masih terlalu pagi kak untuk menggombal dan membuat baper anak orang.” Ucap Frisya.


Fazar pun di sana ikut tertawa, “Kamu sedang apa bidadariku?” tanya Fazar.


Frisya pun segera mengarahkan ponsel kameranya itu menuju laporannya, “Wah, semangat yaa bidadariku. Aku akan mendoakanmu dari sini agar cepat selesai urusannya dan kita bisa segera menikah juga. Aku jadi iri pada tuan Rezky yang saat ini sedang berbulan madu itu.” ujar Fazar.


Frisya pun tertawa, “Makanya datang ke rumah dan lamar aku kak.”

__ADS_1


__ADS_2